
Danu hanya melihat kepergian pria itu dengan sekilas karena dia bukanlah pria yang ada dalam foto, Danu melangkah dengan cepat ke dalam rumah.
Karena memang sudah terbiasa, Danu pun langsung ke kamar Silvy karena Silvy memang tinggal sendiri sedangkan ayah dan Ibunya berada di luar negri.
Hidup hanya dengan pembantu dan satpam penjaga rumah, membuat Silvy bisa berbuat bebas di rumahnya, begitu pun Danu yang sudah terbiasa datang dan pergi, bahkan bermalam di rumah itu.
Ceklek.
Nafas Danu memburu masuk ke kamar sang kekasih.
"Honey, kenapa kau datang tak memberitahu dulu, aku baru mandi aku...."
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"A apa itu honey?, dan kenapa wajahmu sangat tegang seperti itu?, tunggu lah sebentar, aku akan memakai bajuku dulu.
Tak menghiraukan Danu yang masih berdiri di dekatnya, Silvy dengan santai menanggalkan bathrobe begitu saja dari tubuh polosnya, lalu melangkah ke lemari besar untuk mengambil bajunya.
Danu hanya bisa membuang pandangannya ke arah lain, tak di pungkiri memang tubuh Silvy selalu bisa membuatnya terbang ke atas awan, tapi jika teringat foto-foto saat dengan pria lain membuat darah Danu mendidih.
Cih sudah berapa lelaki yang telah menikmati tubuh kotormu itu ******, ucap Danu tapi hanya ia ucapkan dalam hati, masih ada sedikit rasa cinta yang tersisa di sana yang membuatnya tak bisa berkata kasar pada Silvy.
Dengan kaos polos dan hotpants yang memperlihatkan paha putihnya, tetap tak membuat Danu luluh seperti yang Silvy harapkan.
Wajah Danu masih terlihat tegang dan tatapan matanya pun sinis dan dingin.
"Baik, katakanlah apa yang mengganggu hatimu honey, aku akan mendengarnya" ucap Silvi berusaha menetralisir rasa gugupnya.
"Aku ingin kita putus....."
Danu berucap lantang, membuat Silvy mengerjapkan matanya tak percaya.
"Apa maksudmu honey, kenapa ...? Kenapa kau mau kita putus? tidak...aku tak mau putus darimu, apa salahku honey katakan ..!"
Silvy berteriak histeris, pria yang begitu lembut dan menyayanginya tiba-tiba me minta putus.
__ADS_1
"Apa kau sudah membenciku heum? Atau kau memang sudah tergoda dengan istri di atas kertasmu itu? Aku tak mau honey...aku tak mau hubungan kita berhenti sampai di sini."
Danu mengeluarkan map berisi lembaran foto saat Silvy bersama pria lain dari saku jaket nya lalu melempar ke wajah Silvy.
"Aku minta putus bukan karena istriku, tapi kaulah yang telah berhianat padaku brengsek..." Danu pun tak dapat lagi membendung emosinya.
Silvy menatap nanar lembaran foto yang berhamburan di depan wajahnya.
"Tidak...ini tidak benar, pasti ada orang yang ingin kita berpisah honey, aku tak seperti itu " Silvy menggelengkan kepalanya dan air mata buaya pun menetes dari sudut matanya saat melihat foto dengan jelas.
Sialan siapa yang sudah berani mencuri fotoku dan Deni, Silvy membatin.
"Semua sudah terbuka Sil, tidak ku sangka setelah dua tahun hubungan kita ternyata kau menghianatiku" suara Danu bergetar lirih, dan itu di sadari oleh Silvy.
Wanita itu dengan cepat memeluk Danu dengan erat dan menangis terisak.
"Tidak honey, aku tak pernah menghianatimu, hanya kaulah kekasihku, kaulah satu-satunya yang ku harap menjadi ayah dari anak-anakku kelak, aku tak menghianatimu honey hiks hiks" tangis Silvy pecah di pelukan Danu.
Danu menghela nafas panjang, entah kenapa melihat Silvy menangis membuat hatinya sakit, rasa cintanya teramat dalam dan ia tahu selama ini Silvy hanya bersama dirinya.
"Honey please percayalah padaku, pasti ada orang yang telah menghasutmu, mereka mengharap kita berpisah honey...aku sangat mencintaimu hiks" Silvy sangat pintar memainkan sandiwara luka hatinya yang palsu, bahkan kini Danu tampak bimbang.
Ia harus menggunakan keahliannya untuk bersandiwara sebaik mungkin, dalam keadaan terdesak Silvy harus berfikir cepat, dan senyum liciknya pun terbit saat Danu memandangnya bimbang.
"Percayalah padaku, hanya kau pria yang ku cintai" kembali Silvy melancarkan rayuan mautnya.
Kini Danu di landa kebimbangan, ia mulai termakan ucapan Silvy.
Benarkah Sam yang telah berhianat padanya, pikir Danu.
Kalau sampai dia berani berhianat padaku, maka akan ku pecat dia, Danu membatin.
Melihat kedekatan sang asisten dengan Naya selama beberapa hari ini, membuat Danu mulai berfikir buruk tentang hubungan Sam dan Naya istrinya.
"Atau kau lebih percaya orang lain dari pada aku honey,.....entah dosa apa aku, jiwa dan raga sudah ku serahkan semua padamu, tapi kenapa masih saja engkau ragu padaku hiks" Silvy berlari dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil menelungkupkan wajahnya di atas bantal.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu, tapi kau tetap tak percaya, apalah artinya kebersamaan kita selama dua tahun lebih ini huu huuu....."tangis Silvy sambil memeluk bantal.
"S sayang sudahlah, maafkan aku...mungkin aku yang salah, mungkin memang orang lain yang ingin melihat kita berpisah..maafkan aku" Danu mengusap punggung Silvy lembut.
"Tidak, kau masih ragu padaku, apa arti semua ketulusanku selama ini huu huu....ternyata kau lebih mempercayai orang lain huu huuu...."
"Sayang maafkan aku, aku percaya sama kamu, aku akan mencari siapa yang telah memfitnahmu" bujuk Danu sambil terus mencium punggung Silvy.
"Benarkah? Benar kau percaya padaku?" Silvy membalikkan tubuhnya dan menatap Danu dengan wajah tak percaya.
Danu mengangguk dan tersenyum hangat.
Silvy merengkuh Danu erat dan mencium bibir pria itu lembut.
"Percayalah aku tak akan menghianati cinta kita honey ..."
Danu pun mengangguk tulus dan memeluk Silvy erat.
Lega hati Silvy, ia sangat cemas jika sampai Danu benar-benar akan memutuskan hubungannya.
"Lalu apa kau benar-benar ingin kita putus?" tanya Silvy dengan wajah menggemaskan.
Bukan menjawan Danu malah menyerang Silvy dengan ciuman bertubi-tubi, sebagai lelaki normal ia tentu akan bergairah jika sempat memandang tubuh polos Silvy terpampang nyata di dekatnya.
Tak mau membuang kesempatan lagi, Silvy pun membalas pagutan sang kekasih, ia akan mengerahkan semua pesonanya di atas ranjang agar Danu semakin sulit untuk melepasnya.
Keduanya kini saling mengerang manja, tubuh polos yang menyatu dengan gerakan penuh irama, Danu seakan lupa akan rasa sakit dan hancur hatinya.
Ia kini terbuai dengan tubuh Silvy yang bagai candu baginya.
"Jangan pernah menghianatiku sayang..." suara Danu serak di antara gerakan tubuhnya di atas Silvy.
"Heum ...aku tak akan menyakitimu honey, i love you so much" ucap Silvy di antara ******* bibirnya.
Kemarahan Danu yang kini melebur seiring hentakan tubuhnya membuat Silvy mengejang, begitu pun Danu yang memeluk erat Silvy.
__ADS_1
Keduanya mencapai puncak setelah tubuh mereka di banjiri keringat.
Dasar pria bodoh, kau tak akan bisa meninggalkan aku karena tubuhku adalah candumu.