Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Akhir yang bahagia ( Miziana Bella Nazira)


__ADS_3

HAPPY READING!!!!


Dua bulan telah berlalu, semua sudah kembali normal seperti biasanya. Syakilla dinyatakan sedang mengandung begitu juga dengan Zahra, jarak kandungan keduanya tidak jauh hanya satu minggu saja. Tentu saja mereka sangat bahagia saat mendengar kabar bahagia tersebut, apalagi Fahri yang begitu senang dan tidak membiarkan Syakilla pergi ke butik lagi. Kalaupun Syakilla ingin pergi, Fahri selalu menemaninya.


Ferdi sudah tinggal bersama mereka tanpa sepengetahuan dari Sarah, yang Sarah tau Ferdi telah dia tinggalkan di jalanan. Tidak ada kekhawatiran sedikitpun atau rasa bersalah dari perempuan itu, entah kemana hati nuraninya sebagai seorang ibu.


Syakilla dan Fahri menyayangi Ferdi dengan tulus dan membiayai sekolahnya, mereka juga mengganti identitas Ferdi, mereka tidak ingin kalau Sarah tau Ferdi ada bersama mereka, dia akan membawa Ferdi dari mereka.


Ferdi juga yang sudah mulai mengerti, tidak keberatan sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya, dia menuruti Syakilla dan juga Fahri seperti orang tuanya sendiri.


Hari terus berganti dengan bulan, semua keluarga terlihat bahagia. Fahri sudah membeli rumah yang tidak jauh dari pondok yang berdekatan dengan Zahra, agar mereka selalu dekat. Itupun karena keinginan Syakilla yang tidak ingin terus menerus tinggal bersama orang tua Fahri, bukan karena apa-apa dia hanya ingin mandiri dan bisa bebas merawat suami dan anaknya.


Ummi dan Abi juga tidak keberatan dengan keputusan mereka, karena mereka juga tidak jauh dengannya dan mereka mengerti dengan situasinya.


Tengah malam saat Fahri dan Syakilla tertidur pulas, tiba-tiba Syakilla merasakan sakit perut yang luar biasa tidak seperti biasannya.


" Mas...mas Fahri..." Panggil Syakilla kesakitan. Namun, Fahri belum juga bangun dari tidurnya membuat Syakilla kesal.


" Mas.. Akhhh" teriak Syakilla sudah tidak tahan lagi.


Fahri yang baru tertidur karena semalam Syakilla juga mengeluh sakit perut, jadi Fahri mengurut punggung Syakilla dan asik berbicara dengan anaknya yang masih dalam kandungan sampai Syakilla tertidur barulah dia tidur.


" Ada apa sayang?" Tanya Fahri dengan mata terpejam dan suara serak.


" Mas.. perut aku sakit... Aku tidak tahan lagi..." Ucap Syakilla menahan sakit yang begitu dahsyat.


"Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Fahri bangun dari tempat tidurnya, semua rasa kantuknya hilang seketika saat melihat Syakilla yang penuh dengan keringat karena menahan sakit.


Fahri menghubungi Alfin untuk datang ke rumahnya secepatnya, dan mencuci wajahnya saja tanpa mengganti bajunya. Syakilla menahan sakit di tempat tidur menunggu Fahri, Syakilla juga tidak bisa bergerak karena kesakitan.


" Sabar sayang, kamu harus kuat demi anak kita ya!" Ucap Fahri memakaikan Syakilla hijab instan. Dia tidak mau ada yang melihat aurat sang istri, setelah itu Fahri mengangkat tubuh Syakilla ke atas kursi roda yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari, untuk hal-hal darurat seperti ini.


Karena dia tidak mungkin mengangkat tubuh Syakilla yang sedang mengandung.


Fahri buru-buru mendorong kursi roda dan di luar sudah ada Alfin yang sudah menunggu mereka, Alfin juga masih mengunakan pakaian tidurnya.


" Alfin cepat, sepertinya Syakilla ingin melahirkan." ucap Fahri


Alfin langsung masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mobilnya.

__ADS_1


Jangan tanya kenapa Alfin tidak membantu Fahri mengangkat tubuh Syakilla, karena Fahri tidak akan orang lain menyentuh tubuh istrinya.


Melihat Fahri yang kesusahan, Alfin turun dan hendak membantu Fahri tapi di cegah Fahri. Alfin yang kesal dengan Fahri yang terlalu posesif ditambah Syakilla yang sedang kesakitan membuat marah, tidak peduli siapa yang sedang dia hadapi sekarang.


" Fahri apa kamu akan membiarkan Syakilla melahirkan di sini, biarkan saya bantu." ucap Alfin kesal dengan nada yang cukup tinggi membuat Fahri terdiam.


Setelah membantu Syakilla, Alfin berlari ke kursi mengemudi dengan kecepatan di atas rata-rata. Alfin yang sudah biasa ngebut tidak peduli dengan Fahri yang mengomel di belakang.


" Alfin kamu ingin kita mati di sini, saya masih ingin melihat anak saya" umpat Fahri.


" Diamlah! ini juga karena ustadz yang membuang-buang waktu tadi" balas Alfin.


"Mas... Sakit.." ucap Syakilla menangis.


"Sabar sayang, kita hampir sampai," balas Fahri.


Begitu sampai di rumah sakit, Alfin dan Fahri langsung di sambut oleh para suster meskipun sudah tengah malam, semua itu berkat Alfin yang sigap siaga. Kalau Fahri bukan tidak siap siaga dia hanya tidak bisa berpikir lagi sekarang.


Dokter langsung menyuruh suster untuk membawa Syakilla ke ruang persalinan, di ikuti Fahri di sampingnya. Fahri ingin mendampingi istrinya yang melahirkan, dengan melihat istrinya berjuang melahirkan anaknya, kalau dia ingin berbuat sesuatu pada sang istri dia akan mengingat saat-saat seperti ini.


Alfin menunggu Fahri di depan ruang persalinan seraya menghubungi Abi dan Ummi Fahri, niatnya ingin memberitahukan besok saja, tapi setelah Alfin pikir sebaiknya dia memberitahukan sekarang.


Begitu mendapat informasi dari Alfin kedua orangtuanya Fahri langsung pergi ke rumah sakit.


Dua jam kemudian tangisan bayi terdengar dari dalam ruang persalinan, begitu juga dengan orang yang mendengar mereka juga ikut terharu dan menangis.


" Abi kita sudah jadi kakek dan nenek sekarang, " ucap Ummi Aminah sangat senang dan bahagia


Tidak lama Fahri keluar dari ruang persalinan dengan wajah yang berbinar dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


" Fahri gimana keadaan Syakilla dan bayinya?" Tanya Ummi Aminah.


" Mereka sehat Ummi. Ummi, Abi, sekarang Fahri sudah resmi jadi seorang ayah, Fahri sangat bahagia. Maafin Fahri selama ini Fahri selalu melawan Ummi, sekarang Fahri lihat dengan mata kepala Fahri sendiri gimana Syakilla melahirkan bayi kami," ucap Fahri memeluk Ummi Aminah.


" Ummi turut bahagia untuk kamu sayang, sekarang anak Ummi yang bandel ini sudah menjadi seorang ayah, jaga baik-baik mereka terutama Syakilla." Nasehat Ummi Aminah.


" Ummi tenang saja, Fahri akan menjaga mereka dengan baik. " balas Fahri.


" Terima kasih Abi," Ucap Fahri.

__ADS_1


Setelah semua selesai Syakilla dan bayinya di pindahkan ke ruang perawatan, Fahri tidak bergerak sedikitpun dari tempat tidur putri kecilnya. Abi dan Ummi sudah pulang setelah Syakilla di pindahkan mereka pulang untuk mengambil baju Fahri.


Pagi harinya Zahra dan Zaki datang mengunjungi Syakilla yang baru saja melahirkan, tidak lama juga datang kedua orang tua Fahri dan juga Ferdi yang semalam mereka tinggalkan di rumah dengan Mbah.


"Maa Syaa Allah, ponakan Bibi cantik banget, mirip sama Mamanya" ucap Zahra saat pertama kali melihat anaknya Fahri.


" Siapa dulu Abi nya," ucap Fahri dengan gaya percaya diri. Membuat Syakilla dan Zaki tersenyum karena mereka sudah sangat hafal dengan tingkah laku suami dan istri mereka kalau sudah bertemu.


" Siapa nama ponakan Bibi yang cantik ini , kalau sudah besar jangan seperti Abi, kamu seperti Ummi kamu saja," ucap Zahra.


"Kak Zahra jangan Ummi dong, panggil Bunda aja seperti Syahir . Nanti malah anaknya bingung mana Ummi dan mana Mamanya" balas Syakilla tersenyum.


" Baiklah, siapa namanya?" Tanya Zahra sekali lagi.


" Namanya Miziana Bella Nazira yang artinya perempuan yang baik tidak ada bandingannya." balas Fahri bahagia.


" Nama yang indah, semoga kalian selalu bahagia. Dan Nazira jadi anak yang Sholeha ya sayang," ucap Zahra.


Tidak terasa kini Syakilla sudah menjadi seorang Ibu dari pria yang ditolak mentah-mentah olehnya, pilihan Mamanya. Syakilla meneteskan air matanya saat melihat Ummi Aminah menggendong putri kecilnya.


Syakilla teringat dengan mamanya yang sudah tiada.


" Syahir sini sayang" panggil Syakilla.


"Kenapa Bunda menangis? Apa Bunda merindukan Mama?" Tanya Syahir. Karena perkataan Syahir semua mata melihat ke arah Syakilla.


" Sayang apa kamu merindukan Mama? Setelah kamu keluar dari rumah sakit kita ke makam Mama dan Papa ya" ucap Fahri dan Syakilla menganggukkan kepalanya.


Dua hari Syakilla di rumah sakit dan hari ini dia akan pulang ke rumahnya, di perjalanan seperti yang dikatakan Fahri mereka mampir ke makam orang tua Syakilla tidak lupa Syahir yang ikut bersama mereka.


"Assalamualaikum Ma,Pa. Sekarang Syakilla sudah menjadi seorang ibu, terima kasih Mama sudah menjodohkan Syakilla dengan laki-laki yang begitu sempurna," ucap Syakilla melihat Fahri di sampingnya dan bergantian melihat Ferdi yang kini namanya menjadi Syahir. Fahri memeluk Syakilla yang menggendong Nazira di tangannya dan Syahir.


Kebahagiaan selalu datang kepada setiap orang, entah dia harus mengalami yang namanya penderitaan terlebih dahulu atau tidak yang jelas kebahagiaan itu pasti akan datang.


...****************...


TAMAT


TERIMA KASIH kepada semua reader yang selalu membaca karya author yang receh ini.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di AKU MENCINTAIMU USTADZ.



__ADS_2