Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Apa akan terulang kembali???


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!!!!


Keesokan paginya, Fahri mendapatkan informasi tentang mertuanya, yang masuk rumah sakit akibat kecelakaan.


Begitu Fahri mendapatkan informasi tersebut dia langsung memberi tahukan kepada Syakilla, Syakilla terlihat syok mendengar sang Papa mengalami kecelakaan dan meminta Fahri mengantarnya ke rumah sakit tempat sang Papa dirawat.


Dengan perasaan khawatir Syakillla menjenguk sang Papa. Sebagai seorang anak, Syakilla merasa takut kalau terjadi sesuatu kepada sang Papa. Meskipun dia membencinya, namun darah lebih kental dari air, perasaannya tidak bisa berbohong kalau dia juga tidak mau kehilangan Papanya.


" Mas, cepat!" Pinta Syakilla kepada Fahri. Fahri tau kalau Syakilla khawatir dengan Papanya sedikit ngebut.


Begitu sampai di rumah sakit yang sudah di kasih tau oleh orang kepercayaannya dan mencari tau tentang mertuanya.


" Sayang tenanglah, Papa pasti baik-baik aja," ucap Fahri menenangkan Syakilla, meskipun dia tidak tau betul kondisi mertua. Terakhir dia mendapat informasi dari orang suruhannya, kalau mertuanya mengalami kecelakaan yang cukup hebat dan kondisinya juga kritis.


Namun, Fahri tidak mengatakannya kepada Syakilla takutnya Syakillla semakin khawatir. Dan benar saja, baru Fahri kalau Papanya mengalami kecelakaan Syakilla sudah sangat panik, bagaimana kalau dia memberitahu kondisinya.


" Aku nggak bisa tenang mas, kenapa hal ini selalu terjadi sama aku mas, saat aku ingin meminta maaf pada Papa, Allah memberi cobaan lagi," ucap Syakilla.


" Karena Allah tau! Kalau istri mas ini adalah wanita yang sangat kuat, karena Allah sayang sama istri mas ini," balas Fahri.


" Sekarang kita ke ruangan Papa ya! Tapi, kamu harus tenang dulu," sambung Fahri.


Fahri menggandeng tangan Syakilla masuk ke dalam rumah sakit, Fahri membawa Syakilla ke ruangan sang mertua. Sesekali menatap Syakilla yang terlihat cemas.


Sampai di sana, mereka melihat Mama tiri Syakilla yang berdiri di depan ruang UGD. Tanpa menunggu, Syakilla bertanya bagaimana kondisi sang Papa.


" Apa Papa baik-baik saja? " Tanya Syakilla baik-baik, namun mendapatkan perkataan kasar dari Mama tirinya.


" Untuk apa kamu ke sini? Kamu pasti senang sekarang," balas Sarah Mama tiri Syakilla.

__ADS_1


" Apa maksud anda berbicara seperti itu?" Tanya Syakilla geram dengan Sarah.


" Pasti kamu senang melihat Papa kamu yang sudah terbaring lemah di dalam, dan semua ini juga karena kamu anak sial," balas Sarah lagi menyalahkan Syakilla.


" Kenapa anda menyalakan istri saya, dia ingin menjenguk Papanya," ucap Fahri tidak suka dengan apa yang dikatakan Sarah.


" Kalian ini sama saja, kalau bukan karena anak ini yang meminta suami saya untuk menemuinya pasti suami saya masih baik-baik saja sekarang." balas Sarah.


" Sebenarnya ada apa ini? Saya memang ingin menemui Papa, tapi saya tidak pernah memintanya untuk menemui saya" ucap Syakilla bingung dengan apa yang terjadi.


" Dasar anak pembawa sial, lebih baik kamu pergi saja dari sini" usir Sarah.


" Maaf sebelumnya, tapi Syakilla tidak pernah meminta Papa menemuinya, tapi saya.Saya yang mengundang beliau kemarin di hari pernikahan kakak saya, apa itu salah, saya rasa itu bukan kesalahan. Untuk kecelakaan ini tidak ada hubungannya dengan istri saya, ini sudah kehendak dari yang Maha Kuasa." jelas Fahri kepada mereka.


"Kalian ini memang sama saja..." belum selesai Sarah berbicara, seorang dokter keluar dari ruang UGD dan meminta orang yang bernama Syakilla untuk masuk, karena pasien ingin menemuinya.


Sebelum masuk Syakilla meminta persetujuan dari suaminya tersebut, dan mendapat penolakan dari mama tirinya karena merasa yang lebih berhak adalah dirinya bukan Syakilla.


"Mohon maaf, tapi pasien selalu menyebut nama Syakilla mungkin pasien ingin menemui orang yang bernama Syakilla, apa anda pemilik nama itu?" Tanya dokter


" Kalian ini membuatku kesal saja. Baiklah! Kamu menang kali ini" balas Sarah tidak bisa membantah lagi.


Syakilla masuk dengan dituntun dokter di depannya, setelah Syakilla dan papanya bertemu dokter sempat berpesan agar tidak boleh lama-lama karena kondisi pasien yang baru saja melewati masa kritisnya. Syakilla mengerti apa yang dikatakan dokter menganggukkan kepalanya.


"Syakilla, Qilla!" Seru Rusdi yang baru melewati masa kritisnya dan belum sadarkan diri namun selalu memanggil nama Syakilla.


Melihat hal itu mebuat Syakilla merasa bersalah, dan juga merasa tersentuh. Mungkin selama ini dia membenci Papanya, namun rasa benci itu luluh sudah sekarang melihat sang papa yang terbaring lemah di ats tempat tidur rumah sakit dengan mata terpejam seperti ini membuat hatinya sakit.


"Syakilla di sini Pa!" ucap Syakilla mendekati ranjang rumah sakit dan menggenggam tang Papanya, Syakilla tidak bisa lagi menahan air matanya agar tidak jatuh.

__ADS_1


Syakilla sungguh tidak tega melihat Papanya yang lemah, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan sanga Paa.


Perlahan tangan Rusdi mulai bergerak , Syakilla dengan cepat menghapus air matanya dan memanggil Papanya degan sangat lembut.


" Pa.. Qilla di sini" ucap Syakilla menahan tangisnya.


" Syakilla" panggil Rusdi lemah sambil membuka matanya perlahan.


" Iya Pa, Syakilla ada di sini. Syakilla panggil dokter ya!" ucap Syakilla.


" Papa sayang kamu, Nak. Papa.. min..ta maaf ka..rena sela..ma ini Papa selalu ja..hat sa..ma ka..mu dan ju..ga ma..ma ka..mu..Papa..menyesal..Papa min..ta maa."ucap Rusdi terbata-bata.


"Semua sudah berlalu Pa. Syakilla sudah memaafkan Papa begitu juga Mama. Sekarang Papa tidak perlu memikirkan itu lagi, yang penting Papa harus sehat" balas Syakilla.


"Terima kasih, seka..rang Pa..pa bisa pergi de...ngan te...nang, hiduplah dengan ba..ik, seka...rang sudah ada Fahri. Semoga kalian sela..lu baha...gia" ucap Rusdi membuat Syakilla menjatuhkan air matanya.


" Papa akna baik-baik saja, Qilla akan panggilkan dokter dulu" balas Syakilla menangis.


" Tidak...per...lu memanggil dokter, lebih baik kamu panggil suami kamu ke sini Papa ingin bicara berdua dengannya' balas Rusdi lemas dan masih terbata-bata.


Syakilla mendengarkan apa yang Rusdi katakan dan segera memanggil suaminya masuk degan izin dokter tentunya. Lama Fahri bicara berdua saja dengan Rusdi akhirnya dia keluar dengan wajah yang sedih dan para dokter yang berlarian ke dalam ruangan tersebut.


Syakilla menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Fahri suaminya, Syakilla takut kalau yang terjadi kepda Mamanya terjadi juga pada Papanya. Baru saja Syakilla berbicara, menggenggam tangan Papanya, memeluknya, apa sekarang dia juga akan kehilangan Papanya.


" Ya Allah, hamba mohon berikanlah hamba waktu untuk berama dengan Papa hamba terlalu banyak waktu yang telah kami lewatkan apa sekarang engkau akan mengambilnya dari hamba. Apa segitu percayanya engkau kepada hamba yang lemah ini." batin Syakilla.


JANGAN LUPA LIKE,KOME,VOTE, YA teman- teman sekalian.


Beberapa eps lagi karya ini akan tamat, jangan lupa juga mampir di karya author yang satu lagi

__ADS_1


Judulnya AKU MENCINTAIMU USTADZ tidak kalah serunya juga.


Jangan lupa mampir


__ADS_2