
Syakilla pergi menemui Bunda di ruangannya dengan membawa serta makanan untuk Bunda dan juga dirinya sendiri.
''Assalamualaikum," ucap Syakilla di depan pintu ruangan Bunda Fatimah nama ibu Panti.
'''Waalaikum salam, masuk," jawab Bunda Fatimah dari dalam ruangan.
Syakilla masuk ke dalam ruangan Bunda Fatimah dan melihat Bunda Fatimah lagi mengerjakan sesuatu dan entah apa itu.
''Pagi Bundaku sayang,'' ucap Syakilla dan duduk di atas sofa yang ada di ruangan itu.
''Bunda sayang Bunda sayang, kalau sayang kenapa baru datang,'' ujar Bunda Fatimah berdiri dari tempat duduknya.
''Maaf ya Bunda, Qilla sibuk banget akhir akhir ini maka dari itu Qilla gak bisa datang,'' Ucap Syakilla.
''Sibuk sampai gak bisa kabarin Bunda gitu?," ujar Bunda Fatimah.
Syakilla tersenyum menanggapi perkataan Bunda Fatimah.
''Udah gak usah marah marah dulu kita makan dulu ya Bun aku udah lapar dari tadi belum makan apa apa, setelah itu terserah Bunda mau apakan Qilla '' ucap Syakilla.
''Kamu ini ada ada saja mana bisa marah di tunda dulu," ujar Bunda Fatimah.
''Bisa kok Bun,'' jawab Syakilla cengengesan.
''Kenapa belum makan, kebiasaan gak boleh sering sering gitu yang ada kamu sakit,'' ujar Bunda Fatimah.
''Gak sering kok Bun, sesekali aja,'' ucap Syakilla.
''Kamu ini di bilangin malah ngeles, udah makan aja ,'' ujar Bunda Fatimah.
''Bunda gak makan aku juga bawa buat Bunda,'' tanya Syakilla.
''Bunda udah makan tadi, kamu aja yang makan Bunda masih kenyang,'' jawab bunda Fatimah.
''Yah sendiri juga dong makannya, tadi Qilla ajak adik adik tapi mereka bilang udah makan sekarang Bunda, '' ucap Syakilla.
''Kamu jam segini baru datang ya pasti semua udah makan Qilla,'' tutur Bunda Fatimah.
''Udah kamu makan aja Bunda temenin di sini,'' ujar Bunda Fatimah
''Beneran Bunda gak mau makan lagi?,'' tanya Syakilla sekali lagi.
''Bunda masih kenyang kamu aja yang makan,'' jawab Bunda Fatimah.
__ADS_1
''Qilla makan ya Bun, jangan ngiler,'' canda Syakilla.
''Udah makan kalau ngomong terus kapan makannya katanya lapar,'' ujar Bunda Fatimah.
Syakilla menikmati makan paginya karena sudah mau siang alias bukan sarapan lagi sendirian tapi ditemenin Bunda Fatimah yang duduk di sampingnya dan sibuk dengan kerjaannya.
Setelah Syakilla menyelesaikan sarapannya dia meminta izin kepada Bunda Fatimah untuk bermain bersama adik adik panti.
''Bunda aku main sama adik adik dulu ya!,'' ujar Syakilla.
''Kenapa harus minta izin?,'' tanya Bunda Fatimah.
''Siapa tahu Bunda mau lanjut ngobrol sama Qilla,'' jawab Syakilla.
''Kamu main sama mereka aja, mereka pasti sangat senang udah lama juga kamu gak main sama mereka,'' ujar Bunda Fatimah.
''Aku ke sana dulu kalau gitu, Bunda mau ikut?,'' ajak Syakilla.
''Kamu ke sana duluan aja nanti Bunda nyusul Bunda harus menyelesaikan ini dulu,'' jawab Bunda Fatimah.
''Oke,'' ujar Syakilla dan keluar dari ruangan Bunda Fatimah untuk menghampiri adik adik panti.
Syakilla sudah menganggap kalau Bunda Fatimah itu seperti Mamanya sendiri begitupun dengan Bunda Fatimah sudah menganggap Syakilla seperti anaknya sendiri. Mereka sudah seperti keluarga, sering bercanda dan Syakilla lumayan akrab dengan Bunda Fatimah maka dari itu Syakilla berani mengajak bercanda Bunda Fatimah dan menjawab Bunda Fatimah tapi masih sopan dan tidak mengurangi rasa segan nya terhadap Bunda Fatimah semua masih dalam kata wajar dan tidak berlebihan, layaknya seorang Ibu terhadap anaknya.
Syakilla menghampiri adik adik panti itu yang lagi asik dengan mainan baru mereka.Syakilla sangat senang ketika melihat anak anak itu tersenyum dan tertawa bersama teman temannya apalagi Syakilla yang membuat mereka tersenyum seperti itu.
Kalau seorang ayah bisa saja melakukan itu karena ikatan mereka tidak sekuat ikatan dengan seorang ibu.tapi seorang ibu juga tega membuang anak yang mereka kandung dan lahirkan sendiri yang taruhannya adalah nyawanya.
''Kalian lagi ngapain?,'' ujar Syakilla.
''Kak Qilla, kita lagi main sama mainan yang kakak kasih tadi, makasih ya kak, kami sangat menyukainya,'' ujar Nia.
''Sama sama kakak senang kalau kalian senang, kakak bisa gabung sama kalian,'' ucap Syakilla
''Tentu saja boleh,'' jawab mereka secara bersamaan.
Syakilla ikut bermain bersama anak anak itu, ikut tertawa bersama mereka.
Mereka menghabiskan begitu banyak waktu hari ini mereka main kejar kejaran, main bola, semua permainan mereka mainkan, dengan tawa yang tidak pudar dari wajah mungil mereka, membuat siapa yang melihatnya ikut bahagia dan melupakan kalau mereka adalah anak anak yang tidak pernah di harapkan oleh orang tua mereka, tapi mereka masih bisa bermain dengan ceria berkat orang orang baik yang mau menolong mereka. dan memberi mereka makan, tempat tinggal bahkan pendidikan.
''Ya Allah teruslah membuat mereka seperti ini, jangan ambil kebahagiaan mereka lagi, mereka sudah kehilangan orang tua mereka jadi biarkan mereka keberhasilan dan juga kebahagiaan,'' batin Syakilla.
''Hamba tau bagaimana rasanya tidak memiliki seorang ayah tapi mereka wajahnya saja mereka tidak tahu,'' batin Syakilla.
__ADS_1
Syakilla dan anak anak berhenti bermain saat waktu dzuhur telah tiba, mereka semua pergi ke kamar mereka untuk mandi terlebih dahulu karena sudah lengket dengan keringat untuk shalat dzuhur. Syakilla juga masuk untuk membersihkan dirinya sendiri karena dia juga sangat lengket karena bermain bersama anak anak itu.
''Bunda, Qilla pinjam kamar mandi ya,'' teriak Syakilla karena Bunda Fatimah lagi berada di dapur panti lagi menyiapkan makan siang untuk anak anak makan.
''Iya," jawab Bunda Fatimah juga ikut teriak.
Syakilla masuk ke kamar mandi dengan membawa baju ganti di tangannya. Syakilla selalu menyiapkan pakaian ganti di dalam mobilnya untuk jaga jaga kalau terjadi sesuatu di perjalanan, terlebih lagi kalau ke panti pasti dia akan mandi keringat karena ikut main bersama anak anak panti.
Setelah mandi dan juga shalat Syakilla masuk ke dapur untuk ikut membantu Bunda Fatimah dan yang lain menyiapkan makan siang untuk anak anak panti.
''Ada yang Qilla bisa bantu?,'' ucap Syakilla.
''Udah shalatnya?,'' tanya Bunda Fatimah
''Udah Bun, Apa yang bisa Qilla bantu Bun?,'' tanya Syakilla sekali lagi.
''Semuanya sudah selesai kamu bantu bawa ini aja ke depan, sekalian panggil anak anak supaya kita bisa makan siang bersama,'' jawab Bunda Fatimah.
Syakilla langsung membawa apa yang di suruh bawa oleh Bunda Fatimah ke depan terus memanggil anak anak untuk makan siang bersama di kamar mereka.
''Adik adik keluar dulu ya kita makan siang dulu habis itu kalian tidur siang oke,'' ucap Syakilla kepada anak anak.
''Siap kak,'' jawab mereka secara bersamaan.
Mereka makan siang sambil di hiasi canda dan tawa anak anak panti sangat menyenangkan dan menenangkan jiwa siapa saja yang melihat.
Di saat mereka lagi makan siang bersama sebuah mobil berwarna hitam masuk ke pekarangan panti dan berhenti.
''Siapa yang datang Bun?,'' tanya Syakilla.
''Bunda juga gak tahu,'' jawab Bunda Fatimah.
''Sepertinya itu Fahri Bunda,'' ujar Mbak salma.
''Fahri?,'' ucap Syakilla
Jangan pernah bosan ya kakak kakak sekalian
jangan lupa
Like komen vote dan hadiahnya
biar saya lebih semangat lagi
__ADS_1
masukkan juga di daftar favorit kakak kakak sekalian.
Terima kasih bagi yang sudah mampir