
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
" Mas Fahri pikir aja sendiri,"
Fahri melihat ke arah dirinya sendiri yang hanya menggunakan handuk sebatas lutut dan perut. Dan dia masih merasa kalau tidak ada yang salah dengan dirinya. Lalu apa yang membuat Syakilla harus berbalik arah seperti itu.
" Apa sayang mas tidak mengerti, ayo sini bantuin mas dulu!" Ucap Fahri masih tidak mengerti.
" Mas pakai baju dulu" ucap Syakilla akhirnya masih belum berbalik arah.
" Astagfirullahaladzim, sayang mas pikir kenapa? Kamu juga udah melihat semuanya" ucap Fahri baru mengerti kenapa Syakilla berbalik arah. Bukan Fahri namanya kalau tidak mengambil kesempatan tu untuk mengerjai istrinya, Fahri menghampiri Syakilla yang masih ada di dekat pintu sengaja ingin menggodanya.
Fahri sengaja memeluk Syakilla dari belakang membuat Syakilla langsung mematung tidak berani bergerak ataupun berbicara. Fahri semakin suka menggoda Syakilla dia sangat suka ketika Syakilla malu dan wajahnya berubah menjadi merah karena ulahnya.
" Mas ini mau magrib, cepat pakai baju kamu," ucap Syakilla akhirnya.
" Emang kenapa kalau mau magrib kita masih punya waktu sayang" ucap Fahri di telinga Syakilla.
" Mas Fahri kalau mas nggak dengar nanti aku marah," ucap Syakilla mengancam Fahri.
" Memangnya kamu kuat marahan sama mas" goda Fahri.
" Mas," ucap Syakilla dengan nada memohon.
" Iya sayang," balas Fahri.
Syakilla benar-benar di buat kesal oleh suaminya sendiri, Fahri sangat suka menggodanya setiap kali ada kesempatan. Tapi kali ini Syakilla tidak mau kalah dari Fahri dia juga ingin mengerjai suaminya yang selalu mengerjai itu. Syakilla melepaskan tangan Fahri yang ada di pinggangnya, berbalik arah menghadap ke arah Fahri, membuka matanya.
Syakilla mengalungkan tangan kirinya di leher Fahri dan tangan kanannya bermain di atas dada Fahri yang polos. Syakilla melihat jakun Fahri yang sudah naik turun ingin tertawa tapi dia tahan untuk membuat Fahri tergoda olehnya.
Fahri menangkap tangan Syakilla yang berada di dadanya dan menjauhkan tubuhnya dari Syakilla, dia sudah tidak kuat lagi bisa-bisa Fahri akan kebablasan menerkam istrinya saat itu juga mengingat waktu magrib hampir tiba kalau bukan karena itu Fahri tidak akan melepaskan Syakilla.
" Mas mau pakai baju dulu," ucap Fahri menjauh dari Syakilla. Sebenarnya Syakilla ingin langsung tertawa tapi dia masih ingin membuat Fahri merasakan apa yang selama ini dia rasakan ketika Fahri sedang menggodanya.
Syakilla mencegah Fahri pergi dan memeluk Fahri dari belakang, menaruh kedua tangannya di dada Fahri dan menempelkan pipinya di punggung sang suami. Fahri yang keimanannya sangat tipis ketika lagi berhadapan dengan Syakilla hampir saja goyah.
__ADS_1
" Kenapa buru-buru? Bukannya ini yang mas inginkan?" Tanya Syakilla dengan nada sesual dan sengaja mengelus dada Fahri.
" Sayang, jangan seperti ini...mas tidak kuat lagi..." ucap Fahri terpotong-potong.
" Kenapa? Bukankah ini yang mas inginkan?" Tanya Syakilla.
" Mas menyerah sayang," ucap Fahri tidak kuat lagi.
" Menyerah" ulang Syakilla lagi, dia ingin memberikan kepada Fahri saat ini.
" Sayang ini sudah magrib," ucap Fahri tapi Syakilla terus mengelus dadanya. Kalau bukan sebentar lagi memasuki waktu magrib mungkin Fahri sangat senang dengan sikap istrinya sekarang.
Syakilla semakin membuat gerakan naik turun di dada Fahri yang tidak menggunakan baju. Karena sudah tidak tahan lagi, Fahri berbalik dan merebahkan Syakilla di atas tempat tidur dan menindihnya.
Tapi Syakilla tidak menunjukkan rasa takut ataupun gugup di hadapan Fahri walau sebenarnya jantungnya hampir saja lepas dari tempatnya.
" Sayang jangan menggoda mas . Mas tau kamu berani berbuat seperti ini karena kamu tau tidak mungkin mas melakukannya sekarang," ucap Fahri.
"Siapa yang mau menggoda mas, Qilla hanya mengikuti mas Fahri saja," balas Syakilla.
"Mas tidak akan membiarkan kamu istirahat malam ini," ucap Fahri.
Setelah mengatakan itu Fahri bangun dari atas istrinya cepat, mengambil baju yang sudah di sediakan Syakilla di tempat tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Syakilla bangun dari tempat tidur dan tertawa puas setelah Fahri masuk ke dalam kamar mandi. Kali ini dia berhasil mengontrol dirinya dan membalas Fahri sampai Fahri menyerah sendiri. Bohong kalau Syakilla tidak merasa deg degan saat melakukan itu tapi karena dia sudah terlanjur memulainya dia juga harus melakukannya sampai akhir.
" Jangan salahkan aku mas, ini semua kamu yang mulai duluan" gumam Syakilla tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai balik suaminya.
" Tapi bagaiman kalau mas Fahri benar-benar tidak akan membiarkan aku tidur nanti malam, mas Fahri juga memintaku untuk mengemasi beberapa baju, itu artinya kami akan menginap di luar malam ini." lirih Syakilla.
Sekarang dia yang mulai panik dengan perkataan suaminya, karena Syakilla tau kalau suaminya tidak pernah main-main dengan perkataannya sendiri seperti yang di katakan almarhumah Mamanya dulu.
" Aku harus apa? Apa aku menolak pergi saja! Tapi alasannya apa? "Tanya Syakilla pada dirinya sendiri.
ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR....
__ADS_1
Suara azan membuyarkan lamunan Syakilla tapi Fahri belum juga keluar dari kamar mandi. Karena sudah azan Syakilla mengetuk pintu kamar mandi agar Fahri segera keluar. Saat di depan pintu kamar mandi Syakilla mendengar suara gemericik air dari dalam.
" Bukannya mas Fahri sudah mandi? Kenapa mandi lagi!" Cetus Syakilla pada dirinya sendiri.
" Mas Fahri, kenapa lama sekali?. Ini sudah azan cepat keluar," pekik Syakilla di depan pintu kamar mandi.
" Mas, cepat," ucap Syakilla sekali lagi.
Fahri keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya. Fahri berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menggoda Syakilla lagi di waktu-waktu tertentu lagi, dia sudah kapok. Fahri pikir Syakilla yang polos tidak akan merubah keadaan seperti beberapa menit yang lalu tapi ternyata dia salah, Syakilla malah menyerang balik ke arahnya.
" Mas Fahri mandi lagi?" Tanya Syakilla ketika melihat Fahri sudah keluar.
" Ia," jawab Fahri singkat berlalu begitu saja dari hadapan Syakilla. Syakilla yang merasa di cuekin Fahri berpikir kalau Fahri marah dengannya dan mengejar Fahri.
" Mas Fahri marah sama aku?" Tanya Syakilla khawatir kalau Fahri marah dengannya karena masalah tadi.
" Tidak, sekarang kamu wudhu kita shalat magrib dulu, setelah itu baru kita pergi," jawab Fahri.
Karena azan sudah selesai Syakilla masuk ke dalam kamar mandi seperti yang di perintahkan Fahri, dalam hatinya dia masih merasa tidak enak dengan sikap Fahri yang cuek terhadap dirinya.
Setelah berwudhu dan memakai mukenanya, Syakilla berdiri di belakang suaminya untuk shalat magrib berdua di dalam kamar. Selesai shalat magrib Fahri menyuruh Syakilla untuk siap-siap karena mereka akan pergi sekarang.
" Bersiap-siaplah kita akan pergi sekarang!" Ucap Fahri dengan nada masih cuek seperti sebelumnya.
" Mas Fahri marah sama aku karena tadi? Itu karena mas Fahri yang mulai duluan kenapa mas Fahri marah sama aku?" Tanya Syakilla bukannya menuruti perkataan Fahri mengekor kemana Fahri pergi.
" Cepatlah!" Ucap Fahri.
" Aku nggak mau" balas Syakilla berhenti mengikuti Fahri dan duduk di kasur.
" Ya sudah kalau nggak mau ikut, mas pergi sendiri saja," ucap Fahri mengambil koper yang sudah di siapkan Syakilla sebelumnya dan membukakan pintu kamar untuk keluar.
" Mas," panggil Syakilla mengejar Fahri yang sudah keluar, Syakilla sangat takut kalau Fahri marah padanya karena kejadian tadi. Syakilla takut Allah akan murka karena sudah membuat suaminya marah.
" Mas" panggil Syakilla lagi
__ADS_1