Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Yang pertama!!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah shalat ashar Fahri baru pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas di pondok. Begitu pulang yang di cari pertama kali adalah istrinya, dia takut Syakilla akan salah paham setelah melihatnya dengan seorang wanita di halaman pondok apalagi Syakilla punya rasa trauma dengan namanya orang ketiga. Dia berniat menjelaskan semuanya tanpa ada yang harus dia tutup-tutupi dari Syakilla lagi.


"Assalamualaikum," ucap Fahri saat memasuki rumah dengan tergesa-gesa


" Waalaikumsalam," jawab Zahra dan Ummi Aminah yang ada di ruang tamu.


" Syakilla mana Ummi?" Tanya Fahri menyalami Zahra dan Ummi nya.


" Syakilla lagi mandi di kamar! Kenapa? Apa ada masalah? " Tanya Zahra.


"Tidak ada kak, kalau gitu Fahri ke kamar dulu ya!" Ucap Fahri.


" Ia," jawab Zahra dan Ummi.


" Adik kamu nggak bisa jauh dari istrinya" ucap Ummi Aminah.


" Biarkan saja Ummi, namanya juga pengantin baru jadi wajar" balas Zahra.


" Tapi Ummi merasa hari ini tingkah keduanya sangat aneh. Apa mereka lagi ada masalah? Kenapa Ummi merasa kalau hari ini Syakilla tidak ceria seperti biasanya? Dan Fahri juga terlihat buru-buru ingin segera menemui Syakilla " Tanya Ummi Aminah.


" Zahra juga tidak terlalu tau Ummi, tapi tadi pagi Syakilla nanya tentang ustazah Nabila sama Zahra. Mungkin Syakilla lagi cemburu, Syakilla juga tidak menceritakan apa-apa sama Zahra, dia hanya menanyakan itu dan menyerahkan gaun Zahra" Jelas Zahra.


" Syakilla tidak akan menunjukkan perasaannya sama siapapun, Ummi bisa melihat itu kata Bunda Fatimah dia anaknya pendiam tidak pernah menceritakan masalah yang sedang dia hadapi sama siapapun termasuk sama alm. Mamanya " ujar Ummi Aminah.


" Ummi benar, saat Zahra tanya kenapa dia nggak mau melaksanan pesta pernikahannya dia tidak menjawab apa-apa dan tersenyum saja." balas Zahra.


" Ummi merasa kalau Syakilla tidak mau melaksanakan pesta pernikahannya karena Mamanya" ucap Ummi Aminah.


" Mungin itu salah satu alasannya," ucap Zahra.


Fahri menghampiri istrinya di dalam kamar tapi sebelum masuk Fahri mengetuk pintu terlebih dahulu takut kejadian tadi pagi terulang lagi yang membuat keduanya merasa canggung satu sama lain.


" Assalamualaikum, sayang mas buka pintunya ya!" Ucap Fahri. Tapi tidak ada sahutan dari dalam. Yang Fahri khawatirkan adalah Syakilla marah padanya setelah melihatnya dengan wanita lain.


" Sayang mas buka ya!" sambung Fahri membukakan pintu yang tidak terkunci.

__ADS_1


Dia melihat Syakilla sudah siap untuk turun ke bawah. Fahri merasa kalau Syakilla beneran marah terhadapnya, terlihat dari wajah Syakilla yang tidak tersenyum saat melihat Fahri pulang.


Fahri menutup pintu lalu menghampiri Syakilla dan memeluknya. Syakilla meronta dalam pelukan Fahri, tapi Fahri tidak mau melepaskannya.


"Kamu marah sama mas?" Tanya Fahri.


" Enggak" jawab Syakilla singkat. Wanita mana yang tidak cemburu melihat suaminya berbicara berdua saja di depan matanya, walaupun di tempat terbuka tapi tetap saja Syakilla merasa cemburu apalagi Syakilla yang belum seorang istri yang seutuhnya.


" Mas tau kamu marah,"ujar Fahri melepaskan pelukannya dan melihat Syakilla sudah menangis.


" Jangan menangis, mas minta maaf kalau mas punya salah sama kamu," ucap Fahri menghapus air mata Syakilla.


" Mas Fahri jahat, apa mas Fahri mau mencari istri baru karena Syakilla belum memberikan haknya mas" ucap Syakilla mulai nggak jelas.


Saat mendengar Syakilla berbicara seperti itu rasanya Fahri ingin tertawa dan menggoda istrinya tapi dia tau sekarang bukan waktu yang tepat melihat istrinya yang sudah menangis.


" Duduk dulu! Biar mas jelaskan semuanya" ucap Fahri menuntun Syakilla supaya duduk.


" Dengarkan mas baik-baik, sebelum mas selesai bicara jangan memotongnya." ucap Fahri.


" Benarkan dugaan aku kalau mas Fahri sering bicara berdua dengan ustazah Nabila, apalagi dulu kalian pernah mau di jodohkan" potong Syakilla.


" Kamu tau dari mana kalau mas pernah mau di jodohkan sama ustazah Nabila?Apa dari kak Zahra?" Tanya Fahri.


" Mas Fahri nggak perlu tau aku tau dari mana!"Balas Syakilla merajuk dan bangun dari tempatnya duduk.


Fahri menarik tangan Syakilla dan menjatuhkan Syakilla di atas pangkuannya. Syakilla mencoba melepaskan diri dari Fahri. Dengan gerakan cepat Fahri menarik tekuk Syakilla dan menempelkan bib*rnya ke bib*r Syakilla.


Syakilla membulatkan matanya saat Fahri melakukan itu, dia terkejut dengan serangan tiba-tiba dari suaminya.


"Kalau kamu tidak bisa diam mas akan melakukannya lagi," ucap Fahri setelah melepaskan pangutan bib*rnya.


Syakilla yang tadi mau memberontak langsung terdiam dan menutup mulut dengan tangannya.


" Manis" ujar Fahri.


" Mas,"ucap Syakilla

__ADS_1


" Mau lagi," ucap Fahri reflek menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.


Fahri tersenyum melihat Syakilla yang malu dan wajahnya yang sudah memerah.


" Sayang, dulu Abi memang pernah ingin menjodohkan mas dengan ustazah Nabila, tapi mas nggak mau." jelas Fahri. Fahri mulai menjelaskan semuanya kepada Syakilla dari tentang perjodohan, alasan dia menolaknya dan kenapa dia berbicara dengan ustazah Nabila tadi siang. Fahri menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewati.


Syakilla fokus mendengarkan penjelasan dari Fahri tanpa ada niat menyela atau memotong omongan Fahri, dia takut kalau Fahri kembali menci*mnya lagi.


" Mas sudah menjelaskan semuanya, mas harap kamu tidak marah lagi" ucap Fahri.


" Tapi ustazah Nabila menyukai mas Fahri aku bisa lihat itu" ucap Syakilla


" Hang terpenting mas tidak menyukainya sayang" balas Fahri.


" Aku tidak suka kalau mas Fahri dekat-dekat dengan ustazah Nabila lagi" ucap Syakilla.


" Kamu cemburu?" Tanya Fahri tersenyum melihat Syakilla yang cemburu tapi dia suka karena itu artinya kalau yang di katakan Mama mertuanya di dalam surat yang pernah dia baca kalau sebenarnya Syakilla juga mencintainya itu tidak salah.


" Kalau iya, kenapa? Nggak boleh! Oke mulai sekarang aku nggak akan pernah cemburu lagi saat mas Fahri dekat dengan perempuan manapun..." Syakilla mulai bicara tanpa jeda dan nggak jelas.


Fahri awalnya hanya mendengarkan ocehan istrinya tapi kemudian dia kembali melahap b*b*r istrinya yang bicara tanpa jeda. Syakilla membulatkan matanya dan mematung kerena mendapat serangan mendadak lagi dari suaminya.


Fahri ******* B*b*r Syakilla lumayan lama dari yang pertama kali dia lakukan, saat Fahri merasa kalau Syakilla mulai kehabisan napas barulah dia melepaskannya.


Begitu pangutan mereka terlepas Syakilla bangun dari pangkuan Fahri sambil menutup mulutnya dan berlari ke arah pintu.


" Dasar ustadz mesum" pekik Syakilla menutup pintu kamarnya.


" Maaf sayang tapi mas sudah berusaha untuk menahannya tapi enggak bisa," gumam Fahri mengusap bibirnya dengan ibu jari seraya tersenyum.


Sepanjang langkah Syakilla terus mengumpat tentang Fahri yang menci*m dia seenaknya.


" Aku harus lebih hati-hati saat dekat mas Fahri, Ya Allah maafkan hamba. Bibirku sudah ternodai" lirih Syakilla.


" Dasar ustadz mesum," gumam Syakilla.


" Siapa yang mesum?"

__ADS_1


__ADS_2