Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Menghindarinya


__ADS_3

''Kelakuan Fahri memang sangat sulit di tebak,'' Bunda terus berbicara dengan dirinya sendiri melihat kelakuan Fahri yang abstrak.


Fahri ikut bermain bersama Syakilla juga anak anak yang lain, dia tidak bisa mengalihkan pandangannya ketika melihat senyuman yang keluar dari bibir manis Syakilla.


''Aku yakin kalau aku benar benar jatuh cinta sama gadis ini, mudahkanlah ya Allah, bukakan pintu hatinya untuk hambamu yang satu ini,'' batin Fahri.


''Kenapa dia terus menatapku, dasar laki laki sama saja tidak bisa menjaga pandangannya terhadap wanita'' batin Syakilla berbanding balik dengan apa yang di pikirkan oleh Fahri


Syakilla berusaha untuk tidak perduli dengan tatapan Fahri dan terus menghindari bertatapan dengannya. Dia akan membuat Fahri lelah dengan sendirinya sepeti yang sudah sering lakukan selama ini dengan pria yang mencoba mendekatinya.


Tapi Syakilla tidak tahu kalau Fahri bukan laki laki yang gampang menyerah untuk mendapatkan apa yang dia mau. Fahri akan tetap kekeh pada pendiriannya dan tidak bisa di ganggu gugat.


Fahri merupakan anak dari seorang kiyai yang memiliki pasantren tapi Fahri memilih jalan yang berbeda dengan Abinya dia membangun usahanya sendiri dan tidak mau mengurus pasantren, Abinya juga tidak bisa mencegah apa yang akan di lakukan oleh Fahri asal tidak melanggar hukum agama terserah Fahri mau membuat apa. walaupun Abinya sangat berharap kalau Fahri mau mengurus pasantren suatu saat nanti.


Abinya selalu membiarkan anak anaknya bebas menentukan pilihan mereka. Dilihat dari manapun Fahri tidak terlihat anak dari seorang kiyai sama sekali dia sangat jauh berbeda dari segi penampilan maupun yang lain, tapi jangan melihatnya dari luar saja dia juga merupakan penghafal Al Quran. Tapi dia tidak pernah menunjukkannya kepada siapapun kecuali orang yang sudah mengetahuinya dari Abinya.


Syakilla dan Fahri bersenang senang bersama anak anak panti di hari itu semua tersenyum ceria.


Saat permainan sedang berlangsung Syakilla mendapat sebuah telpon dari karyawan butiknya, jadi Syakilla berhenti bermain lalu mengangkat telponnya dan sedikit menjauh dari anak anak supaya tidak berisik.


''.........''


''Waalaikum salam,'' jawab Syakilla


''...........''


''Saya lagi di panti,'' jawab Syakilla.


''..........''


''Apa itu sangat penting,'' tanya Syakilla.


''.........''


''Baiklah saya akan ke sana sekarang,'' ujar Syakilla.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla.


Syakilla kembali menghampiri anak anak yang lagi bermain untuk pamit karena ada urusan penting.


''Adik adik kak Qilla pamit pulang dulu ya, maaf gak bisa main sama kalian lebih lama, tapi kakak janji bakal datang lagi, oke,'' ucap Syakilla


''Kakak mau kemana? kenapa buru buru sekali?,'' tanya Dimas.


''Kakak minta maaf tapi kakak harus mengurus sesuatu,'' jawab Syakilla.


''Tapi kakak janji kan bakal datang lagi,'' ujar Nia.


''Inn Syaa Allah, kalau kakak tidak sibuk pasti kakak datang lagi oke,'' jawab Syakilla.


''Memangnya mau kemana sih, sepertinya penting sekali,'' tanya Fahri ikut bertanya.


''Maaf tapi sepertinya saya tidak perlu menjawab pertanyaan anda,'' jawab Syakilla cuek.


''Oke saya tidak akan bertanya masalah anda mau kemana, tapi apa saya bisa tahu kapan kamu datang ke sini lagi?,'' tanya Fahri.


''Itu juga tidak perlu saya jawab,'' ujar Syakilla


'' Capek juga bicara sama kamu ternyata, tapi tenang aja kapan pun kamu ke sini lagi saya pastikan kalau saya juga ada di sini, kitakan jodoh ' ucap Fahri kekeh.

__ADS_1


''Terserah kamu saja,'' ujar Syakilla malas meladeni Fahri.


''Kalian lanjut main sama kak Fahri saja ya, kakak mau temui Bunda dulu,'' ucap Syakilla.


''Hati hati di jalan ya,'' ujar Fahri.


''Iya,'' jawab Syakilla tapi tetap cuek.


Syakilla masuk ke dalam panti untuk berpamitan kepada Bunda Fatimah di dalam.


''Bunda,'' ucap Syakilla.


''Iya kenapa?,'' tanya Bunda Fatimah sedang duduk bersama yang lain.


''Bun, aku pamit pulang dulu ya, ada urusan mendadak,'' ucap Syakilla.


''Iya, Bunda juga gak bisa meminta kamu tetap di sini kan?, memangnya mau kemana buru buru sekali' ujar Bunda Fatimah.


''Qilla pasti datang lagi Bunda, ada kepentingan mendadak'' ujar Syakilla.


''Iya Bunda tahu,'' ujar Bunda Fatimah.


''Qilla langsung pamit ya Bunda, Mbak, yang lain,'' ucap Syakilla.


''Hati hati, kalau punya waktu sering sering main ke sini,'' ujar Mbak Salma.


''Inn Syaa Allah, Mbak,'' ucap Syakilla.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla menyalami mereka satu per satu.


''Waalaikum salam,'' jawab mereka semua.


''Dada kak Qilla,'' ucap mereka melambaikan tangan mereka dan yang lebih gila Fahri juga ikut ikutan seperti mereka.


''Benar benar kekanakan,'' gumam Syakilla pelan.


Syakilla membalas lambaian tangan mereka semua dan tersenyum.


''Jangan terlalu buru buru bawa mobilnya, hati hati gak usah ngebut juga yang penting selamat,'' teriak Fahri perhatian.


Syakilla masuk ke dalam mobilnya dan langsung menghidupkan mobilnya lalu pergi keluar dari panti. Walaupun Syakilla tetap saja cuek dengan Fahri tapi dia tetap melakukan apa yang Fahri katakan agar pelan pelan saja membawa mobilnya itu juga karena untuk keselamatan dirinya sendiri.


Akibat terlalu buru buru Syakilla melupakan sesuatu yaitu mengganti mobil yang dia pakai dengan mobil yang biasanya dia gunakan saat ke butik. tapi dia tidak melupakan cadarnya untungnya dia selalu membawa cadarnya kemanapun dia pergi.


Sampai di butik Syakilla baru sadar kalau mobil yang dia pakai sekarang adalah mobil sehari harinya. bukan mobil untuk ke butik.


''Karena buru buru aku lupa mengganti mobilku, mudah mudahan mereka gak sadar,'' umpat Syakilla saat memakai cadarnya.


Siap menggunakan cadarnya Syakilla keluar dari mobil dan masuk ke dalam butik untuk menjumpai orang yang ingin menemuinya.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla.


''Waalaikum salam Miss, maaf kami meminta Miss buru buru ke sini tapi ada yang ingin menemui Miss langsung,''ujar karyawan Syakilla.


''Tidak apa apa tapi di mana orang yang ingin menemui saya?,'' tanya Syakilla mengerti.


''Saya suruh tunggu di dalam Miss,'' jawabnya


''Baik saya akan temui orang itu dulu,'' ujar Syakilla.

__ADS_1


''Mari saya antar Miss,'' ucap karyawan tersebut.


''Terima kasih,'' ucap Syakilla.


''Assalamualaikum,'' ucap Syakilla.


''Waalaikum salam,'' jawab orang itu.


''Maaf saya adalah pemilik butik ini ada yang bisa saya bantu?,'' ucap Syakilla kepada orang itu yang ternyata adalah seorang ibu ibu bersama dengan seseorang yang umurnya di bawahnya.


'' Kamu pemilik butik ini?,''tanya wanita itu.


'' Iya, saya pemiliknya,'' jawab Syakilla.


''Beruntung sekali saya bisa menemui anda langsung, saya dan anak saya sangat suka rancangan butik anda ini dan saya beserta anak saya ini ingin anda sendiri yang merancang gaun pernikahan untuk anak saya ini, bisa kan?'' ucap Ibu tersebut.


'' Sebelumnya terima kasih pujiannya, tapi silahkan duduk dulu,'' ujar Syakilla.


Syakilla beserta Ibu dan putrinya itu duduk dan Syakilla sudah mengerti apa yang akan menjadi topiknya.


''Inn Syaa Allah saya bisa, tapi kapan acaranya?,'' tanya Syakilla.


''Minggu depan, bisa kan Mbak, saya mohon bisa ya,'' ucap Putrinya.


'' Untuk minggu depan sepertinya saya bisa,'' ujar Syakilla.


''Terima kasih banyak,'' ucap wanita itu lagi.


''Tidak perlu berterima kasih karena itu adalah kerjaan saya,'' jawab Syakilla.


''Kami bayar sekarang atau nanti?,''tanya Ibu itu.


''Kalian bisa bahas mengenai ini dengan karyawan saya saja,'' jawab Syakilla.


''Sekali lagi terima kasih waktunya, kalau begitu kami pamit dulu,'' ucap Ibu tersebut.


''Iya silahkan,'' jawab Syakilla.


Ibu beserta putrinya tersebut keluar dari ruangan Syakilla. Syakilla menghembuskan napasnya kasar.


''Aku pikir ada apa ternyata cuma mau bahas gaun saja,'' umpatnya


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Gift


and


Hadiahnya


tambahkan juga di daftar favorit kalian


terima kasih bagi yang sudah mampir jangan bosan ya

__ADS_1


__ADS_2