Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Serba dadakan


__ADS_3

HAPPY READING!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Syakilla yang di tinggal di rumah sendirian sangat bingung dan juga cemas, dia takut kalau Fahri beneran datang dan membawa orang tuanya seperti yang dia katakan. Ditambah sekarang Mamanya tiba-tiba pergi entah kemana tanpa alasan yang jelas.


Syakilla menyempatkan menghubungi kedua sahabatnya di sela- sela kecemasannya untuk mengabari kalau hari ini dia tidak ke kampus. Tapi, tidak memberitahu penyebabnya pastinya. Bukan ingin menyembunyikannya dari kedua sahabatnya tapi dia juga belum tau pasti Fahri akan datang atau tidak.


_"Assalamualaikum," ucap Syakilla.


"Waalaikumsalam, ada apa Qilla?," Tanya Sisil.


_"Kamu hari ini ke kampus gak?," Tanya Syakilla balik


"Eng... Iya, aku ke kampus kok, kenapa bukannya hari ini kamu gak masuk kampus?," Tanya Sisil kecoplosan.


" Dari mana kamu tau kalau aku gak ke kampus hari ini?" Tanya Syakilla bingung kenapa Sisil bisa tau kalau dia tidak ke kampus hari ini.


"Eng... Ini aku hanya menebaknya saja, kan biasanya kalau kamu nelpon pagi-pagi begini mau kabarin kalau kamu gak ke kampus. Berarti benar dong tebakan aku?," Balas Sisil.


"Ia, kamu benar hari ini aku gak ke kampus, minta tolong kasih izin ya!," ucap Syakilla tidak menaruh curiga sama sekali kepada Sisil.


" Hampir saja kecoplosan, untung aku pintar membuat alasan. Maafkan aku sahabatku karena telah berbohong hari ini sama kamu" batin Sisil.


" Memangnya kenapa hari ini kamu gak bisa masuk?," Tanya Sisil.


" Aku mau ke butik hari ini, kerena baju yang mau di ambil lusa masih belum selesai," jawab Syakilla berbohong.


"Kita impas Syakilla, aku membohongi kamu dan aku juga tau kalau kamu sedang berbohong sekarang," batin Sisil.


"Ia, aku akan sampaikan nanti, apa masih ada lagi kalau tidak aku akan menutupnya. Karena aku harus siap-siap dulu, aku juga harus menjemput Dita," ucap Sisil.


" Tidak ada, makasih ya, maaf aku selalu merepotkan kamu," ucap Syakilla.


"Santai aja, kayak sama siapa aja, udah ya! Assalamualaikum," ucap Sisil.


" Waalaikumsalam," jawab Syakilla.


" Maaf Sil, aku belum bisa jujur sama kamu, karena aku juga tidak tau Fahri akan datang atau tidak seperti yang dia ucapkan semalam," gumam Syakilla merasa bersalah karena tidak jujur dengan sahabatnya sendiri.


Sebenarnya bisa saja Syakilla menghubungi Fahri untuk menanyakannya langsung tapi dia terlalu gengsi dan juga malu untuk menanyakannya sendiri.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, dan Mama juga tega banget ninggalin aku sendirian di rumah di saat seperti ini." gumam Syakilla.


"Fahri bakalan datang beneran gak ya! Mudah-mudahan dia cuma bercanda semalam kalau dia akan datang hari ini," Syakilla terus saja berbicara dengan dirinya sendiri.


Sementara di suatu tempat, Rosa, Fatimah, Alfin dan yang lainnya lagi menyiapkan sesuatu.


" Apa semuanya sudah siap?," Tanya Rosa.


"Alhamdulillah semuanya sudah siap, kita tinggal menunggu Fahri dan keluarganya saja," jawab Fatimah.


Ya! Di sinilah Mamanya Syakilla berada di Panti Kasih Bunda. Mereka lagi menyiapkan acara lamaran untuk Syakilla dan Fahri yang di bantu oleh Alfin seperti perintah Fahri.


Fahri sengaja membuat acara di Panti karena di sinilah Fahri bertemu dengan Syakilla yang kedua kalinya dan pertama kali mengetahui nama Syakilla serta bermain bersama anak-anak bersama. Karena tidak mungkin Fahri melaksanakan acara di depan cafe saat pertama kali mereka bertemu atau di cafe itu karena sudah pasti akan dilarang oleh Abinya.


"Nak Alfin dimana Fahri sekarang?," Tanya Fatimah.


"Mereka masih dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi sampai," jawab Alfin.


"Nah itu dia mereka sudah sampai" tutur Rosa melihat mobilnya Fahri yang baru sampai.


"Kalau kata orang dulu, panjang umur" ucap Fatimah.


" Waalaikumsalam" jawab Rosa,Fatimah dan lainnya.


" Tante calon mertua, maaf membuat tante repot begini dan mungkin sedikit terkejut dengan acara serba dadakan ini Ucap Fahri.


" Tidak apa- apa tante senang melakukannya, tante akui kalau tante memang sedikit terkejut. Tapi tidak apa-apa" ucap Rosa.


" Tapi, Fahri menyuruh saya untuk meminang anak ibu, kenapa ibunya ada di sini?," Tanya Aminah heran.


" Apa kamu belum memberitahu rencana kamu ini sama Ummi, Abi kamu?," Tanya Fatimah.


"Belum sempat Bunda, ini saja tadinya Fahri mau ngajar dulu di pondok buat gantiin kak Zahra. Tapi, Fahri suruh ustadz lain yang masuk," jelas Fahri.


" Tapi kenapa kita ada di sini? Dan dimana Syakilla nya?" Tanya Zahra.


"Syakilla masih di rumah, ini semua ide dari Fahri yang ingin membuat sedikit kejutan dan ingin meminang Syakilla di sini. Saya saja baru tadi pagi dikasih taunya sama Bunda," jelas Rosa.


" Terus kalau yang mau dipinang tidak ada bagaimana? Dan kamu Fahri kenapa tidak minta nikahin aja sekalian di sini? " Tanya Zahra lagi geram karena tidak diberi tahukan sebelumnya.

__ADS_1


"Pengennya sih gitu kak, tapi tidak mungkin juga!," ucap Fahri.


" Kenapa tidak mungkin?," Sahut Rosa.


"Memangnya tante setuju kalau Fahri langsung menikahi Syakilla hari ini juga? Kalau tante setuju Fahri sudah siap!," ucap Fahri tersenyum senang


"Fahri kamu pikir bisa segampang itu, kita harus mendaftar dulu di KUA, kita juga tidak mempersiapkan berkas apapun sekarang dan penghulunya." ucap Zahra.


"Kalau masalah berkas, daftar di KUA dan penghulu gampang kak, aku bisa suruh Alfin saat ini juga," balas Fahri.


" Tapi untuk pernikahan kita butuh Papanya Syakilla," ucap Ilham sebenarnya merasa tidak enak. Tapi itu adalah salah satu dari syarat sah nikah.


" Kalau masalah itu biar saya yang bicara sama Papanya Syakilla." ucap Rosa.


" Apa kalian benar-benar akan melakukan pernikahan hari ini juga?," Tanya Fatimah.


" Kalau tante Rosa setuju kenapa enggak," jawab Fahri senang.


" Itu sih maunya kamu," ucap Zahra.


"Dari awal juga Fahri pengennya gitu, karena Fahri tidak mau terus memandang Syakilla yang bukan mahram Fahri, karena selama ini saat Fahri berada di dekat Syakilla jujur Fahri tidak bisa mengontrol mata Fahri untuk tidak menatap wajahnya Syakilla " ucap Fahri.


"Kalau itu Abi setuju, Abi lihat selama ini Fahri tidak bisa menjaga pandangannya saat ada Syakilla. Begini saja Abi akan telpon pihak KUA nya, kamu siapkan berkas-berkasnya," ucap Ilham memberi solusi.


" Makasih Abi," ucap Fahri memeluk Abinya.


"Berkas Syakilla bagaimana?," Tanya Aminah.


"Saya akan menyuruh temannya Syakilla untuk membawanya ke sini saat membawa Syakilla nanti" ucap Rosa.


"Kamu benar-benar ya, bilangnya gak aneh- aneh terus ini apa namanya" ucap Zahra kesal meskipun juga senang.


" Ini di luar rencana Fahri kak, tapi kalau bisa nikahin sekarang kenapa tidak. Lebih cepat lebih baik," balas Fahri.


" Baiklah semua sudah di atur, tinggal yang terpenting sekarang kehadiran Papanya Syakilla," ucap Ilham.


"Saya akan coba menghubungi Papanya Syakilla" ucap Rosa.


"Syakilla nya bagaimana?," Tanya Zahra.

__ADS_1


__ADS_2