
Sekarang di tempat inilah Syakilla, dia benar-benar kehilangan Papanya hari itu juga, baru sja Syakilla mendapat pengakuan dan maaf dari sang Papa tapi sekarang Syakilla harus mengikhlaskannya.
"Mas kenapa Allah selalu mengambil orang yang aku sayang, aku sudah tidak punya siapapun lagi sekarang, Mama, Papa semua telah pergi meninggalkan aku sendiri" ucap Syakilla dalam pelukan Fahri.
Fahri merasa kasian dengan Syakilla, sebenarnya bisa saja Fahri mengatakan kamu harus sabar dan ikhlas tapi Fahri juga tau kalau kata-kata seperti tidak akan berguna sekarang. Mudah mengatakan ikhlas kepada orang lain, namun saat itu terjadi pada kita mungkin kita akan jauh lebih rapuh dari orang tersebut.
"Sayang,dengarkan aku, kamu tidak sendiri masih ada aku,Ummi,Abi, Kak Zahra yang selalu ada untuk kamu, jadi jangan bicara seperti lagi" ucap Fahri
Mereka semua masih di makam Papanya Syakilla, masih setia menemani Syakilla yang belum mau pulang termasuk Zahra kecuali pelayat mereka sudah kembali.
Rusdi dimakamkan di pemakaman umum dekat dengan makam Rosa mama Syakilla, karena keinginan dari Syakilla. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari istri baru Papanya, namun Syakilla tetap kekeh sampai memohon kepada Sarah agar mau mewujudkan keinginannya. Dengan sedikit ancaman dari Alfin, akhirnya Sarah mau menuruti Syakilla.
Stelah dari makam, Syakilla, Fahri dan juga yang lainnya kembali ke pondok.Semua baju mereka juga di antar ke pondok sesuai perintah dari Fahri, karena tidak mungkin mereka kembali lagi ke hotel.
" Sayang kamu istirahatlah" pinta Fahri ketika mereka sudah ada di dalam kamar mereka. Syakilla tidak menjawab perkataan Fahri, tapi tetap menuruti perintahnya.
Syakilla sudah tidak punya tenaga lagi walaupun untuk menjawab perkataan suaminya. Cobaan yang datang bertubi-tubi, belum lama dia harus kehilangan Mamanya. Disaat dia sudah mencoba dan memaafkan Papanya, ingin memperbaiki hubungannya dengan sang ayah tapi lagi-lagi di harus merasakan kehilangan.
Syakilla duduk di atas kasurnya, menatap suaminya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Syakilla berjalan cepat menghampiri Fahri yang sedang berdiri di dekat jendela kamarnya yang terhubung dengan balkon, memeluknya erat seolah dia takut akan kehilangan Fahri juga.
"Mas aku sayang sama mas Fahri, aku cinta sama mas Fahri, aku nggak mau kehilangan mas Fahri" ungkap Syakilla.
Fahri senang Syakilla mengungkapkan isi hatinya, namun Fahri juga merasa kasian dengan istrinya. Karena dia tau arah tujuan dari perkataan Syakilla.
"Sayang tenanglah, sekarang kamu tidur mas akan menemani kamu," ucap Fahri menenangkan Syakilla, dan menuntunnya ke ranjang.
Fahri membaringkan tubuh Syakilla yang sudah tidak bertenaga lagi yang enggan melepaskan tangannya, Fahri tidak keberatan sama sekali, Fahri malah ikut berbaring di samping Syakilla dan memeluknya supaya Syakilla tertidur.
" Semoga Allah memberi kita umur panjang sayang, mas tidak tega melihat kamu seperti ini dan mas juga sudah berjanji paa Papa kamu tidak akan pernah meninggalkan kamu apapun yang terjadi" gumam Fahri.
Saat di rumah sakit Rusdi sempat berpesan kepada Fahri sebagai seorang ayah. Dia berpesan untuk selalu ada di samping Syakilla tidak seperti dirinya yang meninggalkan Syakilla dan mamanya, setelah tau penyakit yang di derita oleh sang mantan istri dan Rusdi juga sempat berpesan untuk menjaga Ferdi untuknya.
Yang menurut Fahri tidak masuk akal karena Ferdi masih kecil selain itu juga dia punya Mamanya tapi kenapa sang mertua memintanya untuk menjaga Ferdi untuknya.
__ADS_1
" Kenapa Papa memintaku untuk menjaga Ferdi untuknya" gumam Fahri dan itu terdengar oleh Syakilla yang masih belum tidur.
" Apa maksud mas Fahri? Apa terjadi sesuatu dengan Ferdi? Aku harus mencari Ferdi!" ucap Syakilla turun dari kasur dan menyambar kunci mobil yang ada di atas meja di samping kasur.
Dia tau siapa Mama tirinya, mungkin sang Papa sudah tau siapa perempuan itu juga maka dari itu dia berpesan demikian kepada Fahri. Syakilla berlari keluar tanpa peduli orang yang memanggil namanya termasuk Fahri yang mengejar Syakilla dan mencoba menghentikannya.
Syakilla yang keras kepala tidak peduli dengan siapapun saat itu yang ada dalam pikirannya saat ini adalah adiknya, mungkin dia membenci kedua orang tuanya selama ini tapi Syakilla tidak bisa membenci Ferdi ini bukan kesalahannya, apalagi saat di pemakaman dia tidak melihat kehadiran Ferdi sama sekali membuatnya semakin khawatir.
Syakilla yang tidak peduli dengan keselamatannya mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, Fahri yang melihat Syakilla ngebut sangat khawatir apalagi kini perasaannya sedang kacau.
" Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Fahri pada dirinya.
Fahri tidak kalah ngebut dari istrinya dia ingin mencegat Syakilla, dia tidak akan tenang sebelum Syakilla satu mobil dengannya.
" Sayang kamu membuat aku khawatir" gumam Fahri.
Fahri melihat Syakilla masuk ke sebuah pekarangan rumah yang cukup elit dan menghentikan mobilnya di salah satu rumah yang dia yakini adalah rumah papanya.
Fahri melihat Syakilla yang turun buru-buru dan masuk ke dalam rumah tersebut.
" Buka pintunya" Syakilla terus mengetuk pintu rumah, namun tidak ada satupun yang keluar.
" Mas jangan tanya apapun sekarang, kamu bisa kan dobrak pintu ini!" pinta Syakilla
" Sayang tapi kamu bisa di pidana" balas Fahri khawatir dengan istrinya, namun Syakilla yang sudah tidak sabaran terus mendesak Fahri.
Mau tidak mau Fahri harus melakukannya untuk sang istri.Bar saja Fahri ingin mencoba mendobrak pintunya, seseorang membuka pintu dari dalam.
" Terima kasih ya Allah" gumam Fahri
Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah, tanpa permisi Syakilla masuk ke dalam dan memanggil Ferdi dengan suara keras.
Ferdi FERDIII SAYANGGG
__ADS_1
teriak Syakilla
"Bi dimana Ferdi?' Tanya Syakilla
" Nona siapa? Dan ada keperluan apa dengan den Ferdi? " Tanya wanita paru baya tersebut yang Syakilla yakini kalau dia adalah ART di rumah itu.
" Itu tidak penting sekarang Ferdi ada di mana?" Tanya Syakilla lagi.
"Bibi melihat nyonya membawa den Ferdi yang sedang menangis" jawab bibi tersebut.
"Terima kasih" balas Syakilla langsung keluar dari rumah, saat ingin masuk ke dalam mobil, tangan Fahri langsung mencegahnya dan menarik Syakilla masuk ke dalam mobilnya.
" Kita kemana?" Tanya Fahri to the point tidak ingin basa basi lagi.
Lama Syakilla berpikir akhirnya dia menjawab ke panti asuhan. Hari itu Fahri dan Syakilla mencari Ferdi yang Syakilla yakini ada di salah satu panti.
"Perempuan itu tidak akan mau mengurus Ferdi, apalagi sekarang tidak ada papa" gumam Syakilla agar Fahri tidak heran kenapa Syakilla seperti ini.
Hari itu Syakilla maupun Fahri sama-sama menyuruh orang kepercayaan mereka untuk mencari keberadaan Ferdi, Syakilla sudah mengirim foto Ferdi ke orang-orang kepercayaannya begitu juga Fahri.
Waktu hampir malam tapi Syakilla dan Fahri belum juga menyerah, mereka berhenti ketika melaksanakan shalat dan makan saja.
Hampir tengah malam namun Ferdi belum juga di temukan, Syakilla hampir putus asa karena belum bertemu dengan adiknya, hingga pandangannya tertuju pada anak kecil yang duduk dipinggir jalan.
" Mas berhenti!" ucap Syakilla. Begitu mobil berhenti Syakilla langsung berlari ke seberang jalan dan benar saja Ferdi sedang ketakutan memegang lututnya.
"Ferdi" ucap Syakilla memeluk Ferdi yang sudah ketakutan.
Setelah menemukan Ferdi, Syakilla dan Fahri langsung membawanya pulang ke pondok, Syakilla memeluk Ferdi dengan erat.
Sekarang Fahri tau kenapa Syakilla begitu ketakutan saat mendengar Papanya meminta Fahri menjaga Ferdi, karena dia tau ini semua akan terjadi.
Baiklah para reader terima kasih sudah mau membaca karya author yang receh ini
__ADS_1
Dan nggak terasa CINTA PERTAMA YANG SEMPURNA akan segera berakhir. Nantikan eps terakhirnya Juga ya 🥰🥰🥰🥰
Tidak bosan author ingatkan untuk terus like,komen, and vote.