Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Sebuah janji


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Maafin aku ya, Mas," ucap Syakilla.


"Minta maaf untuk apa?," Tanya Fahri tidak mengerti.


" Seharusnya kita bahagia sekarang karena pernikahan ini, ya walaupun aku masih sedikit gak percaya kalau aku sudah punya seorang suami sekarang. Tapi kamu malah harus ngurusin Mama aku seperti ini" ucap Syakilla.


" Sayang jangan bicara seperti itu, ini semua bukan salahnya kamu, aku, ataupun Mama. Ini sudah takdir, kita lewati ini bersama," balas Fahri meletakkan sendok yang ada di tangannya dan menarik Syakilla masuk ke dalam pelukannya.


" Jangan bicara seperti itu lagi, aku gak mau dengar kamu bicara seperti ini, sekarang Mama kamu juga Mama aku,oke" sambung Fahri.


"Ia, Mas," ucap Syakilla.


" Sekarang kamu makan lagi," ucap Fahri melepaskan pelukannya.


"Aku udah kenyang, Mas, kamu aja yang makan" ucap Syakilla.


" Dikit lagi sayang, buka mulutnya" ucap Fahri.


Walaupun Syakilla tidak mau dia tetap makan dari suapan suaminya.


Setelah makan Fahri dan Syakilla melaksanakan shalat insya bersama.


"Qilla," panggil Rosa lemah.


" Mama, Qilla di sini Ma" ucap Syakilla.


" Mama udah sadar, alhamdulillah ya Allah terima kasih," sambung Syakilla.


" Ini dimana? Kenapa Mama ada di sini?," Tanya Rosa.


"Kita di rumah sakit,Ma. Mama pingsan tadi waktu di panti." jawab Syakilla senang karena Mamanya sudah sadar.


" Sayang aku panggil dokter dulu sebentar ya! " Ucap Fahri.


"Ia, Mas," balas Syakilla.


" Mama mau minum?," Tanya Syakilla.


Rosa menganggukkan kepalanya pelan. Tidak lama masuk dokter dan di ikuti Fahri di belakangnya.


" Permisi," ucap dokter masuk dan memeriksa keadaan Mama Rosa yang baru saja sadar.


" Gimana keadaan Mama dok?," Tanya Syakilla.


" Alhamdulillah, keadaan pasien sudah lebih stabil. Tapi, Mama anda harus tetap di rawat beberapa hari lagi." ucap Dokter.


" Ia, Dok. Terima kasih," ucap Fahri.

__ADS_1


" Sama-sama, saya permisi dulu." ucap Dokter.


Setelah dokter keluar Syakilla dan Fahri duduk di samping Rosa yang masih terbaring lemah di atas hospital bed.


"Apa yang Mama rasakan sekarang?," Tanya Fahri.


" Alhamdulillah Mama merasa lebih baik, terima kasih udah jagain Mama," ucap Rosa.


" Sama-sama Ma, itu udah kewajiban Fahri sebagai anak" jawab Syakilla.


" Maafin Mama, karena Mama kalian harus berada di sini sekarang," ucap Rosa.


" Ini bukan salah Mama, jadi Mama tidak perlu minta maaf," ucap Fahri.


" Mama memang tidak salah memilih kamu, apapun yang terjadi nantinya Mama tidak mau kalian berpisah. Tolong jagain Syakilla untuk Mama, jaga Syakilla baik-baik." ucap Rosa.


"Mama kenapa bicara seperti itu?," Tanya Syakilla berkaca-kaca.


"Jangan menangis lagi sayang, sekarang waktunya kamu bahagia, sudah cukup kamu menangis selama ini. Berbahagialah bersama suami kamu apapun yang terjadi ke depannya jangan pernah menangis lagi." ucap Rosa.


"Lebih baik sekarang Mama istirahat ya, biar cepat pulih gak usah bicara yang aneh-aneh" ucap Syakilla tidak suka melihat Mamanya berbicara seperti itu.


" Kalian juga tidur, jangan jagain Mama terus, perhatikan juga kesehatan kalian. Jangan karena mencemaskan Mama kalian jadi sakit. Terutama kamu Qilla, jangan sibuk bekerja lagi sekarang kamu sudah memiliki suami" ucap Rosa.


" Ia, Ma" balas Syakilla dan Fahri.


Rosa memejamkan matanya dan Syakilla menarik selimut untuk Mamanya agar bisa tidur dan tidak kedinginan. Setelah Mamanya tertidur Syakilla beranjak dari samping Mamanya dan duduk di atas sofa panjang.


" Sayang kamu tidur duluan aja ya, aku mau keluar sebentar," ucap Fahri.


" Mas mau kemana?" Tanya Syakilla.


" Mau kasih kabar sama Ummi dan Abi kalau Mama udah sadar" jawab Fahri.


" Kasih taunya di sini saja, kenapa harus keluar!," Ucap Syakilla.


"Nanti ganggu Mama sayang," balas Fahri.


" Yaudah, aku tidur duluan gak pa-pa kan?" Tanya Syakilla.


" Iya gak pa-pa, kamu tidur duluan aja. Sisakan tempat untuk aku juga. " ucap Fahri mengedipkan matanya.


" Mas, masih banyak sofa di sini," balas Syakilla.


" Tapi aku mau tidur di samping istriku," ucap Fahri.


" Mas, ini rumah sakit, gak usah aneh-aneh. Sekarang kamu telpon Ummi dan Abi sana" ucap Syakilla yang salah tingkah merebahkan tubuhnya di atas sofa rumah sakit.


"Dia sangat lucu saat salah tingkah seperti itu, Ya Allah kuatkan iman hamba dari istri hamba yang menggemaskan ini. Jangan sampai hamba khilaf," lirih Fahri saat membukakan pintu.

__ADS_1


Fahri keluar dari kamar perawatan Mama mertuanya untuk memberi kabar kepada Ummi dan Abinya mengenai Mama mertuanya, setelah itu dia kembali lagi ke dalam untuk istirahat.


" Dia sudah tidur, kasian sekali kamu sayang." ucap Fahri mengelus rambut istrinya.


Fahri mencuri ciuman di kening istrinya untuk pertama kalinya. Dia melakukannya sedikit lama.


" Semoga saja dia tidak marah lagi saat tau kalau aku menciumnya diam-diam begini," gumam Fahri setelah melepaskan ciumannya.


Baru saja Fahri menduduki sofa panjang yang di dekat Syakilla untuk tidur, Mama Rosa memanggilnya dengan suara pelan.


" Fahri," panggilnya.


" Mama," ucap Fahri bangun dari sofanya sebelum itu menoleh ke arah istrinya yang sudah tertidur lelap.


" Mama membutuhkan sesuatu?," Tanya Fahri menghampiri Rosa.


" Duduk dulu," pinta Rosa dengan suara sangat lemah.


" Mama mau bicara sesuatu sama kamu," sambungnya.


" Mama mau bicara apa?," Tanya Fahri duduk di bangku yang di dekat Mama mertuanya.


" Apapun yang terjadi sama Mama nanti tolong jagain Qilla ya, Mama titip dia sama kamu," ucap Rosa lemah.


" Ma, jangan bicara seperti itu, kalau Syakilla dengar pasti dia sangat marah," balas Fahri.


" Maka dari itu Mama tidak memberitahukannya, tolong jangan kasih tau apapun sama dia mengenai penyakit Mama walaupun Mama sudah tidak ada nanti," ucap Rosa.


" Ma, jangan bicara seperti itu. Kita sebagai manusia tidak bisa mendahulukan takdir." ucap Fahri.


" Mama rasa waktu Mama sudah tidak banyak lagi Fahri" ucap Rosa meneteskan air matanya.


" Mama sebaiknya sekarang tidur lagi ya, Mama banyak-banyak zikir. Kata dokter Mama juga sudah lebih baik. Jadi, Mama harus semangat. Kita masih membutuhkan Mama di sini apalagi Syakilla," ucap Fahri.


" Kalau Mama sudah tidak ada lagi, Mama titip Syakilla sama kamu, dan tolong bilang sama Syakilla untuk berhenti membenci Papanya sendiri. Mudah-mudahan bersama kamu dia bisa melupakan kebenciannya terhadap Papanya. Tolong bimbing dia," ucap Rosa.


" Pasti Ma. Makanya Mama harus sehat dulu agar Mama bisa lihat ayah dan anak kembali bersatu, apa Mama tidak ingin melihat anak Syakilla nanti?" Tanya Fahri sengaja untuk membuat mertuanya berhenti berpikir negatif.


" Mama sangat ingin sayang, tapi Mama tidak tau apa Allah masih memberi umur untuk Mama," ucap Rosa tersenyum simpul.


" Kami selalu mendoakan Mama untuk tetap di beri umur panjang sama Allah, sekarang Mama istirahat," ucap Syakilla


" Berjanji dulu sama Mama kalau kamu ada terus ada di samping Syakilla dan tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi," ucap Rosa.


" Ia, inn syaa Allah Fahri akan terus bersama Syakilla dan tidak akan meninggalkannya sampai maut yang memisahkan kami," kata Fahri yakin seyakin yakinnya.


" Terima kasih, Mama sudah tenang sekarang" ucap Rosa.


" Sekarang Mama tidur lagi," ucap Fahri membenarkan bantal agar mertuanya bisa tidur dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2