Cinta Di Ujung Jalan

Cinta Di Ujung Jalan
Setyo Dewanto


__ADS_3

Kedua lelaki beda generasi itu saling peluk haru, setelah sekian tahun tak bertemu akhirnya mereka kembali di pertemukan.


"Bagaimana kabar Ayahmu?" tanya Jeremy antusias.


"Baik Om, Ayah sekarang masih di kampung dan mendapat amanat untuk memimpin desa"terang Daniel jujur.


"Waaah , memang ayahmu itu pantas untuk di jadikan seorang pemimpin, ah ...rindu sekali aku padanya" ucap Jeremy.


"Oiya kenalin ini putri Om, Tiwi..satu lagi adiknya, mungkin sedang dalam perjalanan pulang"sambung Jeremy hangat.


Ketiga nya duduk di ruang tamu sedang Tiwi ke dapur untuk mengambil minum.


"Ayo minum Lan, Nil..." tawar Tiwi.


"Heum, adik Lu mana Wi?jam segini belum pulang?"tanya Aslan.


"Tau tuh....nggak biasanya tuh bocah pulang telat."


"Daniel, gimana kabar Om Setyo...sudah lama sekali Om tak tahu kabarnya?" tanya Jeremy.


"Om Setyo sudah meninggal beberapa tahun yang lalu Om" terang Daniel lirih.


Dahlan, Jeremy dan Setyo adalah tiga sahabat yang sering menghabiskan waktu bersama, bahkan Daniel sering di ajak sang ayah untuk bertemu dengan para sahabatnya itu, namun baru kali ini ia tahu keluarga Om Jeremy.


"Ohh...malang sekali nasibmu Set, setelah kematian istrimu, lama kau menghabiskan waktu dengan hidup hanya dengan putri kesayanganmu, ah lalu bagaimana putri Setyo nasibnya sekarang?."


"Om Setyo menikah lagi dan di karuniai tiga orang anak, dan putrinya pun sudah menikah...."jelas Daniel lagi.


"Wah si cantik itu sudah memiliki suami, alangkah beruntungnya suaminya itu."


"Tapi..."kalimat Daniel menggantung membuat Jeremy mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa Nil?"


"Pernikahannya sangat singkat, dan sekarang mereka bercerai Om" Jeremy membulatkan matanya shock.


"Pernikahan yang di paksa tak akan bertahan lama, apalagi dengan niat yang tak baik."


"Apa maksudmu?" tanya Jeremy.


Daniel pun akhirnya menceritakan kisah Naya yang di jodohkan dengan Danu hanya karena harta oleh Ningsih ibu tirinya, ia juga mengutarakan tentang niatnya untuk meminang Naya.


Pria paruh baya itu tampak kesal mendengar cerita Daniel, tangannya pun mengepal keras, lalu ia menepuk bahu Daniel sebagai isyarat bahwa ia mendukung niat pemuda itu


"Di mana dia sekarang? Aku ingin sekali bertemu dengannya."


"Jika sudah saatnya tiba, aku akan ajak dia ke sini, pasti dia senang bertemu dengan Om Jeremy sahabat ayahnya."


Jeremy menganggukan kepalanya haru.


"Heum anak muda selalu saja banyak acara....hati-hati lah kalian di jalan" pesan Jeremy, Aslan dan Daniel hanya tersenyum ringan lalu mereka pun keluar.


Saat keluar dari lift dan menuju parkiran, sudut mata Daniel menangkap sosok yang di kenalnya hendak memasuki Lobi.


Ngapain itu bocah di sini, ia membatin.


"Hei Lu ngapa bengong? Kesambet Jin tomang Lu?!" umpat Aslan karena tiba-tiba Daniel berdiri membeku.


Pria bertampang setengah bule itu pun segera berlari menyusul Aslan.


"Lihat apa an Lu, ada bidadari nyasar ? sampe mata melotot gitu?"tanya Aslan asal.


"Bukan ,gue seperti lihat bocah ingusan brengsek itu" jawab Daniel jujur.

__ADS_1


"Maksud Lu bocah yang sekarang jadi pacar Cewek Lu?"


Daniel mengangguk, meski berat mengakui tapi memang itulah kebenarannya, Naya kini telah menjadi kekasih bocah itu.


Sementara itu, Januar melangkah memasuki apartement, niatnya untuk mengajak Naya bertemu dengan Ayah dan Ibu terpaksa urung karena Ia pulang dahulu tanpa memberitahukannya, dan seperti biasa, ia selalu meninggalkan benda persegi yang amat penting itu hingga Januar tak bisa menghubunginya.


Ceklek.


"Ayah..." sapa Januar lalu membungkuk menyalami sang Ayah.


Jeremy memeluk putra kesayangan dengan haru, penampilan putranya kini sangat berbeda, ia terlihat lebih rapi dan dan segar.


"Lihatlah Ayah, karena cinta..putramu kini berubah menjadi pemuda yang tampan" sindir Tiwi dengan lirikan tajam ke arah Januar.


Januar hanya mencibirkan bibir ke arah sang kakak, ia tak berhasrat membalas bullyan sang kakak karena hatinya sedang di landa resah, Naya tak ada di apartement, Vega pun mengatakan bahwa Naya pulang lebih awal darinya, lalu di mana Naya berada sekarang.


"Hmm sudah dewasa rupanya kau, bawa lah dia ke sini, Ayah ingin berkenalan dengan gadis yang membuat putra tampan ayah ini jatuh Cinta" ledek Jeremy sambil menepuk sang putra bangga.


"Hmm nanti akan aku ajak dia ke sini, Ayah pasti menyukainya" terang Januar tenang.


Jeremy tertegun di buatnya, Januar tak pernah sepercaya diri itu tentang perasaannya pada seorang wanita, ia bahkan sempat kecewa saat Anis berkeluh kesah bahwa sudah ada gadis lain yang di sukai Januar.


"Hm cepatlah kau mandi, kita makan bersama, ibu sudah masak kesukaanmu" ujar jeremy.


Januar pun mengangguk lalu menuju dapur untuk menemui sang ibu tercinta.


"Bu apa kabarmu.."Januar memeluk wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu erat, wanita pemilik pintu surga nya yang amat ia sayangi.


"Kau baru pulang Jan...apa kau tak senang kami datang heum? Dan siapa gadis yang telah mencuri hatimu ini huh...ibu ingin berkenalan dengannya" sapa nya lembut.


Januar tersenyum masam.

__ADS_1


Kau sudah mengenalnya Bu, Yah... Bahkan dia sudah kalian anggap seperti anak kalian sendiri.


__ADS_2