
HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹
Pertanyaan Fahri membuat Syakilla membulatkan matanya tidak percaya dan juga malu.
"Ini alamat rumah saya, kamu ikuti saja petunjuknya" ucap Syakilla mengalihkan pembicaraan dan menyerahkan ponselnya yang sudah terhubung dengan maps.
"Sayang! Kamu bahagiakan menikah dengan saya? Kamu tidak menyesalkan?," Tanya Fahri seraya memperhatikan jalan dan sesekali menoleh ke arah Syakilla duduk.
"Kenapa pertanyaan kamu seperti itu? Kalau saya menyesal dari awal sejak di todong nikah saya nggak bakal mau," ucap Syakilla.
" Alhamdulillah, saya pikir kamu akan menolaknya tadi!," Ucap Fahri.
" Makanya lain kali kalau mau nikahin anak orang bilang dulu sama orangnya, bilangnya mau lamar malah nikah!," Ujar Syakilla.
" Kamu izinin saya nikah lagi?," Tanya Fahri.
" Ceraikan saya dulu, saya tidak sudi di madu," jawab Syakilla tegas
" Baru juga nikah tadi udah bilang nikah lagi, emang dasar laki-laki gak ada yang bisa dipercaya," lirih Syakilla tapi masih bisa terdengar oleh Fahri.
" Sayang jangan salah paham, aku gak gitu. Aku cuma bercanda tadi, jangan marah ya!," Ucap Fahri khawatir Syakilla akan marah sama dia.
" Fahri apa yang kamu katakan, kamu tau dia punya trauma tentang laki-laki malah kamu nanya seperti itu" batin Fahri menyesal telah menanyakan hal itu kepada Syakilla.
" Lain kali kalau mau berbicara pikirin dulu, katanya Ustadz," balas Syakilla.
" Ustadz juga manusia sayang, maafin aku ya. Aku itu laki-laki setia, jadi itu tidak akan mungkin terjadi. Percaya sama aku, " ucap Fahri.
" Sudah fokus sama jalan aja," ucap Syakilla membuat Fahri semakin serba salah.
"Sayang percaya sama aku, aku mencintai kamu karena Allah. Dan aku selalu berdoa semoga kamu dan aku jodoh sampai selamanya. Tidak ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut. Jadi, tolong percaya sama aku ya!," ucap Fahri tapi tidak ada balasan dari Syakilla.
"Rumah kamu yang mana?," Tanya Fahri saat akan mendekati perumahan.
" Itu yang di depan," jawab Syakilla
" Masih marah ternyata, dia kalau lagi marah tambah cantik menggemaskan lagi. Jadi pengen makan," batin Fahri.
"Astagfirullah Lazim," ucap Fahri.
" Kenapa?" Tanya Syakilla.
" Bukan apa-apa," jawab Fahri.
" Dasar aneh," gumam Syakilla.
" Ini ya!," Tanya Fahri memberhentikan mobilnya.
" Iya benar," jawab Syakilla.
Setelah mematikan mobilnya Fahri turun sebelum Syakilla turun untuk membukakan pintu agar Syakilla bisa turun.
"Silahkan istriku," ucap Fahri membukakan pintu.
"Terima kasih," jawab Syakilla menahan senyum.
__ADS_1
" Kalau mau senyum, senyum aja jangan di tahan-tahan gitu," ucap Fahri.
"Siapa juga yang mau senyum," ucap Syakilla
"Syakilla," panggil seseorang.
Syakilla dan Fahri menoleh secara bersamaan mencari sumber suara.
" Kak Arka," ucap Syakilla.
Raut wajah Fahri langsung berubah seketika saat melihat siapa yang memanggil istrinya.
" Baru pulang kondangan?," Tanya Arka melihat Syakilla yang memakai kebaya.
"Ia, kak. Aku masuk dulu ya!," Ucap Syakilla.
"Oh ia," jawab Arka.
Syakilla masuk ke dalam rumahnya yang di ikuti Fahri di belakangnya membuat Arka salah paham.
"Siapa laki-laki itu, apa dia saudaranya Syakilla kenapa bisa masuk begitu saja padahal tante Rosa tidak ada di rumah, tapi aku tidak pernah melihat laki-laki itu sebelumnya" gumam Arka dan masuk ke dalam mobilnya.
"Siapa laki-laki tadi?," Tanya Fahri ketika sudah di dalam rumah Syakilla.
" Kak Arka, anak pemilik rumah di depan," jawab Syakilla tidak peka.
" Kamu harus jaga jarak dengannya!," ucap Fahri.
" Kenapa?," Lagian juga selama ini kami tidak pernah berbicara," jawab Syakilla.
"Kamu cemburu?," Tanya Syakilla berhenti.
"Kalau iya memangnya kenapa? Aku ini suami kamu sekarang kalau kamu lupa," ucap Fahri berjalan ke arah Syakilla.
" Aku tidak akan lupa, sekarang minggir lah," ucap Syakilla yang berjalan mundur.
" Kenapa kamu takut, di rumah ini tidak ada siapapun kecuali kita berdua," ucap Fahri terus berjalan ke arah Syakilla.
"Saya tidak takut," balas Syakilla terus mundur.
" Kalau tidak takut kenapa harus mundur," Tanya Fahri sengaja mau menggoda Syakilla yang sudah menjadi istri sahnya beberapa jam yang lalu.
" Karena kamu terus berjalan ke arah saya, sekarang menjauh lah " jawab Syakilla yang sudah mentok di dinding dan berusaha keluar dari arah kiri tapi dihalangi tangan kirinya Fahri saat berjalan ke arah kanan juga di halangi. Akhirnya Syakilla terkunci di depan Fahri, dia tidak bisa kemana-mana lagi.
"Lepaskan saya," pinta Syakilla.
" Panggil saya SAYANG dulu baru saya lepaskan," ucap Fahri.
"Enggak mau," tolak Syakilla berpaling ke arah lain.
"Yakin nggak mau? Lihat ke sini!," Ucap Fahri mendekatkan wajahnya ke arah Syakilla.
"Enggak," Syakilla tetap menolak. Jantung Syakilla rasanya mau copot karena perlakuan Fahri.
" Lihat ke arah saya," pinta Fahri semakin mendekatkan wajahnya. Kini mereka jarak keduanya hanya tinggal beberapa senti saja.
__ADS_1
"Enggak," tolak Syakilla lagi. Mana sanggup Syakilla melihat wajah Fahri sedekat ini
" Berarti kamu juga menginginkan ini?," Tanya Fahri kembali mendekatkan wajahnya. Kini keduanya sudah sangat dekat.
"Sayang," ucap Syakilla
" Bukan begitu, yang ikhlas," ucap Fahri lagi-lagi mendekatkan wajahnya ke wajah mulus Syakilla.
" Tolong lepaskan sayang," ucap Syakilla tidak punya pilihan lain.
Cup.
Satu kecupan mendarat di pipi Syakilla.
"Yah! Kamu terlambat, jadi jangan salahkan saya " ucap Fahri.
" Kenapa kamu mencium saya?," Protes Syakilla.
"Kamu kelamaan manggilnya sayang, untuk ke depannya kamu harus memanggil saya dengan itu, kalau tidak," ancam Fahri.
"Kalau tidak apa?," Tanya Syakilla.
Cup.
"Fahri...," pekik Syakilla.
" Ingat," ucap Fahri
" Oke, " ucap Syakilla sudah pasrah.
"Di mana kamar kamu?" Tanya Fahri melepaskan Syakilla.
" Untuk apa kamu menanyakan kamar saya?," Tanya Syakilla.
" Kamu masih tanya untuk apa?,"Tanya Fahri sengaja membuat Syakilla salah tingkah. Fahri sangat suka melihat Syakilla yang malu-malu kucing itu membuat wajahnya memerah membuat Fahri semakin ingin menggoda istrinya.
Sekarang Fahri seperti mendapat mainan baru yaitu menggoda istrinya sendiri.
"Dasar ustadz mesum," ucap Syakilla dan berlari ke arah kamarnya menaiki tangga.
"Jangan lari sayang nanti kamu terjatuh," teriak Fahri khawatir melihat Syakilla yang berlari menaiki anak tangga.
Hhahahahahaha
Fahri tertawa lepas saat melihat mukanya Syakilla yang memerah saat di goda olehnya.
" Kamu lucu sekali sih, jadi makin sayang," gumam Fahri gemas dengan istrinya.
"Lama- lama di dekatnya tidak bagus untuk kesehatan jantungku," ucap Fahri menaruh tangan di jantungnya sendiri.
Saat menggoda Syakilla jantung Fahri berpacu sangat cepat seperti pacuan kuda. Apalagi saat hampir tidak ada jarak di antara keduanya. Rasanya jantungnya sudah lepas dari tempatnya.
"Sayang...," Panggil Fahri menyusul istrinya.
"Sayang. Kamar kamu yang mana? Aku tidak tahu!," Teriak Fahri.
__ADS_1
" Sayang jawab aku, nggak jawab panggilan suami itu dosa tau!," teriak Fahri.