
HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹
" Sayang kenapa kamu menangis," ucap Fahri terkejut saat melihat Syakilla yang sedang menangis.
Fahri masuk dan duduk di samping Syakilla yang lagi dalam pelukan Ria. Syakilla yang melihat suaminya langsung menghambur ke dalam pelukan Fahri. Meskipun bingung apa yang sedang terjadi Fahri tetap membalas pelukan dari Syakilla. Fahri mengelus punggung Syakilla dan mencium kepala Syakilla.
Ria awalnya sempat terkejut karena ada seorang laki-laki yang memanggil Syakilla dengan sebutan 'sayang' tapi dia teringat perkataan Syakilla kalau dia sudah memiliki suami sekarang dan Mamanya Syakilla juga pernah menyinggung tentang laki-laki yang ingin dijadikan menantu olehnya. Ria yang melihat itu terharu sekaligus senang karena sekarang anak dari bos nya sudah memiliki seseorang di sampingnya. Ria juga yakin kalau Mamanya Syakilla memilih laki-laki yang ada di hadapannya untuk mendampingi Syakilla karena sudah memenuhi semua yang dia inginkan.
Ria juga bisa melihat kalau kaki-kaki yang ada di hadapannya sekarang adalah laki-laki yang baik, tulus dan mencintai Syakilla. Terlihat dari bagaimana dia memperlakukan Syakilla dengan lembut.
Ria yang paham dengan situasi sekarang memilih keluar dari ruangan Syakilla membiarkan Syakilla bersama suaminya.
Fahri tidak menanyakan apapun kepada Syakilla, dia tidak menanyakan kenapa istinya itu itu menangis tapi dia membiarkan Syakilla menangis di dalam pelukannya. Fahri menunggu sampai Syakilla tenang barulah dia menanyakan kenapa Syakilla bisa menangis sampai sesegukan.
" Sayang ada apa ini sebenarnya?" Tanya Fahri ketika Syakilla sudah terlihat lebih tenang dan masih ada dalam pelukannya.
" Aku nggak pa-pa mas," balas Syakilla.
" Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita sama mas, mas tidak akan memaksa kamu untuk cerita sekarang. Kapan pun kamu mau cerita mas selalu ada untuk kamu." ucap Fahri tidak mau memaksa Syakilla untuk bercerita kepadanya. Syakilla menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Kita pulang sekarang?," Tanya Fahri.
" Mas, aku ingin ke makam Mama sebelum pulang boleh ya!," Ucap Syakilla mendongak ke atas melihat wajah Fahri.
" Ia, kita ke sana tapi kamu harus janji sama mas, kalau kamu tidak akan menangis lagi setelah itu. Mas nggak bisa melihat kamu menangis sayang, mas nggak tega" ucap Fahri.
" Ia," balas Syakilla.
Fahri merangkul Syakilla keluar dari ruangannya, tidak lupa pula Syakilla membawa berkas yang dia minta dari Ria. Saat mereka keluar semua karyawannya bingung kenapa Syakilla mau di rangkul seorang pria, karena selama ini Syakilla tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun tapi sekarang Syakilla begitu dekat dengan seorang pria yang mereka juga pernah melihatnya sebagai costumer di butik mereka.
" Siapa laki-laki itu kenapa mereka terlihat sangat dekat"
" Bukannya pria itu salah satu pelanggan di sini"
" Maaf, saya bisa bicara dengan Gus sebentar, ini mengenai alm. tante Rosa," ucap Ria mencegah Fahri. Fahri menatap Syakilla yang sudah masuk ke dalam mobil meminta persetujuan dari istrinya terlebih dahulu. Setelah mendapat persetujuan Syakilla barulah Fahri berbicara dengan Ria.
" Saya hanya ingin mau memberikan amanah yang dulu pernah dititipkan oleh Tante Rosa yang meminta saya untuk memberikan ini kepada siapapun yang akan menjadi suami dari Miss Raisa" ucap Ria memberikan sebuah amplop berwarna coklat kepada Fahri. Fahri menerima meskipun bingung.
" Pesan beliau, tolong jangan perlihatkan apapun isi yang ada di dalam amplop ini kepada Miss Raisa," sambungnya lagi setelah amplop itu sudah berpindah ke tangan Fahri.
__ADS_1
" Terima kasih karena sudah menyampaikan amanah mertua saya kepada saya," ucap Fahri.
" Sama-sama saya hanya menjalankan amanah yang beliau berikan kepada saya. Kalau begitu saya permisi masuk lagi. Assalamualaikum," ucap Ria.
" Waalaikumsalam," balas Fahri menyembunyikan amplop tersebut di balik kantong celana dan menutup menggunakan bajunya supaya tidak ketahuan Syakilla.
Setelah itu barulah Fahri masuk dan mengendarai mobilnya, meninggalkan butik untuk pulang. Syakilla menanyakan apa yang dibicarakan oleh Ria kepadanya, Fahri hanya menjawab kalau Ria berpesan untuk menjaga Syakilla baik-baik dan jangan pernah menyakitinya karena dia sudah menganggap Syakilla seperti saudaranya sendiri. Syakilla pun percaya apa yang di katakan Fahri kepadanya.
Sebelum sampai di pondok Fahri berhenti di depan pemakaman umum, karena Syakilla yang ingin ke makam Mamanya. Fahri menuntun Syakilla sampai ke depan makam Mama mertuanya. Mereka berdua duduk di samping makam dan Fahri mulai mengangkat kedua tangannya untuk mengirimkan doa kepada almarhumah Mama mertuanya yang di ikuti oleh Syakilla yang ada di samping kanannya. Setelah berdoa barulah Syakilla mulai bercerita di makam Mamanya
" Assalamualaikum, Ma," ucap Syakilla menahan tangisnya, Fahri yang peka menggenggam tangan Syakilla erat untuk menguatkan istrinya.
" Maaf, Qilla baru datang lagi. Mama tau sekarang Qilla udah tau alasan kenapa Mama tidak mau menceritakan tentang penyakit yang Mama derita kepada Qilla. Tapi Ma, kalau Syakilla bisa memilih lebih baik Mama jujur kepada Syakilla, jangan menutupinya seperti ini,..." ucap Syakilla berhenti dan melihat ke arah Fahri yang tersenyum ke arahnya.
" Syakilla ikhlas melakukan ini semua untuk kita Ma, Syakilla tidak keberatan sama sekali, Syakilla melakukannya karena Syakilla menyukainya. Syakilla tau itu semua sudah berlalu dan Qilla janji sama Mama kalau Qilla akan bahagia mulai sekarang bersama laki-laki pilihan Mama. Mama benar mas Fahri adalah orang yang tepat untuk Qilla, Mama tau orang yang selalu Mama banggakan ini ternyata sangat manja, "Syakilla bercerita dengan makam Mamanya. Dia menceritakan banyak hal di sana mulai dari kehidupan barunya yang tinggal bersama orang tua Fahri dan dia sudah tidak tinggal lagi di rumah yang mereka dapatkan setelah kerja keras.
Fahri merangkul bahu Syakilla dan tersenyum melihat Syakilla yang mengadukan tentang dirinya kepada makam mertuanya. Fahri tidak membantah apapun yang di ceritakan Syakilla karena itu memang kenyataannya. Syakilla terus bercerita di pusara Mamanya, Fahri hanya mendengarkan saja apa yang Syakilla ceritakan dia membiarkan Syakilla mengeluarkan unek-unek yang dia simpan selama ini tanpa ada niatan untuk menyela.
Setelah mengeluarkan semua unek-uneknya Syakilla dan Fahri pulang ke rumah. Sampai di rumah di rumah. Syakilla dan Fahri masuk ke dalam kamar mereka untuk membersihkan tubuh mereka setelah hampir seharian berada di luar. Saat Syakilla berada di dalam kamar mandi Fahri membuka amplop yang di kasih oleh orang kepercayaan Syakilla.
__ADS_1
" Sebenarnya apa ini!," Batin Fahri. Setelah melihat situasi aman dari Syakilla, Fahri membuka amplop tersebut perlahan-lahan dia sangat penasaran isi dari amplop tersebut sampai-sampai Syakilla tidak boleh tau apa isi di dalamnya.
" Kenapa Mama mertua sangat misterius begini" gumam Fahri seraya membuka amplop tersebut.