
HAPPY REDING!!!🌹🌹🌹🌹
Keesokan paginya Syakilla bangun lebih pagi, bukan bangun melainkan dia tidak tidur setelah bangun untuk shalat tahajud.
Dia pergi ke dapur untuk memasak kini perasaannya sudah lebih tenang setelah mengadu kepada sang Khalik.
"Qilla, kok udah bangun jam segini?," Tanya Rosa yang baru keluar dari kamarnya.
"Ehh, Mama ," ucap Syakilla terkejut.
" Mau ngapain pagi-pagi begini di dapur?," Tanya Rosa lagi.
"Mau bikin sarapan, Ma," jawab Syakilla.
" Udah biar Mama aja yang bikin sarapannya," ucap Rosa mencegah Syakilla memasak.
"Gak pa-pa Ma, hitung- hitung latihan," ucap Syakilla.
" Ada apa ini? Sepertinya Mama mencium bau-bau kebahagian ini," ucap Rosa.
" Mama doakan ya! Semoga yang Syakilla pilih adalah yang terbaik untuk Qilla dan untuk semua," kata Syakilla.
"Kasih tau Mama dong?," pinta Rosa.
"Belum saatnya Ma, Syakilla ingin lebih yakin dulu sebelum benar-benar memberi jawabannya," balas Syakilla.
"Apapun keputusan kamu Mama dukung 100 persen," ucap Rosa.
" Terima kasih, sekarang Mama duduk santai aja ini biar aku yang buat sarapannya," pinta Syakilla.
" Oke, kalau gitu Mama ke kamar sebentar " jawab Rosa.
" Ia, " jawab Syakilla dan mulai memasak.
Tidak lama Syakilla sudah menyelesaikan membuat sarapannya karena dia hanya membuat sarapan yang simple saja yaitu nasi goreng.
"Sudah siap semuanya, aku mau mandi dulu," gumam Syakilla setelah meletakkan nasi gorengnya di atas meja dan juga telurnya. Dan tidak lupa juga dia mencuci peralatan memasak yang sudah dia gunakan tadi.
"Mama kok belum keluar juga, udah biarin aja paling sebentar lagi keluar," gumam Syakilla meninggalkan dapur dan masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih.
Syakilla keluar dari kamar setelah mandi dan juga sudah siap untuk pergi ke kampus.
"Gimana, Ma ,enak gak?," Tanya Syakilla ketika melihat Mamanya sudah berada di meja makan.
" Enak dong, siapa dulu yang masak anak Mama," puji Rosa.
Syakilla memang pintar memasak meskipun jarang memasak itu kerena kesibukannya, tapi dia selalu membantu Mamanya memasak di pagi hari kalau dia tidak di kejar waktu. Di rumah mereka juga tidak ada yang namanya pembantu mereka mengerjakannya sendiri.
Syakilla hanya menyuruh seseorang datang ke rumahnya dua hari sekali untuk membersihkan rumahnya, dia tidak mungkin membiarkan Mamanya yang mengerjakan itu sendirian.
"Baguslah kalau enak, " ucap Syakilla ikut duduk di samping Mamanya.
" Mama mau kemana udah rapi begini?," Tanya Syakilla.
"Mama mau ke butik hari ini, udah lama Mama gak ke sana," jawab Rosa.
__ADS_1
" Udah gak usah dipikirin aku sudah kasih tau Ria kalau Mama akan jarang ke butik, jadi Mama santai saja," ucap Syakilla.
"Gak pa-pa sayang, Mama juga bosan di rumah terus, oh iya nanti pas pernikahan kakaknya Fahri Mama ikut ya," ucap Rosa.
"Ia, Mama di undang juga?," Tanya Syakilla.
" Ummi dan Abinya yang undang Mama kemaren pas di panti, kamu kan sudah pernah kesana," jelas Rosa.
" Kira-kira Bunda pergi juga gak?, kita pergi sama-sama nanti!," Ucap Syakilla.
"Mama gak tau, nanti tanya Bunda aja," ujar Rosa.
"Qilla udah selesai," ucap Syakilla membawa piring kotornya untuk di cuci.
"Biar Mama aja yang cuci, nanti kamu telat ke kampusnya!," Ucap Rosa.
" Gak usah Ma, biar aku sendiri aja," tolak Syakilla.
"Biar Mama aja, sekalian Mama cuci punya sendiri," ucap Rosa.
"Yaudah, makasih ya Ma,"ucap Syakilla.
"Iya, " jawab Rosa singkat.
"Aku berangkat sekarang Ma, Assalamualaikum," ucap Syakilla menyalami Mamanya.
"Waalaikumsalam, hati-hati," jawab Rosa.
Syakilla berangkat ke kampus dengan raut kebahagiaan yang terpancar dari wajah cantiknya.
Seperti janjinya mulai sekarang dia akan menggantikan kakaknya untuk mengajar di pondok. Fahri keluar dari kamarnya dalam keadaan sudah siap untuk mengajar. Jujur Fahri merasa gugup kerena sudah lama tidak mengajar lagi.
"Pagi Ummi, Abi," ucap Fahri tersenyum.
"Ma Syaa Allah, anak soleh Ummi ganteng banget sih!," Puji Aminah.
" Siapa dulu Umminya," balas Fahri.
"Kakak mana?," Tanya Fahri.
" Masih di kamar," jawab Aminah.
"Tumben," gumam Fahri.
"Ada apa ini, nyari- nyari kakak?," Tanya Zahra yang baru bergabung.
"Siapa juga yang nyari kakak," bantah Fahri
" Terus apa namanya?," Tanya Zahra.
"Kak..." Panggil Fahri lembut.
"Kakak sudah tau maksud kamu, jawaban kakak masih tetap sama," ucap Zahra tau maksud dari adiknya.
"Sebenarnya ada apa dengan kalian?, semalam Abi juga melihat Fahri berdiri di depan kamar kamu!," Ucap Ilham.
__ADS_1
"Ini Bi, anak laki-laki Abi minta nomor ponselnya Qilla sama Zahra," jawab Aminah.
" Kenapa bukan Ummi saja yang kasih?,"Tanya Ilham.
"Jadi, Ummi juga punya nomornya Syakilla? Kenapa Ummi bilang dari awal, tau gitu Fahri tidak perlu meminta sama anak Ummi yang pelit ini," sindir Fahri.
"Kamu kan gak nanya sama Ummi, jadi Ummi gak kasih tau!," Ucap Aminah.
"Udah, bahas itu nanti saja! Fahri kamu pergi sama Abi," tegur Ilham.
"Ia, Bi. Tapi, aku gugup banget udah lama gak ke pondok," ucap Fahri jujur.
" Kenapa gugup, kamu juga sudah pernah mengajar di pondok?," Tanya Zahra.
" Gak tau, mungkin karena udah lama," jawab Fahri.
"Oh iya kak, kakak semalam nelpon Qilla kan?," Tanya Fahri.
"Ia, kakak bicara sama dia semalam,kakak aduin kamu sama dia, bilang kamu manja, tukang rayu," jawab Zahra.
" Kok malah jelek- jelekin adiknya sih, kalau dia gak nerima Fahri gimana?," Tanya Fahri kesal.
"Tapi, dia baik-baik aja kan?," Sambung Fahri.
" Dia baik-baik aja cuman semalam pas kakka bicara sama dia sepertinya dia habis menangis, kakak juga gak tau kenapa!," Jelas Zahra.
" Kamu masalah Qilla saja, udah cepat selesaikan sarapannya kita ke pondok udah telat," tegur Ilham.
"Maaf, Bi," ucap Fahri. Buru-buru menyelesaikan sarapannya.
"Fahri pergi dulu, doakan Fahri agar tidak gugup," ucap Fahri menyalami Umminya.
"Tenang saja, paling murid kamu yang gugup karena melihat ustadz idola mereka masuk lagi," ucap Zahra.
" Kalau itu sudah pasti," balas Fahri.
"Ingat jaga pandangan kamu, kalau enggak kakak akan kasih tau Syakilla," ancam Zahra.
" Kakak tenang saja, hati Fahri hanya untuk Syakilla saja tidak akan tergantikan. Makanya kakak jangan bilang yang tidak-tidak sama dia," gombal Fahri.
" Fahri...," Panggil Ilham.
"Ia, Bi, ini Fahri udah jalan," sahut Fahri.
"Assalamualaikum," ucap Fahri dan mengejar Abinya.
"Kenapa Syakilla menangis?," Tanya Aminah selepas Fahri pergi.
"Zahra juga gak tau Ummi, pas Zahra tanya dia bilang lagi pilek," jelas Zahra.
"Mungkin dia tidak mau kamu tau" ujar Aminah.
"Zahra juga tidak menanyakannya lagi, " balas Zahra.
" Apa yang kamu katakan sama dia semalam Ummi juga penasaran, kamu tidak iseng kan" Tanya Aminah ikut penasaran.
__ADS_1
"Ummi tenang aja, Zahra tau tempat kok, mana mungkin Zahra bilang yang tidak-tidak mengenai Fahri, karena yang Zahra lihat Fahri sangat menyukai Syakilla. Zahra juga dukung!," Jelas Zahra.