Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Aktivitas yang GAGAL!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Fahri mencari kakaknya di halaman belakang seperti yang dibilang Umminya kalau Zahra ada di belakang, untuk meminta saran apa yang harus dia lakukan untuk membuat istrinya memaafkannya.


Fahri berlari mencari kakaknya, saat berlari Fahri berpapasan dengan Abinya yang baru masuk kedalam rumah. Fahri tersenyum dan mengucapkan salam ke arah Abinya lalu kembali berlari.


" Ada apa dengannya, sudah tua masih saja seperti anak kecil,kapan dia akan dewasa" gumam Abi Ilham geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak laki-lakinya.


" Kak Zahra, Kak" teriak Fahri mencari kakaknya di belakang, tapi tidak ada sahutan dari Zahra.


" Kak Zahra kemana sih? Kata Ummi di sini. Kalau lagi dibutuhkan aja nggak pernah ada coba kalau nggak perlu selalu saja ngajak ribut" ucap Fahri tidak juga menemukan kakaknya.


" Calon pengantin hobinya kok hilang," lirih Fahri masuk lagi ke dalam karena tidak menemukan kakaknya.


Fahri tidak lagi mencari Zahra tapi masuk ke dalam kamarnya untuk menemui Syakilla dan berusaha sendiri untuk mendapatkan maaf darinya. Fahri masuk dengan cara mengendap-endap ke dalam kamar, dia melihat situasi di dalam kamar terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.


Mata Fahri mencari dimana letak istrinya berada tapi tidak ada di atas tempat tidur maupun di atas sofa. Fahri masuk ke dalam kamar, melangkah ke dekat pintu kamar mandi. Fahri menempelkan telinganya di pintu kamar mandi untuk memastikan Syakilla ada di dalam atau tidak. Karena tidak mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi Fahri membuka pintunya, benar saja istrinya tidak ada di dalam.


Satu-satunya harapan Fahri adalah balkon kamarnya. Fahri melangkah menuju balkon dan menemukan istrinya yang lagi berdiri di balkon menghadap ke arah pondok. Fahri berjalan dan memeluk Syakilla dari belakang.


" Maafkan mas, mas tau kalau mas salah. Karena cemburu mas tidak memikirkan perasaan kamu, tapi tolong jangan diamkan mas seperti ini, kamu bebas mau memukul mas tau mengomeli tapi jangan seperti ini," ucap Fahri. Namun, Syakilla sama sekali tidak menoleh atau bergerak sedikitpun. Fahri semakin bingung harus menghadapi Syakilla bagaimana.


" Sayang, mas mohon jangan seperti ini." ucap Fahri membalikkan Syakilla menghadap ke arahnya.


Setelah Syakilla menghadap ke arahnya ternyata Syakilla sedang menangis. Fahri semakin merasa bersalah dengan Syakilla, bukan maksudnya membuat Syakilla merasa bersedih.


" Sayang, mas minta maaf. Mas tau mas salah, tolong bicaralah. Mas akan melakukan apapun asalkan kamu jangan mendiamkan mas seperti ini, mas tidak bisa." ucap Fahri lagi, dia tidak bisa melihat Syakilla mendiamkannya dari tadi.

__ADS_1


" Mas tau, aku marah bukan tanpa alasan. Mungkin bagi mas aku terlalu berlebihan. Tapi mas! Aku dan Mama mendapatkan rumah itu penuh dengan air mata, rumah itu kami dapatkan dengan susah payah Mama kerja siang malam untuk bisa membeli rumah itu, dan bisa jadi karena Mama terlalu capek makanya Mama mengidap penyakit yang merenggut nyawanya..." ucap Syakilla dengan air mata terus mengalir di pipinya. Syakilla menarik napasnya sebelum melanjutkan ucapannya.


" Terlalu banyak kenangan aku dan Mama di rumah itu yang tidak bisa digantikan dengan apapun. Saat mas Fahri memintaku untuk menjual rumah itu, aku merasa aku akan kehilangan Mama lagi," sambung Syakilla


Walaupun dia sudah berusaha untuk tidak menangis lagi tapi dia tidak bisa karena dia terlalu lemah. Syakilla menatap mata Fahri yang menatap matanya, Fahri menghapus air mata Syakilla yang sudah membasahi pipinya.


" Mas minta maaf sayang, mas tidak bisa memikirkan perasaan kamu. Katakan apa yang bisa mas lakukan supaya kamu bisa memaafkan mas, tapi jangan mendiamkan mas seperti ini!" Ucap Fahri menatap mata Syakilla.


"Maaf mas aku tidak bisa menuruti kemauan mas Fahri yang satu ini, tolong maafkan aku karena tidak patuh sama mas. Aku tidak mau berdosa karena membantah perkataan mas. Aku terlalu lemah"ucap Syakilla menunduk tidak mampu menatap wajah suaminya lagi.


Syakilla tau kalau Fahri tidak bermaksud apa-apa dengan memintanya untuk menjual rumah itu, tapi Syakilla merasa dia yang terlalu lemah.


" Sayang kamu wanita yang hebat dan istri solehah, mas yang salah. Mas yang harus minta maaf sama kamu. Tolong maafkan suami kamu ini yang tidak mengerti perasaan kamu," ucap Fahri menarik Syakilla ke dalam pelukannya.


Syakilla menangis semakin keras didalam pelukan Fahri.


" Tolong maafkan mas sayang, tolong jangan menangis lagi. Mas merasa gagal menjaga amanah Mama untuk tidak membuat kamu tidak menangis lagi tapi sekarang mas sendiri yang membuat kamu menangis" ucap Fahri.


" Mas janji tidak akan meminta kamu menjual rumah itu lagi dan Mas percaya sama kamu sayang, mas yang terlalu takut untuk kehilangan kamu. Kamu wanita yang soleha banyak diluar yang menginginkan kamu. Mas yang tidak percaya dengan mas sendiri." ucap Fahri jujur dengan perasaannya.


" Mas Fahri tenang saja, Syakilla tidak akan berubah selama mas Fahri tidak berubah sama Syakilla." ucap Syakilla mendongak melihat Fahri, Fahri juga melihat ke arahnya.


Tatapan mereka bertemu untuk beberapa saat, Fahri mendekatkan wajahnya dengan wajah Syakilla. Syakilla mematung seolah terkunci dengan mata suaminya.


Fahri melihat situasi aman perlahan menyatukan bibirnya dengan milik istrinya. Fahri melakukannya cukup lama, sampai akhirnya dia melepaskannya karena merasa udara yang semakin menipis.


" Mas kita di balkon, gimana kalau ada yang lihat!" ucap Syakilla setelah pangutan mereka lepas.

__ADS_1


Fahri tidak peduli dengan perkataan istrinya dia kembali menyatukan bibirnya dengan milik Syakilla. Kemudian, Fahri menarik Syakilla masuk ke dalam kamar, menarik gorden kamar dan mengunci pintu kamarnya.


Setelah aman Fahri kembali menyerang Syakilla, Fahri semakin memperdalam lumatannya. Lama kelamaan Fahri semakin menuntun lebih dari Syakilla.


Syakilla berusaha melepaskan dirinya dari Fahri agar tersadar dan tidak melanjutkan aktivitasnya.


" Mas," ucap Syakilla berusaha menjauhkan Fahri, tapi Fahri yang sudah di balut dengan hasrat dan lupa kalau istrinya sedang berhalangan.


" Mas tau ini masih siang, tapi mas menginginkan kamu sekarang," balas Fahri menuntun Syakilla ke tempat tidur.


" Bukan itu..." Syakilla tidak sempat menyelesaikan kalimatnya Fahri sudah menyerangnya lagi.


Syakilla tidak bisa berbuat apa-apa lagi, percuma saja menghentikan suaminya sekarang. Syakilla sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Fahri terhadap dirinya.


" Jangan salahkan aku nanti mas, aku sudah berusaha memberi tahukan kamu," batin Syakilla.


Fahri yang sudah terlanjur tidak bisa dihentikan lagi, di tengah permainan Fahri menghentikan aktivitasnya dan bangun dari tubuh istrinya.


" Kenapa mas berhenti?" Tanya Syakilla dengan nada sedikit mengejek.


" Mas lupa kalau kamu lagi halangan," balas Fahri menggaruk kepalanya sendiri sambil tersenyum pasrah.


" Makanya kalau istri lagi ngomong jangan di potong, malah di bilang lagi siang." ucap Syakilla hampir saja tertawa.


Syakilla merasa kasian dengan suaminya yang harus menahan hasratnya tapi dia juga tidak tau harus berbuat apa.


" Maaf ya mas" ucap Syakilla dia juga tidak tega melihat Fahri yang harus gagal di tengah jalan.

__ADS_1


" Ini bukan salah kamu, kenapa juga harus minta maaf. Mas mandi dulu ya, mau mandi bareng?" Tanya Fahri dan mendapat gelengan dari Syakilla. Fahri masuk ke dalam mandi meninggalkan Syakilla yang masih ada di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya.


" Tumben nggak maksa ikut mandi,dosa nggak sih kalau begini" gumam Syakilla. Syakilla turun dari atas tempat tidur menuju lemari untuk mengambil jubah mandi tanpa melepas selimut dari tubuhnya.


__ADS_2