Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Jangan mulai!!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹


Temenin tapi," rengek Syakilla.


" Iya, mama temenin putri kecil mama yang sudah besar ini, tapi kelakuannya masih seperti anak kecil saja," ucap Mama Rosa.


Syakilla makan di temani sang Mama yang duduk di sampingnya. Syakilla benar- benar terlihat seperti anak kecil saja.


"Mama enggak makan?," Tanya Syakilla.


"Mama udah makan, kamu saja yang makan," ucap Mama Rosa.


Syakilla makan dengan lahap karena sudah sangat kelaparan dia hanya sarapan setelah itu dia tidak makan apa-apa lagi sampai sore hari.


"Lapar banget ya sayang, maafin mama ya, walaupun mama gak ada kamu juga harus tetap makan, jaga kesehatan kamu, jangan sampai sakit," nasehat Mama Rosa.


" Mama kenapa bicara seperti itu?," Tanya Syakilla.


" Bukan apa-apa sayang, mama hanya mengingatkanmu saja, kamu selalu saja tidak makan kalau mama gak ada kabar, itu tidak baik untuk kesehatan kamu sendiri sayang," ujar Mama Rosa.


"Makanya mama jangan buat Qilla khawatir," balas Syakilla.


" Jangan membantah kalau di kasih tau, dengerin mama! Mama tidak setiap saat ada sama kamu," ucap Mama Rosa.


Syakilla tidak peduli apa yang Mamanya katakan karena baginya itu adalah pernyataan yang sangat tidak Syakilla suka.


Siapa yang suka saat orang yang kita sayang berbicara seolah dia akan meninggalkan kita untuk selamanya.


Selesai makan Syakilla naik ke atas. Dia ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk menghilangkan rasa lelah dan letih-nya.


"Ma, Qilla ke ke kamar dulu ya, mau mandi gerah banget," ucap Syakilla.


"Iya,mama juga mau ke kamar sekalian nunggu magrib," balas Mama Rosa.


Syakilla masuk ke kamarnya, sedangkan Mamanya masuk ke kamarnya sendiri.


Syakilla masuk langsung masuk ke kamar setelah tiba di kamarnya. Dia merasa sangat gerah karena berkeliling seharian tanpa berhenti. Tidak lupa dia membawa handuk dan baju ganti untuk dia pakai.


Satu jam Syakilla baru keluar dari dalam kamar mandi.


"Segar banget," ucap Syakilla.


"Aku harus kasih tau Ria kalau Mama sudah pulang," gumam Syifa menuju tempat si mana ponselnya berada. Dan mencari kontak atas nama Ria.


Tut Tut


_"Assalamualaikum Ria" ucap Syakilla begitu sambungan tersambung.


"Waalaikum salam, ada apa, Miss?," Jawab Ria dari seberang.

__ADS_1


_" Saya mau kasih tau kamu kalau Mama saya sudah pulang, maaf saya baru mengabari kamu sekarang," ucap Syakilla.


"Alhamdulillah kalau seperti itu Miss saya ikut senang, apa Ibuk baik-baik saja?," Tanya Ria.


_"Alhamdulillah mama baik-baik saja, terima kasih sudah membantu saya, nanti akan saya kasih bonus untuk kamu." Ucap Syakilla.


"Itu tidak perlu Miss, saya membantu karena saya juga mengkhawatirkan Ibuk, bukan karena hal lain," balas Ria.


_" Tidak apa-apa terima saja, itu sebagai tanda terima kasih saya ke kamu karena sudah membantu mencari mama saya, jadi... jangan menolaknya." Ucap Syakilla.


"Terima kasih kalau begitu Miss," ucap Ria.


_"Sama- sama, jangan sungkan sama saya, kalau kamu butuh apa- apa bilang saja,"ucap Syakilla.


"Baik,Miss," balas Ria.


_"Kalau begitu saya tutup teleponnya ya!" Ucap Syakilla.


"Iya, Miss," jawab Ria.


_"Assalamualaikum," ucap Syakilla.


"Waalaikum salam," jawab Ria


Syakilla memutus sambungan teleponnya, setelah itu dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia merenung apa yang Mamanya katakan.


"Mudah-mudahan tidak ada yang terjadi sama Mama," gumam Syakilla.


Selesai shalat dia menceritakan semua keluh kesahnya pada Sang Pencipta. Dia mengangkat kedua tangannya dan mulai berdoa.


"Ya Allah... ampunilah hamba-mu yang penuh dengan dosa ini.


Ya Allah... berilah hamba kemudahan di setiap langkah hamba.


Ya Allah... berilah kesehatan untuk hamba dan Mama hamba. Hamba sudah kehilangan peran seorang Ayah dalam hidup hamba.Maka, biarkan hamba bersama Mama hamba lebih lama lagi, jangan engkau mengambilnya dari hamba." doa Syakilla.


Selesai memanjatkan doa kepada Sang Maha Pencipta, Syakilla melanjutkan melantukan ayat suci Al- Quran. Setelah itu dia membuka mukenanya dan menaruh di tempat semula.


Dia tidak keluar lagi dari dalam kamarnya, karena dia masih kenyang setelah makan sore tadi.


"Apa aku besok ke tempat Bunda saja ya! Aku merasa ada yang di sembunyikan Mama dariku, kalau Mama benar ke tempat Bunda kenapa dia tidak mengajakku seperti biasa," gumam Syakilla curiga dengan Mamanya.


"Atau aku hubungi Bunda sekarang saja..." pikir Syakilla sambil memutar-mutar ponsel yang ada di tangannya.


"Aku hubungi sekarang saja." Gumam Syakilla akhirnya.


Baru Syakilla mencari kontaknya Bunda Fatimah tapi keburu Mamanya masuk ke dalam kamarnya. Kebetulan pintu kamarnya tidak di kunci.


"Sayang..." ucap Rosa.

__ADS_1


"Mama... ada apa?," Tanya Syakilla buru- buru keluar dari kontak pencaharian.


"Kenapa gak turun makan malam dulu?," Tanya Rosa balik.


" Qilla masih kenyang, Ma" jawab Syakilla.


"Duduk...ma" sambung Syakilla lagi meminta Mamanya duduk.


Kemudian, Rosa duduk di samping Syakilla yang lagi rebahan dia atas kasurnya.


"Lagi apa?" Tanya Rosa.


"Lagi rebahan aja ma, sebentar lagi mau lanjutin gaun pengantin yang sempat tertunda kemaren belum selesai," balas Syakilla.


"Masih lama selesainya biar mama bantu selesaikan!," tawar Rosa.


"Tinggal finishing aja ma, lusa mau di ambil sama orangnya," ucap Syakilla.


"Mama gak tidur?" Tanya Syakilla.


"Sebentar lagi sayang nunggu insya dulu habis itu baru tidur, mama belum ngantuk sekarang," balas Rosa.


"Qilla mau ke ruang kerja, mama mau ikut sekalian mama kasih nilai buat gaunnya," ajak Syakilla.


"Boleh, ayo kalau gitu," sahut Rosa.


Syakilla bangun dari tempat tidur lalu menggandeng tangan Mamanya menuju ruang kerja yang berada di samping kamarnya


(ceklek) Bunyi pintu terbuka.


"Ayo ma, mama tunggu di sini Qilla ambil dulu," ucap Syakilla. Meninggalkan Mamanya sendirian di sofa sedangkan dia masuk ke ruangan tempat di mana bajunya di simpan, tapi masih satu ruangan.


Syakilla keluar dengan mendorong manekin yang sudah dibaluti gaun pengantin di tangannya menuju sang Mama.


"Ma Syaa Allah, cantik banget sayang," ucap Rosa melongo setelah dia melihat gaun pengantin yang baru di keluarkan Syakilla.


" Bagaimana ma? Apa ada yang kurang menurut mama?" Syakilla meminta pendapat Mamanya.


"Ini sudah sangat sempurna sayang, mama sampai melongo melihatnya" balas Rosa.


"Syukurlah kalau begitu menurut mama, Qilla senang mendengarnya, semoga costumer Qilla juga menyukainya, seperti mama," ujar Syakilla.


"Mama yakin mereka pasti menyukainya percaya sama mama..." ucap Rosa.


" Semoga ya ma!," kata Syakilla.


"Kapan kamu membuatnya untuk diri kamu sendiri?," Tanya Rosa menyindir Syakilla.


"Jangan mulai ma," ucap Syakilla fokus pada gaunnya.

__ADS_1


"Apa yang mulai? Mama serius sayang! Mama ingin melihat kamu memakai gaun seperti ini, apa itu salah?," Tanya Rosa.


Like, komen, vote, fav.


__ADS_2