Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Aku siap!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹.


"Kenapa Abi dan Ummi memanggil Fahri?," Tanya Fahri pada kakaknya.


" Mana kakak tau, mungkin ini masalah Syakilla atau pondok kakak juga enggak tau, kamu tanya sendiri saja nanti " jawab Zahra.


Fahri menutup pintu kamarnya dan menemui Abi dan Umminya di ruang keluarga seperti yang di katakan kakaknya.


"Ummi..." Panggil Fahri menghampiri Umminya lagi lagi duduk sendirian.


" Ia, kenapa?," Tanya Aminah.


'Sepertinya ada yang janggal di sini, kalau Ani dan Ummi memanggilku kemari kemana Abi, kenapa hanya ada Ummi saja ' batin Fahri dan dia melihat ke arah belakang kakaknya juga menghilang membuatnya semakin curiga.


Tapi Fahri tidak mau berburuk sangka dulu siapa tau Abinya lagi pergi ke toilet atau keperluan lain.


" Apa Ummi dan Abi menyuruh Fahri ke sini?," Tanya Fahri.


" Tidak! Untuk apa Ummi menyuruh kamu ke sini?" Tanya Aminah balik.


"Abi dimana?," Tanya Fahri lagi.


" Abi ada di kamar lagi istirahat, kenapa?," Jawab Aminah.


"Bukan apa-apa Ummi, kalau begitu Fahri balik ke kamar dulu ya!" ucap Fahri menahan emosi.


"Kak Zahra," gumam Fahri sangat pelan.


" Karena kamu sudah di sini, Ummi mau menanyakan sesuatu kamu, duduk dulu," pinta Aminah.


" Ummi mau tanya apa?," Tanya Fahri duduk di samping Umminya.


" Apa Syakilla sudah memberi tahukan jawabannya sama kamu?," Tanya Aminah.


" Belum Ummi," jawab Fahri jadi lesu.


" Kenapa tidak kamu tanyakan? Terus untuk apa kamu meminta nomor ponselnya sama Ummi?," Ucap Aminah.


" Ummi tanyakan saja sama anak perempuan Ummi," balas Fahri kesal mengingat kelakuan kakaknya.


"Apalagi yang kakak kamu lakukan?," Tanya Aminah heran dengan tingkah Zahra yang selalu menjahili Fahri.


"Kak Zahra selalu mengganggu Fahri saat Fahri mau menghubungi Syakilla, tadi saja dia bilang kalau Ummi dan Abi memanggil Fahri, makanya Fahri ke sini!," jelas Fahri.


" Kakak kamu iseng saja, karena dia senang melihat kamu yang mudah terpancing emosi," ucap Aminah.


" Tapi, Ummi kakak sudah keterlaluan," ucap Fahri kesal.

__ADS_1


"Ponsel kamu mana?," Tanya Aminah.


"Di kamar," jawab Fahri.


" Apa Ummi saja yang menghubungi Syakilla terus kamu yang berbicara, atau Ummi saja yang menanyakan langsung sama Syakilla" ujar Aminah.


" Jangan! Fahri hubungi dengan nomor Fahri saja, Fahri juga sudah merindukan suaranya," balas Fahri jujur.


" Terserah kamu saja kalau begitu, Tapi ingat jangan main-main kalau tidak Ummi akan menjodohkannya sama Salman anak Ummi, Ummi mau ke kamar dulu, selamat malam, Assalamualaikum" ucap Aminah.


" Waalaikumsalam," jawab Fahri


"Gak Abi, Ummi, kaka Zahra suka sekali mengancam, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Syakilla adalah jodoh yang Allah kirim untukku" jawab Fahri.


" Dan kak Zahra, sudah mau nikah tapi sikapnya masih seperti anak kecil saja, awas aku akan membalasnya! Lihat saja nanti apa yang bisa di lakukan oleh adik kakak yang tampan ini," lirih Fahri tersenyum sudah memikirkan cara membalas kakaknya itu.


Fahri kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat.


Di kamar Zahra.


" Kenapa Fahri tidak marah-marah ya! Tidak biasanya ," gumam Zahra heran kenapa adiknya tidak membalasnya seperti biasa.


Balik lagi ke Fahri.


Fahri sedang duduk di balkon kamarnya, memandang suasana pondok di malam hari dan mendengarkan suara para santri yang sedang melantunkan ayat suci. Dan tangannya sibuk memutar-mutar sebuah ponsel.


"Bismillah," ucap Fahri kemudian menekan nama Syakilla yang tertera di layar ponselnya.


Drettt dretttt.


"Apa dia sudah tidur?," Gumam Fahri karena tidak mendapat jawaban dari Syakilla.Tapi, Fahri belum mau menyerah dia mencobanya lagi dan lagi.


Sementara itu Syakilla baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah dari ruang kerjanya. Saat Syakilla masuk ke dalam kamarnya dia tidak memperhatikan hpnya yang berada di atas kasur.


Dia melewatinya begitu saja dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan bersiap- siap shalat. Syakilla melewati shalat insya karena masih berada di ruang kerjanya.


Selesai shalat insya dan mengaji beberapa ayat Syakilla baru merebahkan tubuhnya dia atas kasur dan membuka hpnya.


"Nomor ini lagi!, " Ucap Syakilla saat melihat begitu banyak panggilan masuk dengan nomor yang sama.


"Assalamualaikum," ucap Syakilla mengangkat telponnya. Tapi, tidak ada yang menjawab.


"Maaf ini siapa?," Tanya Syakilla lagi tapi masih sama tidak ada sahutan dari seberang jadi Syakilla mematikan sambungannya.


" Dasar orang aneh," cetus Syakilla.


...----------------...

__ADS_1


Di tempat Fahri.


Fahri masih merasa tidak percaya kalau Syakilla mengangkat panggilannya. Dia menjadi beku dan kaku tidak bisa berbicara lagi setelah mendengar suara Syakilla dari seberang. Dia sangat gugup selain karena yang berbicara adalah gadis incarannya juga karena ini baru pertama kali dia berbicara dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya melalui ponsel.


"Fahri kenapa kamu jadi gugup seperti ini, dia adalah calon istrimu ingat itu, dan kamu juga sudah bertemu dengannya secara langsung" ucap Fahri mencoba mengembalikan kepercayaan dirinya.


Setelah sedikit tenang Fahri mencoba menghubungi Syakilla lagi. Sudah beberapa saat barulah Syakilla mengangkat panggilan darinya lagi.


"Assalamualaikum," ucap Fahri menahan gugup.


"Waalaikumsalam," " jawab Syakilla.


" Maaf mengganggu kamu malam-malam begini, ini saya Fahri calon masa depan kamu" ucap Fahri berusaha mengusir gugup.


...----------------...


Di kamar Syakilla.


Syakilla sedang mengontrol jantungnya saat mendengar nama Fahri terdengar dari seberang.


' Fahri! Dari mana dia tau nomor ponselku,' batin Syakilla heran sekaligus senang.


"Tidak apa-apa! Ada keperluan apa menghubungi saya malam-malam begini?," Tanya Syakilla.


"Saya hanya merindukan suara kamu saja," gombal Fahri.


" Apa kamu selalu menggombal seperti ini saat bicara dengan perempuan," Tanya Syakilla.


"Jujur saya sangat gugup sekarang, jadi jangan membuat saja semakin gugup," ucap Fahri jujur.


Syakilla rasanya ingin tertawa saat mendengar Fahri berbicara seperti itu.


"Kalau mau tertawa, tertawa saja," sambung Fahri


"Lagian kamu sangat aneh, kenapa gugup saat bicara melalui hp begini tapi saat bertemu selalu saja menggombal," balas Syakilla tersenyum.


"Saya juga tidak tau kenapa? " jawab Fahri.


" Sebenarnya saya menelpon kamu, saya ingi menanyakan apa kamu sudah punya jawabannya?," Tanya Fahri.


Sekarang Syakilla yanga merasa gugup, dia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan Fahri saking gugupnya.


"Kalau kamu belum memiliki jawabannya tidak apa-apa saya akan tetap menunggu jawaban dari kamu," sambung Fahri.


"Syakilla..." Panggil Fahri.


"Syakilla apa kamu masih mendengarkan saya, kalau tidak saya akan menutup sambungannya," ucap Fahri.

__ADS_1


"Ia, saya siap," jawab Syakilla spontan.


__ADS_2