Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Akhirnya Sah!


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹


Syakilla yang baru saja keluar dari dalam mobil semakin bingung dengan apa yang di lihatnya. Tidak jauh berbeda dari Syakilla, Dita dan Sisil juga ikutan bingung.Mereka juga tidak mengerti dengan semua ini.


" Ini sebenarnya ada apa? Kenapa seperti akan ada acara nikahan segala di sini" ucap Syakilla.


" Qilla apa kamu menyadari sesuatu?," Tanya Dita yang mulai paham dan mengerti.


"Menyadari apa?," Tanya Syakilla tidak mengerti.


" Coba kamu pahami baik-baik, biasanya kamu cerdas," jawab Dita.


" Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti!" Ucap Syakilla sungguh tidak mengerti.


" Ya Allah Syakilla, kamu sendiri yang bilang ini seperti akan ada acara nikahan bukan! Dan lihat penampilan kamu sendiri, apa kamu belum mengerti juga" ucap Dita


" Maksud kamu, yang mau nikah aku?," Tanya Syakilla


" Itu tidak mungkin!." Sambung Syakilla


" Kenapa tidak mungkin coba ku lihat ke sana ada Tante Rosa juga di sana" tunjuk Dita.


"Tapi...Tunggu! Itu..." Tunjuk Syakilla saat menyadari siapa saja yang ada di sana


" Kamu mengenali mereka?," Tanya Sisil.


" Fahri dan keluarganya," jawab Syakilla.


"Tidak salah lagi," ucap Sisil.


"Lihat tante Rosa menuju ke sini," ucap Dita..


" Sayang kenapa lama sekali?," Tanya Rosa ketika sudah sampai di hadapan Syakilla.


"Ma, apa Mama bisa jelaskan ini semua?Kenapa aku harus pakai pakaian seperti ini dan ada acara apa di sana?" Tanya Syakilla meminta penjelasan dari Mamanya.


" Nanti Mama jelaskan sekarang kita ke sana dulu," jawab Rosa.


"Ayo Sisil, Dita. Terima kasih udah bantuin Tante, dimana berkas yang Tante suruh bawakan?," Tanya Rosa.


" Sebentar Tante," jawab Sisil dan mengambil sesuatu di dalam mobil dan menyerahkannya ke Mama Syakilla.


" Ini Tante," ucap Sisil memberi apa yang Rosa minta.


" Sekali lagi terima kasih," ucap Rosa sekali lagi.


" Sama-sama Tante, tapi Tante hutang penjelasan sama Sisil dan Dita" ucap Sisil.


"Nanti Tante jelaskan sama kalian, kita ke sana sekarang, mereka sudah menunggu," ucap Rosa menarik Syakilla yang masih bingung.


Rosa membawa Syakilla duduk di samping Fahri yang menundukkan wajahnya. Fahri yang awalnya sangat percaya diri entah kenapa saat melihat Syakilla turun dari mobil dia merasa gugu, grogi, dan khawatir menjadi satu.


" Apa ini calon pengantinnya?," Tanya penghulu

__ADS_1


"Apa?," pekik Syakilla kaget.


"Ia, ini pengantinnya"jawab Rosa.


" Ma.."seru Syakilla.


"Sudah diam saja," ucap Rosa.


"Di mana walinya?," Tanya Penghulu lagi.


"Saya di sini," ucap Papanya Syakilla yang baru datang.


"Papa juga ada di sini, apa ini rencana Fahri. Dia bilang mau datang ke rumah tapi ternyata ke sini dan ini apa, pernikahan," batin Syakilla.


"Tapi, bagaimana bisa Papa tau?," Batin Syakilla.


Mengenai Papanya Syakilla kalian jangan heran kenapa bisa bersedia datang padahal Mamanya Syakilla sudah menghubunginya beberapa puluh kali malahan. Alfin, dia punya tersendiri untuk membuat Papanya Syakilla bisa hadir di tengah-tengah mereka.


Alfin laki-laki berusia 27 tahun memiliki wajah yang tampan tidak berbeda jauh dari Fahri. Namun, Alfin tidak pernah tersenyum dengan siapapun kecuali orang tua Fahri, bahkan dengan Fahri pun dia sangat jarang tersenyum bahkan hampir tidak pernah.


Kalau saja Alfin tidak pintar dan bisa diandalkan mungkin Fahri sudah menghempaskannya dari lama. Fahri yang banyak bicara dalam artian bukan dengan perempuan hanya banyak bicara dengan laki-laki saja, harus berhadapan dengan Alfin yang super cuek dan dingin.


Kalau Alfin sudah bergerak semua akan beres dalam hitungan menit. Fahri saja selaku bosnya tidak tau apa yang bisa seorang Alfin lakukan selama ini. Walaupun Fahri menanyakannya sama Alfin, Fahri tidak pernah mendapatkan jawabannya. Alfin hanya tersenyum untuk menanggapinya.


Alfin yang tidak banyak bicara bahkan dengan Fahri saja dia jarang bicara apalagi dengan yang lain. Dia selalu mengunakan tindakannya bukan omongannya. Karena itulah Fahri mempertahankan Alfin bekerja dengannya. Selama ada Alfin semua langsung beres, Fahri tidak perlu banyak bicara Alfin sudah mengerti.


Alfin tidak pernah melakukan kesalahan selama bekerja dengan Fahri, dia selalu melakukan yang terbaik.


Fahri yang awalnya menunduk mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang di mana sumber suara. Saat pertama kalinya Fahri melihat wajah Papanya Syakilla dia seperti sudah pernah melihat sebelumnya.


" Memang Alfin sangat misterius," batin Fahri menatap ke arah Alfin berdiri dan Alfin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya ke arah Fahri.


"Dasar anak itu," gumam Fahri.


"Semuanya sudah lengkap. Kiyai Ilham, saya lanjutkan," ucap penghulu.


"Silahkan," jawab Ilham.


"Papanya calon pengantin wanita duduk di sebelah sini" pinta penghulu kepada Papanya Syakilla


Fahri semakin gugup dan tidak bisa menyembunyikan lagi perasaannya.


"Tenanglah, bukannya ini yang kamu inginkan?," Tanya Ilham seolah mengerti perasaan Fahri.


"Apa bisa kita mulai sekarang?" Tanya penghulu.


"Ia," jawab Fahri menahan gugup.


"Pengantin wanitanya sudah siap?," Tanya penghulu lagi.


"Ia," jawab Syakilla spontan.


"Baik, kita mulai saja. Ananda Fahri jabat tangan calon mertuamu" ucap penghulu.

__ADS_1


"Maaf pak penghulu saya permisi mau ambil wudhu dulu sebentar," ucap Fahri grogi. Dia takut kalau tidak bisa menyelesaikan kalimatnya dengan baik.


"Silahkan, jangan terlalu tegang" jawab Penghulu


" Terima kasih" balas Fahri.


" Berdoa dulu supaya tidak tegang dan semua bisa berjalan dengan lancar," ucap Ilham menenangkan Fahri.


Dia selaku laki-laki tahu betul apa yang sedang dirasakan anaknya itu sekarang karena dia juga pernah berada di posisi Fahri.


"Ia, Bi" ucap Fahri.


Setelah mengambil wudhu untuk yang ke sekian kalinya Fahri duduk kembali di depan penghulu dan lebih tenang.


"Sudah siap, bisa kita mulai sekarang? Rileks jangan terlalu tegang," ucap Penghulu dia tau kalau Fahri sedang tegang.


"Siap, pak," ucap Fahri gugup


"Saya tanyakan sekali lagi! Bagaimana Ustadz Fahri. Apa sudah siap?," Tanya penghulu sekali lagi.


Hati Fahri terasa hampir lepas dari tempatnya saat penghulu menanyakan pertanyaan yang sama lagi.


"S- siap pak!" jawab Fahri masih gugup.


"Baiklah, silahkan Papa dari adinda Syakilla," ujar penghulu


Rusdi pun mengulurkan tangannya pada Fahri. Sebelum menjabat tangannya Rusdi, Fahri mengusap telapak tangannya terlebih dahulu ke celana karena berkeringat. Kemudian, tangan yang gemetar itu menjabat tangan Rusdi yang sudah terulur.


Huuh!


Fahri menghembuskan napas pelan, jantungnya berdegup kencang. Ia sangat nervous, khawatir tidak mampu mengucapkannya dalam satu kali tarikan napas.


"Bismillah..." Rusdi memulai ijab. Fahri pun menahan napas saat mendengar calon mertuanya itu mengucapkan kalimat ijab.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau Fahri Septian Putra bin Muhammad Ilham dengan putri saya Syakilla Raisa binti Rusdiyanto dengan mas kawin logam mulia seberat seratus gram beserta alat shalat dibayar tu...nai!" ucap Rusdi, kemudian ia menghentakkan tangan Fahri setelah mengucapkan tunai.


Deg!


Fahri terkesiap saat tangannya di hentakkan oleh Rusdi. Kemudian ia menarik napas dan mengucapkan


"Saya terima nikahnya Syakilla Raisa binti Rusdiyanto dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Fahri dengan satu tarikan napas.


"Sah?" Tanya penghulu.


Mereka pun hening untuk sesaat membuat Fahri semakin tegang.


"Sah!" sahut mereka semua setelah beberapa saat. Mereka sengaja ingin menggoda Fahri.


Seketika tubuh Fahri meremang. Ia lega karena seolah bebannya terangkat. Fahri menarik napas dalam dan menghembuskannya, saat menghembuskan napasnya tidak sengaja air matanya jatuh.


Bukan hanya dia saja Syakilla yang di sampingnya ikut meneteskan air mata.


Bhukk.

__ADS_1


"Mama..." teriak Syakilla


__ADS_2