
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
" Kenapa dia suka sekali menghilang," lirih Fahri keluar dari kamar Syakilla.
" Sayang, kamu di mana? " panggil Fahri lagi.
Saat melewati salah satu kamar Fahri tidak sengaja mendengar ada orang menangis di dalam sana, tanpa pikir panjang Fahri langsung masuk tanpa permisi.
" Mas," ucap Syakilla langsung memeluk Fahri yang baru masuk, kalau saja Fahri tidak kuat menahan tubuh Syakilla mungkin dia sudah jatuh ke belakang karena pelukan Syakilla yang tiba-tiba.
"Sayang ada apa? Kenapa kamu menangis?," Tanya Fahri. Syakilla tidak menjawab dia terus menangis dalam pelukan Fahri. Andai Syakilla memeluknya bukan dalam kondisi seperti ini mungkin Fahri akan jauh lebih senang. Tapi Fahri tidak sengaja melihat ada secarik kertas di atas kasur.
Sekarang Fahri paham pasti mertuanya telah meninggalkan sebuah surat untuk Syakilla dan ini adalah kamarnya.
"Untuk hari ini mas izinkan kamu untuk menangis, tapi untuk hari berikutnya mas tidak mau ada air mata lagi yang keluar dari mata indah istri mas yang cantik ini," ucap Fahri.
" Setelah ini mas harap kamu tidak menangis lagi, kamu tidak ingat apa yang Mama katakan, kalau kamu tidak boleh menangis lagi dan harus bahagia," sambung Fahri.
Syakilla diam saja dalam pelukan Fahri, lama-lama Fahri curiga kenapa istrinya diam saja. Dan ternyata Syakilla pingsan dalam pelukan Fahri. Fahri meletakkan Syakilla di kasur Mamanya dan menghubungi dokter pribadi keluarganya.
" Assalamualaikum, dok" ucap Fahri begitu panggilan tersambung. Fahri sangat cemas dengan keadaan istrinya karena ini sudah ketiga kalinya Syakilla pingsan untuk hari ini.
" Waalaikumsalam, ada apa Gus?" jawab Dokter Arya
" Dok, saya butuh bantuan dokter sekarang juga, untuk alamatnya saya akan Sherlock " ucap Fahri
" Baik saya akan segera ke sana," ucap dokter pribadi Fahri.
" Tolong cepat dok, Assalamualaikum," ucap Fahri.
" Waalaikumsalam," jawab dokter Arya.
Setelah mengirim lokasinya kepada Arya, Fahri yang tidak tau harus berbuat apa hanya menepuk- nepuk pipi Syakilla pelan. Fahri bukan tidak tau harus apa tapi dia melupakan semua karena panik dengan Syakilla.
" Dokter Arya kenapa lama sekali" gumam Fahri.
" Sayang bagun, ini sebabnya aku tidak mengizinkan kamu pulang sekarang." lirih Fahri.
Fahri melihat kertas di sampingnya dia sangat penasaran apa yang membuat Syakilla menangis sampai memeluknya begitu erat. Fahri bangun dan mengambil surat tersebut.
Fahri mulai membaca isi surat yang di tuliskan oleh Mama mertuanya.
__ADS_1
Syakilla putri Mama yang cantik dan juga manja.
Mungkin saat kamu menemukan surat ini di kamar Mama, Mama sudah tidak ada lagi di dunia ini. Gadis manjanya Mama, Mama mau kasih tau satu rahasia yang tidak bisa Mama katakan langsung sama putri Mama yang cantik ini, Mama minta maaf karena Mama sudah merahasiakan penyakit Mama dari kamu, Mama mengalami kanker, tapi Mama tidak sanggup melihat kamu menangis lagi karena Mama, jadi Mama tidak mengatakannya sama kamu.
Mama tau selama ini kamu selalu bekerja keras untuk membuat Mama bahagia, supaya tidak ada yang menghina Mama. Mama sangat berterima kasih sama kamu. Kalau orang bilang apa yang di berikan seorang anak tidak bisa menebus semua perjuangan seorang ibu maka orang itu salah, karena bagi Mama kamu sudah menebus segalanya.
Putri kecil Mama, Mama minta sama kamu untuk tidak menangis lagi ya, ingat Mama selalu mengawasi kamu, Mama akan sangat marah kalau putri kecil Mama ini menangis apalagi karena Mama.
Jangan pernah menangis lagi putri kecilnya Mama. Mama sangat menyayangi kamu melebihi siapapun di dunia ini, termasuk Fahri. Kalau kamu belum menerimanya setelah Mama pergi setelah kamu membaca surat ini semoga kamu bisa menerimanya.
Mama sangat berharap kamu bisa dengan orang yang mencintai kamu dengan tulus dan Mama melihat itu ada di diri Fahri. Dan Mama juga tau kalau kamu juga mencintainya. Jadi jangan gengsi untuk menerimanya.
Mama sayang kamu.
I LOVE YOU.
Fahri menoleh ke arah Syakilla yang masih belum sadarkan diri seraya menangis sekaligus tersenyum.
" Mas akan menjaga kamu sayang, Mas akan membuat kamu bahagia, Mas tidak akan menghilangkan kepercayaan Mama mertua sama Mas, meskipun beliau sudah tidak ada tapi mas akan menjaga kamu seperti amanahnya," lirih Fahri meneteskan air matanya.
Dia tidak menyangka kalau mertuanya sangat percaya kepadanya untuk menjaga Syakilla. Dan Fahri juga tidak menyangka kalau Syakilla juga mencintainya karena dia pikir Syakilla mau menerimanya karena desakan dari mertuanya, Bunda Fatimah atau karena merasa tidak enak dengan keluarganya.
Lamunan Fahri karena suara dering dari ponselnya yang berada di saku celananya.
" Waalaikumsalam," balas Fahri
" Saya sudah di depan," ucap Dokter Arya.
"Baik saya akan ke sana," balas Fahri. Mematikan sambungannya dan melipat surat dari mertuanya dan di masukkan ke dalam saku celana.
Sebelum keluar Fahri menyelimuti Syakilla terlebih dahulu dengan selimut setelah itu Fahri baru turun
" Silahkan masuk dok," ucap Fahri setelah sampai di hadapan Dokter Arya.
" Ini rumah siapa? Sepertinya ini bukan rumah Gus Fahri!" Ucap dokter Arya.
" Ini memang bukan rumah saya tapi rumah istri saya," balas Fahri menuntun Dokter Arya ke dalam.
" Istri, Gus Fahri sudah menikah? Kapan?," Tanya Dok.Arya sempat menghentikan langkahnya beberapa detik.
" Saya akan jelaskan nanti, sekarang tolongin istri saya dulu," ucap Fahri masuk ke dalam kamar yang terdapat istrinya di dalam.
__ADS_1
"Istri Gus baik-baik saja, dia hanya kurang darah dan banyak pikiran saja, perutnya juga kosong," jelas dokter Arya.
" Alhamdulillah," ucap Fahri bersyukur istrinya baik- baik saja.
" Ini obat tolong di kasih setelah istrinya sadar," ucap Dok. Arya memberikan obat kepada Fahri.
" Terima kasih, dok" ucap Fahri.
" Sama-sama, lebih di perhatikan lagi istrinya," balas Dokter.
" Tentu dok, kalau istri saya belum sadar juga, apa yang bisa saya lakukan?" Tanya Fahri.
" Gus bisa buka hijabnya dan longgarkan bajunya setelah itu oleskan minyak kayu putih atau minyak yang berbau menyengat lainnya," jawab Dok. Arya.
" Apa?" Tanya Fahri.
" Kenapa apa ada masalah?," Tanya Dok, Arya.
" Ti...Tidak ada dok," jawab Fahri.
" Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dok, Arya.
" Mari saya akan mengantar dokter sampai ke depan" ucap Fahri.
Setelah mengantar dokter ke depan dan menunggu dokter itu pergi. Setelah itu Fahri kembali lagi ke dalam kamar dan menunggu istrinya sadar. Sudah beberapa menit Syakilla belum juga sadar, Fahri mencari sesuatu yang ada di dalam kamar itu. Setelah menemukan apa yang dia cari dia mulai ragu melakukan apa yang dokter katakan padanya.
Pelan-pelan Fahri mengangkat kepalanya Syakilla dan melepaskan jilbabnya.Tapi untuk melonggarkan baju Syakilla Fahri tidak berani melakukannya.
" Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Fahri.
" Tidak apa- apa kita sudah suami istri, tapi bagaimana kalau dia sadar," Fahri bingung sendiri tapi akhirnya dia mencoba memberanikan dirinya karena posisinya tidak ada siapapun di rumah itu kecuali dirinya.
Perlahan Fahri mulai merai baju yang Syakilla gunakan untuk melonggarkannya, Fahri hampir saja berhasil membuka baju yang di kenakan istrinya tapi keburu Syakilla sadar dari pingsannya.
" Apa yang mas lakukan?" Pekik Syakilla kaget melihat apa yang dilakukan Fahri.
" Jangan salah paham dulu," ucap Fahri mundur dari tempatnya berdiri.
" Jangan salah paham gimana? Aku tau aku ini istrinya Mas Fahri, tapi..." Ucap Syakilla.
"Sayang dengarkan penjelasan mas dulu," potong Fahri.
__ADS_1
.