Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Pesan Fahri


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa setelah menikah ustadz akan membawa kak Zahra pergi dari sini?," Tanya Fahri.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu? Tentu saja ustadz Zaki akan membawa Zahra dari sini!," Ujar Ilham heran dengan pertanyaan Fahri yang tidak masuk akal.


"Abi boleh Fahri bicara berdua saja dengan ustadz Zaki?," Tanya Fahri.


"Mau bicara soal apa?," Tanya Ilham.


"Ada hal penting yang ingin Fahri bicarakan, boleh kan Bi?," Tanya Fahri sekali lagi.


"Baiklah kalian bicaralah, Abi juga mau lihat para santri dulu," ucap Ilham.


"Terima kasih Bi," ucap Fahri.


Setelah Abinya keluar dari mushalla barulah Fahri membuka pembicaraannya lagi bersama Zaki.


"Saya ingin menanyakan sesuatu sama Ustadz Zaki tolong jawab dengan jujur," ucap Fahri serius.


"Mau menanyakan tentang apa?," Tanya Zaki.


"Apa Ustadz benar-benar mencintai kakak saya?," Tanya Fahri serius.


"Kenapa Ustadz menanyakan itu? Apa Ustadz tidak yakin dengan saya?," Tanya Zaki balik.


"Saya hanya ingin memastikan kalau Ustadz benar- benar mencintai kakak saya setulus hati bukan karena paksaan siapapun termasuk Abi," ucap Fahri.


" Kalau masalah itu Ustadz tenang saja, tidak ada yang memaksa saya untuk menikahi ustazah Zahra, kenapa Ustadz bisa berpikir kalau ada yang memaksa saya untuk menikahi ustazah Zahra? " Balas Zaki.


"Kak Zahra pernah menceritakan sama saya dan Ummi kalau kakak saya sudah menaruh hati sama Ustadz sudah sejak lama, dan saya tadi baru tau kalau Abi juga mengetahuinya jauh sebelum Kak Zahra cerita sama saya dan Ummi..." kata Fahri.


"Terus apa hubungannya dengan pertanyaan Ustadz?," Tanya Zaki.


"Karena saya pikir Abi saya meminta ustadz untuk menikahi kakak saya karena beliau sudah tau kalau kak Zahra menaruh hati dengan ustadz, semacam perjodohan!," Jelas Fahri.


"Jujur sebenarnya saya juga sudah lama menyukai kakak kamu tapi saya tidak berani bilang sama Ustazah Zahra ataupun sama Kiyai masalah perasaan saya, tapi Kiyai seperti bisa membaca pikiran saya..." Ujar Zaki tersenyum.


"Apa benar Abi meminta Ustadz menikahi kakak saya terlepas dari Ustadz memang menyukai kakak saya?," Tanya Fahri.

__ADS_1


"Tidak! Tapi Kiyai menyuruh beberapa Ustadz laki-laki yang belum menikah di pondok ini untuk berkumpul saya pikir masalah pondok tapi sepertinya Kiyai ingin saya sendiri yang menyadari dan jujur dengan parasaan saya..." Ucap Zaki


"Apa yang Abi saya lakukan," potong Fahri.


"Pada saat itu Kiyai menceritakan kepada saya kalau ada seseorang yang mentaarufkan ustazah Zahra, pada saat Kiyai menceritakan itu saya berusaha untuk bersikap biasa saja walaupun dalam hati saya ingin berkata jujur pada Kiyai kalau saya jugga menyukai kakak kamu, tapi saya tidak berani!," Jelas Zaki


"Kenapa ustadz tidak berani? Bukankah ustadz mencintai kakak saya?," Tanya Fahri.


Dia benar-benar penasaran dengan kisah cinta kakaknya dan Zaki.


"Saya memang menyukai kakak kamu, tapi pada saat itu saya sadar siapa saya. Walaupun saya yakin Kiyai tidak akan menilai seseorang dari hartanya tapi entahlah saya juga tidak tau kenapa saya tidak percaya diri dan yang saya juga melihat ustazah Zahra selama ini tidak menunjukka perasan apapun terhadap saya," Cerita Zaki.


"Kalian memang luar biasa bisa menyimpan perasan kalian kepada orang yang kalian sukai. Apa saya bisa tau kenapa akhirnya ustadz berani bilang sama Abi?," Tanya Fahri semakin penasaran.


"Setelah hari di mana Kiyai menceritakan itu, saya selalu memikirkan ustazah Zahra yang awalnya saya ingin mencoba melupakannya tapi Allah selalu memberi bayangannya, setelah saya shalat tahajut dan meminta petunjuk sama Allah, Allah menghadirkan petunjuk melalui mimpi saya yang mengarah pada ustazah Zahra..." Zaki menarik napas dan kembali melanjutkan ceritanya.


"Sejak saat itu saya mulai berani bilang sama Kiyai, dan Kiyai langsung menerimanya awalnya saya juga tidak mengerti tapi sekarang saya tau kenapa, terima kasih sudah mengatakannya sama saya." Ucap Zaki.


Mereka saling menukar kisah satu sama lain, Fahri yang membongkar semua tentang Zahra kepada calon kakak iparnya. Dalam artian membongkar tentang perasaan yang Zahra sembunyikan dari Zaki.


Dan Zaki juga menceritakan secara detail tentang kisah cintanya kepada Fahri tidak adabyang dia sembunyikan karena Zaki paham dengan kekhawatiran Fahri yang mencemaskan kakaknya.


"Maaf Ustadz sepertinya saya harus pergi sekarang karena ada hal yang harus saya urus," ucap Zaki.


" Silahkan ustadz, apa ustadz bisa memanggil saya tanpa embel- embel ustadz saya kurang nyaman, panggil saya Fahri saja," pinta Fahri.


"Saya sudah terbisa memanggil ustadz rasanya sangat sulit," jawab Zaki.


"Terserah ustadz saja kalau begitu, apa saya bisa memanggil ustadz kakak ipar,?," Tanya Fahri tersenyum


" Terserah ustadz saja," balas Zaki ikut tersenyum.


"Saya akan memanggil ustadz kakak ipar tapi saat di rumah saja," ujar Fahri.


"Sebelum ustadz pergi saya ingin mengatakan hal yang sangat serius," sambung Fahri.


"Katakan saja langsung ustadz!" ucap Zaki.


"Tolong jaga kakak saya dengan baik ustadz, saya sangat menyayanginya tolong jangan buat dia menangis apalagi terluka. Kalau ustadz membuatnya terluka saya sendiri yang akan menghajar ustadz saya tidak perduli kalau dia adalah istri ustadz yang saya tau dia adalah kakak saya orang yang sangat saya cintai setelah Ummi," ungkap Fahri.

__ADS_1


" Inn Syaa Allah saya akan selalu menjaga ustazah Zahra dengan baik dan semampu saya dan selalu membuatnya bahagia," janji Zaki.


" Terima kasih," ucap Fahri


"Tidak perlu berterima kasih, saya juga tau kalau kalian saling menyayagi walaupun kalau bertemu seperti tom and jerry yang tidak pernah akur," balas Zaki tersenyum.


"Ustadz tau aja," ujar Fahri merasa malu.


"Mari ustadz, bukankah ustadz punya keperluann lain," ajak Fahri.


"Iya, lain kali kita mengobrol lagi adik ipar," ucap Zaki.


"Tentu saja kakak ipar," balas Fahri dan mereka tersenyum bersama.


Fahri dan Zaki keluar dari mushalla. Fahri mengantar calon kakak iparnya sampai di depan mobilnya Zaki.


" Jangan lupa nasehat saya tadi, kalau ustadz benar-benar menyukai perempuan itu sebaiknya terus terang saja," ucap Zaki.


"Saya akan mencoba semua nasehat ustadz," jawab Fahri.


"Tolong sampaikan permintaan maaf saya sama Kiyai karena tidak berpamitan langsung," ucap Zaki.


"Nanti akan saya sampaikan, ustadz tenang saja," sahut Fahri.


"Assalamualaikum," ucap Zaki sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Waalaikum salam," jawab Fahri.


Zaki menjalankan mobilnya meninggalkan pondok.


" Tidak salah Kak Zahra memilih ustadaz Zaki sebagai imamnya, beliau begitu sempurna," gumam Fahri kagum dengan Zaki yang beberapa hari lagi akan menjadi kakak iparnya.


Setelah mobil Fahri menghilang Fahri juga meninggalkan pekarangan pondok dan kembali ke dalam rumahnya.


Dia sudah bisa mengambil keputusan setelah menceritakannya kepada Zaki.


Jangan lupa🀦🀦🀦🀦


Like, komen, vote, and fav.

__ADS_1


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_2