Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Tidak ada yang mau


__ADS_3

" Tanpa kamu minta pun Mama selalu mendoakan kamu sayang," jawab Mama Rosa.


''Terima kasih Ma,'' ucap Syakilla memeluk Mamanya erat.


Setelah membahas mengenai rencana untuk membuka butik baru lagi Syakilla beserta Mamanya masuk ke dalam dan menuju kamar mereka masing masing karena sudah larut malam udara yang semakin dingin juga tidak bagus untuk kesehatan keduanya.


Syakilla masuk ke kamarnya langsung tidur dia sudah sangat lelah hari ini. Di tambah lagi besoknya harus mengerjakan pesanan gaun pengantin yang akan di ambil sebelum minggu depan. dan juga harus masuk kuliah di pagi hari.


Tidak membutuhkan banyak waktu Syakilla sudah masuk ke alam mimpinya. Dia sudah terlelap karena terlalu capek seharian ini.


Pagi yang cerah Syakilla kembali melaksanakan aktifitasnya di pagi hari seperti biasanya. shalat,ngaji, membantu Mamanya, lalu ke kampus.


''Ma, aku ke pergi ya,'' teriak Syakilla.


''Iya, hati hati,'' jawab Mama Rosa lagi menyirami tanaman tanamannya di belakang rumah.


''Mama gak ke butik?,'' tanya Syakilla menghampiri Mamanya terlebih dahulu bukannya langsung berangkat ke kampus.


''Nanti agak siangan Mama perginya,'' jawab Mama Rosa.


''Aku berangkat sekarang, Assalamualaikum,'' ucap Syakilla salim dengan Mamanya.


''Waalaikum salam,'' jawab Mama Rosa.


Syakilla berjalan keluar menuju mobilnya dan langsung tancap gas ke kampus. Seperti biasa Syakilla sudah di tunggu oleh sahabatnya tapi kali ini berbeda karena hanya ada Dita saja di sana duduk sendiri sambil memainkan ponselnya.


Setelah memarkirkan mobilnya Syakilla turun dan menghampiri Dita yang lagi fokus dengan ponselnya hingga belum menyadari kedatangan Syakilla di sampingnya saking fokusnya.


"Serius amat," ucap Syakilla tiba tiba berhasil membuat Dita kaget hampir menjatuhkan ponselnya ke tanah.


" Astaga, Qilla," ucap Dita.


" Sorry," ujar Syakilla bersalah.


" Kamu mau aku mati muda ya," kata Dita mengusap dadanya.


" Sorry, lagi lihat apa sih serius amat sampai gak sadar ada aku di samping," tanya Syakilla.


,"Bukan apa apa sih, biasa lagi kepoin barang diskonan," jawab Dita.


"Ohh, Sendiri aja, Sisil mana?," tanya Syakilla.


"Gak tahu dari tadi belum kelihatan, gak masuk kali," ucap Dita.


Baru juga di bicarakan Sisil sudah datang menggunakan mobil kesayangannya lagi mengambil parkir di samping Dita juga Syakilla.

__ADS_1


"Baru juga di omongin udah nongol aja itu anak," ucap Dita.


," Panjang umur," timpal Syakilla.


"Pagi sahabat sahabat baik aku," teriak Sisil mulai heboh padahal masih jauh dari Dita dan juga Syakilla berada.


" Pagi pagi udah mulai stres itu anak, salah makan apa gimana," tutur Dita pelan masih bisa di dengar oleh Syakilla


"Biarin aja, lagi senang dia," ujar Syakilla.


"Pagi juga sahabat," jawab Syakilla.


"Kenapa masih di sini ayo masuk nanti kita terlambat," ucap Sisil.


"Kita terlambat juga karena siapa? "ujar Dita.


''Perasaan Qilla juga baru datang, kenapa aku saja yang salah, kamu aja yang datang kepagian," jawab Sisil.


,"Udah terlambat malah ngatain aku yang kepagian," ucap Dita tidak mau kalah.


"Kalian ini setiap ketemu pasti ribut gak capek apa?," tutur Syakilla.


''Bukan ribut hanya berbeda pendapat aja," jawab Sisil.


" Sama aja, udah masuk yok, yang ada makin terlambat kita masuknya," ujar Syakilla.


''Buat anda iya gak terlambat," timpal Dita.


" Udah jangan mulai lagi pusing aku lihat kalian hobi banget ribut," kata Syakilla.


Mereka bertiga masuk ke kelas mereka dan mengikuti kelas seperti biasanya, Syakilla yang selalu sibuk selalu menyempatkan waktunya bersama sahabat sahabatnya walau hanya satu atau dua jam saja dan mereka sudah mengerti akan kesibukan Syakilla yang harus menghidupi dirinya sendiri berbeda dengan mereka yang masih mengandalkan orang tua mereka.


Kadang kadang mereka juga ikut ke butik Syakilla untuk mampir sekalian melihat lihat baju keluaran terbaru sahabat mereka itu tidak jarang pula Syakilla memberi satu untuk mereka percuma alias gratis tali tidak jarang pula mereka membelinya. Hanya saat Syakilla mendapat keuntungan yang besar mereka akan mendapat yang gratis dari Syakilla.


Tidak mungkin Syakilla selalu memberi secara gratis yang ada dia malah rugi tapi kalau sesekali tidak masalah. tapi Mereka selalu menjadi yang pertama melihat keluaran terbaru butik Syakilla.


Selesai kuliah Syakilla, Sisil, dan Dita berjalan menuju parkir di mana mobil mereka berada.


"Qilla habis ini mau kemana lagi?," tanya Sisil.


''Aku hari ini mau ke butik ada pesanan gaun penggantin kemaren,oh iya kalian punya waktu gak minggu ini temenin aku ke undangan pelanggan aku bisa gak?,'' ucap Syakilla.


''Minggu ini aku gak bisa, Papa mau aku ikut sama dia gak tahu mau ke mana, paling juga bicara bisnis males tapi mau gimana lagi'' ucap Sisil.


''Aku juga gak bisa ada janji temenin Mama aku," jawab Dita.

__ADS_1


''Aku harus pergi sendirian berarti,' ujar Syakilla.


"Memangnya di mana?,'' tanya Dita.


''Di tempat langganan aku aku juga belum tahu lokasinya udah di kirim via Wa tapi belum aku belum sempat lihat, '' jawab Syakilla.


''Kamu ajak yang lain saja," ujar Sisil.


''Mau ajak siapa lagi cuma kalian aja yang bisa aku ajak, Mam gak mau, aku ajak Bunda juga gak bisa, dia juga ada acara hari itu." ucap Syakilla


'' Kalau gak mau gak usah datang aja,'' saran Sisil


''Maunya gitu tapi orangnya kekeh banget pengen aku datang, mau gak mau aku harus datang,'' jawab Syakilla


''Datang aja kalau gitu," ucap Dita.


," Jadi kalian gak mau temenin aku?,'' tanya Syakilla sekali lagi.


''Maaf banget tapi aku benar benar gak bisa,'' jawab Sisil


''Aku juga, maaf ya,'' jawab Dita.


" Enggak pa pa, aku sendiri aja," ucap Syakilla.


Sampai di parkiran mereka berpisah dan masuk ke mobil masing masing.


''Sampai jumpa besok,'' ucap mereka bersamaan lalu tertawa bersama karena merasa lucu.


Mereka pergi meninggalkan pekarangan kampus menuju tempat tujuan masing masing. Syakilla pulang ke rumah terlebih dahulu untuk mengambil beberapa keperluan sekaligus mengganti mobilnya seperti biasa. Syakilla menunaikan shalat dzuhur di rumahnya karena sudah tiba waktunya untuk shalat, baru setelah itu dia pergi ke butiknya.


Di perjalanan Syakilla membeli makan siang untuk dirinya sekaligus untuk semua karyawannya.


Sampai di butik Syakilla memarkirkan mobilnya di tempat biasanya lalu turun masuk ke dalam butik dan membawa makanan di tangannya.


''Siang semua,'' ucap Syakilla saat memasuki butik


''Siang Miss,'' jawab mereka.


''Ini ada cemilan buat kalian semua, saya masuk dulu,'' tutur Syakilla menaruh cemilan tersebut di atas meja lalu dia masuk ke ruangannya.


''Terima kasih Miss,'' ujar mereka sebelum Syakilla masuk ke ruangannya.


jangan lupa


liku, komen, vote, gift, dan hadiahnya,

__ADS_1


tambahkan juga di daftar favorit kalian


terima kasih waktunya.


__ADS_2