
HAPPY READING!!!πΉπΉπΉπΉπΉ
Keesokan paginya Syakilla bagun dari tidurnya. Melakukan kegiatan seperti biasa, mandi, shalat, sarapan setelah itu berangkat ke kampus.
"Pagi Ma," sapa Syakilla melihat Mamanya yang lagi sarapan.
"Pagi sayang, mau langsung ke kampus?," Tanya Rosa.
"Iya Ma, hari ini ada kelas pagi," jawab Syakilla sambil duduk.
"Mama nggak pergi ke butik?," Sambung Syakilla.
"Enggak! Hari ini Mama gak ke butik, Mama lagi nggak enak badan" ujar Rosa.
"Mama sakit, kita ke rumah sakit aja, Qilla antar" ucap Syakilla khawatir.
"Mama gak pa-pa, mungkin cuma kecapean aja sayang, nanti setelah Mama istirahat juga sembuh," ujar Rosa.
"Mama yakin?," Tanya Syakilla memastikan.
"Iya sayang," jawab Rosa.
"Syakilla temenin Mama aja hari ini, Mama juga kelihatan pucat banget soalnya," ujar Syakilla.
"Enggak pa-pa sayang kamu pergi ke kampus aja," ucap Rosa.
"Tapi Qilla khawatir Ma," ucap Syakilla.
"Mama gak kenapa- kenapa sayang, percaya sama Mama," Ucap Rosa meyakinkan Syakilla.
"Nanti kalau ada apa-apa kabari Qilla," ucap Syakilla.
"Iya, cepat selesaikan sarapannya, bukannya hari ini kamu harus mengantar gaun itu ke butik?," Tanya Rosa.
"Tadinya mau pergi ke kampus dulu tapi sepertinya Syakilla hari ini gak ke kampus dulu!," Ucap Syakilla.
"Kenapa?," Tanya Rosa.
"Mama juga lagi gak enak badan kan, jadi Syakilla sekalian pergi ke butik Mama buat cek keadaan di sana, gak pa-pa kan," ujar Syakilla.
"Mama setuju, udah lama juga kamu enggak ke sana," ucap Rosa.
"Tapi, Mama beneran gak pa- pa Qilla tinggal?," Tanya Syakilla sekali lagi.
"Enggak sayang mau berapa kali lagi Mama bilang," ucap Rosa.
" Yaudah kalau gitu, Syakilla berangkat sekarang ya Ma," pamit Syakilla.
"Hati- hati, kalau jadi ke butik Rose boutique, bilang sama Ria aja dulu," ucap Mama Rosa.
Rose boutique adalah butik ketiga Syakilla yang dia khususkan untuk sang Mama. Syakilla mengambil nama itu juga karena Mamanya yang sangat menyukai bunga mawar dan juga nama Mamanya yang hampir mirip dan dua lainnya menggunakan namanya. Walaupun yang sering dia kunjungi hanya satu saja, tapi semua masih dalam pantauannya termasuk punya sang Mama.
Setelah menyelesaikan sarapannya Syakilla kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil gaun yang akan dibawa ke butik.
Syakilla menaruh bajunya di bagasi mobil, setelah itu dia juga menaiki mobil tersebut dan menjalankannya.
Diperjalanan Syakilla menyempatkan untuk mengabari kedua sahabatnya kalau hari ini dia tidak pergi ke kampus.
Tut tuttt
Nada suara panggilan pertanda masuk.
__ADS_1
_"Assalamualaikum, Sil," ucap Syakilla.
"Waalaikum salam, kenapa Qil? Aku masih di jalan!," balas Sisil dari seberang.
_"Aku mau kasih tau kamu, hari ini aku gak ke kampus ya," ucap Syakilla.
"Kenapa? Apa ada masalah lagi? Soalnya kemaren tante nanya ke kamu kemana?," ucap Sisil.
_" Enggak ada, semua baik-baik aja, cuma hari ini Mama gak enak badan jadi aku mau ke butik Mama dulu," jelas Syakilla.
"Yaudah kalau gitu, tenang aja nanti aku bilang izin," balas Sisil.
_"Makasih ya, udah dulu aku juga lagi di jalan ini," ujar Syakilla.
"Iya, bye, hati- hati lo," ucap Sisil.
_"Assalamualaikum," ucap Syakilla
"Waalaikum salam," jawab Sisil.
Mereka pun mengakhiri sambungan teleponnya.
Tidak lama kemudian terdengar dering dari ponsel Syakilla yang berarti bahwa ada panggilan masuk.
"Kak Zahra," gumam Syakilla saat melihat siapa yang menelpon. Lalu mengangkatnya.
_"Assalamualaikum, Kak." ucap Syakilla.
"Waalaikum salam," jawab Zahra.
_"Maaf, ada apa kak?" Tanya Syakilla.
_"Ada kak, kebetulan Qilla juga sedang di perjalanan menuju butik," jawab Syakilla.
"Syukurlah, kakak ke sana sebentar lagi," ucap Zahra.
_"Iya kak," jawab Syakilla.
"Sampai ketemu di sana, Assalamualaikum," ucap Zahra.
_"Waalaikum salam," jawab Syakilla.
"Kenapa di saat aku berusaha ingin melupakannya tapi kenapa Allah mempertemukan kami," gumam Syakilla.
Di rumah Fahri dan Zahra.
Fahri yang tidak pergi ke kantor seperti janjinya. Dia lagi bersama Abinya membahas masalah pondok. Tiba-tiba Zahra datang dan meminta Fahri untuk menemaninya ke butik.
"Maaf Abi, Fahri, Zahra ganggu sebentar," kata Zahra.
"Ada apa Zahra?," Tanya Ilham.
"Zahra mau minta tolong Fahri untuk antar Zahra ke butik Abi, apa boleh?," Tanya Zahra.
"Tentu saja boleh, Fahri juga lagi nganggur!," ucap Ilham tersenyum.
"Abi, Fahri bukan pengangguran ini hanya menepati janji saja untuk tetap di sini beberapa hari ke depan," bantah Fahri.
"Abi paham, maaf!," Ucap Ilham.
"Yaudah walaupun terpaksa mau bagaimana lagi," ucap Fahri.
__ADS_1
" Kalau gitu, kakak siap-siap dulu, sekalian kita ke tempat Mas Zaki dulu, mau ambil bajunya sebagai contoh," ucap Zahra
"Terserah kakak saja," timpal Fahri.
"Fahri enggak boleh seperti itu sama kakak kamu, gak sopan," tegur Ilham.
"Maaf Bi," ucap Fahri.
"Minta maaf sama kakak kamu bukan sama Abi," ujar Ilham.
"Maaf kak," ucap Fahri.
"Udah gak pa-pa, kakak siap-siap dulu, kamu juga siap-siap," ucap Zahra.
" Abi, Zahra siap-siap dulu," sambung Zahra.
"Fahri juga Bi," timpal Fahri
"Yaudah, Abi juga mau balik ke pondok," ucap Ilham.
Balik ke Syakilla.
Syakilla baru tiba di butiknya dan membawa turun serta gaun yang sudah di kemas rapi di dalam kotak.
Syakilla membawa kotak tersebut dengan susah payah karena lumayan besar dan berat.
"Assalamualaikum," ucap Syakilla saat memasuki butik.
"Waalaikum salam, Miss,," jawab karyawan Syakilla.
"Tolong bantu saya," pinta Syakilla.
Dengan sigap salah satu karyawan membantu Syakilla membawa masuk gaun tersebut
"Apa ini, Miss?" Tanya dia( karyawan)
" Gaun yang akan di ambil sebentar lagi, nanti kalau ada yang datang dan menanyakan gaun kamu panggil saya," ujar Syakilla membawa masuk kotak tersebut ke dalam ruangannya.
"Baik, Miss, " jawabnya.
"Dan satu lagi, tolong buatkan minum untuk tamu saya sebentar lagi akan datang dan langsung suruh masuk ke ruangan saya saja, terima kasih" ucap Syakilla.
Karyawan tersebut mengangguk tanda paham dengan apa yang di sampaikan Syakilla. Setelah itu, kembali ke pekerjaannya sendiri.
Syakilla menunggu sambil membaca laporan tentang perkembangan butiknya. Bukan hanya butik yang sedang di kelolanya saat ini tapi juga kedua butik lainnya.
Setengah jam kemudian, Zahra baru sampai di butik bersama dengan Fahri. Walaupun ada rasa gugup saat akan bertemu dengan Zahra karena ada Fahri. Tapi, mau bagaimana lagi dengan terpaksa Syakilla harus juga bertemu dengan Fahri.
"Assalamualaikum," ucap Zahra dan Fahri saat memasuki ruangan Syakilla.
"Waalaikum salam, mari kak" Jawab Syakilla.
'Apa dia tidak bisa melihatku' batin Fahri. Karena Syakilla hanya menyebut kakaknya saja.
Deg deg deg
'Kenapa aku merasa hari ini dia sangat tampan, Astaghfirullah, Syakilla kontrol dirimu sendiri' batin Syakilla.
Jangan lupa like, komen, vote, and fav.
πππππ
__ADS_1