Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
perasaan Arka


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


" Mas," panggil Syakilla ketika mereka sudah di perjalanan pulang ke rumah mereka.


" Ia sayang," sahut Fahri menoleh ke Syakilla dan menggenggam tangan Syakilla menaruh di atas pahanya.


" Kenapa mas sangat ingin sekali mengadopsi Dimas?"Tanya Syakilla penasaran kenapa suaminya sangat ingin mengadopsi Dimas.


" Mas juga nggak mengerti sayang tapi mas ingin menjadikan dia anaknya mas. Kamu nggak keberatan kan?" Tanya Fahri takut istrinya tidak setuju dengan keputusannya.


" Aku sama sekali tidak keberatan mas, tapi aku sedikit takut karena jujur aku juga sedikit tau asal usul Dimas." jawab Syakilla.


" Kenapa dengan asal usul Dimas sebenarnya sayang?"Tanya Fahri heran kenapa dari tadi Bunda membahas tentang masa lalu Dimas dan sekarang istrinya.


" Dimas bukan orang biasa, dia anak dan cucu dari pengusaha besar yang memiliki banyak musuh. Orang tuanya juga di bunuh oleh musuh mereka dan yang terakhir Bunda tau kalau mereka sedang mencari keberadaan Dimas karena hanya dia satu-satunya pewaris yang tersisa. Dulu Mamanya Dimas juga pernah cerita kalau musuh mereka adalah orang terdekat mereka cuma Mamanya tidak bilang siapa orangnya" ungkap Syakilla.


" Jadi ini sebabnya Bunda ragu untuk menyerahkan Dimas sama kita!" Ucap Fahri.


" Mungkin karena Bunda takut mereka masih mencari kebenaran Dimas sampai sekarang. Karena banyak bahaya yang mengintainya akan lebih aman kalau dia tetap di panti bersama dengan Bunda" balas Syakilla.


" Mas mengerti sekarang tapi mas tetap ingin mengadopsi Dimas, mas tidak peduli tentang masa lalunya mas akan melindungi dia." ucap Fahri masih kekeh ingin mengadopsi Dimas.


" Terserah sama mas Fahri saja, aku ikut saja" balas Syakilla.


Fahri tau istrinya takut pada keselamatan Dimas dan orang-orang disekitarnya, tapi tekat Fahri sudah bulat dia tidak akan mundur lagi. Fahri mengendarai mobilnya dan berhenti di sebuah restoran. Karena sudah sore Fahri akan membeli makanan untuk makan malam, supaya Syakilla tidak perlu capek-capek memasak lagi untuk mereka. Setelah meninggalkan restoran Fahri kembali lagi ke rumah Mama mertuanya.


"Kita menginap di rumah Mama lagi mas?" Tanya Syakilla ketika melihat jalan yang dilewati suaminya.


" Ia, kita menginap di sana malam ini besok kita kembali ke rumah Abi sebelum mas mendapatkan rumah baru untuk kita," jelas Fahri.


" Mas beneran ingin beli rumah? Aku pikir cuma bercanda!" Ucap Syakilla.


" Beneran sayang, lagipula kita juga mau mengadopsi Dimas jadi akan lebih baik kita punya rumah sendiri, kalau kita tinggal di rumah Mama terlalu jauh dari pondok," jelas Fahri lagi.


" Mas, Bunda belum memberikan jawaban apapun," ucap Syakilla.

__ADS_1


" Kalau Bunda tidak memberikan Dimas sama kita, mas akan memintanya sama kamu," ucap Fahri mengelus perut istrinya dengan satu tangan karena tangan satu lagi dia gunakan untuk menyetir.


" Semoga Allah mengabulkan doa mas Fahri," ucap Syakilla.


" Aamiin. Tapi, istri mas ini sudah siap punya anak kan?" Tanya Fahri dia tidak mau gegabah karena yang merasakan hamil adalah istrinya, yang harus menderita istrinya.


" Di saat aku sudah menyerahkan semuanya kepada mas Fahri berarti aku sudah siap dengan segala konsekwensinya termasuk menjadi seorang ibu. Apalagi keinginan terbesar seorang wanita adalah menjadi seorang ibu," jawab Syakilla menatap suaminya dengan penuh kasih sayang.


" Terima kasih, istri mas memang wanita yang Soleha," ucap Fahri mencium tangan Syakilla.


"Berapa lama kamu bisakah free?" Tanya Fahri tapi matanya fokus ke jalan.


"Biasanya satu minggu, kenapa mas Fahri ingin tahu?" Tanya Syakilla balik.


"Sayang itu sangat berarti buat mas," balas Fahri.


" Ya untuk apa?" Tanya Syakilla antara nggak tau atau pura-pura nggak tau.


" Selama kamu free itu berarti mas ikut free sayang," jawab Fahri geram dengan istrinya.


" Dasar ustadz otak mesum," ucap Syakilla sudah mengerti apa yang dimaksud suaminya.


" Iya, sekarang fokus sama jalan," ucap Syakilla merasa malu kalau harus bahas hal yang terlalu intim meskipun dia sudah menikah.


"Oh iya mas,lusa kan hari pernikahan kak Zahra! Aku harus bawa apa ya kira-kira?" Tanya Syakilla.


" Kamu nggak usah bawa apa-apa, biar mas aja yang bawa," jawab Fahri.


Syakilla terdiam saat suaminya menjawab seperti itu, tapi Syakilla tetaplah Syakilla dia tidak akan datang dengan tangan kosong.


" Sudah tidak perlu dipikirkan dengan kamu ada saja kak Zahra pasti sudah senang, apalagi sekarang keinginannya telah terkabul yaitu menjadikan kamu sebagai adiknya," ucap Fahri tau apa yang di pikirkan Syakilla.


" Tapi tetap saja mas, sekarang aku adalah adik iparnya. Aku malu kalau nggak bawa apa-apa," ucap Syakilla.


" Kamu tenang saja nanti mas siapkan hadiah pernikahan untuk kak Zahra" ucap Fahri.

__ADS_1


Syakilla tidak membantah lagi dia diam sampai di rumah Syakilla masih tidak mengeluarkan kata apapun juga. Fahri tau watak istrinya yang tetap akan memikirkan segala sesuatunya dengan sangat detail. Jadi dia tidak akan diam saja kalau dia masih memberikan sesuatu dari tangannya langsung.


Fahri tersenyum melihat istrinya yang sangat peduli dengan keluarganya. Fahri mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan untuk Alfin memintanya mencari hadiah pernikahan yang pas untuk kakaknya dan juga hadiah untuk Istrinya.


" Sayang tunggu," ucap Fahri turun dari mobil. Saat turun dari mobil Fahri tidak sengaja berpapasan dengan Arka yang baru mau masuk ke dalam mobilnya. Fahri tersenyum ke arah Arka setelah itu masuk ke dalam rumah menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk.


Arka sudah atau dari Mamanya kalau Syakilla sudah menikah, dia ikut senang sekaligus merasa kecewa karena dia keduluan sama orang lain. Arka sudah lama menaruh hati kepada Syakilla dia selalu diam-diam melihat Syakilla dari jendela kamarnya saat Syakilla berangkat kuliah setiap hari.


Arka sudah tau siapa Syakilla jauh sebelum dia menolong Syakilla dari pria yang menggangu Syakilla waktu di kampus. Dan dia hanya pura-pura terkejut saat Syakilla datang ke rumahnya untuk makan malam, sebenarnya itu adalah rencana Arka mengundang Mama Syakilla sekaligus mengundang Syakilla ke rumah. Semua sudah diatur olehnya.


Arka mematung di tempatnya berdiri meratapi nasibnya yang tidak bisa memiliki Syakilla. Pernah terbesit dalam pikirannya untuk merebut Syakilla dari Fahri karena Arka pikir Syakilla dan Fahri menikah karena terpaksa.


Tapi, dia tidak senekat itu itu menghancurkan rumah tangga orang lain meskipun itu orang yang dia cintai.


" Arka," panggil Diana tapi Arka yang masih melamun tidak mendengarkan panggilan sang Mama.


" Arka" panggil Diana sekali lagi menepuk bahu sang anak sedikit keras.


" Ah.. Iya," ucap Arka terkejut.


" Kamu kenapa melamun di sini?" Tanya Diana


" Nggak apa-apa kok Ma, Mama udah siap? Adit mana?," Tanya Arka mengalihkan pembicaraan.


" Adit masih di dalam sebentar lagi juga keluar." jawab Diana.


" Kamu lihat apa tadi sampai melamun?" Tanya Diana.


" Bukan apa-apa Ma," jawab Arka.


" Kamu nggak bisa bohongi Mama, kamu lihat Syakilla dan suaminya kan. Makanya kalau Mama kasih tau di dengar sekarang saja baru menyesal," ucap Diana tau perasaan Arka.


" Sudahlah Ma, semua sudah lewat. Kalau Syakilla bukan jodoh Arka mau Arka berusaha sekuat apapun tetap juga tidak akan pernah jadi milik Arka," ucap Arka menerima dengan lapang dada meskipun ada sedikit rasa penyesalan.


" Kalau begitu jangan di lihatin lagi, move on," ucap Diana masuk ke dalam mobil meninggalkan Arka di luar mobil.

__ADS_1


" Ini juga lagi berusaha Ma, tapi orangnya malah ada di depan gimana mau berhasil," gumam Arka pelan supaya tidak bisa didengar oleh Mamanya.


" Apa mereka lagi bertengkar ya, kenapa Syakilla meninggalkan suaminya sendiri di luar sementara dia sudah masuk," batin Arka.


__ADS_2