
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang sudah di janjikan Fahri hari ini mereka akan pergi ke kantor KUA untuk mengambil buku nikah mereka, Fahri dan Syakilla sudah siap untuk berangkat.
"Sayang," panggil Fahri memeluk Syakilla dari belakang dan menaruh dagunya di atas bahu Syakilla.
" Ia, kenapa mas manja banget sih!" Ucap Syakilla seraya membenarkan jilbabnya yang sedikit miring. Syakilla baru menyadari kalau suaminya memiliki sifat manja yang luar biasa.
" Mas manja juga sama istri mas sendiri, bukan sama istri orang lain." balas Fahri.
"Ia! Jadi pergi nggak ni?" Tanya Syakilla mengelus kepala Fahri yang ada di bahunya.
" Mas kalau gini jadi malas pergi, pengennya bikin dede bayi biar cepat jadi," goda Fahri.
" Jangan macam-macam ini masih siang. Mas, ayo. Sekalian ke butik juga, boleh kan?" Tanya Syakilla.
" Iya boleh," jawab Fahri tapi masih memeluk Syakilla.
" Kalau mas Fahri terus begini kapan kita perginya," ucap Syakilla tersenyum melihat kelakuan Fahri yang manja, padahal selama ini Fahri selalu terlihat dewasa meskipun sering bercanda. Dengan terpaksa Fahri melepaskan pelukannya dari Syakilla tapi wajahnya cemberut membuat Syakilla gemas dengan ekspresi suaminya.
" Udah nggak usah cemberut kita pergi sekarang," ucap Syakilla menarik tangan Fahri.
" Kalau mas nurut aku kasih hadiah nanti malam," bisik Syakilla di telinga Fahri.
" Ayo kalau begitu" balas Fahri cepat menggendong Syakilla.
Syakilla tertawa melihat suaminya yang semangat kembali. Fahri membuka pintu kamar dengan susah payah karena ada Syakilla dalam gendongannya. Syakilla meronta ingin diturunkan tapi Fahri tidak mendengarkan ucapan Syakilla.
" Mas turunkan aku, gimana kalau Ummi atau kak Zahra lihat. Turunkan aku! Aku berat tau!" Ucap Syakilla mengalungkan tangannya di leher Fahri karena takut jatuh.
" Biarkan saja, kamu sama sekali tidak berat sayang" balas Fahri. Fahri terus menggendong Syakilla sampai ke bawah menuruni tangga dengan hati-hati. Baru saja Syakilla mengatakan itu, Zahra sudah berdiri di depannya di tangga terkahir.
" Ada apa dengan Syakilla?" Tanya Zahra panik karena melihat Syakilla yang harus di gendong Fahri
" Qilla nggak kenapa-kenapa kak," jawab Fahri. Sedangkan Fahri sudah bersembunyi di balik dada Fahri karena malu dengan Zahra.
" Terus kenapa harus di gendong?" Tanya Zahra.
" Fahri hanya tidak ingin istri Fahri capek,"jawab Fahri.
__ADS_1
" Kalian ini ada-ada aja,ini pasti ulah kamu, pihat Qilla malu. Sudah kakak mau ke kamar dulu. "ucap Zahra tersenyum melihat kelakuan adiknya.
Setelah Zahra pergi Syakilla meminta Fahri untuk menurunkannya, dia tidak ingin ada yang melihatnya seperti ini lagi.
" Mas turunkan aku, kalau Ummi lihat gimana? Kita bukan hanya berdua saja di rumah ini mas!" Ucap Syakilla.
" Baiklah nanti mas akan membeli rumah untuk kita, jadi kamu nggak perlu malu lagi seperti ini," balas Fahri menurunkan Syakilla perlahan-lahan.
Syakilla dan Fahri keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil mereka, Fahri sudah berpamitan terlebih dahulu kepada Ummi dan kakaknya. Jadi, mereka langsung pergi, Ummi juga tidak ada di rumah.
Di perjalanan menuju kantor KUA mereka terus menukar cerita satu sama lain. Sampai di KUA mereka segera mengurus apa yang kurang dan menandatangani buku nikah mereka yang belum sempat mereka tanda tangani. Mereka juga minta maaf kerena baru datang sekarang.
Setelah dari KUA Fahri mengantar Syakilla ke butiknya seperti yang sudah dia janjikan. Sampai di butik Syakilla memakai cadarnya sebelum turun, Fahri yang melihatnya sangat bingung sekaligus penasaran kenapa Syakilla tidak mau orang-orang tau siapa dia sebenarnya. Fahri sangat penasaran apa yang membuat Syakilla sembunyikan jati dirinya.
Tapi Fahri tidak langsung bertanya di sana juga dia akan menanyakannya ketika sampai di rumah nanti. Setelah mengantar Syakilla, Fahri pamit untuk pergi sebentar ke sesuatu tempat.
" Mas nggak mau turun?" Tanya Syakilla membukakan pintu mobilnya.
" Nanti mas ke sini lagi, mas ada keperluan sebentar. Nggak pa-pa kan?" Tanya Fahri balik.
" Iya, nggak pa-pa, mas mau kemana?" Tanya Syakilla.
" Aku masuk dulu, Assalamualaikum," ucap Syakilla menyalami dan mencium tangan Fahri.
" Waalaikumsalam," jawab Fahri balik mencium kening Syakilla.
Syakilla turun dari dalam mobil dan menunggu mobil Fahri menghilangkan dari pandangannya barulah Syakilla masuk ke dalam butiknya.
" Assalamualaikum," ucap Syakilla
" Waalaikumsalam," jawab para karyawan Syakilla dan pengunjung butik.
" Miss, sudah lama tidak ke sini," ucapnya.
" Maaf, saya baru bisa datang sekarang, saya ke ruangan dulu ya!" balas Syakilla.
Syakilla masuk ke dalam ruangannya dan duduk di atas kursinya. Syakilla memanggil Ria ke dalam ruangannya untuk meminta laporan selama dia tidak datang ke butik.
Tok tok.
__ADS_1
" Masuk" pekik Syakilla dari dalam.
" Selamat siang, Miss," ucap Ria yang baru memasuki ruangan.
" Siang, silahkan duduk," ucap Syakilla bangun dari tempat kursinya menuju ke sofa duduk bersama Ria.
" Bagaimana keadaan Miss sekarang? Saya turut berdukacita atas kepergian Ibuk, maaf saya enggak bisa datang karena Mama saya lagi sakit waktu itu" jelas Ria. Ria adalah orang kepercayaan Syakilla dan Mamanya, Rosa juga sudah menganggap Ria sama seperti Syakilla, kepribadiannya yang baik, sopan dan juga jujur membuat Rosa menyukainya.
" Tidak apa-apa saya mengerti, semua sudah berlalu," balas Syakilla.
" Apa sekarang Miss tidak tinggal di rumah lama, soalnya saya pernah ke sana tapi sudah sepi kata tetangga Miss, Miss sudah pindah! Mis pindah kemana?" Tanya Ria.
" Sekarang saya tinggal bersama suami saya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya," ucap Syakilla. Syakilla tau kalau Ria mengkhawatirkan dirinya, maka dari itu Syakilla berbicara jujur dengan Ria.
" Miss sudah menikah! Kapan?" Tanya Ria tidak percaya.
" Ngapain juga saya harus berbohong. Saya menikah sehari sebelum Mama pergi untuk selamanya, beliau yang memaksa saya untuk segera menikah di hari itu, kamu tau! Ternyata Mama membohongi saya selama ini" ucap Syakilla.
" Berbohong! Maksud Miss apa?" Tanya Ria.
" Ternyata selama ini Mama mengidap penyakit yang berbahaya, beliau tidak memberitahu kepada saya, tapi beliau cerita sama suami saya. Aneh kan!" Ucap Syakilla tanpa sadar meneteskan air mata.
" Maafkan saya Miss!" Ucap Ria.
" Apa kamu juga sudah mengetahuinya juga?" Tanya Syakilla dan dibenarkan oleh Ria melalui anggukan.
" Berarti cuma saya yang tidak tau apapun, saya memang bodoh, saya terlalu sibuk sehingga saya lupa memperhatikan Mama saya sendiri. Sampai sakitnya pun saya tidak tau" ucap Syakilla.
" Saya benar-benar minta maaf Miss, tapi ini semua keinginan dari Mama, beliau meminta saya untuk merahasiakan ini semua dari Miss. Mama nggak mau Miss sedih, beliau tau kalau selama ini Miss selalu menangis di tengah malam, Miss yang selalu tidak bisa tidur, isi dary Miss, semua beliau tau. Makanya beliau tidak mau menambah beban Miss lagi, beliau menceritakan semua sama saya" ungkap Ria. Dia tidak bisa menyembunyikan apapun lagi dari Syakilla.
Ria diam selama ini bukan karena telah berjanji dengan Mamanya Syakilla tapi dia menunggu waktu yang tepat untuk bisa menceritakan semuanya. Dan sekarang adalah waktu yang tepat menurut Ria. Ria tidak mau kalau Syakilla menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Mamanya.
" Tapi kenapa selama ini saya tidak pernah sadar kalau Mama lagi sakit" ucap Syakilla.
" Karena beliau memang sangat pintar menyembunyikan dari semua orang. Saya tau kalau Mama lagi sakit karena saya tidak sengaja bertemu beliau di rumah sakit waktu saya mengantar Mama saya" jelas Ria.
Syakilla menangis mendengar cerita dari Ria mengenai Mamanya. Benar kata Ria kalau Mamanya sangat pintar menyembunyikan perasaannya dari semua orang bahkan Syakilla saya sampai tidak sadar kalau selama ini Mamanya sedang bermain sandiwara.
"Assalamualaikum," ucap Fahri yang baru kembali dan masuk ke dalam ruangan Syakilla
__ADS_1
" Sayang kenapa kamu menangis," ucap Fahri terkejut saat melihat Syakilla yang sedang menangis.