Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Tidak mengenali


__ADS_3

Hari ini Syakilla akan menghadiri acara lamaran salah satu pelanggan setia- nya.


Menggunakan gaun buatannya sendiri yang begitu indah, membuat Syakilla tampak anggun,dan tidak lupa penutup wajahnya untuk menutupi wajahnya yang begitu cantik.


''Ma, Qilla berangkat sekarang ya, takut kena macet" ucap Syakilla berpamitan sama Mamanya.


" Hati hati di jalan kalau sudah sampai kabari Mama" ujar Mama Rosa belum melihat ke arah Syakilla sibuk dengan tanaman hiasnya.


''Ma, lihat sini dulu" panggil Syakilla.


Syakilla ingin menanyakan pendapat Mamanya mengenai pakaian yang dia kenakan.


"Gimana pendapat Mama?," Tanya Syakilla memutar mutar tubuhnya.


"Indah banget, kamu bikin sendiri?." Tanya Mama Rosa kagum dengan baju yang di kenakan Syakilla.


" Iya, ini rancangan Qilla yang terbaru, gimana menurut Mama?." tanya Syakilla


" Ini luar biasa sayang, Mama juga mau yang seperti ini." ujar Mama Rosa.


" Untuk yang ini Qilla cuma buat lima aja, limited editions," balas Syakilla.


" Mama gak mau tahu, pokoknya Mama mau satu yang seperti ini!," ucap Mama Rosa.


" Masalah baju kita bahas nanti saja, Qilla mau berangkat sekarang, Assalamualaikum." Ucap Syakilla.


"Waalaikum salam."Jawab Mama Rosa.


Syakilla pergi menghadiri undangan Zahra dan Ummi dengan menggunakan mobil yang biasanya dia pergi ke butik.


Perjalan menuju tempat lamaran lumayan padat juga karena hari sudah menunjukkan jam sembilan pagi, Syakilla pergi lebih awal karena dia tahu akan terjadi hal seperti ini.


Begitu sampai di tempat acara, ternyata sudah sangat ramai dengan para undangan lain. Yang pertama Syakilla lihat bangunan yang berdiri kokoh di hadapannya. Syakilla tidak langsung masuk melainkan memberhentikan mobilnya di depan pagar pasantren.


"Bukankah ini sebuah pasantren?, Pantas saja Ummi sama kak Zahra dan Abi sangat beri bawa orangnya, ternyata mereka pemilik pasantren yang Maa Syaa Allah ini!," Gumam Syakilla.


"Masuk tidak ya?," Tanta Syakilla pada dirinya sendiri.


"Masuk saja, sudah jauh jauh kesini ya kali pulang lagi, kan gak lucu, mereka juga tidak akan mengenaliku." Ujar Syakilla lagi. Setelah itu, Syakilla memberanikan diri untuk masuk ke dalam pasantren itu.


Syakilla mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, tapi Syakilla sangat sulit menemukan tempat yang kosong karena mobil yang lain lumayan banyak juga.


"Ini acara lamaran apa nikahan? Kenapa banyak sekali orangnya?" Umpat Syakilla.

__ADS_1


Akhirnya Syakilla menemukan tempat yang kosong untuk mobilnya, tapi sangat jauh dari pintu keluar.


"Gak pa pa jauh yang penting masih ada tempat kosongnya?" Gumamnya.


Syakilla turun dari mobilnya untuk masuk ke dalam, tapi karena tidak mengenali siapapun Syakilla bingung mau langsung masuk atau menghubungi Ummi terlebih dahulu.


"Aduh canggung banget begini, mana Ummi juga tidak kelihatan lagi," Gumam Syakilla.


Syakilla celingak-celinguk mencari orang yang mungkin dia kenali. Namun, nihil tidak ada satupun yang dia kenali di tempat itu.


Syakilla berjalan perlahan dan matanya tidak luput mencari Ummi Aminah. Karena tidak memperhatikan jalan dengan benar Syakilla menabrak seseorang.


Bukkk


"Maaf," pinta Syakilla.


" Tidak apa apa lain kali perhatikan jalanmu," ujar pria itu yang tenyata adalah Fahri.


"Kamu," reflek Syakilla menyebut kamu karena terkejut melihat Fahri di depannya, tapi dia lupa kalau dengan penampilannya yang sekarang dia tidak akan mungkin dikenali.


"Maaf, Anda mengenali saya?" Tanya Fahri.


"Jangan pura pura tidak kenal," Ucap Syakilla belum sadar dengan penampilannya.


"Saya lagi sibuk, permisi," ucap Fahri.


"Dia sombong sekali, bilang tidak kenal lagi," umpat Syakilla.


Beberapa langkah berjalan Syakilla baru sadar kalau dia menggunakan cadar mana mungkin Fahri mengenalinya.


Syakilla menepuk jidatnya sendiri karena merasa bodoh.


"Qilla apa yang terjadi denganmu, mana mungkin dia mengenalimu dengan pakaian seperti ini? tapi, kenapa dia ada di sini juga, apa yang dia lakukan di sini?," Banyak pertanyaan muncul di benak Syakilla dengan kehadiran Fahri di acara tersebut.


"Aku seperti mengenali baju itu, tapi aku melihatnya di mana ya!," Ujar Syakilla.


"Sudahlah kenapa juga aku mikirin dia, Aku hubungi Ummi saja, dari pada canggung begini!," ujar Syakilla.


Setelah menghubungi Ummi Aminah, tidak lama Ummi Aminah menghampirinya yang masih berdiri di tempat yang sama.


"Qilla," Panggil Ummi Aminah.


"Ma Syaa Allah cantik sekali." ucap Ummi Aminah memuji Syakilla.

__ADS_1


" Alhamdulillah, Ummi juga sangat cantik," jawab Syakilla balik memuji Ummi Aminah.


Entah dari mana Ummi Aminah tahu kalau Syakilla cantik padahal setiap mereka bertemu pasti Syakilla menggunakan cadarnya.


"Ummi, Ummi apa kabar?," Tanya Syakilla mencium tangan Ummu Aminah.


"Alhamdulillah Ummi sangat baik, kamu sendiri bagaimana?," Ummi Aminah menanyakan balik.


"Alhamdulillah, Qilla juga sangat baik," jawab Syakilla.


"Udah lama sampainya kita masuk saja ya," ujar Ummi Aminah.


"Boleh Ummi, " balas Syakilla.


"Ummi pemilik pasantren ini," tanya Syakilla penasaran.


"Bukan Ummi tapi Abi, Ummi cuma menantu di sini," jawab Ummi Aminah.


" Sama saja Ummi," Ucap Syakilla tersenyum.


"Ayo, kita ke tempat anak Ummi saja." ajak Ummi Aminah.


Syakilla mengikuti kemana Ummi Aminah membawanya pergi. Sampai Ummi Aminah berhenti dan masuk ke sebuah kamar.


"Zahra, ini Qilla sudah sampai." ucap Ummi Aminah setelah masuk ke kamar tersebut yang terdapat Zahra di sana dan juga beberapa orang lainnya.


"Assalamualaikum," ucap Syakilla.


"Waalaikum salam," jawab Zahra dan yang lain juga.


Syakilla masuk dan ikut bergabung dengan Zahra dan beberapa orang di dalam kamar tersebut. Tidak lama seseorang masuk lagi ke ruangan yang ada Syakilla di dalamnya.


Syakilla syok melihat siapa yang masuk ke ruangan tersebut.


Kira kira siapa ya yang di lihat Syakilla sampai di syok seperti itu?


Jangan lupa.


LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV


KARENA ITU SANGAT BERGUNA UNTUK AUTHOR


TERIMA KASIH💜

__ADS_1


__ADS_2