
HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
" Syakilla kamu tidak terkejut?" Tanya Zahra melihat Syakilla yang bersikap biasa aja.
" Qilla tau siapa yang di maksud mas Fahri kak,Ummi, makanya Qilla nggak terkejut lagi" jawab Syakilla tersenyum ke arah Zahra dan juga Ummi.
" Siapa?" Tanya Ummi Aminah.
" Ummi dan kak Zahra juga kenal siapa dia, jadi kalian juga pasti setuju dengan keputusan Fahri" ucap Fahri.
" Fahri jangan main tebak-tebakan, bilang saja siapa orangnya," ucap Zahra sudah mulai kesal karena omongan Fahri yang terus berputar-putar nggak jelas dari tadi.
" Kakak ingat dengan Dimas? Anak kecil yang ada di panti Bunda?" Tanya Fahri.
" Ia, kakak ingat! Yang tampan itu kan? Kakak sangat menyukainya," jawab Zahra.
" Rencananya Fahri dan Syakilla ingin mengadopsinya untuk jadi anak kami, Ummi setuju kan?" Tanya Fahri meminta pendapat Ummi Aminah.
" Ummi terserah sama kalian saja, kalau Syakilla setuju Ummi juga setuju," jawab Ummi Aminah.
" Kakak juga sangat setuju, dia sangat menggemaskan," timpal Zahra yang juga menyukai Dimas.
"Tapi, Bunda belum mengambil keputusan mau menyerahkan Dimas sama Fahri atau enggak,"jelas Fahri.
Fahri menceritakan semua yang dia tahu mengenai yang dia tahu tentang Dimas kepada Ummi dan Kakaknya dengan jujur, Syakilla hanya mendengarkan apa yang di jelaskan Fahri tanpa ada niat menyela pembicaraan Fahri sedikitpun. Zahra yang melihat Syakilla lebih banyak diam heran. Tapi, Zahra berpikir mungkin Syakilla diam karena Fahri lagi menceritakan tentang Dimas bukan karena yang lain. Zahra dan Ummi Aminah terkejut saat mendengar asal usul Dimas. Mereka juga memberi saran untuk Fahri dan Syakilla untuk lebih memikirkan lagi tentang keputusan yang akan mengadopsi Dimas. Bukan karena tidak menyukai Dimas tapi itu akan terlalu berbahaya.
Setelah menceritakan semuanya pada Ummi dan kakaknya, Fahri mengajak Syakilla untuk masuk ke dalam kamar mereka. Syakilla tidak menjawab ajakan Fahri melainkan langsung meninggalkan Fahri begitu saja saat sudah sampai di tangga pertama. Fahri menghela napasnya pelan saat melihat respon Syakilla dia pikir Syakilla sudah tidak marah lagi dengannya melihat sikap Syakilla yang baik-baik saja, tapi ternyata Fahri salah Syakilla masih saja marah dengannya.
"Kenapa jadi begini, lagian kamu Fahri kenapa meminta hal yang mustahil dilakukan oleh istrimu" gumam Fahri menyusul Syakilla ke dalam kamar. Fahri yang baru pertama kali melihat Syakilla marah bingung harus ngapain, karena dia belum pernah menghadapi perempuan yang lagi marah selama ini.
" Sayang," panggil Fahri membuka pintu kamar namun tidak melihat Syakilla di dalam kamar. Fahri masuk ke dalam kamar dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
" Lagi mandi rupanya! Aku harus apa sekarang? Apa aku tanya kak Zahra saja!" Pikir Fahri.
Dia keluar lagi dari kamar dan mencari kakaknya untuk meminta bantuan karena Fahri sungguh tidak tau cara menghadapi wanita yang sedang marah. Pertama Fahri mencari Zahra di kamarnya tapi tidak ada, jadi Fahri mencarinya di bawah. Fahri juga tidak menemukan Zahra di manapun.
" Kak Zahra kemana sih jam segini" gumam Fahri karena tidak menemukan Zahra juga setelah mencari ke seluruh rumah.
" Apa aku minta saran Ummi saja, Ummi pasti ada di kamarnya jam segini," ucap Fahri. Karena tidak menemukan Zahra, Fahri pergi ke kamar Ummi nya.
Tok tok.
Fahri mengetuk pintu kamar Ummi Aminah terlebih dahulu untuk memastikan Umminya ada di dalam atau tidak.
" Ummi, Ummi ada di dalam!" Panggil Fahri.
"Masuk saja Ummi nggak kunci pintunya," sahut Ummi Aminah dari dalam.
Fahri masuk ke dalam kamar Umminya dan melihat Umminya masih duduk di atas sajadah, sepertinya Ummi Aminah baru saja menyelesaikan shalat Dhuha.
" Kenapa cari Ummi?" Tanya Ummi Aminah karena tidak biasanya Fahri mencarinya biasanya Fahri akan mencari Zahra.
" Duduk dulu, mau tanya apa sama Ummi?" Tanya Ummi Aminah.
" Ummi tau aja, kalau Fahri tanya Ummi jangan tertawa ya!" Ucap Fahri duduk di samping Umminya.
" Mau tanya tentang apa? Kamu mau tanya masalah Dimas atau istri kamu yang lagi ngambek?" Tanya Aminah menebak apa yang akan ditanyakan Fahri tanyakan.
" Ummi tau dari mana kalau Syakilla lagi marah sama Fahri? Apa Syakilla udah cerita sama Ummi?" Tanya Fahri bingung Umminya tau dari mana kalau Syakilla lagi marah padanya.
" Syakilla tidak pernah menceritakan apapun sama Ummi, Ummi tau saat melihat Syakilla yang diam saja setelah pulang dari rumahnya. Apa yang kamu lakukan sampai membuat Syakilla marah seperti itu?," Tanya Ummi Aminah karena tidak mungkin Syakilla marah kalau Fahri tidak melakukan kesalahan.
Fahri menceritakan semua yang terjadi kepada Umminya, kenapa Syakilla bisa marah padanya. Termasuk menceritakan tentang rasa cemburu yang dia rasakan saat Syakilla bertemu dengan Arka dan Arka yang terang-terangan memuji Syakilla di depan matanya. Ummi Aminah mendengar dengan seksama apa yang Fahri ceritakan.
__ADS_1
" Fahri kalau Ummi jadi Syakilla juga akan marah sama kamu. Bagaimana bisa kamu meminta istrimu untuk menjual rumah yang penuh dengan kenangan dia bersama Mamanya, hanya karena rasa cemburu kamu yang berlebihan..." ucap Ummi Aminah.
"Tapi Ummi, Fahri bukan meminta Syakilla untuk menjual rumahnya tapi di sewakan," bantah Fahri.
" Itu sama saja Fahri. Coba kamu pikirkan! Saat Syakilla kangen dengan Mamanya dan dia sesekali ingin pulang kerumahnya, tapi kalau dia menyewakannya sama orang lain otomatis Syakilla tidak akan bisa bebas lagi untuk pulang. Dan pasti suasana rumah juga akan berbeda,"jelas Ummi Aminah.
Fahri terdiam saat Umminya sudah berkata seperti itu, benar juga apa yang dikatakan Umminya, kalau dia menyewakannya rumah itu pasti istrinya pasti tidak bisa pulang kapanpun dia mau dan tidak akan bisa menginap di sana lagi.
Fahri mengusap wajahnya kasar, dia memang salah. Secara tidak sengaja Fahri meminta Syakilla untuk melupakan semua kenangan bersama Mamanya dengan menyuruh Syakilla untuk menyewakan atau menjual rumah itu.
" Apa yang harus Fahri lakukan sekarang Ummi? Hanya karena rasa cemburu Fahri, Fahri tidak memikirkan perasaan istri Fahri sendiri?" Tanya Fahri mulai frustasi.
" Makanya lain kali kalau mau bertanya sesuatu pikirkan juga perasaan istri kamu, istri kamu hatinya sangat lembut dan dia juga baru kehilangan orang yang paling berjasa untuk hidupnya. Kamu juga tau bagaimana Syakilla bertahan hidup dengan Mamanya selama ini dan kamu dengan mudah menyuruh istri kamu untuk menjual rumah itu," ucap Ummi Aminah.
" Dengan kamu bertanya seperti itu bukan saja kamu ingin menyuruh Syakilla melupakan Mamanya tapi juga kamu tidak percaya dengan istri kamu sendiri. Kamu meragukan kesetiaannya sama kamu dan kamu juga tidak percaya kepada ketentuan Allah" ucap Ummi Aminah lagi.
Fahri seolah tertampar dengan perkataan Umminya. Benar apa yang dikatakan Umminya kalau dia seolah tidak percaya dengan istrinya sendiri dan takdir yang sudah Allah gariskan untuknya.
" Maafkan Fahri, Fahri salah," ucap Fahri.
" Sekarang kamu kembali ke kamar minta maaf sama istri kamu." ujar Ummi Aminah.
" Fahri sudah minta maaf sama Qilla, tapi dia masih marah sama Fahri," balas Fahri.
" Minta maaf dengan benar, akui kesalahan kamu. Pasti Syakilla akan memaafkan kamu, dia wanita yang baik dan juga lemah lembut," ucap Aminah.
" Atau Fahri kasih sesuatu untuk Syakilla saja!" Ucap Fahri.
" Syakilla bukan perempuan matre dia wanita yang sudah biasa bekerja keras, tapi Ummi tidak melarang atau mencegahnya. Untuk masalah hadiah atau apa sebaiknya kamu tanyakan saja sama kakak kamu, Ummi rasa Zahra lebih mengerti" ucap Aminah.
"Kak Zahra tidak ada di kamarnya! Ummi tau kakak ada di mana?" Tanya Fahri.
__ADS_1
" Kakak kamu ada di belakang" jawab Ummi Aminah.
" Terima kasih masukannya, Fahri mau menemui kakak dulu di belakang" ucap Fahri mencium pipi dan kening Umminya lalu keluar dari kamar dengan wajah sedikit lebih lega dari sebelumnya.