Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Fahri tidak sabaran


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Ia, saya siap," jawab Syakilla spontan.


"Tunggu! Siap apa?," Tanya Fahri tidak mengerti.


"Inn Syaa Allah saya siap menjadi istri kamu," ucap Syakilla dalam satu tarikan napas.


" Apa saya tidak salah dengar? Bisa tolong ulangi sekali lagi," ucap Fahri tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Tidak ada pengulangan lagi, kalau tidak dengar ya sudah tidak jadi," ucap Syakilla malu kalau harus mengatakannya lagi.


" Jangan, saya sudah bisa mendengarnya bahkan dengan sangat jelas sekarang, saya akan kasih tau Abi dan Ummi saya pasti mereka sangat senang mendengarnya," ucap Fahri girang.


"Terserah kamu saja," ucap Syakilla sangat malu untungnya Fahri tidak bisa melihatnya.


" Terima kasih banyak telah menerima saya, jujur saya masih tidak percaya," ungkap Fahri.


" Saya akan segera datang ke rumah kamu, bila perlu besok saya membawa orang tua saya," ucap Fahri lagi.


" Tidak besok juga," jawab Syakilla.


" Kenapa? Lebih cepat lebih baik," balas Fahri.


" Masalahnya saya bahkan belum memberi tahukannya sama Mama saya," balas Syakilla.


"Kalau begitu kasih tau sekarang saja, katakan kepada tante calon mertua besok menantunya akan datang," ucap Fahri.


" Terserah kamu saja," ucap Syakilla.


" Saya anggap itu sebuah jawaban yang menandakan iya, untuk gimana kelanjutannya saya kabari besok. Sekarang saya akan kasih tau Ummi dan Abi dulu dan kamu juga kasih tau sama Mama dan Papa kamu," ucap Fahri.


" Sekarang kamu istirahat tunggu saya besok, Assalamualaikum" ucap Fahri.


" Waalaikumsalam" jawab Syakilla kemudian panggilan terputus


"Semoga pilihanku tidak salah" gumam Syakilla.


"Apa aku harus memberitahukan sama Papa juga? Tapi selama ini dia tidak pernah peduli terhadapku, apa yang harus aku lakukan sekarang," gumam Syakilla bingung.


Syakilla tidak menanggapi dengan serius omongan Fahri yang menyatakan dia akan datang besok, dia menganggapnya candaan semata. Jadi, dia tidak memberitahukan sama Mamanya malam itu juga.


"Aku kasih tau Mama besok saja, lagian mana mungkin Fahri langsung memberi tahu Abi dan Umminya sekarang," lirih Syakilla melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan hampir tengah malam.


Sementara Fahri dia benar-benar keluar dari kamarnya dan membangunkan seisi rumah saking senangnya.


Fahri pergi ke kamar Abi dan Umminya untuk memberi tahu mereka kalau Syakilla sudah menerima dirinya dia sudah tidak sabar lagi bahkan dia tidak bisa menunggu pagi datang.


Tok tok

__ADS_1


"Apa mereka sudah tidur?," Gumam Fahri.


"Abi,Ummi," panggil Fahri


Setelah memanggil Abi dan Umminya Fahri pergi ke kamar kakaknya Zahra.


" Kak..." panggil Fahri


"Apa mereka sudah tidur semua, atau aku kasih tau besok saja," gumam Fahri.


"Ada apa Fahri, tengah malam ketuk-ketuk pintu kakak, ganggu orang tidur aja, kamu gak lihat ini jam berapa?" Tanya Zahra keluar dari kamarnya.


" Bagus, ayo ada yang mau Fahri katakan," Ajak Fahri menarik kakaknya ke sofa.


"Apa tidak bisa kasih tau besok saja!," Tanya Zahra kesal.


"Enggak bisa," jawab Fahri.


" Fahri panggil Ummi dan Abi dulu kakak tunggu di sini," sambung Fahri meninggalkan Zahra yang bingung di atas sofa.


" Itu anak kenapa sih? Ganggu orang tidur aja, coba kalau enggak penting," gumam Zahra kesal kerena terganggu tidurnya.


Fahri kembali mengetuk pintu kamar Abi dan Umminya.


" Ummi, Abi..." Panggi Fahri.


" Ada apa malam-malam begini kamu ketuk-ketuk pintu kamar Abi?" Tanya Ilham.


" Kenapa tidak kasih tau besok saja, ini sudah jam berapa Fahri?," Tanya Ilham sedikit keberatan karena ini sudah hampir menunjukkan tengah malam.


" Enggak bisa Bi, kalau Fahri tidak memberitahukannya sekarang Fahri sendiri yang enggak bisa tidur," ucap Fahri.


" Baiklah! Kasih tau Abi saja, jangan ganggu Ummi kamu, Ummi baru saja tidur," ucap Ilham yang memang baru selesai mengaji.


" Baiklah," ucap Fahri walaupun sedikit keberatan.


"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut? ," Tanya Aminah yang baru muncul di balik pintu karena merasa terganggu.


" Maaf, Fahri ganggu tidurnya Ummi tapi Fahri tidak bisa menunggu sampai besok pagi," ucap Fahri.


"Tidak apa-apa, memangnya ada apa?," Tanya Aminah.


" Kita ke depan sekalian Fahri kasih tau sama kak Zahra yang sudah menunggu di sana," balas Fahri.


" Sebenarnya apa yang akan kamu katakan sampai harus membangunkan semua orang di tengah malam begini?," Tanya Ilham.


" Ini sangat penting kalian pasti akan senang mendengarnya," ucap Fahri menarik pelan Abi dan Umminya


Setelah mengumpulkan semua orang di ruang tamu Fahri duduk di hadapan mereka dan senyum- senyum sendiri.

__ADS_1


"Fahri kenapa senyum- senyum cepat katakan ada apa? Apa kamu membangunkan semua orang hanya untuk melihat kamu tersenyum saja? " Tanya Zahr sudah mulai kesal.


" Jadi gini, ada kabar gembira untuk semuanya khususnya untuk Fahri," ucap Fahri.


" Fahri bisa tidak jangan mutar-mutar, ini udah tengah malam. Kalau tidak ada yang penting kakak mau kembali ke kamar," tegur Zahra.


" Besok kita akan ke rumah calon istri Fahri, " ucap Fahri tersenyum


"Ke rumah siapa? " Tanya Aminah bingung dengan maksud Fahri.


" Kita akan ke rumah Syakilla," jawab Fahri tersenyum senang sedangkan yang mendengarkan biasa saja.


" Untuk apa kita ke rumah Syakilla besok?," Tanya Zahra belum mengerti.


" Untuk melamar Syakilla, untuk apa lagi," ucap Fahri kesal.


' Sepertinya aku salah memberitahu mereka sekarang' batin Fahri.


" Tunggu! Apa Syakilla sudah memberi tahu kamu keputusannya?," Tanya Ilham.


" Alhamdulillah, akhirnya ada yang mengerti juga," ucap Fahri.


"Jadi, benar! Syakilla sudah mau menerima kamu?" Tanya Zahra.


" Ia, kakakku tersayang sebentar lagi adik kakak ini tidak jomblo lagi," balas Fahri.


" Kalau hanya masalah ini kenapa tidak katakan besok saja, " ucap Ilham heran.


"Karena Fahri tidak bisa menunggu sampai besok pagi Bi, kalau bisa malam ini juga Fahri minta Abi untuk melamar Syakilla tapi itu tidak mungkin," ucap Fahri.


" Kamu ini ada-ada saja, senang boleh tapi tidak segini juga," ucap Zahra.


" Apa kakak tidak senang?," Tanya Fahri merubah raut wajahnya.


" Bukannya gak senang Fahri tapi ini jam berapa? Dan kamu meminta Abi melamarnya besok?," Tanya Zahra tidak percaya.


" Semua butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya, dan kita juga tidak tau dimana rumahnya Syakilla," sambung Zahra.


" Untuk masalah itu kakak tenang saja Fahri akan mengurusnya sendiri," balas Fahri.


" Baiklah Abi akan melamarnya besok kalau itu maunya kamu, Abi senang kamu mampu mengambil keputusan secepat ini, katakan sama Syakilla kita akan ke rumahnya besok," ucap Ilham.


" Makasih Bi, memang Abi yang paling mengerti keadaan Fahri. Fahri sudah memberi Syakilla bahwa Fahri akan datang kerumahnya besok" ucap Fahri.


" Sama-sama, sekarang tidurlah ini sudah malam. " ucap Ilham.


" Menurut kakak! Kamu harus memberitahunya sekali lagi, mungkin dia tidak akan percaya kalau kamu akan datang besok," saran Zahra


" Besok Fahri kabari Syakilla lagi," jawab Fahri tersenyum.

__ADS_1


" Sudah kembali ke kamar masing- masing" ucap Ilham.


__ADS_2