Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Damai yang sesungguhnya


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Tengah malam seperti biasa Fahri bangun untuk shalat tahajud, saat bangun yang pertama di lihat adalah istrinya. Fahri berasa ini semua masih mimpi karena wanita yang dicintainya sekarang sudah menjadi istrinya. Syakilla begitu dekat dengan dirinya, entah siapa yang memeluk siapa duluan yang jelas posisi mereka sekarang saling memeluk satu sama lain. Fahri sangat bahagia karena sebelumnya Fahri gagal memeluk istrinya tapi begitu bangun Syakilla sudah ada di dalam pelukannya.


" Mas seperti bermimpi bisa memiliki kamu sayang, walaupun mas belum bisa memiliki kamu seutuhnya tapi Mas sangat bahagia dengan kamu berada di setiap saat di samping Mas seperti ini," ucap Fahri mengelus rambut Syakilla dan menatap wajah istrinya yang teduh dan damai.


" Semoga Allah memberikan kebahagian untuk pernikahan kita, dan Allah meridhoi kita sayang" ucap Fahri mencium kening Syakilla.


Syakilla sebenarnya sudah terbangun saat tangan Fahri menyentuh rambutnya tapi dia tidak membuka matanya karena jujur Syakilla sangat deg degan dengan posisinya yang sudah berada di atas lengan Fahri. Dalam hati Syakilla, dia mengaminkan doa yang keluar dari Fahri. Syakilla juga merasa bersalah kerena belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk suaminya.


" Semoga Allah mengabulkan doa kamu Mas, dan maaf aku belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk kamu saat ini. Aku mohon kamu bersabar sebentar lagi sampai aku benar-benar menyerahkan diriku seutuhnya sama kamu," batin Syakilla


" Sayang, bangun! Kita shalat tahajud bersama" ucap Fahri membangunkan Syakilla menggunakan satu tangannya karena tangannya yang lain sudah dijadikan bantal oleh istrinya. Syakilla yang sudah bangun sengaja tidak langsung bangun saat Fahri membangunkannya karena dia takut kalau saat bangun adegan sebelum tidur terulang lagi.


" Sayang bangun ya" panggil Fahri sekali lagi membelai rambut Syakilla.


Syakilla menggeliat merespon panggilan dari Fahri. Sebelum membuka matanya Syakilla sengaja menjauhkan tubuhnya terlebih dahulu dari Fahri baru kemudian membuka matanya pelan karena dia sadar dengan posisinya yang terlalu dekat dengan Fahri.


" Kenapa Mas?" Tanya Syakilla.


" Kita shalat tahajud ya!" Ucap Fahri.


" Ia, mas udah wudhu?," Tanya Syakilla bangun dari tidurnya, padahal Fahri masih tidur di sampingnya.


" Belum, tadi Mas bangunkan kamu dulu," jawab Fahri.


" Kalau gitu kamu wudhu dulu setelah itu baru Mas," sambung Fahri.


Syakilla mengangguk dan menuruti permintaan suaminya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan wudhu.


" Bangun tidur aja sudah sangat cantik, dasar istri soleha" gumam Fahri kagum melihat Syakilla yg baru bangun.


Fahri menunggu Syakilla berwudhu seraya menyiapkan sajadah untuk dirinya dan juga untuk Syakilla.


Ceklek.

__ADS_1


Suara pintu terbuka, Fahri menoleh ke sumber suara dan melihat istrinya sudah terlihat lebih fresh setelah berwudhu.


" Mas wudhu dulu ya," ucap Fahri masuk ke dalam kamar mandi. dan Syakilla menganggukkan kepalanya.


Syakilla memakai mukenanya sambil menunggu Fahri yang berada di kamar mandi dan duduk di atas sofa yang berada di kamar suaminya.


" Terima kasih ya Allah engkau telah memberikan seorang suami yang begitu sempurna untuk hamba, seorang suami yang selalu mengerti hamba, yang bisa membawa hamba lebih dekat dengan-Mu. Semoga engkau selalu memberi kebahagiaan untuk kami dan bisa melewati setiap cobaan yang engkau berikan kedepannya." gumam Syakilla.


Mereka melakukan shalat tahajud hanya berdua saja. Begitu salam dan doa yang dipimpin Fahri selesai Syakilla meneteskan air matanya, karena teringat dengan Mamanya, namun dia segera menghapus air matanya supaya tidak di lihat oleh Fahri.


Tapi pergerakan kalah cepat dari Fahri gerakan memutar Fahri.


" Sini, kalau butuh teman cerita Mas selalu siap mendengarnya, tidak baik menyimpannya sendiri. Sekarang kamu sudah punya Mas tempat berbagi segalanya." ucap Fahri.


" Aku hanya teringat Mama, Mas. Terakhir Mama ada bersama kita saat shalat tahajud seperti itu ini.," balas Syakilla.


Fahri menarik tubuh Syakilla ke dalam pelukannya. Niatnya mengajak Syakilla shalat tahajud agar Syakilla lebih tenang tapi malah semakin mengingatkan dirinya dengan Mamanya.


" Sekarang yang di butuhkan Mama adalah doa dari kita anak- anaknya" ucap Fahri.


" Kamu tidak lemah, kamu wanita yang hebat. Mas mengerti siapapun yang berada di posisi kamu pasti akan mengalami hal ini. Ketakutan seorang anak adalah kehilangan orang tuanya begitupun sebaliknya. Tapi Allah lebih tau apa yang di butuhkan hambanya ketimbang diri kita sendiri." ucap Fahri.


" Terima kasih, Mas sudah hadir dalam hidupku dan juga Mama. Mama pasti senang sekarang karena punya menantu seperti Mas." ucap Syakilla tertawa tapi menangis.


" Semua telah ada yang mengatur, pertemuan kita, rasa suka Mas sama kamu, semua hadir atas izin dari Allah," ucap Fahri.


" Mau lanjut tidur atau mau ngaji sama Mas supaya lebih tenang?" Tanya Fahri.


" Aku mau ngaji dulu" jawab Syakilla.


" Kita duduk di balkon ngajinya mau!" Ucap Fahri.


" Memangnya nggak pa-apa?" Tanya Syakilla.


" Tentu saja tidak p-pa, pasti di pondok juga banyak santri yang lagi mengaji," jawab Fahri.

__ADS_1


Syakilla dan Fahri duduk di balkon kamar untuk mengaji sambil menikmati angin malam yang damai dan juga tentram.


Benar kata Fahri banyak para santri yang terdengar sedang mengaji di mushalla pondok yang masih terlihat dari balkon kamar suaminya.


Syakilla dan Fahri mulai mengaji berdua Fahri yang memulainya Syakilla yang mendengarkan. Begitu tariak napas Fahri terdengar Syakilla terenyuh dengan suara lembut suaminya saat melantunkan ayat suci Al-Quran.


Sepersekian detik Syakilla mematung mendengar suaminya mengaji, begitu damai hatinya.


" Subhanallah, suaranya Mas Fahri merdu sekali, sungguh sempurna ciptaan-Mu ya Allah." batin Syakilla.


"Sayang," panggil Fahri menyadarkan Syakilla dari lamunannya.


" Ia, Mas. Kenapa berhenti? " Tanya Syakilla.


" Kamu nggak mau mengaji juga?" Tanya Fahri balik.


" Boleh tidak malam ini aku hanya mendengar Mas mengaji saja!," Ucap Syakilla.


" Kenapa begitu?"Tanya Fahri.


" Suara Mas membuat hatiku lebih tenang," jawab Syakilla.


" Yasudah kalau begitu, Mas lanjutkan ya!" Ucap Fahri. Syakilla menganggukkan kepalanya.


Malam yang damai di tambah dengan suara merdu dari suaminya sungguh Syakilla bisa merasakan artinya damai yang sesungguhnya bersama dengan Fahri.


Setelah satu jam Fahri mengakhiri mengajinya dan melihat istrinya sudah tertidur dengan posisi duduk.


" Sampai ketiduran," gumam Fahri.


Fahri masuk ke dalam kamarnya dan menaruh Al-Quran di tempatnya lalu kembali ke balkon untuk membawa istrinya masuk.


Fahri mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke atas kasur supaya Syakilla bisa tidur dengan nyenyak dia juga melepaskan jilbab istrinya setelah itu Fahri juga ikut tidur di samping Syakilla dan memeluknya.


"Semoga Allah selalu memberi kita kebahagian dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga kita ini, dan kita selalu di beri kekuatan untuk melewati ujian dan cobaan untuk rumah tangga kita kedepannya agar lebih baik." ucap Fahri mencium kening Syakilla kemudian Fahri memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2