Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Beri aku waktu!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹


"Sayang dengarkan Bunda, semua keputusan ada di tangan kamu, sebaiknya kamu shalat malam dulu! Minta petunjuk sama Allah, jangan menyalahkan diri kamu sendiri, apapun keputusan kamu nantinya itulah yang terbaik," ucap Fatimah.


"Makasih Bunda," ucap Syakilla.


"Sebelum itu kamu harus ingat kata-kata Bunda ini..." ucap Fatimah


" Menemukan seseorang yang keras kepala mencintaimu itu tidak mudah. Orang yang tidak peduli kamu jatuh atau rapuh, dia yang akan menemanimu untuk bangkit. Dia tidak hanya ingin merayakan kemenanganmu tetapi juga mencari saat hilangmu. Sempurna atau tidaknya engkau di hidupnya dia ingin menjadi cahaya yang berkilau atau bara api yang akan menemani menghabiskan malam surau penuh ceracau. Dia yang tidak hanya ingin warasmu saat kacau-mu pun dia tetap bersikeras bertahan denganmu. Berbahagialah saat kamu menemukan seseorang yang seperti itu, karena banyak yang berkata RINDU tapi tidak berjalan menemui-mu, banyak yang bilang SAYANG tapi hilang saat jatuh-mu. Hidup ini adalah kumpulan cerita sedih dari seseorang yang pergi atau orang yang selalu berusaha bahagia meski tidak selalu mudah jalan yang dilalui. Percayalah, jika dia sungguh mencintaimu dia akan mencari saat menghilangnya dirimu.Namun, jika dia hanya sekedar ingin mengenalmu bukan kerena dia mencintaimu, dia akan tetap hilang meskipun kamu bersikeras untuk mempertahankannya sepenuh hatimu. Jangan takut semua sudah ada yang mengatur MILIKMU akan selalu di berikan PADAMU." Kata Fatimah.


"Bunda harap kamu bisa mengambil langkah yang benar, karena Bunda sangat yakin kalau Fahri bisa membahagiakan kamu," sambung Fatimah.


"Ia, Bunda," ucap Syakilla.


"Sebaiknya kita kembali ke ruangan Bunda," ujar Fatimah.


"Ia, Bunda," balas Syakilla.


Mereka kembali lagi setelah pembicaraan yang cukup panjang.


"Permisi," ucap Fatimah masuk ke dalam ruangannya.


"Ini dia orang yang kita bicarakan!," Ucap Aminah.


" Lagi bahas masalah apa ini?," Tanya Fatimah.


"Lagi bahas masa kecil Syakilla," jawab Aminah.


"Duduk dekat Ummi sayang," pinta Aminah kepada Syakilla.


"Baik Ummi," balas Syakilla.

__ADS_1


"Udah, gak usah terlalu di pikirkan! Fahri sudah menceritakan semua, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, tapi Ummi harap kamu bisa mengambil keputusan secepatnya," ucap Aminah.


"Terima kasih Ummi, Abi, Saya minta maaf," ucap Syakilla merasa tidak enak.


"Qilla jangan minta maaf terus, kamu tidak melakukan kesalahan apapun, sebaiknya kalian berdua sama-sama lakukan shalat malam dulu, sekarang yang terpenting kamu sudah tau maksud kami bertemu denganmu kali ini untuk jawabannya kami akan menunggunya " ucap Ilham.


"Iya, Abi," ucap Syakilla.


"Sudah jangan canggung lagi, kita keluar saja main sama anak- anak, dengan begitu pikiran kalian menjadi lebih tenang," ucap Ilham.


Mereka semua keluar dari ruangan tersebut, Syakilla dan Fahri menghampiri anak- anak sedangkan para orang tua mengobrol di halaman bergabung dengan yang lainnya.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu saya terlebih dahulu kalau ada Ummi, dan Abi," ucap Syakilla.


"Mau kasih tau lewat apa, nomor saja tidak punya," balas Fahri.


"Kenapa tidak suruh sama Bunda?," Tanya Syakilla.


" Bukankah sudah saya kasih tau, kalau saya serius sama kamu dan ini adalah buktinya. Ini adalah tanda keseriusan saya sama kamu, saya tidak pernah main- main dengan ucapan saya," ucap Fahri.


"Saya tidak mau salah dalam mengambil keputusan nantinya, ini bukan perkara setahun dua tahun, saya ingin menikah hanya sekali dalam seumur hidup saya," jelas Syakilla.


"Saya memang tidak salah mengambil keputusan untuk menikahi kamu, semakin ke sini saya semakin kagum dengan kamu, tapi kenapa kamu merahasiakan identitas kamu, saya heran!," Ucap Fahri.


"Jangan membahas masalah itu lagi, kita main sama anak- anak saja," ucap Syakilla mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah calon istri" ucap Fahri membuat Syakilla tersipu malu.


"Kenapa wajah kamu jadi merah begitu?," goda Fahri.


"Kamu tidak malu di sana ada Abi dan Ummi kamu yang terus melihat ke arah kita," ucap Syakilla.

__ADS_1


"Kenapa saya harus malu, mereka sudah tau kalau saya menyukai kamu dan mereka mendukung saya, apalagi kak Zahra," ucap Fahri.


"Terserah kamu saja," ucap Syakilla malas berdebat.


Mereka ikut bermain bersama anak-anak dan di perhatikan oleh orang tua mereka.


"Di mana Papanya Syakilla, apa beliau masih ada?," Tanya Ilham.


"Papanya masih ada, dia bersama keluarga barunya," jawab Rosa.


"Apa Syakilla mengenal Papanya?," Tanya Aminah.


"Syakilla sangat mengenal Papanya, mungkin karena itu juga dia sangat menjaga hatinya selama ini, dia selalu melihat Papanya dengan keluarga barunya, sehingga dia membenci Papanya, tapi saya harap Fahri bisa membuat Syakilla memaafkan Papanya," balas Rosa.


" Lambat laun semua pasti akan baik-baik saja, Syakilla adalah anak yang baik dan juga tulus dia pasti bisa memaafkan Papanya suatu saat nanti," timpal Ilham.


"Kita sebagai orang tua tidak bisa menyalahkan seorang anak, atau memaksanya untuk memaafkan seseorang. Kalau kita bilang, kita lebih sakit hati darinya tentu saja itu bukanlah hal yang benar. Mungkin Syakilla melihat Papanya yang bahagia bersama orang lain sedangkan dia tidak pernah mendapatkan kasih sayangnya. Namun, dia menyimpannya seorang diri, tidak ada yang tau isi hati seseorang." kata Aminah.


Rosa seolah tertampar oleh omongan Ummi Aminah dimana selama ini dia selalu memaksa Syakilla untuk memaafkan Papanya. Jelas-jelas dia tahu selama ini Syakilla melihat kebahagian Papanya dan bagaimana Papanya memperlakukan keluarga barunya.


Sore hari mereka semua pulang ke rumah masing- masing. Syakilla pulang bersama Mamanya dan Fahri bersama Ummi dan Abinya.


Di perjalanan pulang Rosa kembali menanyakan bagaimana perasaan Syakilla terhadap Fahri. Kerena yang dia lihat sebelumnya Syakilla sudah menyukai Fahri itu terlihat saat dirinya menyebut nama Fahri, Syakilla terlihat bahagia.


"Sayang, maaf kalau Mama terlalu ikut campur dengan masalah perasaan kamu, Mama tau tidak bisa memaksa kamu untuk menerima Fahri hanya karena Mama menyukainya," ucap Rosa.


"Apa Mama sangat ingin aku bersama Fahri?," Tanya Rosa.


"Bukan sangat ingin sayang, Mama bisa melihat kalau Fahri tulus sama kamu, Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu, tapi Mama tidak akan memaksa kamu untuk menerimanya. Mama tidak ingin kamu menerima Fahri hanya karena desakan Mama. Mama ingin kamu menerimanya dengan tulus tanpa paksaan siapapun" ucap Rosa.


"Syakilla belum bisa memutuskannya sekarang, tapi Syakilla merasa nyaman bersama Fahri. Mama doakan saja semoga apa yang Allah pilih itu adalah yang terbaik untuk Syakilla, dan semoga saja kami berjodoh" balas Syakilla.

__ADS_1


"Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang, tanpa kamu memintanya.," ucap Rosa.


"Terima kasih Mama selalu ada untuk Syakilla selama ini," ucap Syakilla.


__ADS_2