
HAPPY READING!!!!
BUDAYAKAN LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV.
ITU MEMBUAT AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT DALAM MENULIS.
TERIMA KASIHπππ
...----------------...
Untuk masalah Kak Zahra jangan Abi banding bandingkan Fahri dengannya, Fahri tidak menyukai itu." jawab Fahri.
Setelah mengatakan itu Fahri berlalu dari hadapan Abinya.
Sore hari Syakilla baru sampai di rumahnya. Zahra benar- benar berniat menjodohkan-nya dengan Fahri. Syakilla tidak memberikan jawaban apapun, karena dia juga tidak mempunyai jawaban untuk pertanyaan itu. Tapi Syakilla berusaha menjelaskan kalau untuk sekarang tidak ada niatan untuk menikah di waktu dekat.
"Assalamualaikum," ucap Syakilla lesu masuk ke dalam rumahnya.
"Waalaikum salam," jawab Mamanya dari dalam yang lagi duduk di sofa.
" Baru pulang?," Tanya Mama Sarah.
" Iya Ma...," jawab Syakilla lesu.
"Kamu kenapa lesu begitu? Apa ada masalah di tempat acaranya?," Tanya Mama Rosa menepuk sofa supaya Syakilla duduk di sampingnya.
"Enggak ada Ma...," jawab Syakilla duduk di samping Mamanya
"Kalau tidak ada kenapa wajah kamu di tekuk begitu?," Tanya Mama Sarah.
"Bukan apa- apa, Qilla hanya lelah saja Ma...," jawab Syakilla.
"Kamu yakin tidak masalah apa-apa, kalau ada cerita sama Mama, jangan kamu pendam sendiri ada Mama di sini yang selalu ada untuk kamu," ucap Mama Syakilla.
__ADS_1
"Qilla yakin Ma, tidak masalah apa-apa," balas Syakilla meyakinkan Mamanya.
"Tapi, Mama rasa kamu menyembunyikan sesuatu dari Mama, baiklah kalau kamu belum mau cerita Mama, Mama mengerti." kata Mama Syakilla.
" Maaf Ma, " ucap Syakilla.
"Ingat Mama selalu ada buat kamu, jadi jangan merasa sendiri," ucap Mama Rosa.
"Qilla ke kamar dulu Ma...," ucap Syakilla.
"Ya sudah sana!," ujar Mama Rosa.
Syakilla masuk ke kamarnya sendiri. Kemudian, dia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Kenapa keluarganya Fahri sangat ingin aku menjadi istrinya, aku harap Fahri tegas dalam mengambil keputusan ini nanti," gumam Syakilla.
"Apa aku harus memberitahukan masalah ini sama Bunda...."
Kalau aku kasih tau Bunda, pasti Bunda akan kasih tau Mama, yang ada semakin rumit," Syakilla terus saja berbicara dengan dirinya sendiri.
Dia sangat lelah hari ini apalagi mendengar pertanyaan dari Zahra dan orang tuanya Rendy.
Flash back
Syakilla dan keluarganya Fahri lagi duduk di ruang keluarga di rumahnya Fahri. Tapi, tidak ada Fahri di sana entah kemana dia pergi setelah Syakilla meninggalkan dia bersama Abinya.
Sedangkan calon suaminya Zahra sudah pulang ke rumahnya, karena acara sudah selesai dari satu jam yang lalu.
"Terima kasih sudah berkenan hadir di acara kakak, Qilla," kata Zahra.
"Harusnya Qilla yang bilang terima kasih kepada Kak Zahra dan keluarga karena sudah mengundang Qilla di acara bahagia Kak Zahra," balas Syakilla, di depan Abi dan Ummi Zahra.
"Apa kamu punya pacar atau seseorang yang dekat dengan kamu?," Tanya Zahra to the point.
__ADS_1
"Alhamdulillah sampai sekarang Qilla masih sendiri, Qilla juga belum ada niatan untuk ke sana kak," jawab Syakilla tersenyum tapi di balik cadar tentunya.
"Apa kamu mau dengan Fahri adik kakak, Fahri yang kamu temui tadi. Walaupun kakak tahu sikapnya masih kekanakan kadang-kadang, tapi kakak yakin dia orangnya sangat baik dan bertanggung jawab, kakak jaminannya." ucap Zahra.
Syakilla terdiam dengan pertanyaan Zahra yang terus terang. Syakilla ingin langsung menjawab tidak tapi dia tidak mau menyakiti hati Zahra. Kalaupun dia menerimanya, dia pasti akan menyakiti hatinya sendiri.
Sekarang posisinya serba salah. Tapi untungnya Abinya Fahri mengucap sesuatu yang membuat Syakilla sedikit tenang.
"Zahra jangan membuat Syakilla tidak nyaman, ini baru pertama kalinya dia datang kemari tapi kamu sudah menanyakan pertanyaan yang sulit untuk dia jawab. Lagian Fahri juga belum tentu setuju dengan kemauan kamu, bukan apa-apa tapi sepertinya menyukai orang lain. Tapi, Abi juga tidak tau siapa itu," tutur Abi Ilham. Melihat gelagat Syakilla yang mulai tidak nyaman.
'Terima kasih Abi,' batin Syakilla ikut lega.
"Maaf Zahra benar benar gak tahu Abi, tapi jodoh tidak ada yang tahu, Zahra ingin Syakilla yang menjadi adik ipar Zahra, Zahra sudah menyukai Qilla dari awal kami bertemu di butik." ucap Zahra.
"Sebaiknya kita bicarakan ini dulu dengan Fahri, semua tergantung pendapatnya. Kita tidak bisa memaksa Qilla ataupun Fahri, takutnya kalau kita memaksa kehendak kita mereka yang akan menderita nantinya, tapi Ummi juga sangat setuju kalau Fahri dengan kamu Qilla dan Ummi juga berharap kalau kamu adalah jodohnya anak Ummi." timpal Ummi Aminah kemudian tersenyum.
"Seandainya Fahri mau apa kamu berkenan Syifa? Entah kenapa saat pertama kali kita bertemu kakak merasa kamu adalah orang yang bisa mengubah pola pikir adik kakak Fahri ," Tanya Zahra lagi.
"Maaf Abi, Ummi, Kak Zahra, untuk hal yang satu itu bukan Syakilla ingin menolak atau tidak menghargai permintaan Kak Zahra, tapi menurut Qilla ini adalah keputusan yang sangat besar, jujur Syakilla sangat segan dengan keluarga Abi dan Ummi, tapi ini masalahnya bukan itu...
"Qilla belum punya niatan sama sekali untuk menikah untuk saat ini. Tapi benar kata Kak Zahra bahwa jodoh tidak ada yang tahu...
Kalau Qilla ditakdirkan akan berada diantara keluarga ini pasti itu akan terjadi. Lagi pula Fahri-nya sendiri juga ada orang lain yang dia sukai." tutur Syakilla.
"Tapi kakak berharap kamu yang menjadi adik ipar kakak kelak, kakak akan membicarakan ini langsung dengan Fahri nanti, kalau Fahri mau bagaimana?," Tanya Zahra.
"Zahra," tegur Abi Ilham.
"Iya Bi, Zahra tidak akan memaksa lagi, sekarang kita keliling pasantren kamu mau?," Tanya Zahra sekaligus mengajak Syakilla mengelilingi panti.
"Boleh kak," jawab Syakilla.
"Abi, Ummi, Zahra ajak Qilla keliling sekitaran sini dulu, siapa tahu nanti Qilla akan pulang ke sini," ucap Zahra.
__ADS_1
Zahra sepertinya sangat ingin Syakilla menjadi adik iparnya, sehingga dia sangat kekeh untuk menjadikan Syakilla sebagai adik iparnya.