
HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Siapa laki- laki itu?," Tanya Mama Rosa.
"Baguslah kalau dia sudah datang!," Gumam Bunda Fatimah.
"Siapa?," Tanya Mama Rosa lagi.
"Ayo akan saya kenalkan sama orangnya langsung," ajak Bunda.
Mereka berdua menghampiri Syakilla dan Fahri yang lagi bermain bersama anak- anak.
"Fahri....," panggil Bunda Fatimah.
"Iya, bunda," sahut Fahri tersenyum ke arah Bunda Fatimah dan juga Mamanya Syakilla.
"Kesini dulu ada yang mau bunda kenalkan sama kamu," suruh Bunda Fatimah.
Fahri menghampiri Bunda Fatimah tanpa menanyakan apapun lagi.
"Saya tinggal dulu ya!," ucap Fahri pada Syakilla.
"Silahkan," jawab Syakilla wanti- wanti.
'Mudah- mudahan Bunda tidak bicara yang tidak- tidak sama Mama. Tapi kenapa Bunda hanya memanggil Fahri saja,aku kan penasaran juga!,' Batin Syakilla
"Kenapa bunda?," Tanya Fahri ketika sudah di hadapan Bunda Fatimah.
"Rosa kenalkan ini Fahri dan Fahri kenalkan ini Mamanya Syakilla," ucap Bunda Fatimah.
"Assalamualaikum," ucap Fahri menyalami Mamanya Syakilla tapi salam jarak jauh.
"Waalaikum salam," jawab Mamanya Syakilla.
"Apa kabar, Tante? Saya Fahri" Tanya Fahri.
"Alhamdulillah, tante baik, Mamanya Syakilla " jawab Mamanya Syakilla.
"Kamu sendiri kabarnya bagaimana?," Mamanya Syakilla balik bertanya.
"Alhamdulillah saya juga sangat baik apalagi setelah bertemu dengan anak tante," ucap Fahri gamblang. Tapi, mendapat pukulan dari Bunda Fatimah.
Plaakkk
Bunda Fatimah memukul bahunya Fahri saking gemasnya dengan tingkah Fahri yang sangat kekanakan.
"Bunda kenapa pukul Fahri?," Tanya Fahri memegang bahunya yang di geplak. Padahal tidak sakit sama sekali.
"Jangan gombal di sini, kamu lanjut main sama anak- anak saja," suruh Bunda Fatimah.
"Bunda gak ngerti perasaan Fahri, baru juga mau deketin calon mertua," ujar Fahri.
"Fahri mau bunda bantu atau tidak?," Ancam Bunda Fatimah.
" Iya, Fahri pergi....," ucap Fahri.
"Tante calon mertua, saya gabung sama anak-anak dulu ya, takut diomelin Bunda, Bunda galak orangnya," ucap Fahri.
__ADS_1
Plaakkk
"Dasar kamu ya," Bunda Fatimah kembali memukul bahunya Fahri.
"Tante mertua lihat kan," ujar Fahri lagi.
"Sudah sana," sahut Bunda Fatimah.
"Iya bunda, tante calon mertua saya permisi, Assalamualaikum," ucap Fahri.
"Waalaikum salam," jawab Mamanya Syakilla.
Fahri kembali bergabung bersama Syakilla dan juga anak-anak. Syakilla yang penasaran mereka ngomongin apa langsung menanyakannya pada Fahri.
"Bahas apa tadi sama Bunda?," Tanya Syakilla.
"Bahas tentang kamu!," Jawab Fahri.
"Tante calon mertua cantik ya," ucap Fahri mulai menggombal.
"Jangan gombal, dari mana kamu tau kalau Mama saya cantik, dianya saja pakai cadar," jawab Syakilla tidak fokus dengan omongan Fahri.
Fahri menjawab dengan senyum di wajahnya. Karena Syakilla tidak sadar kalau dia menyebut Mamanya Syakilla dengan sebutan calon mertua.
"Dari kamulah, anaknya aja cantik apalagi Mamanya," jawab Fahri.
"Kamu ini sebenarnya anak Ummi bukan sih?," Ucap Syakilla heran.
"Kenapa jadi bahas Ummi saya?," ujar Fahri.
" Aku bukan gus, aku hanya anak mereka saja," bantah Fahri.
"Sama aja Gus Fahri," sahut Syakilla.
"Beda lah, Gus itu kerjaannya di pasantren berbaur dengan orang- orang hebat, sudah jagan bahas itu...." ucap Fahri.
"Oh iya kalau sekarang kamu sudah jatuh cinta gak sama aku, kalau sudah kita langsung kasih tau Tante calon mertua aja sekarang!," Sambung Fahri tersenyum.
'Ya Allah tolong kuatkan iman hamba-mu yang lemah ini'batin Syakilla.
"Kenapa diam? Sudah ya?," Tanya Fahri.
"Tunggu!! Kamu panggil apa ke Mama saya tadi?," Tanya Syakilla gagal fokus.
"Tante calon mertua, kenapa? Kamu suka ya?," Goda Fahri.
"Saya kasih tau kamu ya...." ucap Syakilla menarik napasnya dalam- dalam.
"Pertama saya belum menyukai kamu ( 'bohong banget kamu Qilla' batin Syakilla), dan kedua berhenti memanggil Mama saya dengan sebutan itu," jelas Syakilla.
"Kenapa? Kamu takut itu menjadi doa untuk kita?," Sahut Fahri.
"Kak Qilla, kak Fahri, kenapa kalian bertengkar?," Tanya Nia.
"Gara-gara kamu kan!," Ucap Syakilla.
"Kenapa jadi saya!," Ujar Fahri
__ADS_1
"Terus salah siapa? Saya?," Kata Syakilla
"Baiklah untuk kamu saya mengalah," balas Fahri.
"Maaf ya anak-anak, kita lanjut main ya!," Ucap Syakilla.
Mereka melanjutkan permainan mereka yang tertunda karena pertengkaran yang sangat tidak berfaedah itu.
Di bangku yang berada tidak terlalu jauh dengan Syakilla dan Fahri bermain. Dua pasang mata selalu memperhatikan Fahri dan Syakilla dengan senyuman di wajah mereka. Dia adalah Mamanya Syakilla dan Bunda Fatimah.
" Kenapa tersenyum?" Tanya Bunda Fatimah.
"Apa pria itu menyukai Qilla?" Tanya Mamanya Syakilla tapi matanya tetap memperhatikan Syakilla dan Fahri.
" Benar! Dia menyukai Qilla, dia juga sudah bilang sama saya dan minta izin untuk mendekati Syakilla" ungkap Bunda Fatimah seraya tersenyum.
"Dan sepertinya Qilla juga menyukai pria itu," ujar Mamanya Syakilla
"Saya sependapat dengan kamu, saya juga berpikir seperti itu. Tapi, saat saya menanyakannya sama Syakilla dia membantahnya tapi saya yakin dari lubuk hatinya dia juga menyukai Fahri...." ucap Bunda Fatimah.
"Tapi, kenapa Syakilla tidak pernah menceritakan tentang Fahri sama saya?," gumam Mamanya Syakilla tapi masih bisa terdengar.
" Saya kurang tau, sepertinya ada yang di sembunyikan Syakilla selama ini dari kita, saya merasa kalau dia takut untuk memulai sebuah hubungan," kata Bunda Fatimah.
"Apa ini karena pernikahan saya dan Papanya?," ujar Mamanya Syakilla.
"Saya tidak tau, yang tau pasti adalah Syakilla sendiri," ujar Bunda Fatimah.
"Saya berharap mereka berjodoh, saya melihat Fahri adalah pria yang baik dan bisa membuat Qilla tertawa lepas seperti itu," ungkap Mamanya Syakilla.
"Fahri adalah pria yang sangat baik, saya juga mengenal kedua orang tuanya, mereka juga sering datang ke sini dan mungkin kamu juga mengetahui atau mengenal mereka,"ujar Bunda Fatimah
"Siapa?," Tanya Mamanya Syakilla menoleh ke arah Bunda Fatimah.
" Kalau mereka ke sini saya akan hubungi kamu," ujar Bunda Fatimah.
"Melihat mereka bermain bersama anak- anak itu saya seperti bisa melihat gambaran rumah tangga mereka kelak," ujar Mamanya Syakilla tersenyum.
"Semoga Allah melihat ketulusan Fahri dan menjadikan mereka jodoh di dunia maupun di akhirat nanti," ucap Bunda Fatimah.
"Aamiin," balas Mamanya Syakilla.
"Saya mau masuk dulu, kamu mau ikut gabung sama mereka atau ikut saya ke dalam?" Tanya Bunda Fatimah berdiri dari tempat duduknya.
"Saya tidak mau mengganggu mereka, lebih baik saya ikut bunda saja," jawab Mamanya Syakilla.
"Kita ke dapur kalau gitu, karena sebentar lagi waktu makan siang anak-anak ," ajak Bunda Fatimah.
Bunda Fatimah dan Mamanya Syakilla masuk ke dalam untuk mempersiapkan makan siang. Sedangkan, Syakilla dan Fahri lagi beristirahat setelah capek bermain.Mereka duduk di atas rumput dan diikuti oleh anak-anak juga.
"Capek banget ya!," ujar Fahri.
" Iya," jawab Syakilla singkat.
"Tapi, saya lagi membayangkan...." Fahri sengaja menggantungkan kalimatnya supaya Syakilla penasaran.
Like, komen, vote, dan fav.
__ADS_1