
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹
" Saya ikhlas membantu anda, jadi tidak perlu," tolak Arka.
"Sekali lagi terima kasih," ucap Syakilla.
"Sama-sama, saya permisi dulu," ucap Arka.
Begitu Arka pergi Syakilla memberikan uang yang akan di berikan tadi kepada pengemis yang lewat di hadapannya.
"Arka memang laki-laki yang tulus, jarang banget sekarang aku bisa menemukan laki-laki yang tulus seperti itu, beruntung sekali yang menjadi istrinya kelak," gumam Syakilla masuk ke dalam mobilnya.
Syakilla menghubungi kembali orang bengkel yang sempat dia minta tolong. Setelah memberi tahu kepada orang tersebut, Syakilla menjalankan kembali mobilnya menuju butik.
"Kenapa aku jadi teringat sama Fahri," lirih Syakilla.
"Qilla sadarlah sebelum kamu merasakan sakit, kuatkan hati kamu sendiri jangan gampang goyah," gumam Syakilla.
Sampai di butik Syakilla langsung masuk dan melihat sudah ada pelanggan yang datang. Dan dia masuk ke dalam ruangannya setelah menyapa beberapa karyawannya.
Syakilla mulai mengambil bahan dan dan peralatan yang dia butuhkan dan mulai berkutik dengan kain dan gunting.
...----------------...
Di rumah Fahri.
"Ummi, Abi, setelah sarapan Fahri ingin membicarakan sesuatu pada kalian," ucap Fahri di sela-sela sarapan.
"Mau bicarakan apa?," Tanya Ilham.
Fahri melihat ke arah Zahra terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Abinya.
" Masalah pondok," jawab Fahri singkat.
Setelah menyelesaikan sarapannya Fahri duduk di ruang keluarga bersama Ummi dan Abinya. Sedangkan Zahra dia ada jadwal mengajar di pagi itu jadi dia tidak ikut serta.
"Mau bicara tentang apa?," Tanya Ilham sekali lagi.
"Fahri sudah membuat keputusan kalau Fahri akan menggantikan Abi mengurus pondok, tapi...," Ucap Fahri menghentikan kalimatnya..
"Alhamdulillah akhirnya kamu mau juga, Abi sangat senang mendengarnya," ucap Ilham.
"Tapi... Kenapa?," Tanya Aminah.
"Sebelum aku mengurus pondok, Fahri ingin memperdalam ilmu Fahri terlebih dahulu," jawab Fahri.
"Abi terserah sama kamu saja kalau itu yang terbaik," balas Ilham tidak memaksa Fahri.
"Kamu juga bisa belajar sambil mengurus pondok sayang," ucap Aminah.
"Fahri tau Ummi, tapi Fahri sudah memutuskan untuk pergi ke Mesir untuk beberapa waktu, boleh kan Abi, Ummi," pinta Fahri.
__ADS_1
"Abi terserah sama kamu saja, lagian kamu juga sudah dewasa," ucap Ilham.
"Kenapa harus jauh-jauh disini juga bisa, kamu juga bukan yang tidak ngerti sama sekali dengan ilmu agama," kata Aminah yang tidak ingin Fahri pergi jauh lagi.
"Ummi biarkan saja," ucap Ilham.
"Tapi Bi, Fahri juga baru pulang dari sana, kamu bisa belajar di sini Fahri," ucap Aminah ngotot tidak mau anaknya pergi jauh lagi.
"Gimana Fahri apa kamu juga akan tetap pergi?," Tanya Ilham.
"Fahri juga tidak tau sekarang," jawab Fahri ragu.
"Menurut Abi sebaiknya kamu belajar di sini saja sekaligus kamu bisa mengurus pondok juga,," saran Ilham.
"Nanti Fahri pikirkan lagi gimana baiknya Abi,," balas Fahri.
"Pikirkan baik-baik Ummi dan Abi selalu mendukung semua keputusan kamu," Ucap Ilham.
"Iya Abi," jawab Fahri.
"Kita ke pondok sekarang ada yang mau Abi bahas sama ustadz Zaki," ucap Ilham.
"Apa ustadz Zaki masuk hari ini?," Tanya Fahri.
"Iya, Abi memintanya datang untuk hari ini, Ummi! Abi ke pondok dulu," ucap Ilham.
"Iya Bi," jawab Aminah.
Ilham bangun juga di ikuti Fahri yang ikut bangun juga dari sofa.
"Assalamualaikum," ucap Fahri dan Ilham.
Ilham dan Fahri keluar dari rumah mereka terus saja membahas masalah Fahri yang berniat pergi untuk menambah ilmunya.
"Bagaimana menurut Abi, apa sebaiknya Fahri belajar di sini atau di Mesir? Fahri bingung Bi!," Ucap Fahri.
"Terserah sama kamu saja, tapi bagaimana dengan perusahaan kamu?," Tanya Ilham.
"Masalah itu, aku bisa pantau saja Bi dan aku serahkan sama Alfin," jawab Fahri.
"Untuk gadis yang kamu sukai bagaimana?," Tanya Ilham tersenyum.
" Yang satu itu belum aku pikirkan rasanya berat sekali meninggalkan dia, apalagi pasti banyak yang menyukainya dan Fahri tidak tau," jawab Fahri berubah jadi lesu.
"Kenapa tidak kamu nikahi saja kalau begitu?," Tanya Ilham.
"Masalahnya dia selalu menolak anak Abi ini," jawab Fahri.
"Apa perlu Abi yang turun tangan seperti kakak kamu?," Ucap Ilham.
"Memangnya Abi tau masalah kakak?," Tanya Fahri karena setau dia yang tau hanya Umminya saja.
__ADS_1
"Tentu saja Abi tau bahkan lebih dulu dari Ummi kamu," balas Ilham.
"Apa abi yang memaksa ustadz Zaki?," Tanya Fahri curiga.
" Kamu tanyakan saja sama orangnya sebentar lagi!," jawab Ilham penuh tanda tanya.
"Kenapa bukan Abi saja yang katakan," ucap Fahri sangat penasaran.
"Sudah kita temuin ustadz Zaki dulu setelah itu baru kamu tau," balas Ilham.
Fahri mengikuti Abinya yang pergi ke mushalla pondok karena Zaki menunggu mereka di sana.
"Assalamualaikum," ucap Fahri dan Ilham.
"Waalaikum salam, Abi, ustadz Fahri" jawab Zaki
Mereka duduk bertiga di dalam mushalla untuk membicarakan sesuatu. Ada begitu banyak santri yang lagi menghafal dan mereka memilih duduk di tempat yang sedikit menjauh dari mereka.
"Ada apa Abi meminta Zaki untuk bertemu?," Tanya Zaki.
"Abi hanya ingin membicarakan sesuatu sama kamu masalah pondok ini," jawab Ilham.
"Masalah pondok?," Tanya Zaki sekali lagi.
"Iya, tadinya Abi mau menanyakan ini setelah pernikahan kamu dan Zahra, tapi semalam Zahra bilang sama Abi kalau Fahri sudah berkenan untuk mengurus pondok jadi Abi memintamu untuk mengajari dan membimbingnya," ucap Ilham.
"Alhamdulillah akhirnya ustadz mau mengurus pondok juga, saya akan membantu sebisa saya," ucap Zaki senang.
"Tapi, masalahnya sekarang dia bilang mau ke Mesir terlebih dahulu untuk memperdalam ilmunya," ujar Ilham.
"Kenapa harus ke Mesir ustadz di sini juga bisa, ustadz juga sudah paham dengan ilmu agama dan lebih baik dari kita semua," ujar Zaki merendah.
Tentu saja Fahri di bawah Zaki dalam masalah ilmu agama. Dari segi manapun tetap Zaki yang terdepan dalam masalah agama.
"Jangan merendah ustadz," ucap Fahri.
"Menurut saya, ustadz tidak perlu jauh-jauh ke Mesir, ustadz bisa belajar di sini saja, " ujar Zaki.
"Saya bingung ustadz?..." Ucap Fahri menggantungkan kalimatnya.
"Bingung kenapa?," Tanya Zaki.
"Begini saja kalau ustadz bingung mau di sini atau pergi ke Mesir, ustadz umrah saja, bagaimana?," Saran Zaki.
"Abi juga setuju sama kamu, nanti setelah acara pernikahan kamu dan Zahra kalian pergi sama-sama ke sana," ucap Ilham.
"Begitu juga bisa," ujar Zaki.
"Yasudah Fahri ikuti saran dari ustadz saja, sepertinya tidak buruk," ucap Fahri.
"Apa setelah menikah ustadz akan membawa kak Zahra pergi dari sini?," Tanya Fahri.
__ADS_1
Jangan lupa🤦🤦🤦
Like, komen, vote, and fav.