Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Curhat sama sahabat.


__ADS_3

HAPPY READING!!!!🌹🌹🌹🌹


"Qilla habis ini kamu mau kemana?," Tanya Sisil.


"Biasa," jawab Syakilla.


"Apa kamu gak capek, sebentar lagi kita bakal ada ujian loh," ucap Dita.


"Ini yang terakhir yang aku handle sendiri, setelah ini aku juga mau fokus ke kuliah dulu sampai lulus," jawab Syakilla.


"Oh iya, habis ini kita ke cafe ya! Kalian sibuk gak?" Ajak Syakilla.


"Tumben banget, abis kesambet dimana?," Tanya Sisil karena tidak biasanya Syakilla mengajak mereka duluan.


"Ada yang mau aku ceritakan sama kalian tapi jangan terkejut," jawab Syakilla.


"Cerita apa? Di sini aja kenapa harus nunggu nanti!" Kata Dita.


" Nanti aja, sekarang fokus dulu sama pelajarannya, sebentar lagi ujian.," ucap Syakilla membuat kedua sahabatnya penasaran.


"Oke sip," jawab Sisil dan Dita.


Skipp.


Sekarang! Di sinilah mereka di cafe tempat biasanya mereka menghabiskan waktu bersama, sebuah cafe milik keluar Dita.


"Mau cerita masalah apa?," Tanya Sisil sudah sangat penasaran.


"Sabar, aku bingung mau cerita dari mana dulu!" Kata Syakilla.


"Kita mau dengar dari awal sampai akhir, kita punya banyak waktu untuk mendengar curhatan hati sahabat kita yang satu ini" sahut Dita.


"Jadi intinya gini! Kalian ingat, waktu kita pergi ke cafe waktu itu terus aku suruh kalian balik duluan?," Tanya Syakilla mulai bercerita.


"Ia, ingat," jawab Sisil dan didukung anggukan kecil dari Dita.


"Waktu itu aku gak sengaja menabrak seseorang saat keluar dari cafe..." kata Syakilla


" Laki- laki atau perempuan?" potong Dita.


"Dengerin dulu," ucap Sisil.

__ADS_1


" Maaf, lanjutkan" balas Dita.


"Dia seorang laki- laki yang sangat menyebalkan. Saat itu aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi tapi beberapa hari kemudian aku malah bertemu lagi dengannya di panti," jelas Syakilla.


" Itu tandanya kalian adalah jodoh" potong Sisil.


"Setuju," sahut Dita.


" Dengerin dulu," kata Syakilla kesal.


" Kalian tau yang lebih parahnya dia adalah anak dari costumer butik aku, aku tidak sengaja bertemu dengannya saat aku menghadiri acara lamaran waktu itu, tapi dia tidak mengenaliku karena aku datang sebagai pemilik butik. Dan puncaknya adalah kemaren,'" ungkap Syakilla.


" Kemaren kenapa? Dia melamar kamu," tebak Dita dan Syakilla mengangguk.


" Benarkah!"Pekik Sisil dan Dita terkejut dan tidak percaya..


" Jangan keras- keras malu di lihatin sama orang," tegur Syakilla merasa tidak enak dengan pengunjung lain.


" Maaf, kamu tidak bercanda kan Syakilla?" Tanya Dita masih tidak percaya.


" Ngapain aku berbohong sama kalian," ucap Syakilla.


" Jadi serius, terus kamu terima?," Tanya Sisil penasaran dengan jawaban Syakilla


"Wah, gila tu cowok berani banget baru juga beberapa kali ketemu udah lamar aja," ucap Dita kagum.


"Terus sekarang gimana? Kamu sudah punya jawabannya? "Sambung Dita.


" Aku masih belum yakin 100 persen, jadi belum memberi jawabannya," balas Syakilla.


"Dia ganteng gak? Kenalin sama kita juga dong!," Ucap Sisil.


"Dia anak seorang Kiyai," balas Syakilla.


"Dia ustadz dong! Pantas saja gentle aku suka itu, yang gak banyak omong tapi tindakan," ujar Sisil


"Jadu, gimana menurut kalian? aku terima atau enggak?," Syakilla meminta pendapat sahabatnya agar lebih yakin.


"Perasaan kamu ke dia bagaimana? Kita ini hanya orang luar yang gak ngerti hati kamu, " ucap Sisil.


" Sebenarnya aku juga menyukainya" terang Syakilla.

__ADS_1


" Terus masalahnya dimana? Kalau suka tinggal terima saja, dia juga cinta pertama kamu kan?" jawab Dita seraya menggoda Syakilla yang tidak pernah jatuh cinta selam ini.


" Iya, lagian kuliah juga sebentar lagi selesai tapi apapun keputusan kamu nantinya semoga itu yang terbaik untuk kamu, kita sebagai sahabat hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu,". ucap Sisil.


"Dan aku juga yakin dia pasti akan membuat kamu bahagia apalagi dia seorang anak Kiyai pasti dia paham agama, sekarang yang kita cari bukan lagi tentang dunia, yang kita cari sekarang yang bisa membimbing kita menuju jannah," sambung Sisil.


" Waah, teman kita bisa bijak juga ternyata!," sindir Dita.


" Lagi mode serius ini," balas Sisil.


" Terima kasih ya kalian selalu ada saat aku membutuhkan kalian, kalau tidak ada kalian aku gak tau sekarang hidup aku bagaimana!," Ucap Syakilla.


" Semua sudah ada yang atur, aku pribadi sangat berterima kasih sama kamu kalau bukan karena kamu mungkin aku masih bandel seperti dulu tidak tau aturan, tidak menghargai uang," kata Sisil.


" Iya, jadi kamu jangan merasa kamu saja yang beruntung kita di sini juga beruntung bisa punya teman seperti kamu yang tulus," sahut Dita.


" Kalau kamu udah memutuskan menerima atau tidak kasih tau kita ya, jujur aku sangat penasaran siapa laki-laki itu," sambung Dita.


"Itu pasti," jawab Syakilla.


" Apa tante tau mengenai ini?," Tanya Sisil.


"Mama sudah tau, bahkan Mama berada di pihak dia. Semua orang sudah tau dia juga sudah mengatakan sama orang tuanya. Awalnya aku juga mau dijodohin dengannya sama kakaknya sebelum mereka tau kalau aku dan orang yang di sukai adiknya adalah orang yang sama" jelas Syakilla pura-pura cemberut.


"Maksud kamu gimana kita gak ngerti?," Tanya Dita.


"Dia punya kakak perempuan, kakak perempuannya itu pelanggan di butik aku. Waktu itu, aku bertemu dengan kakaknya terus minta aku untuk datang ke acara lamarannya, di sana dia menanyakan apa aku sudah punya pacar? Aku bilang enggak ada! Terus dia berniat menjodohkan ku dengan adiknya yang ternyata dia adalah orang yang aku kenal juga," jelas Syakilla.


" Berarti kelian memang jodoh, coba kamu shalat istikharah dulu minta petunjuk sama Allah" ucap Dita.


" Aku sudah melakukannya tapi baru sekali, aku akan shalat istikharah lagi kalau masih sama berarti itu yang akan menjadi jawabanku," ucap Syakilla..


" Sebentar lagi teman kita udah gak jomblo lagi, padahal selama ini dia yang sangat anti dengan yang namanya laki-laki tapi sekarang dia yang duluan menikah, jodoh memang tidak bisa di tebak kapan datangnya," Ucap Sisil.


"Kamu benar kita tidak tau siapa dan di mana kita akan menemukan jodoh kita," sambung Dita.


" Semoga kalian juga secepatnya dipertemukan dengan jodoh kalian, siapa tau malah salah satu di antara kalian yang menikah duluan dari pada aku," Ucap Syakilla.


" Jodoh kita masih nyasar atau mungkin lagi jagain jodoh orang lain," ucap Sisil tersenyum.


" Dasar kamu kamu pikir jalanan bisa nyasar segala," ucap Syakilla tertawa mendengar ucapan Sisil.

__ADS_1


" Ya, mana tau kan, sampai sekarang aja enggak kelihatan jodohnya di mana!," ucap Sisil.


" Apa kamu pikir aku juga kelihatan, malahan awalnya aku sangat kesal bertemu dengannya apalagi mendengar omongannya, dia itu gak ada ustadz - ustadz sama sekali tau gak?," ucap Syakilla kesal mengingat bagaimana pertama kali bertemu dengan Fahri.


__ADS_2