
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Keesokan paginya Fahri sudah siap untuk mengajar. Dia akan mengajar terlebih dahulu baru setelah itu akan melamar Syakilla. Dia begitu semangat hari ini setelah mendapat kabar gembira dari gadis pujaan hatinya semalam.
Sebelum keluar dari kamarnya Fahri sudah meminta bantuan Alfin untuk membantunya mempersiapkan segala keperluan yang dia butuhkan untuk melamar Syakilla secara resmi.
Pasalnya saat di panti waktu itu dia hanya menanyakan perasaan Syakilla terhadapnya untuk memastikan kalau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, tapi hari ini dia meminta Abinya yang berbicara lebih serius dengan keluarga Syakilla dan melamar Syakilla untuk dijadikan istrinya.
Fahri juga sudah meminta bantuan dari Bunda Fatimah. Reaksi Bunda Fatimah saat Fahri memberitahu kalau Syakilla bersedia menjadi istrinya juga sangat bahagia dan mendukung Fahri.
Fahri keluar dari kamar dengan wajah berseri-seri, senyuman tidak pudar dari wajah tampannya membuat kadar ketampanannya semakin bertambah.
" Assalamualaikum, selamat pagi kesayangan aku semua," ucap Fahri ketika sudah di meja makan.
"Waalaikumsalam," jawab Zahra,Ilham, dan Aminah.
" Sepertinya ada yang bahagia banget pagi ini," sindir Zahra melihat adiknya tersenyum bahagia.
" Tentu saja, Fahri sangat bahagia. " balas Fahri memeluk Zahra.
" Apa kakak akan ikut nanti?," Tanya Fahri.
" Tentu saja kakak akan ikut, dia adalah adik kesayangan kakak sekarang, bahkan dari awal kakak sudah meminta kamu untuk menikahinya tapi kamu tidak mau" jawab Zahra. Dia juga sangat senang mendengar kalau Syakilla menerima adiknya semalam tapi karena sedang menahan ngantuk semalam dia tidak bebas berekspresi dan terlihat biasa saja.
"Abi. Apa Abi tidak boleh langsung nikahkan saja mereka berdua hari ini" Tanya Zahra.
" Aku setuju dengan kakak Bi," sahut Fahri.
" Kita tanya Syakilla dulu nanti," jawab Ilham.
" Apa kamu sudah memberi tahu Syakilla kalau kita akan ke sana?," Tanya Aminah.
" Fahri lupa memberitahukannya " jawab Fahri baru ingat.
" Gimana sih kamu, terus kalau Syakilla tidak ada di rumah nanti bagaimana?," Kata Zahra
"Kasih tau sekarang saja," ucap Aminah.
"Tapi, Ummi sama kak Zahra tenang saja Fahri sudah mengatur semuanya dengan sangat baik," jawab Fahri.
"Apa yang kamu rencanakan sebenarnya?" Tanya Zahra.
"Kakak lihat nanti saja, Fahri juga sudah meminta bantuan Alfin tadi subuh. Dia yang akan mengurus semuanya karena Fahri harus menggantikan kakak dulu," jawab Fahri tersenyum penuh tanda tanya.
"Asal jangan yang aneh-aneh saja," ucap Ilham.
" Enggak aneh kok Bi," ujar Fahri.
"Semoga hari ini semua di beri kelancaran sama Allah," ucap Ilham
"Aamiin," ucap Zahra, Aminah dan Fahri.
"Fahri ke pondok dulu, Abi mau bareng Fahri?," Sambung Fahri.
__ADS_1
"Abi sendiri saja nanti " balas Ilham.
"Kalau gitu Fahri duluan, Assalamualaikum," ucap Fahri.
" Nggak sarapan dulu?," Tanya Aminah.
" Nanti aja Ummi, Fahri belum lapar," jawab Fahri.
Di rumah Syakilla.
Seperti hari-hari biasanya, Syakilla bangun dari tidur nyenyak- nya. Tapi, pagi ini dia merasa ada kelegaan dari hatinya setelah jujur dengan perasaannya terhadap Fahri. Dia bangun dari tempat tidurnya, masuk ke kamar mandi, melaksanakan shalat subuh dan bersiap-siap pergi ke kampus. Setelah itu Syakilla keluar dari kamarnya menuju meja makan bergabung bersama Mamanya yang sudah lebih dulu ada di sana.
"Pagi Ma..." ucap Syakilla.
" Pagi sayang, mau langsung ke kampus? " Tanya Rosa.
" Ia, Ma," jawab Syakilla.
" Oh iya Ma, semalam Fahri menelpon Syakilla dan menanyakan jawaban Syakilla tentang hari itu," ucap Syakilla.
" Terus jawaban kamu apa? Apa kamu sudah memutuskan mau jawab apa? " Tanya Rosa penasaran dengan jawaban Syakilla.
" Inn Syaa Allah Qilla sudah bersedia Ma, doakan semoga pilihan Syakilla ini tidak salah," ucap Syakilla menggenggam tangan Mamanya.
" Alhamdulillah, Mama senang dengernya. Mama yakin Fahri adalah laki-laki yang tepat untuk kamu, tapi bagaimana reaksinya?," Tanya Rosa.
" Dia bilang akan datang hari ini..." jawab Syakilla.
" Ma, tidak mungkin dia akan datang hari ini juga." jawab Syakilla masih santai.
" Sayang, Mama tau karakter Fahri. Dia tidak akan main-main dengan perkataannya, hari ini kamu tidak boleh ke kampus dulu. Kalau dia beneran datang bagaimana?," Tanya Rosa.
" Masak sih Ma, " ujar Syakilla tidak percaya.
" Percaya sama Mama, kalau dia bilang akan datang pasti dia akan datang," ucap Rosa.
" Terus aku harus bagaimana?" Tanya Syakilla ikut panik.
"Kalau kamu tanya sama Mama, terus Mama harus tanya sama siapa Syakilla?," Tanya Rosa.
Drettt drettt
Suara ponsel Syakilla.
"Siapa yang nelpon?," Tanya Rosa.
"Bunda," jawab Syakilla.
"Angkat siapa tau penting," ucap Rosa.
_"Assalamualaikum Bunda," ucap Syakilla
" Waalaikumsalam, Syakilla apa kamu sibuk hari ini" jawab Fatimah dari seberang.
__ADS_1
_"Tidak! Kenapa Bunda?," Tanya Syakilla.
"Apa kamu bisa ke sini hari ini?," Tanya Rosa.
_"Ahh, gimana ya Bu," balas Syakilla bingung. Karena kalau benar tebakan Mamanya bisa gawat kalau Syakilla tidak ada di rumah.
"Mama kamu di mana?," Tanya Fatimah.
_" Mama ada di samping Qilla," jawab Syakilla.
" Tolong kasih hpnya sama Mama kamu, Bunda ingin bicara sebentar," pinta Fatimah.
Syakilla menjauhkan hp dari telinganya dan memberikan kepada sang Mama.
" Bunda ingin bicara sama Mama," ucap Syakilla.
Rosa berbicara dengan Bunda Fatimah melalui hp Syakilla dan tiba-tiba menjauh dari hadapan Syakilla.
" Apa yang ingin di bicarakan Bunda sebenarnya? Kenapa harus menjauh dariku?," Tanya Syakilla pada dirinya sendiri.
"Apa Fahri akan datang beneran, gimana ini?" lirih Syakilla bingung harus bagaimana.
Tidak lama Mamanya sudah kembali ke meja makan.
" Bunda bicara apa Ma? Kenapa harus keluar segala?," Tanya Syakilla
" Bukan apa- apa sayang, kamu hari ini di rumah dulu ya. Mama mau keluar sebentar," ucap Rosa sambil menyerahkan hp kepada Syakilla.
" Mama mau kemana pagi- pagi begini?," Tanya Syakilla menerima hpnya.
"Mama ada urusan mendadak, Mama siap- siap dulu. Ingat! Jangan kemana- mana," ucap Rosa meninggalkan Syakilla sendiri di meja makan.
"Mama kenapa sih aneh banget! Tapi sekarang aku harus bagaimana kalau Fahri beneran datang, mana Mama mau pergi lagi " gumam Syakilla semakin bingung dan dia menyusul Mamanya ke kamar.
" Ma..." Panggil Syakilla di depan pintu kamar Mamanya.
"Kenapa?," Sahut Rosa di dalam
" Mama mau kemana? Kalau Fahri beneran datang Qilla harus apa?" balas Syakilla lagi.
"Salah kamu sendiri kenapa tidak kasih tahu Mama dari awal" sahut Rosa lagi.
" Buka pintunya dulu," balas Syakilla.
" Kenapa lagi?," Tanya Rosa membukakan pintu kamarnya.
" Aku harus gimana Ma?," Tanya Syakilla masuk ke dalam kamar Mamanya.
" Mama juga gak tau, Mama harus pergi sekarang. Ingat! Jangan kemana-mana." ucap Rosa sekali lagi dan berlalu pergi.
"Ma..." Panggil Syakilla.
" Kamu tunggu di rumah saja, kalau ada kabar dari Fahri kasih tau Mama," ucap Rosa.
__ADS_1