Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Belum mengambil keputusan!!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹


"Jadi..." ucap Fahri tidak percaya.


" Iya Fahri, mereka adalah orang yang sama," ucap Aminah.


" Ummi kenapa tidak kasih tau dari awal," protes Fahri merasa di bohongi.


" Ummi juga baru tau tadi," ucap Aminah.


" Qilla minta maaf Ummi, Abi, Qilla tidak berniat membohongi kalian tapi ada beberapa hal yang saat ini tidak bisa kasih tau ke kalian, " ucap Syakilla.


"Tidak apa-apa Qilla, kami juga mengerti kamu juga selama ini selalu baik sama kami, kalau Zahra tau kamu adalah Syakilla yang sama pasti dia sangat senang sekali, ya kan Bi," ucap Aminah.


" Tunggu! Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Rosa tidak mengerti.


"Mama ingat dengan costumer yang undang aku ke acara lamaran waktu itu, mereka adalah Ummi dan Abi," jelas Syakilla.


"Ohh, Mama mengerti sekarang," ucap Rosa mulai paham arah pembicaraan mereka.


"Pantas saja pas pertama kali bertemu di parkiran kamu langsung mengenali aku, ternyata..." ucap Fahri masih tidak percaya.


"Saya benar-benar minta maaf, saya punya alasan tersendiri kenapa saya menjadi orang yang berbeda saat saya berada di kawasan butik," terang Syakilla tidak mau ada kesalahpahaman.


"Abi mengerti kamu punya alasan sendiri, tapi Abi doakan semoga kamu istiqamah menggunakan cadar nantinya," ucap Ilham.


"Terima kasih Abi, Ummi, sudah mau mengerti saya," ujar Syakilla merasa tidak enak.


"Apa kamu tidak ada niatan minta maaf sama saya," ucap Fahri.


"Saya juga minta maaf sama kamu dan juga kaka Zahra, tolong sampaikan maaf saya," ucap Syakilla.


"Sudahlah itu semua sudah berlalu, sekarang kita fokus pada intinya saja," ucap Ilham menengahi.


"Saya hampir lupa tujuan kita kemari, Fahri " ucap Aminah.


" Sebelumnya boleh saya bicara berdua saja dengan Syakilla," pinta Fahri


"Tidak boleh, kalau mau bicara di sini saja," ucap Ilham tegas.


"Abi... Kami bicara di luar , bisa kan?," Tanya Fahri sekali lagi.


"Bicaralah, " ucap Aminah.


"Mari Syakilla," ajak Fahri.

__ADS_1


Syakilla melihat ke arah Mamanya dan juga yang lain karena mendapat anggukan dari semua akhirnya Syakilla mau di ajak keluar oleh Fahri.


"Kita duduk di sini saja," ucap Fahri.


Mereka berdua duduk di kursi yang ada di halaman panti. Mereka duduk berjauhan satu sama lain.


"Kenapa mengajak saya bicara di sini? Kenapa tidak di dalam saja?," Tanya Syakilla.


"Sebelum saya bicara di depan yang lainnya saya ingin memastikan sesuatu sama kamu terlebih dahulu," ucap Fahri melihat ke depan.


" Apa?," Tanya Syakilla.


"Saya ingin tau perasaan kamu terhadap saya, saya tidak akan memaksa kamu tapi saya ingin jawaban jujur dari kamu," ucap Fahri to the poin.


'Kenapa dia malah menanyakan ini, dan mengajak orang tuanya lagi, apa dia...' batin Syakilla.


"Saya tidak tau," jawab Syakilla asal.


" Kenapa bisa tidak tau! Yang tau perasaan kamu hanyalah kamu sendiri, jujur saat pertama kali saya melihat kamu di cafe waktu itu saya sudah menyukai kamu. Tapi, saya pikir itu hanya kebetulan saja.Namun, Allah mempertemukan kita lagi, sejak saat itu saya semakin yakin kalau Allah mengirim kamu untuk saya," ucap Fahri.


"Saya..." Syakilla tidak tau harus bicara apa dia sangat gugup sekarang. Bohong sekali kalau dia tidak menyukai Fahri.


" Tolong jawab jujur,," potong Fahri.


"Jujur saya tidak tau apa yang sedang saya rasakan sekarang ini, yang jelas saya bahagia saat di dekat kamu, dengan semua tingkah konyol kamu yang selalu membuat saya kesal setiap kita bertemu." ungkap Syakilla.


"Apa kamu pernah mengalami patah hati sehingga takut untuk berkomitmen sekarang, kalau iya! Kamu tenang saja saya tidak akan mengecewakan kamu," ucap Syakilla.


"Siapa yang tau untuk ke depannya," ujar Syakilla.


"Saya memang tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, tapi sebagai manusia kita juga tidak bisa mengklaim sesuatu akan sama di masa yang akan datang" ucap Fahri.


"Jadi bagaimana?"Sambung Fahri.


"Apa boleh berikan saya waktu terlebih dahulu, saya mau shalat istikharah terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan ini," pinta Syakilla.


"Saya akan menunggu kapanpun kamu akan memberi saya jawaban atas pertanyaan saya tadi," ucap Fahri.


"Baiklah kita kembali ke dalam saja," ucap Fahri.


"Tapi bagaimana dengan Abi dan Ummi?," Tanya Syakilla.


"Masalah Abi dan Ummi saya kamu tenang saja," jawab Fahri.


Mereka kembali masuk ke dalam ruangan yang ada keluarga mereka.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap keduanya.


"Bagaimana?" Tanya Fatimah antusias.


"Bunda Qilla mau bicara berdua dengan Bunda sebelum mengambil keputusan ini," ucap Syakilla.


"Baiklah, ayo," ucap Fatimah.


"Permisi semuanya," sambung Fatimah lagi dan keluar bersama Syakilla.


"Bagaimana Fahri?," Tanya Aminah.


"Syakilla belum mengambil keputusan Ummi dia mau shalat istikharah terlebih dahulu," jawab Fahri.


"Fahri maafkan Syakilla, dia seperti itu karena melihat rumah tangga orang tuanya, saya dan Papanya berpisah karena adanya orang ketiga dalam rumah tangga kami, Papanya memilih untuk bersama selingkuhannya dan meninggalkan saya waktu Syakilla masih kecil. Mungkin dia belum bisa percaya dengan laki-laki," ungkap Rosa


"Saya paham tante calon mertua, saya akan terus meyakinkan Syakilla," ucap Fahri.


"Dan saya sangat yakin kalau Syakilla juga menaruh hati sama kamu," ujar Rosa.


"Kalau mereka adalah jodoh tidak ada yang bisa memisahkan mereka, " timpal Ilham.


"Dan saya yakin mereka berjodoh, apa Syakilla menceritakan sesuatu setelah dia pulang dari acara lamaran waktu itu?," Tanya Aminah.


"Dia sangat jarang mau bercerita sama saya, dia selalu menyimpannya seorang diri," jawab Rosa.


"Pada saat acara itu, anak kami yang perempuan mencoba menjodohkan mereka berdua, tapi saat itu Syakilla juga tidak memberi jawaban yang pasti, dan saat itu juga Fahri bilang dia sudah menyukai orang lain, yang ternyata mereka adalah orang yang sama," ungkap Aminah.


"Pantas saja setelah pulang dari acara itu, dia seperti sedang memikirkan sesuatu," ucap Rosa.


...----------------...


Di tempat Syakilla dan Bunda Fatimah berada.


"Apa yang mau kamu bicarakan sama Bunda?" Tanya Fatimah.


"Qilla bingung Bunda, apa yang harus Syakilla lakukan!," Ucap Syakilla.


"Jawab pertanyaan Bunda. Kamu menyukai Fahri atau tidak?," Tanya Fatimah tegas.


"Jujur Syakilla nyaman bersama Fahri, tapi Qilla takut..." ucap Syakilla.


"Takut dia akan meninggalkan kamu seperti yang Papa kamu lakukan." potong Fatimah. Dan Syakilla menganggukkan kepalanya.


"Sayang tidak semua rumah tangga itu sama, masih banyak keluarga yang bahagia di luar sana, kasian Fahri dia sangat mencintai kamu," ucap Fatimah.

__ADS_1


" Apa yang harus Qilla lakukan sekarang Bunda?" Tanya Syakilla yang hampir menangis.


Dia marah terhadap dirinya sendiri kenapa tidak bisa memutuskan tentang perasaanya sendiri, yang jelas-jelas dia juga menyukai Fahri. Dia tidak mau munafik tapi di hatinya masih menyimpan perasaan takut.


__ADS_2