Cinta Pertama Yang Sempurna

Cinta Pertama Yang Sempurna
Tidak ada jarak!!!!


__ADS_3

HAPPY READING!!!!!!🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


" Sakit mas," ucap Syakilla.


" Siapa suruh wajah kamu menggemaskan seperti itu," ucap Fahri.


"Awas kamu mas," ucap Syakilla mengejar Fahri. Tidak terima kalau pipinya di cubit Fahri.


"Ayo tangkap kalau bisa," sahut Fahri lari dari kejaran Syakilla.


Fahri berlari dengan cepat karena di kejar Syakilla sambil tertawa, Fahri lari menuju balkon kamar dan menarik kaca yang menghalanginya supaya Syakilla tidak bisa menangkapnya.


" Mas, buka!" Pinta Syakilla mencoba membukanya sendiri tapi tidak bisa.


"Enggak mau," sahut Fahri.


" Yasudah kalau enggak mau, aku mau keluar dulu," ucap Syakilla.


Syakilla keluar dari dalam kamar tapi tidak langsung turun di sengaja berdiri di depan pintu dia ingin membuat Fahri keluar dulu dari balkon.


" Aku tidak akan membiarkan kamu lolos mas, sakit banget pipi aku," gumam Syakilla pelan.


Fahri yang berpikir Syakilla sudah turun membuka pintu balkon dengan hati-hati dan mengendap-endap keluar dari balkon.


"Seram juga istri aku kalau lagi kesal begitu ," gumam Fahri berdiri di dekat kasur.


Baru saja Fahri mau duduk di atas kasur tiba-tiba pintu terbuka dan nampak istrinya yang sedang tersenyum ke arahnya, senyum penuh misteri.


" Siapa yang seram?" Tanya Syakilla menopang tangan di pinggangnya. Fahri bukannya lari malah bengong.


" Awas kamu mas," sambung Syakilla berjalan cepat ke arah Fahri.


Fahri yang belum siap saat Syakilla berusaha meraih pipinya ingin membalas malah jatuh ke atas kasur dengan Syakilla di atasnya.


Keduanya kini mematung Syakilla merasakan jantungnya yang berpacu lebih cepat. mata keduanya saling menatap satu sama lain.


Fahri yang lebih dulu tersadar dengan cepat membalikkan keadaan kini Syakilla berada di bawahnya.


"Mas" ucap Syakilla pelan.


Namun, bukannya bangun Fahri semakin mendekati wajahnya dengan Syakilla. Syakilla reflek memejamkan matanya. saat Fahri akan mendekatkan lagi wajahnya tiba-tiba pintu ada yang mengetuk . Syakilla langsung mengambil kesempatan itu untuk mendorong Fahri menjauh darinya dan berlari ke arah pintu untuk membukakan pintu.


"Kak Zahra "ucap Syakilla


"Maaf kakak ganggu kalian, kenapa belum turun, Abi dan Ummi menanyakan kalian?,"Tanya Zahra.


"Iya kak, kami akan segera turun, "ucap Syakilla.


"Kalau begitu kakak ke kamar dulu, "ucap Zahra.


" Kakak enggak sarapan?" Tanya Syakilla


" Kakak sudah selesai," jawab Zahra.


" Udah ya," sambung Zahra


Begitu Zahra pergi Syakilla kembali menutup pintu kamarnya. Dia melihat Fahri yang sudah memakai baju untuk mengajar. Syakilla merasa gugup setelah kejadian tadi.

__ADS_1


"Kita disuruh turun sekarang sama Abi dan Ummi "ucap Syakilla gugup.


"Iya" jawab Fahri.


"Aku turun duluan," ucap Syakilla dan membukakan pintu tapi di cegah oleh Fahri.


" Kenapa Mas? " Tanya Syakilla gugup.


" Kita turun bersama" jawab Fahri membuka pintu dan menggandeng tangan Syakilla.


" Tidak usah gugup begitu," ucap Fahri tersenyum.


" Mas, juga gugup bukan kamu saja," sambung Fahri.


Syakilla tersenyum ke arah Fahri begitupun sebaliknya. Mereka sama-sama gugup saat begitu dekat seperti tadi bahkan tidak ada jarak di antara keduanya. Mereka tersenyum karena merasa aneh padahal mereka berdua adalah suami istri. Fahri kalau saja bukan memikirkan Syakilla yang masih dalam suasana duka pasti sudah melakukan apa yang sudah menjadi haknya tadi, tapi dia ingin mereka berdua melakukannya dengan ikhlas tidak ada unsur keterpaksaan.


" Maaf ya mas, aku belum bisa memberikan yang seharusnya kamu dapatkan," ucap Syakilla merasa bersalah dengan suaminya.


" Mas tidak akan memaksa kamu sampai kamu benar-benar siap," ucap Fahri mencium tangan Syakilla.


" Terima kasih, mas Fahri sudah mau mengerti aku" ucap Syakilla.


"Sama-sama sayang, kalau bukan mas siapa lagi, tapi jangan lama-lama siapnya," ujar Fahri membuat Syakilla malu sendiri.


Syakilla dan Fahri turun ke bawah untuk sarapan sambil bergandengan menuju ke meja makan.


"Assalamualaikum, maaf Fahri lama," ucap Fahri.


" Tidak apa-apa kami memakluminya," ucap Aminah


" Iya, Bi." jawab Fahri.


" Sudah sejauh mana perkembangan mengenai tour?" Tanya Ilham lagi.


" Semuanya hampir selesai Bi," jawab Fahri.


Pada saat Fahri membahas studi tour yang di adakan pondok, Syakilla mengingat tentang ustazah Nabila yang datang beberapa hari yang lalu. Syakilla sangat penasaran tapi dia tidak berani menanyakannya sama Fahri secara langsung karena dia sebagai perempuan bisa merasakan kalau Nabila menaruh hati pada suaminya.


Setelah selesai sarapan Fahri pamit ke pondok dan di antar Syakilla sampai ke depan pintu.


" Mas, pergi dulu. Baik-baik di rumah sama Kak Zahra dan juga Ummi," ucap Fahri.


" Iya mas. Mas Fahri juga jaga mata, awas kalau genit-genit sama santriwati apalagi sama ustazah Nabila" ucap Syakilla manyun.


" Iya sayang, mas enggak genit sama siapapun kok, mengenai ustazah Nabila mas akan jelaskan nanti. Oke," jelas Fahri.


" Sekarang mas pergi dulu ya, Assalamualaikum," sambung Fahri.


" Waalaikumsalam," jawab Syakilla mengalami Fahri dan Fahri membalas dengan mencium kening istrinya.


Setelah Fahri menjauh barulah Syakilla masuk ke dalam, dia masuk ke dalam kamarnya dan mengambil gaun Zahra yang akan dia berikan langsung kepada orangnya.


Saat akan masuk ke dalam kamarnya tidak sengaja Syakilla berpapasan dengan Ummi Aminah yang sudah rapi.


" Ummi mau kemana udah rapi?" Tanya Syakilla.


" Ummi mau mengisi pengajian, Qilla di rumah sama Kak Zahra ya!" Jawab Aminah.

__ADS_1


" Iya Ummi, kak Zahra ada di mana sekarang? Qilla mau kasih gaunnya?," Tanya Syakilla.


" Biasanya Kak Zahra ada di kamarnya kalau jam segini," jawab Aminah.


" Kalau begitu Ummi pergi dulu ya! Assalamualaikum," ucap Aminah


" Waalaikumsalam, hati-hati Ummi," ucap Syakilla menyalami Ummi Aminah.


" Iya," balas Aminah menyambut tangan Syakilla.


Setelah Ummi Aminah pergi Syakilla masuk ke dalam kamarnya dan mengambil gaun yang akan di berikan kepada Zahra.


Tok tok.


Syakilla mengetuk pintu kamar Zahra.


"Kak Zahra" ucap Syakilla.


Tidak lama setelah Syakilla memanggilnya Zahra membukakan pintu untuknya.


" Maaf tadi kakak di kamar mandi, masuk," ucap Zahra.


" Ia kak, makasih," ucap Syakilla masuk ke dalam kamar kakak iparnya.


" Duduk,"ucap Zahra.


Syakilla duduk di atas tempat tidur Zahra dan meletakkan kotak yang berisi gaun di sampingnya.


" Apa ini?" Tanya Zahra.


" Ini gaun kakak, mau lihat sekarang?". Tanya Syakilla.


" Nanti saja pas hari H nya," jawab Zahra.


" Kalau begitu Syakilla letakkan di mana?" Tanya Syakilla.


"Sini biar kakak yang taruh saja," pinta Zahra.


Syakilla memberikan kotak tersebut kepada Zahra untuk di simpan sampai hari pernikahannya.


" Gimana persiapan pernikahan kakak?" Tanya Syakilla.


" Alhamdulillah sampai sejauh ini berjalan dengan lancar," jawab Zahra.


"Alhamdulillah," sahut Syakilla.


" Apa kamu juga tidak mau menyelenggarakan acara pernikahan?" Tanya Zahra.


" Sepertinya tidak kak," jawab Syakilla.


" Kenapa? Cerita saja sama kakak!" Ucap Zahra.


" Bukan karena apa-apa kok kak," balas Syakilla.


" Kakak tau kamu sedang berbohong sekarang tapi kakak tidak akan memaksa kamu untuk menceritakannya," ucap Zahra.


" Terima kasih kak," ucap Syakilla

__ADS_1


__ADS_2