Cinta Di Ujung Jalan

Cinta Di Ujung Jalan
Siapa Pria Itu


__ADS_3

"Maaf Vin" tenggorokan Naya seakan kering, entah kemana masukmya orange squash yang ia minum tadi.


Mendengar kalimat Kevin yang penuh harap padanya membuat Naya begitu merasa bersalah.


"Maaf? k kenapa? apa ada orang lain di hatimu Nay?"tanya Kevin tak percaya.


Naya memandang Kevin dengan tatapan penuh penyesalan, lalu mengangguk.


Sepersekian detik dunia Kevin seakan berhenti berputar, cuaca yang cerah mendadak mendung gelap gulita.


"Kamu bohong kan Nay? Katakan saja kalau kau belum siap, aku akan sabar menunggumu" ujar Kevin seakan ingin mengingkari apa yang Naya isyaratkan.


"Tidak Vin, aku tidak bohong, memang aku harus mengatakan sejujurnya padamu agar kau tak mengimpan perasaan untukku terlalu dalam."


"Tapi kenapa Nay? apa tidak ada kesempatan lagi untukku?"


Naya kembali menggeleng lemah, ia tak tega menghancurkan asa Kevin.


"Aku minta kau hapus namaku dari ingatanmu Vin, lupakan aku dan carilah gadis lain yang lebih pantas untukmu."


"Tidak, aku tak mau orang lain, aku hanya ingin kau Nay"protes Kevin mulai emosi.


"Tapi memang sudah tak ada lagi kesempatan Vin, aku..mencintai orang lain."


Jederrr.


Bak petir menggelegar di dekat telinganya, Kevin menatap netra Naya tajam.


Tak permah ia melihat kedekatan Naya dengan seorang laki-laki karena selama ini ia hanya bergaul atau pergi dengan teman-teman semasa kuliah.

__ADS_1


Atau jangan-jangan pria beruntung itu adalah salah satu di antara mereka, Kendra atau Aslan, batin Kevin.


Tapi Naya juga masih mengenal Tanu Dan Jefry, bukan tidak mungkin kalau di antara mereka ada yang bisa mencuri hati Naya, pikir Kevin.


"Maaf Vin, aku harus segera kembali ke kantor, maktu istirahat sudah usai" Naya beranjak untuk pergi, sedang Kevin yang masih dengan mode shock hanya bisa diam dan mengangguk pelan.


"T tapi hei...tunggu Nay!!, siapa dia!!" teriakan Kevin terlambat karena Naya sudah sampai di sebrang jalan, ia hanya melambaikan tangan dan tersenyum.


Maafkan aku Vin.


Tak ingin membuang waktu, Kevin beranjak dari kedai, ia akan bertanya pada Tiwi, mungkin dia tahu siapa pria yang berhasil menjadi penguasa di hati Naya.


Drrt drrt.


"Ya halo Vin? Ada apa?" suara Tiwi terdengar jelas di ujung telepon.


"Lu ada di mana sekarang, ada sesuatu yang mau Gue tanyakan, penting" jawab Kevin singkat.


"Terus Lu mau ke mana?" Kevin tak sabar ingin segera mencari tahu tentang Naya.


"Gue...mau ketemu Elis, kita udah janji makan di cafe.."


"Oke Lu Shareloc..gue nyusul" ujar Kevin lalu menutup panggilan.


Tiwi mengerutkan alis heran, ada hal penting apa yang akan Kevin tanyakan padanya, batin Tiwi.


Sementara Anis tengah asik mengabsen belanjaannya, gadis itu memutuskan pulang esok, berada dekat dengan Januar yang terus mengacuhkannya membuat Anis tak bisa lagi bertahan, jika hati Januar sudah memiliki gadis lain maka ia pun akan mundur.


"Nis apa besok kau berani pulang sendiri?" tanya Tiwi.

__ADS_1


"Berani lah Mbak, aku bukan anak kecil lagi, lagian aku sudah sering bolak balik Jakarta KL" jawab Anis percaya diri.


Tiwi menganggukan kepalanya, lalu mengambil lajur keluar karena jarak cafe sudah beberapa meter lagi.


"Mbak, bukannya kita udah makan? Kenapa kita berhenti lagi di sini?" tanya Anis.


"Kevin ngajak ketemuan, katanya ada hal penting yang mau ia tanyain" terang Tiwi sambil memarkirkan mobil di depan cafe.


Bersamaan dengan itu, Elis pun tampak baru datang ke cafe dan tersenyum senang melihat kedatangan Tiwi.


"Ngapain Lu ngajak ketemu di sini?" tanya Elis.


Tiwi bukannya menjawab Elis tapi ia malah melambaikan tangan pada Kevin yang juga baru sampai di parkiran.


"Noh, dia ngajak ketemu, katanya mau ada hal penting yang ia tanyakan."


Elis melihat Kevin yang berwajah tak seceria tadi sebelum menemui Naya.


Mungkinkah Naya menolaknya? Ucap batin Elis.


Pelayan menyapa hormat pada Elis dan Tiwi, mereka sudah cukup mengenal gadis-gadis cantik itu karena memang sering menghabiskan waktu bersama di cafe tersebut.


Kevin menarik kursi lalu duduk menghadap Tiwi dengan tatapan serius.


"Hmm apa yang mau Lu tanyain?"tanya Tiwi to the point.


"Apa kalian tahu siapa kekasih Naya?" ucap Kevin singkat padat dan jelas, ia tak ingin berlama-lama memendam tanya di hatinya.


"Hah Mbak Nay sudah punya kekasih?" tanya Anis ikut penasaran.

__ADS_1


Kini Tiwi dan Elis saling pandang.


__ADS_2