
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹
FAHRI
"Fahri, kenapa kamu tidak membiarkan Abi yang bicara langsung tadi?," Tanya Aminah.
" Kalau Abi yang langsung bicara takutnya Syakilla menerima Fahri karena merasa tidak enak dengan Abi, Fahri tidak mau itu, makanya Fahri ingin memastikannya terlebih dahulu," balas Fahri.
" Abi setuju, mungkin saja dia mengiyakan karena Abi yang memintanya." ucap Ilham.
" Tapi, bukannya itu yang kamu mau?," Tanya Aminah.
" Fahri memang menginginkan Syakilla menjadi istri Fahri, tapi Fahri tidak mau ada unsur keterpaksaan." jawab Fahri.
" Tapi! Yang Ummi lihat, Syakilla juga menyukai kamu!," Ucap Aminah.
" Bukannya Ummi sudah tau kenapa Syakilla bersikap seperti itu?," Tanya Ilham kepada istrinya.
" Ia, Ummi lupa, jujur Ummi sangat setuju kamu bersama Syakilla. Dia anak yang baik dan juga sholeha, apalagi setelah mendengar cerita dari Mamanya. Kalaupun kalian tidak berjodoh nantinya Ummi tetap menganggapnya seperti anak Ummi sendiri," kata Aminah.
" Ummi jangan bilang begitu dong, doakan Syakilla itu jodohnya Fahri," komplain Fahri
" Kalau kalian memang bukan jodoh bagaimana? Kamu tidak punya wewenang untuk itu!," ucap Aminah.
" Ummi jangan nakutin Fahri," ucap Fahri
" Ummi tidak menakuti kamu, Ummi bicara kemungkinan yang akan terjadi," ucap Aminah.
"Maka dari itu, jangan bilang seperti itu, kalau bukan sama Syakilla Fahri gak mau ni..." ucap Fahri
" Fahri, jangan asal bicara," potong Ilham.
"Maaf, Bi," ucap Fahri.
" Kamu tidak bisa memaksa kehendak hanya untuk kepentingan kamu, berdoa saja yang baik-baik," tegur Ilham.
"Maaf, Bi" ucap Fahri sekali lagi.
Fahri tidak berani berbicara lagi karena takut kelepasan lagi, yang ada dia akan mendengar ceramah Abinya hingga sampai di rumah.
Fahri sudah sampai di rumah Abinya dan memasukkan mobil ke dalam garasi.
"Mulai besok kamu yang menggantikan kakak kamu mengajar, karena mulai besok kakak kamu sudah nggak ngajar untuk sementara waktu, sekalian belajar juga," ucap Ilham saat akan memasuki rumah.
"Ia, Bi" jawab Fahri patuh.
"Assalamualaikum," ucap Fahri, Ummi dan Abinya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Zahra yang berada di dalam.
" Udah pulang Bi, Ummi" ucap Zahra setelah membukakan pintu dan menyalaminya satu persatu
"Iya, sayang," balas Aminah.
"Gimana Ummi! Diterima nggak? Pasti di tolak ya!," Ucap Zahra dan mendapat tatapan maut dari Fahri.
"Nanti Ummi ceritakan, sekarang Ummi mau mandi dulu," ucap Aminah.
"Ayolah Ummi bilang sekarang, Zahra udah penasaran banget dengan hasilnya," bujuk Zahra
"Nanti saja, kamu pasti senang," ucap Aminah penuh teka teki.
"Maksud Ummi di terima," tebak Zahra.
"Enggak usah kasih tau Ummi," timpal Fahri.
" Kakak nggak nanya sama kamu," ucap Zahra
"Jangan ribut, Ummi mau mandi dulu," ucap Aminah berlalu menyusul suaminya yang sudah masuk terlebih dahulu.
" Aku juga mau mandi, bye kakak sayang," ucap Fahri tersenyum bahagia.
"Dasar, kenapa pada jadi misterius semua, nyesel aku gak pergi," gumam Zahra sangat penasaran.
Syakilla juga baru menyelesaikan mandinya. Dia sudah sampai satu jam yang lalu dan langsung mandi karena sudah sangat gerah.
"Apa yang harus aku jawab ya, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan aku sendiri tapi di satu sisi aku masih takut, apa Fahri bisa dipercaya? Apa dia tidak akan meninggalkanku seperti yang Papa lakukan ke Mama?," gumam Syakilla.
Syakilla merebahkan tubuhnya dan menutup matanya. Dia tidak bisa berpikir dengan jernih untuk saat ini yang dia perlukan hanya orang yang bisa mendengarkannya untuk saat ini. Dia ingin menceritakan sama Mamanya tapi dia yakin Mamanya akan berpihak ke pada siapa, jadi dia urungkan.
Mendengar suara azan magrib dengan segera Syakilla mengambil wudhu dan melaksanakan shalat.
Lama Syakilla mengadu kepada sanga Khalik tentang perasaannya dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran obat penyeyuk jiwa. Syakilla menumpahakan semua yang dia pikirkan, semua penderitaan yang selama ini dia simpan sendiri, walaupun dia sudah sangat sering mengadu tentang itu, tapi dia tetap saja mengadu hal yang sama.
Setelah selesai shalat dan mengaji Syakilla melanjutkan dengan zikir. Malam ini dia ingin meminta petunjuk kepada yang maha kuasa, yang berhak atas semua yang ada pada dirinya termasuk dalam urusan hati. Kemudian, dilanjutkan dengan shalat insya.
Syakilla sungguh tidak meninggalakan sajadahnya. Dia ingin menghapuskan semua keraguan yang ada pada dirinya, dia ingin membuang jauh-jauh rasa traumannya yag selama ini mendarah daging di hatinya.
Dia berusaha membuka pintu hatinya yang selama ini dia gembok. Selain tidak mau melihat orang-orang terdekatnya kecewa dia juga tidak bisa terus terusan membohongi dirinya sendiri hanya karena satu laki-laki yang sudah membuatnya patah hati.
Setelah shalat insya, Syakilla mengaji lagi beberapa ayat kemudian dia menyudahinya. Lalu, turun ke bawah menghampiri Mamanya.
"Malam, Ma," ucap Syakilla menyapa Mamanya yang lagi duduk di depan tv.
"Malam sayang, " balas Rosa.
__ADS_1
" Ngapain, Ma, udah makan?," Tanya Syakilla.
"Sebentar lagi, kalau kamu udah lapar makan aja duluan," ucap Rosa.
"Aku juga belum lapar," balas Syakilla duduk di samping Mamanya. Kemudian merebahkan kepalanya di paha sang Mama.
" Kenapa?," Tanya Rosa mengelus rambut indahnya Syakilla yang belum pernah di lihat oleh siapapun kecuali Mamanya.
"Enggak pa-pa," jawab Syakilla memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan yang diberikan Mamanya.
"Terus kenapa jadi manja begini?," Tanya Rosa terus mengelus rambut Syakilla.
"Lagi pengen aja," jawab Syakilla singkat.
"Kalau aku menolak Fahri bagaimana?," Tanya Syakilla tiba-tiba setelah terdiam beberapa saat.
"Sangat di sayangkan," balas Rosa.
"Kenapa?," Tanya Syakilla membuka matanya.
"Karena Fahri adalah laki-laki yang sangat baik, dia sudah mendekati kata sempurna menurut Mama, udah pintar, sopan, tampan, mapan, berasalal dari keluarga yang paham agama, pokoknya lengkap," puji Rosa.
"Tidak ada alasan untuk menolak laki-laki sebaik itu" sambung Rosa.
"Kalau begitu Mama saja yang menikah dengannya" ucap Syakilla.
"Memangnya kamu restuin Mama sama Fahri?," Tanya Rosa.
"Memangnya Mama gak kasian sama Qilla?," Syakilla balas bertanya.
"Kamu sendiri yang tanya ya Mama jawab, tapi kenapa sekarang kamu yang cemburu," ucap Rosa tersenyum.
" Siapa juga yang cemburu!" Ucap Syakilla bangun dari pangkuan Mamanya.
" Kalau bukan cemburu terus apa namanya?," Ucap Rosa sengaja membuat Syakilla kesal.
" Bukan apa-apa, aku mau makan dulu udah lapar," ucap Syakilla bangun dari sofa dan meninggalkan Mamanya di sana.
" Tenang sayang, Mama gak suka berondong! Fahri buat kamu saja," ucap Rosa dengan suara sedikit keras karena Syakilla yang sudah menjauh.
"Aku gak dengar," teriak Syakilla.
"Dasar anak itu, bilangnya gak dengar tapi masih bisa jawab," gumam Rosa menyusul Syakilla ke meja makan.
"Sayang..." panggil Rosa.
" Apa..." Jawab Syakilla.
__ADS_1