Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Fahri marah


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Mas" panggil Syakilla lagi.


Syakilla mengambil tasnya lalu keluar mengejar Fahri sampai ke bawah, tapi ketika melihat ada Ummi, Zahra dan Abi di ruang keluarga Syakilla mengubah sikapnya menjadi biasa saja,karena dia tidak ingin mereka tau apa yang terjadi antara dirinya dan juga Fahri.


Fahri dan Syakilla berpamitan untuk menginap di luar malam ini dan mengatakan akan makan malam di luar. Setelah mendapat izin Fahri meninggalkan Syakilla yang masih berbicara dengan Ummi dan juga yang lainnya. Setelah menyalami mertua dan kakak iparnya Syakilla menyusul Fahri yang sudah keluar lebih dulu.


" Mas Fahri," Syakilla terus memanggil suaminya tapi Fahri tidak peduli sama sekali. Syakilla tanpa sadar sudah meneteskan air matanya karena merasa bersalah, Fahri yang tidak pernah cuek tiba-tiba bersikap seperti itu.


"Kalau mau ikut naik kalau tidak mas pergi sendiri," ucap Fahri masuk ke dalam mobilnya. Fahri yang biasa membukakan pintu mobil untuk Syakilla tapi hari ini Fahri langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Syakilla di luar. Sebelum masuk Syakilla menghapus air matanya terlebih dahulu. Dia tidak mau terlihat lagi menangis di depan suaminya.


Syakilla membukakan pintu dan duduk di sebelah suaminya yang cuek dan tidak bicara bahkan tersenyum saja tidak. Setelah Syakilla naik Fahri menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan rumahnya tanpa menoleh sedikitpun kepada Syakilla.


Syakilla sangat menyesal karena telah mengerjai suaminya hingga membuat suaminya marah seperti ini.


" Mas, jangan diam seperti ini. Kalau aku salah katakan saja jangan mendiamkan aku." ucap Syakilla meneteskan air matanya. Melihat Fahri yang biasa banyak bicara dan bercanda tiba-tiba diam seribu bahasa membuatnya tidak tahan.


" Mas... bicaralah," ucap Syakilla menumpahkan air matanya.


Namun, Fahri tetap saja tidak peduli dengannya membuat dada Syakilla sesak dan langsung terdiam tapi air matanya terus mengalir.


" Aku mau pulang" ucap Syakilla tidak tahan lagi karena di cuekin Fahri dari tadi.


Fahri tetap tidak bicara apapun dengan Syakilla dia fokus kepada jalannya. Setelah Syakilla perhatikan lagi jalan yang di lewati Fahri adalah jalan menuju rumahnya, Syakilla semakin menangis karena dia pikir kalau Fahri benar-benar akan memulangkannya ke rumah.


" Mas Fahri jahat, aku benci kamu," ucap Syakilla memukul lengan Fahri yang sedang menyetir tapi tidak digubris sama sekali.

__ADS_1


Fahri menjalankan mobilnya dan berhenti di depan rumah Syakilla, Syakilla yang marah dan juga sedih langsung membukakan pintu mobil dan keluar tanpa bicara apapun lagi. Dia mengambil tasnya kemudian lari ke dalam rumah dengan air mata yang telah membasahi pipinya.


Setelah menurunkan Syakilla, Fahri kembali menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya Syakilla meninggalkan Syakilla seorang diri di rumahnya.


Syakilla menangis dan berlari ke dalam kamar Mamanya, dia masuk dan mengambil foto dirinya dan juga Mamanya yang terpajang rapi di atas meja rias sang Mama.


" Ma, aku telah berdosa dengan Mas Fahri, aku telah membuatnya marah. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku nggak mau berpisah dengan mas Fahri." lirih Syakilla menatap foto Mamanya.


" Andai Mama masih ada di sini, pasti Mama juga akan memarahiku kan karena sudah membuat menantu kesayangan Mama marah," lirih Syakilla lagi.


" Astagfirullahaladzim," ucap Syakilla setelah sadar kalau yang dia ucapkan tidak baik.


Syakilla menangis di dalam kamar Mamanya, dan dia baru menyadari kalau Fahri tidak masuk ke dalam rumah. Dia berjalan membuka gorden kamar dan melihat ke arah teras rumahnya. Syakilla menangis lebih keras lagi karena melihat mobil Fahri tidak ada di depan itu artinya Fahri benar-benar meninggalkannya sendirian di rumah.


" Mas Fahri keterlaluan," ucap Syakilla menarik tirai gorden lagi dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur, menenggelamkan wajahnya di antara bantal-bantal. Menangis dalam diam, dia merasa benar-benar sendiri sekarang tidak ada siapapun di sampingnya,Syakilla tidak bisa berhenti untuk menangis.


" Mas kenapa kamu tega melakukan ini, aku tau kalau aku salah tadi tapi bukan seperti ini caranya," gumam Syakilla berbalik arah menghadap ke atas langit-langit kamar.


Baru sebentar Syakilla tertidur dia dibandingkan oleh suara azan insya dari arah mesjid yang berada tidak jauh dari rumahnya. Syakilla bangun dan berjalan ke arah gorden kamar berharap Fahri sudah pulang. Tapi harapannya pupus karena mobil Fahri tidak terlihat sama sekali, Syakilla tidak mau putus asa dia keluar dari kamar menuju garasi mobil.


Setelah sampai di sana dia melihat kalau mobil Fahri juga tidak ada di sana, yang ada hanya mobil dirinya dan Mamanya yang belum dia bawa keluar dari rumah itu, Fahri sudah menyuruh orang untuk datang ke rumah mertuanya untuk bersih-bersih dan menginap di sana, tapi hari ini Syakilla tidak melihat siapapun di rumahnya,rumahnya sangat sepi.


Karena tidak mendapati mobil Fahri Syakilla masuk lagi ke kamar Mamanya. Syakilla mencari mukena yang ada di dalam lemari Mamanya untuk melaksanakan shalat insya sendirian.


Selesai shalat Syakilla memanjatkan doa kepada sang Maha Pencipta. Hanya Allah yang selalu ada untuknya kapanpun dia butuhkan.


" Ya Allah, ampuni hamba yang telah membuat suami hamba marah, hamba tau ini adalah kesalahan hamba sendiri. Ya Allah, berilah ampunan mu kepada hamba."

__ADS_1


Dengan deraian air mata Syakilla memohon ampun kepada sang Khalik. Setelah shalat Syakilla membacakan Al-Qur'an agar hatinya lebih tenang.


Setalah shalat dan mengaji Syakilla duduk dan mencoba menghubungi Fahri tapi telpon Fahri tidak aktif. Syakilla terus menghubungi Fahri tapi hasilnya tetap nihil.


Syakilla mulai menyerah dia berhenti menghubungi Fahri dan beralih menghubungi sahabatnya melalu panggilan aplikasi hijau. Dia ingin mengalihkan pikirannya dari Fahri untuk sementara, Syakilla juga sudah lama tidak menghubungi kedua sahabatnya itu.


" Assalamualaikum,"ucap Syakilla begitu panggilannya terhubung dengan Sisil.


" Waalaikumsalam, Apa kabar pengantin baru lama nggak ada kabar?" jawab Sisil menggoda sahabatnya. Dia tidak tau apa yang terjadi dengan Syakilla sekarang, Syakilla juga tidak mau menceritakan apa yang sedang dia alaminya sekarang.


" Alhamdulillah baik, Dita kemana?" Tanya Syakilla


" Aku juga tidak tau. Suami kamu nggak ada di samping kamu kan?" Tanya Sisil.


" Enggak mas Fahri lagi keluar. Oh iya aku hampir lupa, kak Zahra mengundang kamu dan juga Dita ke acara pernikahannya," ucap Syakilla.


" Kapan?," Tanya Sisil.


" Lusa, untuk tempatnya aku share lock saja," ucap Syakilla.


"Inn Syaa Allah aku akan usahakan untuk datang kalau tidak lagi sibuk soalnya akhir-akhir ini Papa selalu memintaku untuk ke kantor karena kuliah juga sebentar lagi akan selesai. Gimana sama kuliah kamu?" Tanya Sisil.


" Aku sedang mengambil kelas online sekarang, aku juga belum bilang sama mas Fahri soal ini," jawab Syakilla.


Syakilla terus berbicara dengan Sisil dan Dita yang sudah bergabung beberapa menit yang lalu. Syakilla berbicara sampai pukul 10 malam tapi Fahri juga belum kembali. Syakilla mengakhiri panggilan teleponnya dan keluar dari kamar duduk di atas sofa ruang tamu menunggu Fahri.


" Mas kamu pergi kemana sebenarnya, aku minta maaf aku tau aku salah, cepat kembali," gumam Syakilla

__ADS_1


Syakilla menunggu Fahri di sofa sampai dia tertidur di sana karena Fahri yang tidak kunjung pulang.


Syakilla tidur dengan posisi menyenderkan kepalanya di atas sofa.


__ADS_2