Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Shalat pertama setelah sah


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang jawab aku, nggak jawab panggilan suami itu dosa tau!," teriak Fahri.


Sementara di dalam kamar Syakilla lagi berada di dalam kamar mandi. Makanya tidak menjawab panggilan dari Fahri. Dan sedang mengumpat Fahri.


" Fahri membuatku tidak waras, baru juga beberapa menit jadi suami tingkahnya membuat jantungku hampir lepas." ucap Syakilla


" Dasar ustadz mesum," ucap Syakilla lagi.


Syakilla menyelesaikan mandinya kerena dia harus kembali lagi ke rumah sakit, dan tidak enak harus membuat Fahri menunggu di luar.


" Maafkan hamba ya Allah, hamba telah membuat suami hamba harus menunggu di luar, tapi hamba masih takut berada di dekatnya." ucap Syakilla keluar dari kamar mandi.


Dia tau kalau ini salah, tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak karena berada di dekat Fahri tidak baik untuk kesehatannya sendiri.


"Sayang..." Suara Fahri yang memanggilnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?," Tanya Syakilla pada dirinya sendiri


"Sayang jawab dulu kamu di mana," teriak Fahri.


" Aku di sini," jawab Syakilla.


" Buka pintunya," pinta Fahri.


" Tunggu sebentar," sahut Syakilla menggunakan pakaiannya tidak lupa juga dengan jilbabnya. Dia masih malu dan canggung meskipun sekarang mereka adalah suami istri.


" Kenapa tidak menjawab saat aku panggil?," Tanya Fahri ketika Syakilla sudah membukakan pintunya.


" Maaf aku tidak dengar, aku lagi di kamar mandi tadi," jawab Syakilla.


" Kamu sudah mandi?, Yah sayang sekali," goda Fahri.


" Nggak usah macam-macam," ucap Syakilla.


" Aku tidak macam- macam, hanya satu macam saja," ucap Fahri.


" Aku mau ambil baju Mama dulu," ucap Syakilla.


" Aku boleh pinjam handuk kamu? Badanku lengket semua, aku mau mandi sebentar, tidak apa-apa kan?," Tanya Fahri


" Tunggu sebentar aku ambil yang baru saja," jawab Syakilla.


" Tidak perlu, yang biasa kamu pakai saja." jawab Fahri.


" Beneran gak pa-pa?," Tanya Syakilla.

__ADS_1


" Memangnya kenapa, kamu ini istri aku. Jadi gak pa-pa, sayang juga kalau harus ambil yang lain, cuma sekali di pakai " jawab Fahri.


"Yaudah tunggu!," Ucap Syakilla mengambil handuknya dan menyerahkannya pada Fahri.


" Ini," ucap Syakilla.


" Apa kamu punya baju lain?," Tanya Syakilla


" Ada, tapi di mobil," jawab Fahri.


" Kamu mandi saja, nanti aku ambil," ucap Syakilla.


" Perhatian banget sih istriku ini," ucap Fahri membuat Syakilla malu.


" Sudah mandi sana, di mana kunci mobilnya biar sekalian aku ambil baju kamu" ucap Syakilla.


" Ia...ini." mengeluarkan kunci mobil dari saku celananya dan menyerahkan kuncinya kepada Syakilla


"Makasih istriku" ucap Fahri masuk ke dalam kamar mandi.


" Suami, aku masih berasa ini mimpi, bagaimana kalau dia meminta hak nya, aku belum siap," gumam Syakilla masih belum percaya kalau dia sudah punya suami sekarang.


Syakilla keluar dari kamarnya untuk menyiapkan baju untuk di bawa ke rumah sakit. Sekalian mengambil baju Fahri di mobil.


Syakilla mengambil keperluan Mamanya terlebih dahulu dan langsung membawanya untuk di masukkan ke dalam mobil biar tidak bolak balik lagi. Dia mencari bajunya Fahri di bagian belakang mobil, setelah menemukannya dia kembali masuk ke dalam untuk memberikan bajunya kepada Fahri.


Syakilla langsung membukakan pintu karena dia pikir Fahri masih berada di dalam kamar mandi, namun perkiraannya salah, Fahri sudah keluar dari kamar mandi dan duduk di atas kasurnya Syakilla sambil memainkan ponsel miliknya.


" Kenapa berteriak?," Tanya Fahri tidak mengerti kenapa Syakilla berteriak saat melihatnya.


Ketika Fahri melihat ke arah dirinya sendiri Fahri sadar kenapa Syakilla berteriak.


" Kenapa berteriak? Bukankah ini wajar untuk suami istri?" Tanya Fahri berjalan ke arah Syakilla berdiri.


"Tapi ini tidak wajar untukku, cepat pakai bajumu," suruh Syakilla menutup matanya.


" Bagaimana saya bisa pakai sedangkan bajunya masih ada di tangan kamu sayang," ucap Fahri padahal sudah berdiri di depan Syakilla tapi kerena Syakilla menutup matanya jadi dia tidak tau.


"Ini, ambil sendiri," ucap Syakilla menjulurkan tangannya ke arah Fahri.


" Saya enggak mau, kamu yang harus ke sini," ucap Fahri iseng.


" Kalau bukan suami..." umpat Syakilla tapi tetap melangkah pelan dengan mata tertutup.


Fahri tersenyum saat mendengar umpatan Syakilla, setelah Syakilla masuk Fahri dengan sengaja menutup pintu kamarnya.


"Fahri," ucap Syakilla.

__ADS_1


" Kamu panggil aku apa barusan? Apa mau aku ulangi lagi kejadian di bawah?," Tanya Fahri menahan tawa.


"Ya Allah maafkan hamba karena menggoda istri hamba sendiri, tapi hamba sangat senang melihatnya saat merasa malu," batin Fahri.


"Sayang, ayolah kita udah terlalu lama di rumah sakit . Kasian Bunda di rumah sakit sendirian " ucap Syakilla.


Di rumah sakit Fatimah masih setia menunggu suami istri yang baru beberapa jam resmi itu.


" Mereka kemana sih, lama banget? Apa terjebak macet ya!," Ucap Fatimah.


"Aku shalat di sini saja, nunggu mereka keburu habis waktu shalat zuhur habis" sambung Fatimah.


Balik ke Fahri dan Syakilla.


" Ia, kita shalat dulu setelah itu baru ke rumah sakit," ucap Fahri mengambil baju dari tangan Syakilla dan memakainya.


" Sudah, kamu bisa buka mata kamu," ucap Fahri.


" Kamu lagi nggak becanda kan?," Tanya Syakilla tidak mudah percaya dengan Fahri.


" Aku serius sayang, udah sana ambil wudhu dulu, " ucap Fahri.


Syakilla membuka matanya dan melihat Fahri yang sudah menggunakan bajunya.


" Kamu udah wudhu?," Tanya Syakilla.


"Belum, Apa kamu punya sarung? Aku nggak yakin kalau celana nggak terkena najis karena aku tidak ingat sudah duduk di mana saja," ucap Fahri.


"Aku ambil sebentar," ucap Syakilla membuka lemarinya dan mencari sarung untuk Fahri kenakan.


Kemudian, Syakilla masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu seperti perintah Fahri. Tidak lama Syakilla keluar dan Fahri yang masuk.


Mereka mengerjakan shalat berdua untuk pertama kali setelah menjadi suami istri. Syakilla bahagia sekaligus sedih dengan apa yang sedang dia hadapi. Mereka shalat dengan khusyuk.


Setelah shalat Syakilla dan Fahri memanjatkan doa untuk kesembuhan Mamanya dan juga untuk rumah tangganya.


Tanpa sadar air mata keduanya terjatuh. Fahri yang bahagia telah bersama Syakilla sekaligus khawatir dengan keadaan Mama mertuanya. Sedangkan Syakilla sedang mengkhawatirkan Mamanya tapi dia juga bahagia sekarang Fahri sudah menjadi suaminya.


Suaminya sedang menjadi menjadi imam dalam shalatnya sekarang. Laki-laki yang tidak ingin Syakilla temui setelah kejadian di cafe, tapi siapa tahu itu adalah pertemuan pertama yang membawa Syakilla bertemu dengan jodohnya.


Syakilla kembali meneteskan air matanya dan itu dilihat oleh Fahri.


" Sayang, Mama pasti akan baik-baik saja." ucap Fahri menjulurkan tangannya. Dia pikir Syakilla menangis karena mengkhawatirkan Mamanya.


" Ia," balas Syakilla dan menyambut uluran tangan Fahri dan mencium tangan suaminya seraya meneteskan air mata.


" Jangan menangis lagi, sekarang kamu siap- siap kita ke rumah sakit," ucap Fahri.

__ADS_1


Syakilla hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian, dia berdiri celingak-celinguk mencari sesuatu


" Kamu lagi cari apa?," Tanya Fahri.


__ADS_2