
HAPPY READING!!!
MAMPIR JUGA DI KARYA AUTHOR LAINNYA
"PRIA IDAMAN"
TERIMA KASIHπππππππ
...----------------...
Mau tidak mau Syakilla harus mematikan sambungan telponnya dan menghubungi setelah mata kuliah selesai.
"Nanti kita coba lagi ok, Tante pasti baik-baik aja," ucap Dita menenangkan Syakilla.
Walaupun setelah di tenangkan Dita, Syakilla tetap saja cemas. Dia mengikuti pelajaran sambil memikirkan Mamanya, dia sama sekali tidak fokus pada apa yang di terangkan dosen di depan, dia sibuk dengan pikirannya sendiri sepanjang kelas berlangsung.
Selesai dengan kelasnya, Syakilla buru-buru keluar untuk menghubungi Mamanya sekali lagi tapi masih belum bisa terhubung. Syakilla juga menghubungi orang-orang di butik tali mereka sama saja.
"Kemana sih mereka, kenapa tidak ada satupun yang menjawab panggilanku," ucap Syakilla kesal.
"Masih belum bisa di hubungi juga?," Tanya Sisil.
Syakilla menggelengkan kepalanya.
"Tenang dulu, Tante pasti baik-baik aja mungkin dia lagi sibuk makanya gak sempat lihat ponselnya." tutur Dita menenangkan Syakilla.
"Sibuk apa sampai tidak bisa menjawab telepon dariku?," ucap Syakilla.
"Gini saja, Lo mending cek langsung ke butik siapa tau Tante ada di sana," saran Sisil.
" Makasih sarannya aku langsung ke butik ya!," ucap Syakilla.
" Iya, " jawab Sisil dan Dita.
"Hati-hati jangan ngebut," teriak Sisil.
"Iya," balas Syakilla teriak.
Dengan buru- buru Syakilla pergi menuju butik, dia sangat mencemaskan Mamanya. Karena tidak biasanya Mamanya tanpa kabar hampir seharian begini.
"Mama kemana sih?," gumam Syakilla memukul- mukul stir mobil.
Syakilla sampai di butik lebih cepat. Dia memakai cadarnya buru- buru dan langsung turun dari mobilnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Syakilla.
" Waalaikum salam," jawab mereka.
"Miss, udah lama banget enggak ke sini apa kabar?," ucap salah satu karyawan yang ada di sana.
" Alhamdulillah saya baik- baik saja. Tapi, maaf saya ke sini mau bertemu Mama saya, apa beliau ada di sini?," Tanya Syakilla.
" Tapi Ibuk udah beberapa hari gak ke sini," jawab karyawan tersebut.
" Benarkah! Ria kemana?," Tanya Syakilla.
Ria adalah tangan kanan di butik ini, semua yang berhubungan dengan butik pasti dia yang urus dan memberi tahu Syakilla.
" Mbak Ria ada di dalam Miss," jawabnya lagi.
Syakilla masuk ke ruangan Ria. Dan melihat Ria sedang fokus dengan laporannya.
" Assalamualaikum,'' ucap Syakilla membuka pintu ruangan tersebut.
"Waalaikum...salam, Miss," jawab Ria terkejut melihat Syakilla.Dia langsung berdiri setelahnya.
" Ria apa kamu tau di mana Mama saya sekarang?," Tanya Syakilla to the poin.
"Mama gak ada di rumah makanya saja cari ke sini!," balas Syakilla
"Apa sudah di hubungi?," Tanya Ria lagi.
"Sudah, tapi nomornya tidak aktif," balas Syakilla lesu.
"Mungkin beliau ada di butik Rose ," ucap Ria.
"Saya sudah menghubungi mereka tapi Mama juga enggak ada di sana," jawab Syakilla.
" Miss yang tenang dulu, saya akan ambil minum dulu, Miss duduk dulu di sini saya akan bantu cari melalui teman saya," ujar Ria.
Ria pergi mengambil minum sekalian menghubungi temannya untuk membantu mencari bos nya itu.
Ria kembali dengan segelas air di tangannya. Dan menyerahkannya pada Syakilla agar lebih tenang.
"Makasih sudah membantu saya, tapi saya tidak bisa lama-lama saya harus pulang dulu, siapa tahu Mama saya sudah pulang, nanti kabari saya kalau sudah ada kabar mengenai Mama saya," ucap Syakilla bangun dari tempat duduknya.
" Pasti Miss saya akan berusaha mencarinya," balas Ria.
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih saya pulang dulu, Assalamualaikum," ucap Syakilla.
"Waalaikum salam," jawab Ria.
Syakilla keluar dari ruangan Ria dengan lesu dia sudah kehilangan banyak tenaga hari ini.
"Kasihan sekali anda Miss, Aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau Miss tau yang sebenarnya terjadi tentang Mamanya, dia pasti akan sangat terpukul," gumam Ria.
Syakilla tidak langsung pulang dia mendatangi tempat- tempat yang biasa Mamanya datangi. Tetapi, tetap saja hasilnya nihil Mamanya tidak ada di manapun.
"Ma, Mama sebenarnya kemana, jangan buat Qilla khawatir Ma," gumam Syakilla tanpa terasa meneteskan air matanya.
Syakilla terus saja mencari Mamanya seharian. Bahkan, Dia melupakan makan siangnya. Tapi dia tidak melupakan shalat wajibnya.
Sore hari Syakilla kembali ke rumah dengan wajah lelahnya. Syakilla masuk ke dalam rumahnya mengucap salam dengan suara kecil. Saat masuk rumah Syakilla terus saja berjalan tanpa menoleh kiri kanan.
"Baru pulang," ucap seseorang yang suaranya sangat Syakilla rindukan hari ini.
Syakilla berbalik arah dan mendapati Mamanya yang lagi duduk di sofa ruang tamu. Awalnya, Syakilla berpikir mungkin hanya imajinasinya saja, dia mengucek-ngecek matanya. Tapi, Mamanya masih duduk di tempatnya.
Tanpa berkata atau bertanya lagi Syakilla langsung berlari ke arah Mamanya duduk dan langsung memeluknya.
"Mama kemana saja? Sudah seharian Qilla nyari Mama, kenapa gak ada kabar sama sekali?," Tanya Syakilla sesegukan.
"Mama hanya ke tempat Bunda sayang, Mama gak kemana- mana," jawab Mama Rosa.
"Tapi, kenapa Mama gak kabarin Qilla, Qilla udah cari Mama kemana-mana?," jawab Syakilla enggan melepaskan pelukannya.
"Maaf sayang," ujar Mama Rosa.
"Qilla mohon sama Mama, jangan seperti ini lagi Qilla khawatir apalagi Mama gak ada kabar sama sekali," balas Syakilla melepaskan pelukannya.
"Jangan nangis udah besar masak masih nangis sih!," Ucap Mama Rosa menghapus air mata Syakilla.
"Mama janji jangan ulangi lagi, kemanapun Mama pergi kasih tau Qilla paling tidak Mama harus angkat telepon Qilla..." ujar Syakilla masih saja menangis.
"Iya, Mama janji! Sekarang kamu makan dulu, Mama tau kamu pasti belum makan," ucap Mama Rosa.
" Temenin tapi," rengek Syakilla.
" Iya, Mama temenin putri kecil Mama yang sudah besar ini tapi kelakuannya masih seperti anak kecil saja," ucap Mama Rosa.
Like, komen, vote, and fav
__ADS_1
itu membuat author semakin semangat dalam menulis