Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Panik


__ADS_3

Syakilla masuk ke dalam rumahnya, di dalam sudah ada sang Mama yang lagi menonton acara kesayangannya yang tidak boleh terlewat satu episode pun. Syakilla sendiri sangat jarang menonton, dia lebih banyak menghabiskan waktu luangnya untuk menulis atau menciptakan desain karya baru untuk butiknya. Tetapi, dia tidak pernah ketinggalan dengan konser BTS, grup kesayangannya.


"Assalamualaikum, sore Ma," ucap Syakilla ketika sudah masuk ke rumah.


"Waalaikum salam, kapan pulangnya?" Tanya Mama Rosa tanpa melihat ke arah Syakilla sibuk dengan acara di tv.


" Barusan Ma, Mama sendiri kapan pulangnya, kok jam segini sudah ada di rumah aja?" Tanya Syakilla.


" Mama pulang lebih awal hari ini" jawab Mama Rosa singkat tanpa menoleh ke arah Syakilla, masih fokus dengan tv nya.


" Bukannya Mama mau ke butik di daerah X hari ini, kenapa jam segini sudah sampai rumah?" Tanya Syakilla heran karena setahu dia gak mungkin bisa sampai ke rumah dengan cepat karena lumayan otomatis membutuhkan waktu yang lumayan lama.


"Mama gak jadi ke sana, kamu saja yang pergi" jawab Mama Rosa.


"Besok jadi ke tempat lamaran itu" tanya Mama Rosa tapi matanya tetap fokus dengan tv.


" Jadi Ma, Mama mau temenin Qilla" ujar Syakilla.


" Mama cuma tanya saja bukan berarti Mama mau ikut" jawab Mama Rosa.


"Kenapa tanya kalau gak mau temenin" gumam Syakilla pelan tapi masih bisa di dengar oleh Mamanya.


"Pendengaran Mama masih berfungsi dengan sangat baik, sayang" ucap Mama Rosa.


"Terserah Mama saja, aku mau ke kamar dulu, jangan terlalu sering nonton begituan" ucap Syakilla.


"Itu terserah sama Mama, Mama aja gak melarang kamu suka sama si Suga Suga itu!" Balas Mama Rosa.

__ADS_1


Syakilla tidak menjawab lagi karena benar apa yang Mamanya katakan kalau dia sangat menyukai Suga BTS. Dia adalah salah satu sekte yonggi marry me.


"Gak bisa jawab kan, makanya jangan cari ribut sama Mama" ucap Mama Rosa menoleh sebentar ke arah Syakilla sebentar lalu kembali ke tv.


"Iya iya, Qilla ke kamar dulu" balas Syakilla.


" Kenapa gak dari tadi! Ganggu saja" ucap Mama Rosa.


Setelah Syakilla masuk ke kamarnya, dia langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, tidak lupa juga membawa pakaian gantinya. Bagi Syakilla cara melepas penat dan lelah setelah beraktifitas seharian di luar yang terbaik adalah dengan berendam dalam bathub mengisi dengan sabun beraroma mawar, sungguh surga dunia.


Satu jam lebih, Syakilla baru keluar dari dalam kamar mandi. Itupun karena suara azan magrib kalau tidak Syakilla pasti akan lebih lama lagi di kamar mandinya.


Syakilla keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan baju ganti yang dia bawa, dia berjalan ke tempat di mana dia menaruh mukenanya dan bersiap untuk melaksanakan shalat magrib.


Malam ini Syakilla tidak banyak melakukan kegiatan dia tidak menjahit, malam ini dia ingin menulis saja, karena sudah beberapa hari ini dia tidak pernah menulis lagi akibat terlalu fokus pada dengan butiknya saja.


Syakilla keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan ringan serta buah untuk menemaninya saat menulis, saat kelar dari kamar dia tidak melihat keberadaan Mamanya di meja makan seperti biasa ataupun di depan tv. Jadi, dia berniat mancarinya di kamar setelah pergi ke dapur.


"Ma" panggil Syakilla di depan pintu kamar Mamanya. Tetapi, tidak ada sahutan dari dalam.


"Mama" panggil Syakilla lagi tidak ada sahutan juga. Syakilla mulai cemas karena tidak biasanya Mamanya tidak menjawab jika dipanggil olehnya.


Syakilla menaruh makanan yang ada di tangannya di meja yang ada di depan kamar Mamanya, lalu membuka pintu kamar Mamanya pelan.


"Ma, Mama" panggil Syakilla.


"Mama kemana sih kenapa gak menyahut saat di panggil!" Gumam Syakilla pelan.

__ADS_1


Syakilla mencari Mamanya di segala tempat yang ada di kamar tapi tidak juga menemukan sang Mama.


"Mama pergi kemana malam malam begini?, tidak biasanya!" Batin Syakilla.


Syakilla keluar dari kamar Mamanya menuju kamarnya sendiri, tidak lupa pula membawa makanan yang di ambilnya di dapur tadi.


Dia menuju balkon di mana tempat paling nyaman untuk menulis sambil menikmati angin malam juga bisa melihat bintang bintang yang indah. Apalagi malam ini sangat keadaan mendukung Syakilla karena sangat cerah juga banyak bintang bintang di langit sungguh ciptaan yang tidak bisa di gantikan.


Syakilla duduk di kursi dan mulai menyalakan laptopnya tapi dia tidak langsung menulis dia menghubungi Mamanya terlebih dahulu untuk menanyakan dan memastikan keberadaanya


Tuttttt tutttt tuttt


Tapi tidak ada jawaban dari Mamanya. Sudah beberapa kali Syakilla menghubungi Mamanya tapi tidak ada jawaban sama sekali, Syakilla yang awalnya ingin menulis mengurungkan niatnya, dia mulai khawatir kemana sang Mama pergi tanpa memberi tahu dirinya terlebih dahulu.


" Mama pergi kemana sih? Mana gak bilang lagi, bikin aku khawatir saja, di hubungi juga gak bisa," gumam Syakilla.


Syakilla terus menghubungi Mamanya dengan perasan cemas dan khawatir.


"Ma jawab" gumam Syakilla khawatir.


Syakilla keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk memastikan sesuatu. Dia menuju garansi di mana mobil Mamanya berada.


" Mobilnya juga masih ada, sebenarnya Mama kemana sih?" umpat Syakilla kesal.


Jangan lupa


LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV.

__ADS_1


KARENA ITU SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR SEPERTI SAYA INI


TERIMA KASIH WAKTUNYA🙏


__ADS_2