Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Mulai nakal


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


" Siapa yang mesum?"


" Itu Mas..." jawab Syakilla sebelum melihat siapa yang bertanya kepadanya.


" Eh, kak Zahra" ucap Syakilla kikuk setelah tau kalau Zahra yang sedang bertanya kepadanya.


" Siapa yang mesum?" Tanya Zahra sekali lagi.


Syakilla bingung mau menjawab apa tidak mungkin dia bilang kalau yang mesum itu adalah suaminya, yang ada Fahri akan mengomelinya seperti dulu pas dia mengadu pada Bunda Fatimah.


" Ada apa ini?" Tanya Fahri yang baru datang langsung merangkul Syakilla dan Zahra, Syakilla reflek menutup bibirnya menggunakan tangannya sendiri.


" Kakak juga tidak tau, tapi kakak tidak sengaja mendengar Syakilla menyebut kata mesum," jawab Zahra.


"Siapa yang mesum sayang?" Tanya Fahri menatap Syakilla dengan tersenyum penuh makna.


" Eumm" geleng Syakilla tidak berani membuka mulutnya.


" Tenang saja, mas masih tau tempat," bisik Fahri di telinga Syakilla.


Zahra yang melihat Fahri dan Syakilla sudah bisa menebak siapa yang di maksud Syakilla barusan. Zahra menepis tangan Fahri dari bahunya.


" Dasar bucin, kakak ke kamar dulu. Kalau mau bermesraan jangan di sini, di kamar sana." ucap Zahra berlalu pergi dari hadapan Syakilla dan Fahri. Dia tidak mau mengganggu pasangan suami istri yang sedang kasmaran itu.


"Bilang saja kakak iri sama Fahri, makanya cepat nikah biar bisa bermesraan juga," ucap Fahri.


Setelah Zahra pergi Syakilla sudah ancang-ancang untuk melarikan diri dari Fahri, tapi gerakannya sudah bisa di baca oleh suaminya.


" Mau kemana? Kamu bilang apa sama kak Zahra?" Tanya Fahri memeluk Syakilla dari belakang.


" Aku nggak bilang apa-apa. Aku mau turun," jawab Syakilla tidak berani berbalik, jantungnya rasanya sudah mau lepas dari tempatnya. Hari ini Fahri benar-benar membuatnya tidak waras.


" Bukan mau menghindar dari mas?" Tanya Fahri meletakkan dagunya di pundak Syakilla, membuat Syakilla merinding.


" Mas lepas nanti ada yang lihat," ucap Syakilla.


" Paling yang lihat Ummi, Abi atau kak Zahra,"balas Fahri enggan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


" Astagfirullahaladzim, Fahri," ucap Ummi Aminah. Membuat Syakilla malu karena kepergok mertua sedang bermesraan.


" Ummi" ucap Fahri salah tingkah.


" Kalau mau bermesraan jangan di sini, di kamar saja." ucap Ummi Aminah.


" Iya Ummi," balas Fahri.


" Sudah sana, untung saja Ummi yang lihat coba kalau kakak kamu yang lihat," ujar Ummi Aminah.


" Maaf Ummi," ucap Fahri.


Fahri menarik Syakilla ke dalam kamar mereka dengan susah payah. Ummi Aminah yang melihat anak dan menantunya ikut tersenyum.


" Dasar anak muda, tadi seperti lagi bertengkar sekarang malah bermesraan," lirih Ummi Aminah masuk ke dalam kamarnya.


Sampai di dalam kamar Syakilla tidak mengeluarkan suara sama sekali dia selalu menutup mulutnya menggunakan tangan takut Fahri mengulang kejadian yang sama padanya.


" Kenapa di tutup?" Tanya Fahri tersenyum, padahal dia jelas tau kenapa Syakilla melakukan itu.


Syakilla hanya menggelengkan kepalannya membuat Fahri tambah gemas dengan istrinya. Fahri melangkah menuju pintu dan menguncinya dari dalam dan menyimpan kuncinya dalam saku celananya.


" Mas Fahri mau ngapain?" Tanya Syakilla wanti-wanti takut Fahri berbuat hal yang aneh. Fahri tidak menjawab pertanyaan dari Syakilla dia hanya tersenyum dan terus berjalan ke arah Syakilla duduk. Syakilla berusaha untuk lari tapi di cegah Fahri dengan memeluk Syakilla dari belakang.


" Mas mau ngapain? Ini masih sore!" Ucap Syakilla. Fahri semakin menahan tawanya melihat Syakilla yang salah tingkah dan wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


" Mas, jangan buat aku takut" ucap Syakilla semakin gugup apalagi Fahri meletakkan dagunya di atas pundak Syakilla membaut Syakilla menegang.


" Mas, jangan seperti ini. Mas buat aku takut" ucap Syakilla hampir menangis. Fahri tida bisa menyembunyikan lagi eskpresi wajahnya. Fahri tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah Syakilla yang sudah ketakutan dan melepaskan pelukannya


" Hahahah! Sayang kamu gemesin banget sih!" Ucap Fahri tidak bisa berhenti tertawa dan mencubit pipi Syakilla saking gemasnya.


" Mas Fahri jahat," ucap Syakilla memukul dada Fahri.


" Maaf, mas cuma mau isengin kamu" ucap Fahri merasa bersalah karena hampir membuat istrinya menangis dengan ulahnya.


" Mas buat aku takut," ucap Syakilla.


" Maaf, tapi kalau nanti malam boleh ngak?" Tanya Fahri menggoda Syakilla.

__ADS_1


" Nggak, aku ngambek," ucap Syakilla.


" Mas cuma bercanda sayang. Boleh ya!" Ucap Fahri.


" Aku mau mandi dulu," ucap Syakilla berjalan ke arah lemari untuk mengambil bajunya.


" Mas ikut ya!" Goda Fahri.


" Nggak, siapa suruh kerjain istri sendiri," balas Syakilla buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.


" Gagal lagi, Fahri ini semua karena ulah kamu sendiri coba kalau nggak iseng," gumam Fahri menyesali perbuatannya sendiri.


Ceklek!


Suara pintu kamar mandi terbuka, Fahri sudah sangat percaya diri, dia tersenyum melihat Syakilla yang keluar lagi dan menghampirinya.


" Kamu berubah pikiran," ucap Fahri.


" Siapa bilang?" Balas Syakilla mengambil handuk yang lupa dia bawa dan menunjukkannya kepada Fahri.


Fahri berjalan lesu menuju balkon kamarnya. Syakilla mengendap keluar dari kamar mandi dan mengikuti Fahri yang cemberut.


" Mas" panggil Syakilla. Baru saja Fahri berbalik arah, satu kecupan mendarat di pipinya.


Cup!


Fahri terkejut dengan tindakan Syakilla yang tanpa dia duga sama sekali. Fahri mematung mengelus pipinya yang dicium Syakilla, setelah Fahri tersadar Syakilla sudah kembali masuk ke dalam kamar mandi.


" Sayang, kamu udah nakal ya!" pekik Fahri di depan pintu kamar mandi.


" Biarin aja" sahut Syakilla dari dalam. Syakilla sebenarnya merasa kasian dengan suaminya karena di saat Fahri sudah sangat perhatian dan selalu ada untuknya, selalu mengerti keadaanya tapi Syakilla selalu menolak Fahri padahal itu adalah haknya sebagai suami.


" Maaf mas, selama ini kamu yang selalu harus mengalah karena keadaan aku tapi aku tidak pernah mencoba untuk mengerti kamu. Mulai saat ini aku akan mencoba menjadi seorang istri yang baik untuk kamu," gumam Syakilla di dalam kamar mandi.


Dengan hadirnya ustazah Nabila membuatnya sadar dan membuka matanya kalau dia juga takut kehilangan Fahri. Fahri adalah laki-laki yang baik, wanita mana yang tidak menginginkan laki-laki seperti itu. Dia saja yang tidak pernah jatuh cinta selama ini, bisa jatuh cinta dengan sosok Fahri yang abstrak.


" Awas ya! Jangan salahkan kan mas nanti," balas Fahri.


Fahri merasa sangat senang dia tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Dia terus mengelus pipinya sambil melangkah menuju balkon kamarnya. Fahri seperti orang yang baru merasakann jatuh cinta. Bedanya dia jatuh cinta kepada istrinya sendiri.Fahri berdiri di balkon menghirup udara sore seraya tersenyum.

__ADS_1


" Mas tidak akan melepaskan kamu malam ini sayang, mas anggap kalau ini tanda persetujuan dari kamu" gumam Fahri.


__ADS_2