Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Dasar Fahri!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹


Di rumah Fahri.


"Ummi kasih tau dulu gimana tadi! Diterima apa enggak?," Tanya Zahra setelah makan malam berlangsung.


"Kepo banget sih!," Ucap Fahri.


"Biarin aja! Kakak nggak nanya sama kamu ya!," Ucap Zahra.


"Dia belum memberi jawaban," kata Aminah.


"Ditolak dong," ucap Zahra tertawa.


"Ledek aja terus, kalau kakak tau siapa dia kakak pasti akan bantu aku," tebak Fahri.


"Lah kenapa gitu, emang dia siapa sih Ummi?," Tanya Zahra.


"Syakilla yang di maksud sama Adik kamu itu sama dengan Syakilla yang mau kamu jodohkan dengannya!" Jelas Aminah.


"Benarkah!!!" Ucap Zahra tidak percaya.


"Iya, Bunda udah cerita semuanya tentang dia, tapi untuk alasan kenapa dia menjadi dua orang seperti itu Ummi tidak tau!," Jelas Aminah.


"Mungkin masih ada yang dia sembunyikan, tapi Zahra senang sekali, doa Zahra terkabul," ucap Zahra.


"Kamu tenang aja, kakak akan mendukung kamu 100 persen kalau sama Syakilla," sambung Zahra senang akan mendapat ipar seperti Syakilla.


"Makanya kakak doakan adik kakak yang tampan dan juga soleh ini di terima," ucap Fahri


"PD banget!," Ucap Zahra.


"Biarin aja! Terserah sama Fahri," ucap Fahri.


"Udah, jangan mulai! Kalian ini suka sekali berdebat nggak malu apa? Udah mau punya keluarga masing-masing masih saja seperti anak kecil, pusing Ummi lihat kelakuan kalian berdua," ucap Aminah.


"Ummi, Fahri kasih tau ya!! Kalau nanti kami sudah punya keluarga masing-masing otomatis kami akan berpisah terus Ummi pasti akan kangen masa-masa ini, karena sebentar lagi kakak akan menikah Fahri ingin bercanda sepuasnya sama kak Zahra." Ucap Fahri.


"Apa kalian tidak mau tinggal di sini sama Ummi setelah kalian menikah? Kalian akan tega meninggalkan Ummi dan Abi berdua di sini? ," Tanya Aminah dengan raut wajah sedih.


'Salah bicara aku' batin Fahri.


"Bukan itu maksud Fahri! Gimana ya cara jelasinnya!," Ucap Fahri bingung.


" Ummi, kami tidak akan meninggalkan Ummi, Zahra setiap hari akan ke sini," ucap Zahra.


"Iya, Fahri juga akan selalu menyempatkan waktu Fahri untuk ke sini, bila perlu setiap hari Fahri ke sini, tapi setelah Fahri menikah." ucap Fahri.


"Ummi doakan saja Fahri berjodoh bersama Syakilla, Fahri akan tinggal di sini sama Ummi dan Abi," sambung Fahri.


"Bukannya kamu udah mau urus pondok? Kenapa enggak tinggal di sini saja?," Tanya Zahra.


"Fahri harus menyelesaikan urusan Fahri sama kantor dulu kak, mana bisa Fahri lepas tanggung jawab begitu saja," jelas Fahri.


"Kamu benar!," Ucap Zahra.

__ADS_1


"Jadi, gimana dengan Syakilla, kapan dia akan memberikan jawabannya? Kakak udah nggak sabar menunggu jawaban darinya!," Ucap Zahra.


"Doakan saja secepatnya kak," ucap Fahri.


"Abi mana Ummi?" Tanya Fahri.


"Abi lagi di mushalla, kamu enggak ke sana aja gabung sama yang lainnya juga," Tanya Aminah.


"Malas, besok saja," ucap Fahri merebahkan kepalanya di pangkuan sang Ummi.


" Manja banget," sindir Zahra.


"Biarin aja, kalau kakak iri bilang aja," balas Fahri.


" Ummi, kalau Fahri udah menikah nanti Fahri masih boleh tidur di pangkuan Ummi begini nggak?," Tanya Fahri.


"Pertanyaan apa itu?," Balas Aminah.


"Jawab saja," ucap Fahri


"Enggak boleh, memangnya kamu gak malu apa sama istri kamu nanti," timpal Zahra.


"Kenapa harus malu? " Tanya Fahri.


"Ya kali, suaminya manja banget begini!," balas Zahra.


" Sebesar apapun kalian, mau kalian udah nikah, punya anak, ataupun punya cucu sekalian, kalian tetap masih bisa seperti ini, Ummi senang kalian manja sama Ummi, " ucap Aminah.


"Makasih Ummi, Fahri sayang banget sama Ummi," ucap Fahri.


"Enggak," jawab Fahri.


"Yaudah kakak juga gak sayang sama kamu," balas Zahra.


" Oh iya, besok kamu yang menggantikan kakak kan?," Sambung Zahra.


"Eumm," gumam Fahri.


"Pasti para santriwati senang banget kamu yang masuk, ustadz muda," ucap Zahra dan itu memang kenyataannya.


"Pastilah, aku kan ustadz tampan dan juga pintar, pasti mereka senang," ucap Fahri dengan percaya diri.


" Nyesel kakak muji kamu," ucap Zahra.


" Ummi, Zahra ke kamar dulu, mau telponan sama Syakilla," ucap Zahra bangun dari duduknya.


"Ia," jawab Aminah.


"Tunggu! Kakak bilang apa barusa, mau telponan sama siapa?," Tanya Fahri bangun dari pangkuan Umminya saat mendengar nama Syakilla disebut.


" Syakilla, apa ada yang salah?," balas Zahra.


" Kakak punya nomornya Syakilla? Dapat dari mana?," Tanya Fahri.


"Ya dikasih sama orangnya lah, memangnya dari mana lagi," jawab Zahra

__ADS_1


"Kenapa tidak kasih tau dari awal kalau kakak punya nomornya Syakilla, aku kan bisa minta sama kakak!" Kata Fahri senang bukan main.


"Kakak gak akan kasih, kamu minta sendiri aja sama orangnya langsung!" ucap Zahra meninggalkan Fahri.


"Ayolah kak, kasih ya, nanti aku yang bayarin gaun pernikahan kakak, gimana?" Sogok Fahri mengejar kakaknya.


"Enggak perlu, udah lunas," jawab Zahra.


"Katanya kakak dukung aku sama Syakilla," ucap Fahri mengikuti Zahra dari belakang.


"Kakak memang dukung kamu tapi kalau untuk nomornya kamu usaha sendiri," balas Zahra.


"Kakakku tersayang, tercinta, tolong kasih nomornya Syakilla buat Fahri ya!," bujuk Fahri tidak menyerah.


" Enggak," jawab Zahra.


"Ayolah kak... Kak...," Fahri berusaha merayu kakaknya.


Fahri bergelendotan di lengan Zahra seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan kepada orang tuanya. Namun, Zahra tetap tidak memberikan apa yang Fahri minta.


" Mereka ini kadang-kadang baik, terus bertengkar, gimana kalau mereka sama-sama sudah menikah," lirih Aminah bangun dari duduknya menuju kamarnya sendiri.


Sementara itu, Fahri masih berusaha membujuk kakaknya agar di kasih nomornya Syakilla.


"Kak, buka pintunya," ucap Fahri menggedor-gedor pintu kamar Zahra.


"Minta sendiri," Teriak Zahra dari dalam kamar.


"Aku udah minta, tapi belum di kasih," balas Fahri.


"Usaha dong!," sahut Zahra lagi.


"Ini lagi usaha! Kakak mau apa, aku kasih tapi kasih nomornya Syakilla dulu!," Bujuk Fahri.


" Kakak nggak butuh apa-apa, sekarang kamu pergi dari sini," balas Zahra.


"Aku bakal pergi asal kakak kasih dulu," sahut Fahri belum mau menyerah.


'Apa dia gak kepikiran minta sama Ummi ya, dasar Fahri, urusan lain aja pintar ' batin Zahra.


"Kak..." Teriak Fahri.


" Kenapa kamu gedor-gedor pintu kamar kakak kamu?," Tanya Ilham yang baru pulang.


" Enggak pa-pa Bi," jawab Fahri.


" Sudah malam jangan ribut lagi," tegur Ilham.


"Ia, ini juga Fahri mau ke kamar," balas Fahri.


"Jangan lupa besok gantiin kakak kamu," ucap Ilham.


"Fahri gak akan lupa kok, Bi," jawab Fahri.


" Kenapa masih di sini?," Tanya Ilham meninggalkan Fahri di depan kamar Zahra.

__ADS_1


" Abi kenapa mesti pulang sekarang sih, kenapa gak sebentar lagi aja," gumam Fahri terpaksa masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2