Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Akan mencoba


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโœจโœจโœจ


Sampai di hotel mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk menyimpan koper mereka, mereka akan menginap dua malam di sana untuk perayaan pernikahannya. Sebelum turun lagi untuk makan malam di restoran hotel, Fahri melihat istrinya yang tidak bicara sama sekali dengannya dari mereka berangkat ke hotel bahkan sepulang dari pondok.


Syakilla melihat Fahri cukup lama dan mengatakan kalau dia akan mencoba memaafkan Papanya, dan dia ingin menemui Papanya. Syakilla sudah memikirkan semua dengan baik, kalaupun Papanya masih cuek seperti biasa dan masih menganggapnya tidak ada, Syakilla tidak peduli lagi. Tugasnya sebagai anak sudah terpenuhi memaafkan Papanya meskipun sangat berat dan akan meminta maaf kepada Papanya dengan baik-baik.


"Mas! Qilla akan mencoba menerima takdir Qilla seperti yang mas Fahri bilang, dan Qilla mau bertemu dengan Papa. Tapi, mas Fahri harus ikut menemani. Mau kan!." ucap Syakilla. Menghentikan gerakan tangannya yang sedang memegang ponsel menatap Fahri yang ada di sampingnya yang juga sedang bermain dengan ponselnya.


Fahri tersenyum kearah Syakilla dan menganggukkan kepalanya, Fahri senang karena dia mampu menjalankan amanah yang diberikan oleh Mama mertuanya. Ternyata benar apa yang dikatakan Mama mertuanya meskipun Syakilla terlihat sangat keras kepala tapi dia memiliki hati yang sangat lembut. Darah memang lebih kental dari air jadi menyatukan anak yang membenci ayahnya tidak sesulit apa yang dia bayangkan. Fahri dan Syakilla keluar dari kamar untuk makan malam bersama yang lain. Fahri dan Syakilla keluar sambil bergandengan tangan dan saling melempar senyum satu sama lain. Fahri merasa bahagia karena bisa membawa Syakilla ke jalan yang benar dan tidak ada kebencian lagi di dalam hatinya untuk sang ayah.


Di restoran hotel semua keluarga Fahri sudah berkumpul tinggal menunggu Fahri dan Syakilla saja. Fahri meminta maaf kepada keluarganya karena mereka lama turunnya. Fahri duduk di samping Alfin sedangkan Syakilla duduk di samping Zahra posisi mereka ada di tengah-tengah antara Alfin dan Zahra.


Mereka masih menunggu makan malam yang mereka pesan datang, selagi menunggu mereka saling melempar candaan satu sama lain, kecuali Alfin dan Abi Ilham yang hanya diam saja dan sesekali tersenyum menanggapi candaan mereka.

__ADS_1


Selesai makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing, sebelum Syakilla masuk ke dalam kamar Ummi Aminah mencegah Syakilla untuk masuk karena ada yang mau dibicarakan dengan Syakilla berdua saja.


" Sayang, boleh Ummi bicara sama kamu berdua," ucap Ummi Aminah ketika Syakilla ingin masuk ke dalam kamar.


" Boleh Ummi," balas Syakilla menoleh ke arah Fahri meminta izin suaminya. Fahri mengangguk mengiyakan tapi Fahri menanyakan ada perlu apa Ummi Aminah dengan Syakilla malam-malam begini.


Setelah Ummi Aminah memberikan alasan yang masuk akal akhirnya Fahri memberikan izin.


"Kita ke bawah saja, ada yang menuggu kamu di sana," ucap Ummi Aminah setelah Fahri masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.


" Nanti kamu lihat sendiri, tapi kamu bawa ponsel sekarang kan?" Tanya Ummi Aminah, dan Syakilla menjawab dengan anggukan.


Syakilla dan Ummi Aminah turun lagi ke bawah untuk menemui Alfin dan Abi Ilham yang sedang menunggu mereka di bawah. Syakilla sempat heran ada apa Alfin mencarinya, tidak seperti biasa apalagi tanpa ada Fahri. Untungnya ada Ummi Aminah dan Juga Abi Ilham.

__ADS_1


Syakilla dan Ummi Aminah duduk di bangku yang masih kosong, Syakilla diam saja dia tidak tahu harus bicara apa karena dia tidak tau kenapa Alfin ingin berbicara dengannya, dan tidak biasanya.


" Syakilla maksud Ummi memanggil kamu ke sini karena ada yang mau Ummi bicarakan mengenai sahabat-sahabat kamu, Ummi tau kamu sedikit banyak sudah tau dari kak Zahra mengenai ini." jelas Ummi Aminah.


Syakilla sudah mengerti sekarang kenapa dia ada di tengah-tengah mereka sekarang.


"In Syaa Allah besok mereka akan datang Ummi, Abi, kak Alfin." balas Syakilla.


" Bukan itu! Maksud Ummi dan Abi memanggil kamu ke sini karena ingin meminta foto kedua sahabat kamu itu, supaya besok Ummi bisa langsung tanyakan sama orangnya," balas Ummi Aminah.


Syakilla menyetujui apa yang dikatakan Ummi Aminah, Syakilla mengeluarkan ponsel yang ada di dalam sakunya dan mencari foto kedua sahabatnya yang ada di galeri dan menunjukkan kepada Alfin.


"Mereka berdua setau Syakilla belum memiliki pacar ataupun teman dekat, tapi Syakilla tidak bisa menjamin apapun karena mereka berdua sama-sama pernah mengalami patah hati dan tidak terlalu terbuka dengan laki-laki," jelas Syakilla.

__ADS_1


Alfin menatap foto sahabat Syakilla dengan senyum di wajah tampannya, Ummi Aminah yang baru pertama melihat Alfin tersenyum karena seseorang ikut merasa bahagia.


"Ehemm," Gumam Ummi Aminah dan Abi Ilham membuyarkan lamunan Alfin.


__ADS_2