Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Hanya berdua!!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Fahri terbangun kala mendengar suara azan subuh berkumandang. Sedangkan Syakilla masih betah di alam mimpinya. Fahri sungguh tidak membiarkan istrinya tidur semalam. Fahri sebenarnya tidak tega membangunkan istrinya yang kelelahan akibat ulahnya sendiri, tapi mereka harus segera melaksanakan shalat subuh.


" Sayang," panggil Fahri membangunkan Syakilla seraya mencium kening Syakilla.


Syakilla menggeliat merespon panggilan dari Fahri, Fahri tersenyum melihat respon Syakilla.


" Sayang, bangun ya udah azan, setelah shalat kamu bisa lanjut tidur" ucap Fahri.


Syakilla membuka matanya meski sangat berat. Sejujurnya dia masih sangat mengantuk karena ulah suaminya yang tidak membiarkan dia istirahat.


" Ia mas" balas Syakilla serak, dan bangun dari tempat tidurnya. Fahri yang melihat Syakilla bangun merasa kasian tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa melepaskan Syakilla.


" Mas udah mandi?" Tanya Syakilla dengan mata masih tertutup. Membuat Fahri sangat gemas. Fahri bangun dari tempat tidur dan berjalan ke tempat Syakilla berdiri dan menggendong Syakilla ke dalam kamar mandi seraya berkata


" Mas juga belum mandi, kita mandi bersama untuk menghemat waktu," ucap Fahri. Syakilla yang masih setengah sadar pasrah saja apa yang di lakukan suaminya.


Dua puluh menit kemudian, Syakilla dan Fahri sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuh mereka dan handuk kecil di rambut keduanya, karena mereka tidak membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.


Syakilla dan Fahri bersiap-siap untuk melaksanakan shalat subuh yang hampir terlambat.


Syakilla dan Fahri melaksanakan shalat dengan khusyuk. Setelah shalat Fahri meminta Syakilla untuk melanjutkan tidurnya.


" Sayang sebaiknya kamu tidur lagi, mas kasian lihat kamu" ucap Fahri mengelus rambut Syakilla yang ada di pangkuannya masih menggunakan mukena lengkap.


"Aku tidur di sini saja, ini karena mas Fahri jadi mas Fahri harus tanggung jawab." ucap Syakilla memejamkan matanya.


"Ia," jawab Fahri mengelus kepala Syakilla sampai tertidur di atas pangkuannya. Setelah itu Fahri memindahkan Syakilla ke atas tempat tidur dan melepas mukena yang di pakai Syakilla agar lebih nyaman.


Sementara itu Fahri turun ke bawah untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga istrinya. Namun, saat membuka kulkas tidak ada apa-apa di dalam.


Jadi, Fahri memutuskan untuk mencari bahan makanan di pusat pembelanjaan terdekat untuk membeli bahan makanan. Fahri masuk lagi ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobilnya, sampai di dalam Fahri melihat Syakilla masih tertidur di atas tempat tidur. Fahri tersenyum melihat Syakilla, mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari kamar.


Tidak sampai satu jam Fahri sudah kembali lagi ke rumah dan membawa belanjaan di tangannya. Fahri merapikan belanjaannya ke dalam kulkas.


Pagi ini Fahri membuat bubur untuk menu sarapan, dia bisa saja membeli yang sudah jadi tapi dia ingin memasak untuk istri tercintanya pagi ini karena sudah bekerja keras semalam, Fahri juga membuat salad untuk tambahannya.


Syakilla yang sudah terbangun mencari Fahri yang sudah tidak ada di dalam kamar, sebelum turun Syakilla mencuci wajahnya terlebih dahulu barulah dia mencari suaminya ke bawah.

__ADS_1


" Mas," panggil Syakilla sambil menuruni tangga.


" Mas Fahri" panggil Syakilla sekali lagi karena tidak mendapat sahutan dari suaminya.


" Mas di sini sayang," sahut Fahri dari arah dapur.


" Mas lagi ngapain?" Tanya Syakilla melihat Fahri yang masih ada di dapur.


" Mas lagi buat kopi, kamu mau?" Tawar Fahri.


" Aku nggak suka kopi mas! Mas masak?" Balas Syakilla.


" Mas cuma buat bubur dan salad aja sayang," balas Fahri menghampiri Syakilla yang ada di depan meja makan.


" Kenapa tidak menyuruh aku saja, ini tugas aku" ucap Syakilla.


" Ini tugas kita bersama bukan tugas kamu saja, sekarang kamu makan yang banyak," ucap Fahri menyuruh Syakilla untuk duduk di kursib dan memakan sarapan yang telah dia buat.


" Aku makan sedikit aja, aku udah nggak mau makan banyak lagi," ucap Syakilla membuat Fahri tertawa karena sudah paham maksud dari ucapan Syakilla.


" Nggak usah tertawa," ucap Syakilla cemberut.


" Maaf sayang,"ucap Fahri mencium pipi Syakilla gemas.


" Sudah makan kalau nggak mas yang akan makan kamu" ucap Fahri duduk di kursi yang ada dekat dengan Syakilla.


" Kenapa mas ini sangat mesum sih, dikit-dikit pikirannya ke sana" ucap Syakilla.


" Biar dede bayinya cepat jadi sayang," balas Fahri tersenyum.


" Mas pikir kue cepat jadi," sahut Syakilla dan memakan sarapan yang sudah di buat oleh Fahri.


Mereka berdua menikmati sarapan untuk pertama kalinya hanya berdua saja. Sesekali melempar candaan yang membuat keduanya tertawa. Selesai sarapan Syakilla mencuci piring yang mereka gunakan sedangkan Fahri duduk di sofa menunggu Syakilla mencuci piring.


" Hari ini mas nggak ke pondok?" Tanya Syakilla yang sudah menyelesaikan cuci piringnya.


" Hari ini mas ambil cuti, mas mau menghabiskan hari ini sama kamu. Duduk di sini," pinta Fahri. Syakilla duduk di samping Fahri dan meletakkan kepalanya di pangkuan Fahri.


" Ternyata benar, kamu ini sebenarnya sangat manja, tapi mas menyukainya," ucap Fahri.

__ADS_1


" Biarin" balas Syakilla.


"Sayang gimana kuliah kamu? " Tanya Fahri mengelus rambut Syakilla.


" Aku mengambil kesal online mas. Setelah pernikahan kak Zahra baru Qilla masuk lagi, boleh kan?" Tanya Syakilla.


"Mas tidak akan melarang apapun yang ingin kamu lakukan asalkan tidak melalaikan kewajiban kamu sebagai istri," jawab Fahri.


" Mas, bukannya pernikahan kak Zahra dua hari lagi! Kenapa kita malah ke sini bukannya bantuin Ummi dan Abi di rumah?" Tanya Syakilla.


" Semua sudah siap sayang hanya menunggu hari H saja, mas sudah meminta bantuan Alfin," jelas Fahri.


" Mengenai kak Alfin, kemaren sore kak Zahra bilang sama Qilla kalau kak Alfin menyukai salah satu teman Syakilla tapi tidak tau namanya! Dan kak Zahra meminta Syakilla untuk mengundang mereka berdua ke pernikahan " ungkap Syakilla.


" Wah! Benarkah! Akhirnya dia punya seseorang yang dia sukai juga, selama ini Alfin selalu sibuk dengan kerjanya. Mas tidak menyangka kalau dia jatuh hati sama teman istri mas yang cantik dan menggemaskan ini," ucap Fahri mencubit pipi Syakilla yang ada di pangkuannya.


" Sakit mas," ucap Syakilla.


"Istri mas mau kemana hari ini biar mas temenin?" Tanya Fahri.


" Kita ke panti aja mas, udah lama Qilla nggak ke sana! Qilla kangen sama Bunda," jawab Syakilla.


" Boleh, kita beli mainan juga untuk anak-anak. " balas Fahri setuju.


" Kapan kita perginya?" Sambung Fahri.


" Kita pergi sekarang aja, biar kita bisa menghabiskan waktu sama anak-anak lebih banyak," balas Syakilla tapi dia sendiri masih tidur di pangkuan Fahri.


" Sayang, kamu sadar nggak sih kalau kamu masih tidur di pangkuan mas" ucap Fahri.


" "Ah ia," ucap Syakilla lupa kalau dia masih tidur di pangkuan suaminya. Syakilla bangun dan tersenyum ke arah Fahri untuk menutupi rasa malunya.


" Kalau mau kita di rumah saja seharian ini, mas suka. Kita tinggal di sini saja ya atau mas beli rumah untuk kita di dekat pondok. Dengan begitu istri mas ini tidak malu lagi kalau mau manja sama suaminya" ucap Fahri.


" Terus Abi dan Ummi bagaimana? Kak Zahra juga sebentar lagi akan menikah pasti akan di bawa sama suaminya. Kasian Ummi dan Abi pasti akan merasa kesepian," ucap Syakilla perhatian karena dia tau hidup berdua saja di rumah itu tidak enak dan kesepian.


" Kita akan mengunjunginya setiap hari, mas juga sudah fokus mengajar di pondok" jelas Fahri.


" Aku nurut sama mas Fahri saja," balas Syakilla.

__ADS_1


" Sekarang kita siap-siap dulu, masalah rumah kita tanyakan sama Abi dan Ummi dulu, nggak pa-pa kan?" Tanya Fahri.


" Syakilla nurut apa kata mas Fahri aja," jawab Syakilla.


__ADS_2