Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Kamu milikku


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹


Setelah shalat insya Fahri pulang dari pondok bersama Abi nya. Zahra, Syakilla, dan Ummi Aminah sudah menunggu mereka berdua di ruang tamu seraya bercerita dan tertawa.


Setelah makan malam dan sedikit menukar cerita di ruang keluarga. Mereka masuk ke dalam kamar masing-masing.


Begitu sampai di dalam kamar Fahri langsung mengunci pintu kamar mereka dan memeluk Syakilla dari belakang, menaruh dagunya di bahu Syakilla dan tangannya di pinggang Syakilla. Syakilla yang gugup berdiri mematung tidak mengeluarkan suara sama sekali.


" Sayang maafin mas soal tadi sore karena udah isengin kamu. Mas nggak ada niatan bikin kamu mengais" ucap Fahri.


" Ia, aku maafin sekarang lepaskan aku dulu," ucap Syakilla menahan napas.


"Sayang! Mas boleh melakukannya malam ini kan?"Tanya Fahri berusaha membujuk Syakilla dan membuat bulu kuduk Syakilla berdiri, Fahri berbicara dengannya dengan posisi yang sangat dekat alias napasnya yang berhembus di leher Syakilla membuatnya merinding.


" Aku mau ke kamar mandi dulu, lepaskan " ucap Syakilla melepaskan tangan Fahri dari pinggangnya.


" Maaf, mungkin mas terlalu memaksa kamu, mas tidak akan memaksa kamu lagi" ucap Fahri membiarkan Syakilla masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan dia masuk ke dalam selimut. Fahri memilih tidur dari pada makin semakin uring-uringan nggak jelas.


Syakilla yang melihat Fahri rasanya antara kasian, gemas dan kesal. Syakilla pura-pura tidak peduli ketika Fahri marah dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Syakilla masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menyikat gigi.


Setelah 10 menit Syakilla keluar dan melihat Fahri sudah tidur, dia tau kalau Fahri hanya pura-pura tidur karena sedang marah dengannya. Wajar saja Fahri merasa marah dengannya selama ini Fahri selalu berusaha untuk mengerti keadaan Syakilla sampai pernikahan mereka sudah hampir jalan satu minggu tapi Fahri sampai sekarang belum mendapat haknya sebagai seorang suami dan Syakilla bisa memahami itu.


Meskipun pernikahan mereka serba dadakan dan ada musibah yang menimpa Syakilla, itu tidak bisa dijadikan sebagai sebuah alasan untuk Syakilla terus menolak Fahri, karena pernikahan mereka bukan dilandaskan paksaan atau semacamnya. Syakilla juga merasa kasian melihat suaminya yang selalu menahan hasratnya.


Syakilla ikut masuk ke dalam selimut dan berbaring di samping Fahri. Syakilla dengan sengaja memeluk Fahri, tapi Fahri masih enggan untuk membuka matanya.


" Sayang," panggil Syakilla memainkan jarinya di wajah Fahri sengaja ingin menggoda Fahri.


" Apa kamu sudah tidur?" Tanya Syakilla masih memainkan jarinya, Syakilla melihat jakun Fahri yang naik turun membuat Syakilla ingin tertawa tapi dia tahan.


" Ya sudah kalau begitu, tadinya aku mau bilang kalau aku sudah siap menjadi istri kamu..." ucap Syakilla.


" Seutuhnya malam ini" sambung Syakilla berbisik di telinga Fahri.


Fahri yang mendengar kata istri seutuhnya langsung membuka matanya dan menahan tangan Syakilla yang ada di wajahnya.


" Kamu bilang apa barusan," Tanya Fahri takut salah dengar.


" Aku bilang apa? Aku nggak bilang apa-apa!" Jawab Syakilla menahan senyum.


" Sayang," ucap Fahri.


" Apa mas?" Tanya Syakilla manja.

__ADS_1


" Kamu sengaja menggoda mas ya," ucap Fahri.


" Siapa juga yang mau godain mas Fahri," balas Syakilla.


" Sayang jangan main-main, kalau mas tidak bisa lagi mengontrol diri mas malam ini gimana!" Ucap Fahri kembali tidur.


" Aku sudah siap," ucap Syakilla.


" Sungguh!" Ucap Fahri tidak percaya.


" Eum," angguk Syakilla.


" Terima kasih sayang, kita shalat sunah dulu kalau begitu," ucap Fahri kegirangan. Akhirnya dia akan membuat Syakilla menjadi istrinya yang seutuhnya malam ini.


Fahri bangun dan menarik tangan Syakilla pelan menggendong Syakilla ala bridal style ke kamar mandi. Syakilla mengalungkan tangannya di leher Fahri seraya tersenyum melihat Fahri yang sangat bersemangat.


" Sayang" panggil Syakilla untuk membuat Fahri salah tingkah.


" Sayang jangan seperti ini, kita shalat terlebih dahulu," ucap Fahri.


Hahaha!


Syakilla tertawa melihat ekspresi Fahri yang gampang tergoda olehnya.


" Katanya seorang ustadz di goda sedikit saja sudah goyah," ucap Syakilla.


"Ternyata suamiku ini sangat tersiksa, maaf ya!" Ucap Syakilla.


" Itu tidak penting sekarang." ujar Syakilla masuk ke dalam kamar mandi di bantu Syakilla membukakan pintu.


Mereka masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu, mereka akan melaksanakan shalat terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan suami-istri.


Syakilla dan Fahri keluar dari kamar mandi setelah berwudhu. Syakilla melangkah menuju mukenanya lalu memakainya. Fahri juga menyiapkan sajadah untuk mereka melakukan shalat sunah.


" Sudah siap?" Tanya Fahri sudah berdiri di posisi sebagai imam.


" Sudah," jawab Syakilla tersenyum ke arah Syakilla.


Mereka melakukan shalat dengan khusyuk, setelah selesai shalat Syakilla menyimpan mukenanya di tempat semula dan Fahri melipat sajadah yang mereka gunakan dan meletakkannya di samping mukena Syakilla.


Fahri menuntun Syakilla ke arah tempat tidur dan merebahkannya pelan-pelan. Syakilla sangat tegang dan malu yang bercampur aduk. Fahri mengukung tubuh Syakilla.


" Mas aku takut," ucap Syakilla.

__ADS_1


" Jangan takut mas janji akan melakukanya pelan-pelan dan tidak akan menyakitimu" ucap Fahri.


Fahri mulai membuka baju yang dia kenakan membuat Syakilla menutup matanya dan berpaling ke arah lain. Fahri tersenyum melihat wajah Syakilla yang memerah, Fahri sangat yakin kalau selama ini Syakilla sangat menjaga dirinya. Terlihat dari Syakilla yang merasa malu saat melihat tubuhnya.


" Buka matanya, dan lihat ke sini" pinta Fahri memegang dagu Syakilla supaya bisa melihat ke arahnya.


" Aku malu mas," balas Syakilla jujur.


" Nggak usah malu, kita ini suami istri. Buka matanya!" Ucap Fahri.


Syakilla membuka matanya dengan perlahan, dia terpana dengan keindahan tubuh atletis suaminya.


" Kamu suka, sekarang ini adalah milik kamu sayang," ucap Fahri.


Syakilla kembali menegang saat melihat tubuh suaminya. Fahri mulai mendekati wajah Syakilla yang memerah dan menegang. Syakilla menahan napas saat mereka sudah sedekat itu, apalagi tubuh mereka yang saling berdempetan dan ia merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana. Di tambah aroma maskulin dari tubuh suaminya membuat Syakilla semakin tegang.


Perlahan tangan Fahri menyentuh tekuk Syakilla


" Saya cinta sama kamu, Qilla. Apa kamu ikhlas menyerahkan semuanya sama mas?" Tanya Fahri sambil menatap mata Syakilla.


Syakilla menghembuskan napas pelan. Kali ini dia tidak bisa menolak Fahri lagi. Akhirnya, Syakilla menjawab dengan anggukan pelan membalas tatapan Fahri.


" Apa kamu juga mencintai mas, sayang?" Tanya Fahri.


Tubuh Syakilla seperti sedang terbakar. Sebenarnya hal itu tidak perlu ditanyakan lagi karena dia juga sudah mencintai Fahri tapi dia sendiri tidak tau kapan.


" A-aku juga c-cinta sama mas" jawab Syakilla.


" Terima kasih, sayang," ucap Fahri. Kemudian, ia menunduk sambil memejamkan matanya, seraya berdoa. Syakilla yang mengerti apa yang di lakukan Fahri juga melakukan hal yang sama dengan suaminya. Kemudian, mereka membuka matanya secara bersamaan.


Perlahan Fahri mendekatkan wajahnya ke wajah Syakilla. Tubuh mereka pun semakin meremang saat merasakan hembusan napas satu sama lain.


Syakilla menggenggam seprai saat bibir Fahri menyentuh bibirnya. Fahri mengarahkan tangan Syakilla agar melingkar di pinggangnya. Semakin lama pangutan mereka semakin panas. Di saat Fahri merasa Syakilla hampir kehabisan napas, Fahri melepaskan pangutan mereka.


" Jangan lupa bernapas sayang," ucap Fahri.


" Maaf aku nggak tau caranya," lirih Syakilla.


Fahri tersenyum, tentu saja mereka tidak tahu. Ini adalah sama-sama pengalaman pertama bagi mereka berdua. Sebenarnya Fahri juga tidak tau caranya. Namun, dia hanya mengikuti nalurinya saja.


" Jangan terlalu tegang, kamu cukup diam. Biar saya yang bekerja," ucap Fahri.


Setelah mengatakan itu Fahri kembali melancarkan aksinya.

__ADS_1


Note.


Karena author belum menikah jadi author skip saja😁😁


__ADS_2