Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Semakin di puji semakin merendah


__ADS_3

''Sebaiknya aku mampir makan terlebih dahulu, bahkan aku melupakan makan siangku kalau Mama tahu bisa dengar ceramah seharian,'' gumam Syakilla lagi sadar dengan dirinya sendiri


Syakilla menghentikan mobilnya di salah satu warung makan yang berada di pinggir jalan untuk mengisi perutnya yang mulai meronta ronta meminta makan.


Syakilla tiba di rumahnya saat azan insya di kumandangkan. Syakilla langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasanya dan masuk ke dalam rumah tidak lupa dia mengucapkan salam terlebih dahulu.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla.


''Waalaikum salam,'' Jawab Mamanya dari dalam rumah.


''Kenapa malam sekali kamu pulang?,'' tanya Mama Rosa.


''Aku selesaikan pesanan Ma tadi di butik,'' jawab Syakilla.


''Udah selesai,'' tanya Mama Rosa.


''Baru satu yang selesai Ma yang lain masih dalam tahap pengerjaan, kenapa?,'' tanya Syakilla.


''Mau Mama bantu?,'' ucap Mama Rosa.


''Gak usah Ma, cuma yang ini aja aku yang tangani yang lain di tangani sama karyawan aku jadi aku rasa gak perlu, tinggal tiga lagi kok,'' jawab Syakilla.


''Kamu udah makan?,'' tanya Mama Rosa.


''Udah Ma tadi di jalan sebelum pulang aku makan dulu,'' jawab Syakilla.


''Sekarang kamu mandi dulu sana, pasti capek banget ya, kapan bajunya di ambil,'' ujar Mama Rosa.


''Acaranya minggu depan, aku juga gak tahu kapan di ambil pasti tapi aku sudah hampir menyelesaikan semua tinggal finishing aja, dan untuk pria saja '' jawb Syakilla.


''Ya sudah mandi dulu sana, istirahat sebentar baru kalau mau lanjut boleh, seharian kerja gak bagus untuk kesehatan kamu sendiri sayang,'' tutur Mama Rosa.


''Aku ke atas dulu Ma,''ucap Syakilla.


''Tumben Mama gak bawel,'' batin Syakilla kerena Mamanya terlihat santai dan biasa aja tidak seperti biasanya.


Syakilla masuk ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang lengket penih dengan keringat setelah itu melaksanakn shalat insya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


''Apa aku datang saja ke acara lamaran kak Zahra ya? datang apa enggak, kalau gak datang gak enak tapi kalau aku datang masak sih gak canggung aku tidak kenal siapapun di sana,'' gumam Syakilla menatap langit langit kamarnya.


''Nanti aku pikirin lagi mau datang apa tidak yang lebih penting sekarang aku menyelesaikan pesanannya tepat waktu,'' ujarnya lagi.


...****************...

__ADS_1


Sudah lima hari dan Syakilla sudah menyelesaikan pesanannya dan rencananya hari ini mereka akan mencoba apa yang kurang hari ini Syakilla berada di butiknya seperti biasa dan sedang menunggu keluarga Ummi Aminah datang untuk mencoba dan melihat apa yang kurang dan kurang cocok.


''Assalamualaikum,'' ucap Ummi Aminah. hari ini Ummi fatimah datang bersama Zahra dan satu lagi sepetinya itu adalah suaminya.


''Waalaikum salam Ummi, kak Zahra,Kiyai, silahkan masuk kita keruangan Qilla aja langsung,'' ucap Syakilla.


Mereka mengikuti kemana Syakilla pergi dan masuk ke ruangan Syakilla, Syakilla sudah menyuruh karyawannya untuk membuat minum buat tamu tamunya.


''Gimana kabar kamu Qilla?,'' tanya Zahra.


''Alhamdulillah baik kak, bagaimana dengan kakak dan keluarga?,'' tanya Syakilla.


''Kami semua baik Alhamdulillah,ini suami Ummi kamu bisa panggil Abi kalau kamu mau'' jawab Ummi Aminah.


''Ummi, Abi, kak Zahra tunggu sebentar saya akan mengambil pesanan Ummi dan bisa di coba dulu siapa tahu ada yang kurang,'' ujar Syakilla dan mengeluarkan baju satu persatu untuk di lihat oleh sang pemilik.


''Maa Syaa Allah cantiknya,'' ucap Ummi Aminah dan Zahra secara bersamaan.


''Cantik banget ya Abi,'' ucap Ummi Aminah pada Suaminya


''Alhamdulillah kalau Ummi senang dan Ummi bisa coba dulu sama kak Zahra, untuk Abi juga bisa di coba, tapi bukankah ada satu orang lagi,'' ujar Syakilla.


''Anak kami yang lagi tidak ikut, lagi sibuk sama kerjaannya, tapi tidak apa apa ukuran badannya hampir sama dengan Abinya ,'' ujar Ummi.


''Kami coba dulu, di mana kami bisa menggantinya?,'' tanya Zahra


''Gak pa pa, kalian yang perempuan saja yang ribet kami gampang ini juga sepertinya sudah pas tidak perlu di coba lagi,'' ujar Abi Ilham.


Syakilla tersenyum di balik cadarnya mendengar perkataan Abi Ilham, tapi benar apa yang dia ucapkan memang kami perempaun saja yang ribet.


Ummi Aminah dan juga Zahra keluar dari kamar ganti mereka, mereka terlihat begitu anggun dan cantik dengan bajunya. Benar benar sangat cantik.


''Gimana Abi,Qilla, Zahra?,'' tanya Ummi Aminah.


''Cantik banget Ummi, Qilla sampai pangling lihat Ummi, bukankah begitu Abi,'' ucap Syakilla memuji.


''Kalau aku bagaimana?,'' tanya Zahra


''Kakak juga sangat cantik, pasti calon suami kakak akan terpukau melihat bidadarinya, Ummi sama kak Zahra benar benar cantik'' ujar Syakilla memuji keduanya.


''Maa Syaa Allah, Ummi sama Zahra benar benar bak bidadari dengan baju itu,'' ujar Abi Ilham.


''Terima kasih Qilla, kamu memang sangat pintar dalam membuat baju dari warnanya, modelnya, Ummi benar benar sangat menyukainya,'' puji Ummu Aminah.

__ADS_1


''Terima kasih Ummi pujiannya, Qilla senang melihat kalian senang dengan karya Qilla, tapi ini juga karena kalian yang pakai jadi sangat cantik,'' ujar Syakilla merendah.


''Kamu ini jangan terlalu merendah,'' ujar Zahra


''Kakak juga mau kamu yang merancang gaun pernikahan kakak, boleh ya?,'' ujar Zahra lagi


''Inn Syaa Allah kak, saya makin senang kalau begitu, sekali lagi terima kasih sudah percaya kepada butik ini,'' ujar Syakilla lagi


''Mau di bawa pulang sekarang atau bagaimana ini?,'' tanya Syakilla.


''Kalau sudah selesai sekarang saja,'' ucap Abi Ilham


'' Apa ada yang kurang mungkin kekecilan atau kebesaran atau ada yang tidak nyaman?,'' tanya Syakilla memastikan.


''Ummi sudah pas gak ada yang perlu di ubah atau apapun lagi,'' jawab Ummi Aminah


''Zahra juga sudah sangat pas, makasih ya Qilla kakak benar benar suka sama bajunya,'' ucap Zahra


''Sama sama kak, Qilla ikutan senang, tapi Abi apa tidak mau mencoba dulu siapa tahu ada yang kurang?,'' ujar Syakilla.


''Tidak perlu Abi bisa lihat dari kedua wanita ini yang sangat puas jadi Abi yakin kalau ini juga pas sama Abi maupun anak Abi yang gak bisa datang,'' jawab Abi Ilham.


'' Baik kalau begitu kami kemas dulu,'' ujar Syakilla.


Ummi Aminah dan Zahra kembali mengganti pakaian mereka dan menyerahkan bajunya pada Syakilla supaya bisa di bawa pulang.


''Kakak udah gak sabar pengen pakai baju itu?,'' ucap Zahra.


Syakilla tersenyum melihat tinggah Zahra yang seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.


''Semoga acara lamarannya berjalan dengan lancar ya kak sampai hari H nya dan semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahamah.'' ucap Syakilla


''Terima kasih doanya, apa kamu akan datang?,'' tanya Zahra.


''Inn Syaa Allah kak, Qilla usahankan untuk datang,'' jawab Syakilla.


''Kakak pasti sangat senang kalau kamu bisa hadir di acara lamaran kakak, ada yang mau kakak kenalkan sama kamu,'' ucap Zahra


Jangan lupa


Like komen vote and gift nya teman teman sekalian


tambahkan juga di daftar favorit kalian

__ADS_1


terima kasih


''Terima semuanya.


__ADS_2