Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Fahri dan Salman


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹


"Kamu sudah dari tadi bicara tapi tidak kasih tahu namanya, dia punya nama gak sih!," Ucap Sisil.


" Maaf aku lupa! Namanya Fahri," jawab Syakilla.


"Kalau dari nama sepertinya orangnya sih ganteng! Apa tebakan aku benar?" Tanya Dita.


"Aku mau makan dulu setelah itu mau lanjut ke butik," ucap Syakilla tidak mau menanggapi Dita lagi.


" Jawab dulu pertanyaan aku! Apa tebakanku benar?," Tanya Dita sekali lagi.


" Kepo banget sih jadi orang tunggu saja kalau sudah saatnya aku akan mengenalinya sama kalian berdua. Tapi, sekarang aku belum menerimanya, kalau aku sudah menerimanya baru aku kasih tau kalian! Oke," ucap Syakilla ingin membuat sahabatnya merasa penasaran.


" Sekarang kalian makan aja karena aku juga harus buru- buru ke butik." sambung Syakilla.


Butik lagi, sehari aja gak kerja juga bisa nggak sih, kamu itu kebanyakan kerja, otak juga butuh istirahat " Ucap Sisil.


" Nanti kalau jadi nikah, baru dia berhenti mungkin, emang dasar gila kerja " sahut Dita.


"Masalahnya adalah gaun ini mau di ambil lusa," ucap Syakilla.


"Kamu kan bisa menyuruh karyawan kamu untuk melanjutkannya, kamu nya saja yang nggak mau nyuruh " ujar Dita


" Terserah kalian mau ngatain aku apa, yang jelas sekarang aku buru- buru mau ke butik, " ucap Syakilla malas berdebat.


" Capek memang ngomong sama Syakilla ini," ucap Sisil.


Sementara di pondok.


Fahri baru saja keluar dari kelasnya dan bergabung dengan sahabat yang selama ini menemaninya di pondok. Namanya Salman. Dia merupakan ustadz muda di pondok Abinya, wajahnya tidak kalah tampan dari Fahri. Mereka sudah bersahabat dari Salman masih menjadi santri di pondok.


"Assalamualaikum, " ucap Fahri.


" Waalaikumsalam, eh Gus Fahri sudah lama nggak kelihatan kemana saja?," Tanya Salman.


" Gak kemana-mana, cuma lagi banyak kerjaan aja di kantor" jawab Fahri.


"Apa Gus Fahri tidak mau meneruskan pondok ini?," Tanya Salman.


" Inn Syaa Allah doakan saja, karena mulai sekarang saya akan bergabung lagi dengan ustadz semua di sini," ucap Fahri.


"Alhamdulillah, saya senang mendengarnya. Sudah lama Kiyai meminta saya untuk membujuk anaknya ini supaya mau mengurus pondok," ungkap Salman.


"Para santriwati pasti sangat senang dengan kembalinya Gus ke pondok, ustadz idaman mereka" ucap Salman.


" Ustadz Salman bisa saja, bukannya ustadz Salman juga idola para santriwati yang ada di ini," balas Fahri.

__ADS_1


"Baru bertemu sudah berdebat," ucap seseorang dari belakang mereka.


"Abi"


"Kiyai"


Ucap Salman dan Fahri terkejut.


Salman dan Fahri menyalami Ilham dengan hormat.


"Apa yang sedang kalian bicarakan dari tadi?," Tanya Ilham.


" Bukan apa-apa Bi, hanya masalah pondok saja," jawab Fahri.


" Bagaimana keadaan orang tua ustadz?" Tanya Ilham.


"Alhamdulillah, Abi dan Ummi baik-baik saja Kiyai," jawab Salman.


"Sesekali mampirlah ke rumah sekarang Fahri juga sudah tinggal di sini," pinta Ilham.


Abi Ilham sudah menganggap Salman sama seperti Fahri, karena Salman adalah salah satu santri terbaiknya dan sahabat Fahri.


" Inn Syaa Allah Kiyai, nanti saya mampir," balas Salman.


" Kalau begitu kalian lanjutkan bahas santriwatinya, Abi mau ke mushalla dulu," ucap Ilham.


"Abi mendengar pembicaraan kami?," Tanya Fahri sedangkan Salman sudah malu sendiri kerena ketahuan membahas santriwati.


" Itu sama sama Abi," balas Fahri.


" Abi kasih tau ya, khususnya sama kamu Fahri. Kalau kamu serius sama Syakilla jaga pandangan kamu mulai sekarang, kalau tidak Abi tidak akan mengizinkan kamu menikahinya, Abi akan mencari jodoh lain buat Syakilla," ancam Ilham dan berlalu dari hadapan Fahri dan Salman.


"Abi tega sama anak sendiri," teriak Fahri supaya terdengar oleh Abinya yang sudah menjauh.


"Siapa yang dimaksud sama Kiyai?," Tanya Salman penasaran.


" Bukan siapa-siapa," jawab Fahri terlanjur kesal.


" Syakilla nama yang cantik, kalau bukan siapa-siapa nanti aku ajuin diri untuk menjadi kandidatnya," ucap Salman sengaja untuk memanas-manasi Fahri. Tidak mungkin bukan siapa-siapa kalau melihat ekspresi Fahri yang kesal seperti menahan cemburu.


"Coba saja kalau berani," ucap Fahri. Hilang sudah jiwa ustadznya kalau sudah menyangkut cintanya terhadap Syakilla.


"Makanya jujur sama aku siapa itu Syakilla?," Tanya Salman sekali lagi.


" Dia adalah calon istriku, jadi jangan coba-coba merayunya," ucap Fahri.


" Fahri, Fahri... Bagaimana bisa aku merayunya orangnya saja aku tidak tau yang mana," ucap Salman geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya.

__ADS_1


" Bisa saja kan! Kamu nanya sama Abi, apalagi selama ini Abi selalu memihak kamu dari pada saya anaknya sendiri," balas Fahri.


" Udah tua masih saja tidak berubah, ayo kita ke rumah kamu, aku juga sudah rindu sama masakan Ummi," ajak Salman.


" Ayo, tapi awas harus jaga mata dan aku kasih tau kalau kakakku yang paling cantik itu sebentar lagi akan jadi istrinya ustadz Zaki," ucap Fahri sengaja karena dia tau kalau Salman pernah suka dengan kakaknya.


" Udah tau," balas Salman biasa saja.


" Kamu udah gak cemburu? " Tanya Fahri.


" Enggak" jawab Salman.


" Masak sih, segitu gampangnya kamu melupakan kaka Zahra," ucap Fahri tidak percaya.


" Terus apa aku harus memaksa kehendak aku gitu, Fahri kamu tau puncak cinta tertinggi itu apa?," Tanya Salman sambil merangkul Fahri.


" Bukannya puncak cinta tertinggi itu kita harus berjuang mendapatkannya dan kita bisa memilikinya" Tanya Fahri.


"Kamu salah! Puncak cinta tertinggi itu adalah mengikhlaskan dia dengan pilihannya," Jawab Salman.


" Itu bukan cinta namanya tapi tidak mau berjuang," balas Fahri.


" Terus kalau kamu sudah berjuang dan hasilnya akan tetap sama apa yang akan kamu lakukan? Mengakhiri hidupmu sendiri atau apa?," Tanya Salman.


" Fahri kamu memang pintar dalam materi pelajaran tapi kamu lupa tentang materi tentang cinta, aku rasa kamu harus belajar dengan giat lagi," sindir Salman.


" Seperti kamu pakar cinta saja, buktinya saja sampai sekarang kamu belum menikah juga" balas Fahri.


"Sama-sama jomblo jangan saling menghina, atau kamu mau kita bersaing mendapatkan hati Syakilla," ucap Salman.


" Sudah aku bilang jangan coba-coba mendekatinya," ucap Fahri.


" Sudah ayo, aku sudah sangat lapar ," ucap Salman.


" Dasar tidak tau malu," ucap Fahri bercanda.


" Kamu bilang apa barusan? Mau aku adukan sama Ummi dan Abi?," Ancam Salman.


" Ia, maaf," ucap Fahri.


" Makanya jaga ucapan kamu, kalau Abi kamu dengar gimana? Dan ini masih di pekarangan pondok kalau saat kamu berbicara seperti itu ada santri atau santriwati yang mendengar bagaimana?" ucap Salman memperingati Fahri yang suka ceplas- ceplos saat berbicara dengannya.


"Kamu itu seorang anak Kiyai dan juga seorang ustadz tidak pantas berbicara kasar sepert tadi walaupun kita adalah sahabat sekalipun." sambung Salman menasehati Fahri.


"Maaf, aku akan coba memperbaikinya mulai sekarang," balas Fahri menyesal.


"Jangan mencoba tapi harus" ucap Salman.

__ADS_1


"Baik ustadz," balas Fahri.


"Kita ke rumah sekarang, saya juga sudah merasa lapar," ucap Fahri sudah lebih sopan. Dia tidak mau kena ceramah lagi dari Salman.


__ADS_2