Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Pulang


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa?"


" Syakilla," Ucap semua orang terkejut saat melihat Syakilla sudah berdiri di belakang mereka. Fahri sampai bangun dari tempat duduknya karena kaget.


" Sayang," ucap Fahri.


"Apa maksud kamu,Mas?" Tanya Syakilla.


Fahri menghampiri Syakilla dan menuntunnya untuk masuk ke dalam kamar, dia akan menjelaskan semua kepada Syakilla.


" Ummi, Abi, Bunda,kak Zahra, Fahri permisi ke kamar sebentar," ucap Fahri mereka mengangguk tanda setuju.


" Apa maksud dari omongan kamu tadi, Mas?" Tanya Syakilla setelah sudah di kamar.


" Aku akan menjelaskan semuanya tapi kamu harus tenang dulu," ucap Fahri.


" Tolong jangan sembunyikan apapun dari aku, Mas," ujar Syakilla.


" Sebelumnya, Mas minta maaf karena telah menyembunyikan ini dari kamu, tapi Mas tidak punya pilihan lain karena Mas sudah berjanji sama Mama," ucap Fahri.


" Mas, menyembunyikan apa dari aku? Apa yang tidak aku ketahui tentang Mama selama ini" Tanya Syakilla


" Tapi kamu harus janji jangan marah sama Mas ," ucap Fahri.


" Aku akan sangat marah kalau mas tetap berbohong dan menyembunyikan kebenaran dari aku," ucap Syakilla


" Oke. Sebenarnya Mama mengidap penyakit kanker selama ini, dia menyembunyikan semua dari kamu karena Mama tidak mau melihat kamu menangis dan khawatir." ucap Fahri tidak berani menatap wajahnya Syakilla.


" Kenapa mas baru katakan sekarang? Jadi selama ini Mama menderita, ini semua pasti karena aku. Aku yang sudah membuat Mama seperti ini" ucap Syakilla menyalahkan dirinya sendiri.


" Sayang ini bukan salah kamu, " ucap Fahri berusaha menenangkan Syakilla.


" Ini salah aku Mas, Aku yang sudah menyusahkan Mama selama ini, ini terjadi pasti kerena Mama capek ngurusin aku, cari uang buat aku bisa sekolah," ucap Syakilla menangis.


" Sayang ini bukan karena kamu, ini adalah takdir. Sekarang Mama sudah tenang, Mama tidak merasakan sakit lagi." ucap Fahri.


" Sejak kapan? Sejak kapan Mas tau mengenai penyakitnya Mama? Kenapa tidak memberitahukan padaku? Apa kerena alasan ini, Mas mau nikahin aku?," Tanya Syakilla bertubi-tubi.


" Sayang, Mas menikahi kamu tidak ada sangkut pautnya dengan ini semua,Mas menikahi kamu karena Mas mencintai kamu,Mas menikahi kamu karena Allah, bukan karena yang lain," jelas Fahri.


" Mas tau kalau Mama sakit pas di hari pernikahan kita tepatnya sebelum ijab kabul berlangsung, Mama menceritakan semua tapi Mama meminta mas untuk menyembunyikannya dari kamu." sambung Fahri.


" Tapi, kenapa mas tidak menceritakan sama aku semalam waktu di rumah sakit, apa ini juga alasan kenapa mas memotong pembicaraan dokter?" Tanya Syakilla.


" Karena Mas sudah berjanji sama Mama untuk tidak memberitahukan sama kamu mengenai ini, semalam setelah kamu tidur Mama juga meminta sama Mas untuk tidak menceritakan apapun mengenai penyakitnya sama kamu. Tapi kamu sudah tau sekarang," jelas Fahri.


" Aku mau pulang ke rumah Mama, boleh kan, Mas?" Tanya Syakilla menghapus air matanya.

__ADS_1


" Untuk apa?," Tanya Fahri.


" Aku hanya ingin pulang sebentar," jawab Syakilla


" Kita tinggal di sini untuk beberapa hari," ucap Fahri tegas. Dia tidak mau Syakilla terbawa suasana di rumahnya dan menangis lagi.


" Tapi..." ucap Syakilla.


" Tidak ada tapi-tapian, nanti malam juga Mas mengadakan tahlilan untuk Mama di sini," ucap Fahri.


" Mas jahat," ucap Syakilla merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menutupnya dengan selimut.


Fahri berbuat demikian karena tidak ingin Syakilla menangis lagi tapi sekarang Syakilla malah semakin menangis.


" Baiklah, Mas akan mengantar kamu pulang tapi setelah itu kita balik lagi ke sini," ucap Fahri tidak punya pilihan lain.


" Janji," ucap Syakilla masih di dalam selimut.


" Ia, Mas janji. Sekarang bangun dulu, nanti kamu tidak bisa bernapas," ucap Fahri membuka selimutnya.


" Terima kasih," ucap Fahri.


"Tidak perlu berterima kasih, kita pergi sekarang saja. Takutnya kesorean," ucap Fahri.


" Ia, kita pamitan sama yang lain dulu," ucap Fahri.


Syakilla dan Fahri pamit untuk pulang ke rumahnya kepada keluarga Fahri yang masih duduk di sofa ruang tamu.


" Qilla baik-baik aja, Bunda," jawab Syakilla.


" Kamu jangan menyalahkan Fahri, dia hanya menjalankan amanah dan janji yang telah dia buat saja dengan Mama kamu," ucap Fatimah.


" Apa Bunda juga sudah mengetahui hal ini?" Tanya Syakilla.


" Ia, Bunda juga sudah mengetahuinya," jawab Fatimah.


" Kenapa Bunda juga merahasiakannya dari Syakilla?," Tanya Syakilla.


" Sama seperti Fahri, Bunda juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mama kamu meminta Bunda untuk tetap merahasiakannya dari kamu, karena Mama kamu tau, kamu pasti akan sangat terpukul dan sedih." jelas Fatimah.


" Mama kamu juga tidak mau kamu menyalahkan diri kamu sendiri," sambung Fatimah.


" Tapi, Syakilla merasa tidak berguna sebagai anak. Mama sakit saja Syakilla tidak tau!" Ucap Syakilla.


" Sayang jangan katakan seperti itu, kamu adalah anak yang baik dan sholeha." ucap Fatimah memeluk Syakilla.


" Sekarang kalian mau kemana?" Tanya Aminah.


" Syakilla meminta Fahri untuk mengantarnya pulang Ummi" jawab Fahri.

__ADS_1


" Syakilla kamu tinggal di sini saja, sekarang kamu adalah istri adik Fahri berarti rumah ini juga rumah kamu," ucap Zahra.


" Syakilla akan tinggal di sini, kita juga mau mengambil bajunya Syakilla," ucap Fahri.


" Syukurlah kalau begitu kakak senang mendengarnya," ucap Zahra lega.


" Jangan menangis lagi, kalau Mama kamu melihat ini pasti dia akan memarahi Bunda karena membuat anak kesayangannya menangis," ucap Fatimah menghapus air matanya Syakilla.


" Fahri pamit dulu," ucap Fahri.


" Ayo sayang," ajak Fahri.


" Bunda mau pulang sama kita saja, atau Bunda menginap saja di sini?" Tanya Fahri.


" Bunda di antar sama Alfin saja, Bunda sudah meminta bantuannya tadi," jawab Fatimah.


"Kalau begitu kami pamit sekarang" ucap Fahri.


" Assalamualaikum," ucap Syakilla dan Fahri.


" Waalaikumsalam," jawab mereka semua.


" Kasian Syakilla semoga dia bisa menerima ini semua" lirih Zahra.


Di perjalanan Syakilla tidak berbicara sama sekali dengan Fahri dia terus menatap jalan di depannya. Fahri sesekali menoleh ke arah Syakilla melihat istrinya seperti itu ada perasaan iba di hatinya, Syakilla yang biasa banyak bicara saat dengannya, selalu berdebat kalau bertemu. Fahri merindukan Syakilla yang dulu, yang periang.


"Aku tidak akan membiarkan kamu sedih terlalu lama," batin Fahri.


Sebelum sampai di rumah Syakilla, Fahri berhenti di pinggir jalan terlebih dahulu.


" Kenapa berhenti?" Tanya Syakilla.


" Tunggu sebentar, tidak lama," ucap Fahri keluar dari mobil.


Tidak lama Fahri kembali dengan membawa kantong plastik di tangannya.


" Apa ini mas?" Tanya Syakilla.


" Makanan untuk kita, kamu belum makan apa-apa sejak tadi pagi," ucap Fahri meletakkan kantong plastiknya di kursi bagian belakang.


Syakilla tidak menanyakan apapun lagi setelah itu dan kembali fokus pada jalanan, Fahri juga menghidupkan mobilnya dan meninggalkan tempat itu menuju rumahnya Syakilla.


Sampai di rumah, setelah mobil berhenti Syakilla langsung turun dan masuk ke dalam rumahnya tanpa menunggu Fahri.


" Apa yang ingin Syakilla lakukan sebenarnya? Kenapa dia terlihat buru-buru dan tidak sabaran?" Fahri heran dengan sikap Syakilla setelah dia menceritakan tentang penyakit Mamanya.


Setelah itu Fahri turun dan menyusul Syakilla ke dalam rumah. Fahri mencari Syakilla ke kamarnya tapi tidak ada.


" Sayang" panggil Fahri tapi tidak ada sahutan dari Syakilla.

__ADS_1


" Kenapa dia suka sekali menghilang," lirih Fahri keluar dari kamar Syakilla.


__ADS_2